18
Wed, Sep

Top Stories

Grid List

Foto : Hidayatullah

Hot Issue

TIBYAN.ID, Jakarta - Liberalisasi Islam di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari pemikiran liberal dari Dunia Arab. Kalau diperhatikan, ide-ide liberalisme yang dikembangkan di kampus, banyak sekali –kalau tak boleh dikatakan selalu—mengadopsi dari pemikiran tokoh liberal Arab. Demikian disampaikan Dr. Nirwan Syafrin dalam Seminar Sehari “Fenomena Transnasionalisme Islam Liberal di Dunia Akademik” yang diselenggarakan Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS).

“Di antara pemikir Arab Muslim liberal seperti Qasim Amin, Lutfi al-Sayyid, Muhammad Husain Haykal, Taha Husain, ‘Ali Abd al-Raziq. Mereka ini seringkali diadopsi dan mirip pendapatnya dengan orang liberal Indonesia,” ujarnya dalam makalah berjudul “Pemikiran Liberal di Dunia Arab” , hari Ahad (15/9/2019) di Kantor INSISTS Jl. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta.

Sebelum menyampaikan lebih banyak tentang paparan ilmiahnya seputar pemikiran liberal Arab, intelektual muslim jebolan International Institute of Islamic Thought and Civilization – International Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM) Malaysia_ ini menuturkan bahwa  triger  seminar ini adalah disertasi  “milkul-yamin”  yang dipakai Abdul Aziz yang diajukan dalam suatu universitas Islam asal Yogyakarta yang sempat ramai beberapa minggu lalu.

Menurutnya, dapat dikatakan disertasi tersebut banyak dipengaruhi transnasional pemikir liberal Arab, yang dalam hal ini adalah Muhammad Syahrur.

Nirwan melakukan mapping (pemetaan) agar semua memahami tantangan yang dihadapai umat Islam saat ini.

Tokoh-tokoh liberal Dunia Arab yang sering dirujuk kaum liberal di Indonesia adalah; Muhammad Arkoun, Muhammad Abid al-Jabiri, Hasan Hanafi, Nasr Hamid Abu Zayd, Faraj Fauda, Muhammad Asymawi, Fuad Zakariya, Muhammad Syahrur, Sadiq Jalal ‘Azm, Fatima Memisi, dan Amina Wadud. Selain itu, juga ada Tayyib Tizini, Sadiq Nayhum, Abdul Majid al-Syarafi, Hisham Ja’idz, Hisyam Syarabi, Muhammad Mahmud Thaha, Abdullah A An-Naem, Abdul Kariem Shourush, Abdullah ‘Arwi, Fajrul Rahman, dan Khalid Abu Fadl.

Alumnus Madrasah Mu’allimin Al-Wasliyah Medan ini menyinggung istilah transnasional, karena kaum liberal biasa menggunakan istilah itu.

“Karena liberalisme sendiri juga diimpor dari Barat, maka Islam liberal itu juga bukan muncul dari budaya kita tapi mereka impor dari luar negerai ke dunia akademis.”

Semua tokoh yang dirujuk itu, termasuk pemikiran Nasr Hamid, Abid Al-Jabiri atau Muhammad Syahrur dan lain-lain, semuanya pemikiran impor dari luar yang dibawa ke Indonesia.

Model Pemikiran

Wakil Rektor Universitas Ibnu Khaldun Bogor itu membagi periodisasi pemikiran Islam: Klasik-Pre-Modern-Modern-Kontemporer. Sedangkan menurut tipologi pemikiran Islam, secara umum dibagi menjadi: Liberal-Salafi-Elektik.

Secara global, peta pemikiran Islam tuturnya, sudah dimulai dari invasi Napoleon ke Mesir (1798). Dilanjutkan beberapa peristiwa penting di dunia Islam seperti; Muhammad Ali Phasa menjadi pemimpin Mesir (1802), Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah (1924), Berdirinya Ikhwanul Muslimin (1928), Berdirinya Negara Israel (1948), banyak Negara Islam merdeka (1945-1950), Bangsa Arab kalah dalam perang 6 hari di Israel (1967), Revolusi Iran (1979), Serangan Terhadap WTC di Newyork (2001) hingga Arab Spring (2015).

Peristiwa-peristiwa itu, sedikit banyak turut mempengarui muncul dan berkembangnya liberalisme dalam dunia Islam.

Perkembangan liberalisme juga terkait erat dengan konteks yang mengitarinya.

Seperti Ali Abdul Raziq (dengan karya tulisnya tentang negara sekular) dan Nurcholis Madjid (pernah membuat geger dengan ide sekularisasinya); atau misalkan terorisme dan radikalisme misalnya dimunculkan pasca pengebomoan WTC.

Pria yang pernah membuat disertasi berjudul  “A Critique of Reason in Contemporary Arab Intellectual Discourse with Special Reference to Muhammad ‘Abid al-Jabiri”  ini  mengatakan, awalnya pusat paham liberal berada di Mesir, tapi berikutnya di negeri Maghrib (Afrika Utara: Maroko, Aljazair dan lain-lain yang dekat dengan Prancis). Namun saat ini, paham liberal sudah menyebar di mana-mana.

Menutup acara ini, Nirwan menyampaikan beberapa program dan agenda kaum liberal-sekular.

Pertama, membongkar atau dekonstruksi struktur epistemologi dan metodologi pemikiran Islam klasik. Kedua, sekularisasi dan desakralisasi ajaran Islam. Ketiga, menafsir ulang al-Qur`an dan as-Sunnah, syariah dan akidah Islam. Keempat, mengadopsi dan metodologi yang berkembang pada ilmu-ilmu humaniora dan filsafat saat ini.

“Kalau diamati, karya tulis tentang “milkul-yamin” yang sampai menghalalkan hubungan seksual di luar nikah, memang disamping terpengaruh tokoh liberal Arab, juga terkesan ada upaya untuk mendekontruksi syariat, desakralisasi ajaran Islam dan menafsir ulang al-Qur`an sesuai dengan yang dikehendakinya sesuai metode asing yang bertentangan dengan metode ulama Islam otoritatif,” ujarnya.

Nirwan juga menyoroti, penggunaan nama ‘Islam Liberal’ yang sering mereka gunakan juga sudah bermasalah.

“Istilah Islam liberal adalah nama yang mereka promosikan sendiri. Padahal, Islam dan liberal adalah dua terma (terminologi) yang bertolak belakang,” katanya.

Selain itu, ia mencatat beberapa keanehan dan kebiasaan kaum liberal.

“Mereka, orang liberal masih suka merujuk ke Al-Qur`an, as-Sunnah dan turats untuk menunjukkan bahwa pemikiran mereka ada akarnya. Atau tidak keluar dari turats Islam. Seolah-olah mereka bukan orang nyeleneh yang tak perlu disikapi secara reaktif.”

 

Sumber : Hidayatullah

dok.bekasikota.go.id

Hot Issue

TIBYAN.ID, Bekasi - Selama tiga tahun terakhir, bantuan dana dari Provinsi DKI Jakarta kepada Pemerintah Kota Bekasi hampir mendekati satu triliun rupiah. Sementara itu, dana bantuan dari Provinsi Jawa Barat ke Kota Bekasi hanya sekitar Rp 60 miliar. Oleh karenanya, Pemkot Bekasi berharap agar Pemprov Jabar dapat memberikan perhatian khusus pada kota yang berbatasan langsung dengan DKI tersebut.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjelaskan, Pemkot Bekasi memang mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov DKI Jakarta. oleh karenanya ia meminta agar Pemprov Jabar dapat memberikan perhatian yang lebih besar, Ahad (15/9).

Perhatian tersebut salah satunya diukur dari besaran dana bantuan yang diberikan, ia menerangkan bantuan Pemprov DKI Jakarta ke Kota Bekasi ternyata jauh lebih besar dari bantuan dana dari Provinsi Jabar. Ia telah menghitung, bantuan Pemprov DKI Jakarta 15 kali lebih besar dibandingkan bantuan dari Pemprov Jabar.

"Alokasi jawa barat 2016-2029 hanya sebesar Rp 66,562 miliar. Sedangkan, alokasi anggaran untuk kegiatan bantuan dari Provinsi DKI Jakarta 2016-2019 Rp 973,873 miliar. Besar mana coba. Ini jujur tidak ada politisasi. Kalo gapercaya lagi ini lengkapnya (sembari menunjukkan laporan Dinas Pekerjaan Umum). Dengan bantuan itu kita bisa bangun PJU, pembebasan lahan, perbaikan lingkungan dan sekolah, serta fly over," kata Rahmat kepada awak media.

Dalam kesempatan yang sama, ia pun tidak ingin menghilangkan peran Pemprov Jabar Selama ini. Ia mengaku, Pemprov Jabar saat ini telah memberikan bantuan dana untuk pembangunan gedung Bekasi Community Creative Center. Selain itu, ia juga menyebutkan, Pemprov Jabar telah memberikan dana untuk tiga RSUD Baru di Kota Bekasi.

"Betul memang jawa barat ada bantu ini, ada bantu ini. Tolong sampaikan kepada Pak Gubernur Jabar bahwa Kota Bekasi itu  harusnya punya privilege karena penghasilannya besar, harusnya ada penghormatan terhadap rakyatnya. Bahasa saya, jangan diberikan sama atau lebih kecil dari daerah lain, harusnya ada privilege dari pak gubernut kepada Kota Bekasi," kata dia.

Wali Kota Bekasi itu juga menegaskan, pernyataannya tersebut bukan untuk menyinggung rencana bergabung ke Provinsi DKI Jakarta. Pria yang kerab disapa Pepen itu menjelaskan, pernyataannya itu disebabkan karena Kota Bekasi merupakan penyumbang terbesar PKB-BBNKB (Pajak Kendaraan Bermotor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) kepada Provinsi Jabar.

Ia pun merinci, dana PKB-BBNKB yang disetorkan kepada Provinsi Jabar hampir mendekati dua triliun rupiah. Dari total dana tersebut, Wali Kota menuturkan, Pemkot Bekasi hanya mendapatkan 30 persennya. "Aturan undang-undang memang demikian. Tapi kan Provinsi bisa memberikan perhatian dalam bentuk yang lain," ucap dia.

Dengan banyaknya jumlah PKB BBNKB Kota Bekasi, Pepen menyatakan, pihaknya menghadapi masalah polusi udara. Selain itu, ia juga mengaku, Kota Bekasi juga menghadapi masalah kemacetan karena banyaknya kendaraan di jalan raya.

"Tentu saja (jika Pemkot Bekasi mendapatkan tambahan dana) itu dapat digunakan dalam bentuk kegiatan penghijauan. Soalnya, total kendaraan di Bekasi sama dengan satu meter jalan ada tiga kendaraan," kata dia.

Sementara itu, melalui akun instagramnya, Ridwan Kamil memamerkan capaian kinerjanya selama satu tahun. Khusus untuk Kota Bekasi, Ridwan Kamil menyatakan, Pemprov Jawa Barat telah memberikan dana sebesar Rp 9.795.756.000 untuk pembangunan Bekasi Community Creative Centre. Selain itu, Pemprov Jabar juga memberikan bantuan terkait penataan Sungai Kalimalang.

Kemudian, Gubernur Jawa Barat itu juga memberikan bantuan masing-masing senilai dua miliar rupiah untuk tiga RSUD di Kota Bekasi. Jika ditotal, maka bantuan yang telah diberikan oleh Pemprov Jabar tak kurang dari Rp 15 miliar rupiah. 

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Adi Susila berpandangan, aturan pembagian porsi PKB-BBNKB dimungkinkan untuk diubah. Menurutnya, hal itu bergantung pada kemauan kepala daerah masing-masing.

"Aturannya sangat mungkin untuk direvisi, hanya saja tinggal pertimbangan dan kemauan kepala daerah saja. Selain itu, ada mekanisme lain untuk menambah alokasi dana tersebut, misalnya dalam bentuk hibah," kata Adi saat dihubungi Republika.

Kemudian, ia menjelaskan, perbandingan dana dari Provinsi DKI Jakarta tidak sepadan untuk dibandingkan dengan dan dana dari Provinsi Jawa Barat. Adi menjelaskan, dana dari Provinsi Jabar adalah dana hirarkis pemerintahan daerah, sementara dana dari Provinsi DKI Jakarta bersifat bantuan daerah penyangga. "Dana dari DKI itu kan hanya untuk kompensasi sampah Bantargebang, pembangunan infrastruktur yang mendukung lainnya," kata dia.

Pada akhirnya, Adi menyarankan kepada Pemkot Bekasi untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak. Menurutnya, intensifikasi pajak bisa dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap pembayaran pajak restoran atupun reklame. Sementara terkait dengan ekstensifikasi pajak, menurutnya hal itu dapat dilakukan dengan acara menambah jumlah wajib pajak.

"Selama ini kan ada banyak perusahaan di Kota Bekasi yang berpusat di Jakarta. Itu (perusahaan) kan pajaknya otomatis masuk ke Jakarta, Pemkot sebenarnya tinggal nego saja dengan DKI. Kemudian, misalnya ada rencana bergabung ke Jakarta hal itu juga bukan solusi yang tepat. Apalagi jika didasarkan karena alasan primordialisme justru berbahaya itu," tuturnya.

 

Sumber : Republika

Pembacaan Rekomendasi Hasil Ijtima Ulama IV. Foto: Ferry Fadlurrahman/kumparan

Hot Issue

 Musyawarah yang dilakukan di dalam acara Ijtimak Ulama IV menghasilkan delapan keputusan. Beberapa poin yang dihasilkan antara lain, penolakan terhadap kekuasaan yang berdiri atas kecurangan dan pemulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi.

Poin putusan itu dibacakan langsung penanggung jawab acara Ijtimak Ulama dan Tokoh IV, Yusuf Martak di Hotel Lorin, Sentul, Jawa Barat, Senin (5/8).

“Menolak kekuasaan yang berdiri atas dasar kecurangan dan kezaliman, serta mengambil jarak dengan kekuasaan tersebut,” kata Yusuf Martak saat membacakan poin putusan pertama, Senin.

Khusus keinginan pemulangan Habib Rizieq, muncul di dalam putusan Ijtimak Ulama dan Tokoh IV pada poin ketiga di nomor enam.

Dalam putusannya, Ijtimak Ulama dan Tokoh IV mengajak seluruh ulama dan umat untuk terus memperjuangkan pemulangan Habib Rizieq.

“Menghentikan agenda pembubaran ormas Islam serta setop kriminalisasi ulama maupun persekusi serta membebaskan semua ulama dan aktivis 212 beserta simpatisan yang ditahan dan dipenjara pascaaksi 212 tahun 2016 hingga kini, dari segala tuntutan. Kemudian memulangkan Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq bin Husain Shihab ke Indonesia tanpa syarat apa pun,” ungkap Yusuf Martak.

Berikut poin lengkap putusan Ijtimak Ulama dan Tokoh IV yang dihelat di Hotel Lorin, Sentul, Jawa Barat, Senin ini.

1. Menolak kekuasaan yang berdiri atas dasar kecurangan dan kezaliman serta mengambil jarak dengan kekuasaan tersebut.

2. Menolak segala putusan hukum yang tidak memenuhi prinsip keadilan.

3. Mengajak seluruh ulama dan umat untuk terus berjuang dan memperjuangkan:

3.1. Penegakan hukum terhadap penodaan agama apa pun oleh siapa pun sesuai amanat Undang-undang Anti Penodaan Agama dan tertuang dalam Tap MPRS nomor 1 tahun 1966 juncto UU Nomor 5 Tahun 1999 juncto Pasal 156a. 

3.2. Mencegah bangkitnya ideologi Marxisme, Leninisme, Komunisme, dan Maoisme, dalam bentuk apa pun dan cara apa pun sesuai amanat TAP MPRS Nomor 28 Tahun 1996 UU Nomor 27 Tahun 1999 juncto KUHP Pasal 1,107a, 107b, 107c, 107d, dan 107e. 

3.3. menolak segala bentuk perwujudan tatanan ekonomi kapitalisne dan liberalisme di segala bidang termasuk penjualan aset negara kepada asing maupun aseng. Memberikan kesempatan pada semua pribumi tanpa memandang suku maupun agama untuk menjadi tuan di negeri sendiri. 

3.4. Pembentukan tim investigasi dan advokasi untuk mengusut tuntas tragedi 2019 yang terkait kematian lebih dari 500 petugas pemilu tanpa autopsi dan lebih dari 11 ribu petugas pemilu yang jatuh sakit serta ratusan rakyat yang terluka, ditangkap, dan disiksa. Bahkan, sepuluh orang dibunuh secara keji dan empat di antaranya adalah anak-anak. 

3.5. Menghentikan agenda pembubaran ormas Islam serta setop kriminalisasi ulama maupun persekusi serta membebaskan semua ulama dan aktivis 212 beserta simpatisan yang ditahan dan dipenjara pascaaksi 212 tahun 2016 hingga kini, dari segala tuntutan. Kemudian memulangkan Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq bin Husain Shihab ke Indonesia tanpa syarat apa pun. 

3.6. Mewujudkan NKRI Syariat yang berdasarkan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh UU 1945 dengan prinsip ayat suci di atas-ayat konstitusi agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

4. Perlunya Ijtimak Ulama dilembagakan sebagai wadah musyawarah antara habib dan ulama serta tokoh istikamah untuk terus menjaga kemaslahatan agama bangsa dan negara. 

5. Perlunya dibangun kerja sama dari pusat hingga daerah antarormas Islam dan parpol yang selama ini istikamah berjuang bersama habib dan ulama serta umat Islam dalam membela agama bangsa dan negara. 

6. Menyerukan kepada umat Islam untuk mengkonversi simpanan dalam bentuk logam mulia. 

7. Membangun sistem kaderisasi yang sistematis dan terencana sebagai upaya melahirkan generasi Islam yang tangguh dan berkualitas. 

8. Memberikan perhatian secara khusus terhadap isu dan masalah substansial tentang perempuan anak dan keluarga melalui berbagai kebijakan dan regulasi yang tidak bertentangan dengan agama dan budaya. Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir. [jn]

 

Sumber : Eramuslim

DPR dan pemerintah telah menyepakati tujuh poin revisi UU KPK. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Aktual

TIBYAN.ID, Jakarta - Gelombang penolakan yang begitu kuat ternyata tidak didengar oleh DPR dan pemerintah. Revisi UU KPK tetap disahkan oleh DPR.

Revisi UU 30/2002 tentang KPK ditolak oleh guru besar, akademisi, koalisi masyarakat, hingga oleh KPK sendiri karena dianggap bisa membunuh lembaga antikorupsi itu. Meski demikian, revisi UU KPK baru saja disahkan dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (17/9/2019).

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Berdasarkan hitungan manual, rapat paripurna hanya dihadiri 80 anggota DPR saat dibuka. Meski demikian, Fahri menyatakan ada 289 yang tercatat hadir dan izin dari 560 anggota Dewan.

Pembahasan revisi UU KPK sejak resmi jadi usul inisiatif DPR hingga disahkan dalam rapat paripurna DPR hanya 13 hari. DPR sendiri akan mengakhiri masa jabatannya pada 30 September 2019.

Awalnya, Ketua Badan Legislasi (Baleg) Supratman Andi Agtas membacakan laporan hasil pembahasan revisi UU KPK di Baleg. Dari laporan itu, diketahui bahwa 7 fraksi menyetujui revisi UU KPK secara penuh; 2 fraksi, yaitu Gerindra dan PKS, memberi catatan soal Dewan Pengawas; sedangkan Fraksi Demokrat belum berpendapat.

Fahri lalu melanjutkan agenda pengesahan dengan penyampaian tanggapan pemerintah. Tanggapan itu dibacakan Menkum HAM Yasonna Laoly. Yasonna mengatakan presiden menyetujui revisi UU KPK disahkan menjadi UU.

Setelah itu, Fahri kembali mengajukan pertanyaan kepada seluruh anggota Dewan

"Apakah pembicaraan tingkat dua, pengambilan keputusan RUU tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dapat disetujui untuk disahkan menjadi UU?" tanya Fahri.

"Setuju," jawab anggota DPR serempak.

Sebelumnya diberitakan, revisi UU 30/2002 tentang KPK ditolak oleh guru besar, akademisi, koalisi masyarakat, hingga oleh KPK sendiri karena dianggap bisa membunuh lembaga antikorupsi itu. Namun DPR dan pemerintah tetap melanjutkan pembahasan hingga akhirnya kini disahkan.

 

Sumber : Detik.com

Dok. Staf Pribadi Presiden RI Ke-6

Aktual

TIBYAN.ID, Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan duka atas meninggalnya BJ Habibie. Presiden ke-6 RI itu mengingatkan jasa-jasa Habibie kepada bangsa Indonesia.

"Hari ini Bangsa Indonesia berduka dan kita kehilangan lagi salah satu Putra terbaik bangsa Bapak Habibie," ujar SBY usai melayat BJ Habibie di rumah duka, Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

SBY menyebut Indonesia kehilangan sosok tokoh bangsa yang terkenal dengan sebutan bapak teknologi Indonesia itu. Ia juga menyebut Presiden ke-3 RI tersebut sebagai bapak demokrasi.

"Saya harus mengatakan kita sungguh kehilangan, beliau bukan hanya Bapak reformasi, Bapak demokrasi, tapi juga bapak teknologi," tuturnya.

"Secara pribadi saya sungguh kehilangan, tetapi saya yakin bahwa keputusan Allah subhanahu wa ta'ala ini lah keputusan terbaik," sambung SBY.

SBY datang melayat bersama dua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro (Ibas) Yudhoyono. Tampak pula mendampingi istri AHY, Annisa Pohan dan istri Ibas, Aliya Rajasa.

Siang nanti, jenazah BJ Habibie akan dimakamkan di TMP Kalibata. Jokowi akan menjadi inspektur upacara.

 

(Sumber : Detik.com)

Foto : StaiAttaqwa

Aktual

TIBYAN.ID, Bekasi - Orang sukses tidak selalu karena kecerdasan, atau berlatarbelakang pendidikan yang bergengsi. Sukses ternyata bersumber dari moralitas dan kejujuran yang tinggi. Demikian disampaikan Ketua STAI Attaqwa Bekasi, KH M Abid Marzuki M.Ed dalam acara kuliah perdana STAI Attaqwa di Ujung Harapan, Babelan Bekasi, Selasa.

Abid Marzuki membantah pendapat yang mengatakan bahwa orang-orang sukses bersumber dari kecerdasan dan pendidikan di sekolah bergengsi. Faktanya tidak demikian. Orang sukses demikian Abid mengutip pendapat Thomas J Stanley adalah mereka yang telah membekali diri dengan tradisi kejujuran dan kehidupan moralitasnya yang baik.

Abid Marzuki menyampaikan hal itu di dalan Acara pembukaan kuliah perdana STAI Attaqwa yang diikuti 500 mahasiswa STAI Attaqwa. Hadir dalam kesempatan itu Waket I Bidang Akademik, Dr H Saiful Bahri Maih, MPd, Waket II Bidang Administrasi dan Keuangan, Drs Zaenal Abidin, M.Pd, Waket III Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kemahasiswaan, H. Kholilullah Ahmas, Lc, M.PdI, Kaprodi KPI, Ibu Hj. Miftahussa’adah Wardi, MA., Kaprodi KPI, Ibu Hj. Hunaidah, M.Pd dan para Dosen STAI Attaqwa Bekasi.

“Penelitian dari Thomas J. Stanley, Ph.D mungkin akan mengubah apa yang selama ini orang percayai. Ternyata dari 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan IQ hanya berada di urutan ke 21, bersekolah di sekolah bergengsi di urutan ke 23, dan lulus dengan nilai terbaik atau hampir terbaik hanya ada di urutan ke 30” ungkapnya.

Abid Marzuki menjelaskan ada sepuluh faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, berdasarkan Penelitian dari Thomas J. Stanley, Ph.D. antara lain: kejujuran, (Integritas), kedisiplinan, pergaulan (good interpersonal skill), serta dukungan dari pasangan hidup. Sebab menurut Abid Marzuki dibalik sukses seorang suami dan istri, terdapat adanya dukungan keluarga (istri atau suami beserta anak-anak) yang harmonis.

Selanjutnya, kata Abid bekerja lebih keras dan cerdas dari yang lain (Work smart and work hard), mencintai apa yang dikerjakan (Work heart), kepemimpian yang baik dan kuat atau good and strong leadership, memiliki semangat dan berkepribadian kompetitif, pengelolaan kehidupan yang baik (good life management), dan terakhir kemampuan menjual gagasan dan produktif (Ability to sell idea and product).

“Dari 10 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang hasil penelitian Thomas J. Stanley, Ph.D. menemukan bukti bahwa kejujuran ternyata menempati tempat teratas dalam menunjang kesuksesan seseorang” ujarnya.

Kejujuran, menurut Abid merupakan salah satu aspek dari moralitas yang baik, kejujuran terbukti menjadi faktor penentu sukses tidaknya seseorang. “Karena orang yang jujur akan mampu masuk atau diterima dengan mulus ke berbagai lini kehidupan” katanya.

Abid mengungkapkan Rosulullah SAW adalah bukti manusia tersukses di dunia ini. Betapa tidak, Beliau yang terlahir yatim tanpa memiliki warisan apapun dari Sang Ayah, karena faktor kejujurannya, sehingga beliau diberi gelar al-amiin (orang yang terpercaya) saat melamar Siti Khadijah RA beliau memberikan mahar sebanyak 25 ekor unta.

“Sungguh sebuah mahar yang tidak sedikit, mahar yang hanya dapat diberikan oleh mereka-mereka yang tergolong orang yang sukses. Itu Nabi peroleh dari hasil berniaga dengan prinsip kejujuran yang melekat pada dirinya.” ungkap Ketua STAI Attaqwa Bekasi.

TIBYAN -- Makin dekatnya masa akhir pendaftaran calon walikota dan wakil walikota Bekasi, suhu politik local kota Bekasi makin terus menggeliat. Beberapa calon makin intens melakukan loby loby politik, khususnya dalam merancang pendekatan koalisi dan calon wakil yang akan menjadi satu paket pasangan.

Setidaknya sudah ada tiga kandidat besar yang muncul ke permukaan. Pertama, petahana Rahmat Efendy, calon dari Golkar. Kedua Muchtar Muhammad dari PDIP dan ketiga Netty Heryawan dari PKS. Ini pun kemungkinan masih bisa berubah. Kemampuan partai dan para calon dalam menentukan calon wakilnya sangat berpengaruh terhadap elektabilitas mereka.

Untuk menyoroti perkembangan itu, Amin Idris dari Tibyan.id mewawancarai Heri Suko Martono, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Putra almarhum Suko Martono, mantan Bupati Bekasi yang juga pendiri Islamic Centre Kota Bekasi, ini menilai peningkatan suhu politik adalah sebuah hal yang wajar yang terjadi di masyarakat dalam setiap menjelang pemilihan umum.

“Orang Indonesia, khususnya orang kota Bekasi sudah cukup dewasa menghadapi setiap peristiwa politik. Biasa lah itu, kenaikan suhu dalam batas - batas wajar,” kata Hery Suko dalam perbincangan di kantornya, Islamic centre.

Tibyan : Sebagai sekretaris partai Golkar di Kota Bekasi, bagaimana anda melihat situasi sosial politik masyarakat Bekasi menjelang pemilukada kota Bekasi?

Heri Suko Martono : Biasa lah ini mah. Ini bukan sesuatu yang baru dalam demokrasi. Di Bekasi, atau dalam skala nasional, atau bahkan di luar negeri pun setiap menjelang pemilihan umum selalu saja suhu politik masyarakat akan naik. Itu biasa. Kita kan sedang berdemokrasi, dimana setiap orang punya hak dan kewajibannya untuk menyalurkan aspirasinya.

 

Tibyan : Dalam kontestasi calon walikota, bagaimana posisi petahana Rahmat Effendi yang pecah kongsi dengan PKS dan tidak jadi berpasangan dengan Sutriono?

Heri Suko Martono : Bang Pepen sebagai kader yang dicaonkan partai Golkar sejauh ini telah mendapat banyak kepercayaan. Saya sebagai pengurus Golkar tentunya berterimakasih dengan kemajuan ini semua. Dari berbagai survey, elektabilitas calon Golkar ini terus cenderung makin naik. Alhamdulillah. Sedangkan mengenai pecah kongsi dengan Sutriono, ini juga didasarkan pada realitas politik yang berkembang. Kan pasangan ini terus di evaluasi, seberapa tinggi daya terima masyarakat. Hasil evaluasi kami ya seperti ini.

 

Tibyan : Lalu dengan siapa pasangannya?

Heri Suko Martono : Ini sedang dimatangkan terus. Tidak hanya di tingkat Bekasi, juga dibahas dalam level Jawa Barat dan DPP (Pusat). Bagaimana kalau berpasangannya dengan kalangan birokrat, bagaimana kalau dengan akademisi, atau bagaimana kalau dengan internal, bagaimana pula kalau dengan tokoh umat. Sebagai partai besar, golkar tidak kering kader.

 

Tibyan : Kesimpulannya dengan siapa Mas? Kapan diumumkan? 

Heri Suko Martono : Sabaaar. Ini masih berproses terus. Secepatnya akan diumumkan.

 

Tibyan : Bagi Golkar, apa sesungguhnya yang akan menjadi perhatian lima tahun ke depan dalam pembangunan di Kota Bekasi jika kadernya yang terpilih kembali?

Heri Suko Martono : Banyak hal. Diantaranya, bagaimana kita memberikan perhatian pada proses pembangunan sosial kemasyarakatan agar lebih kondusif lagi.  Rasa persatuan dan kebersamaan, toleransi, saling menghormati sesama, harmonisasi antara kaum minoritas dan mayoritas. Kualitas sosial kemasyarakatan inilah akan menjadi bagian penting dalam pembangunan ke depan. Karena tahun - tahun berikut setelah 2018 adalah tahun dimana potensi gesekan sosial begitu banyak.

 

Tibyan : Banyak umat Islam yang kecewa dengan Rahmat Efendy terkait berbagai statemennya seputar kasus Santa Clara?

Heri Suko Martono: Saya melihat ini menyangkut komunikasi. Di luar substansinya, saya mengakui komunikasi tentang pembangunan Gereja ini tidak ditangani dengan sebaik baiknya. Sehingga beberapa pihak merasa benar sendiri. Masyarakat tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Pihak birokrat juga ke-PR-annya tidak dihandle dengan baik. Sehingga, menurut saya pribadi ya, pak walikota saat itu harus berfikir sendiri dan menjawab sendiri.

 

Tibyan : Apa yang akan dibenahi dari sisi komunikasi ini ?

Heri Suko Martono : Bisa saja misalnya, nanti untuk setiap persoalan penting dan punya bobot politis yang besar, walikota mendapat asistensi yang lengkap. Baik dari sisi subtansi masalahnya maupun sisi - sisi lainnya, seperti pertimbangan - pertimbangan komunikasinya. Sehingga, jangankan dalam bentuk jawaban, ekspresi dan mimik wajah pun harus diberi masukan.

 

Tibyan : Kembali ke soal pencalonan, kalau dari internal partai yang diminta untuk mendampingi Rachmat Efendi, berarti sekretais DPC adalah orang yang paling memungkinkan?

Heri Suko Martono : Hahahaha … saya ini kader partai. Saat ini saya sedang fokus pada tugas saya sebagai sekretaris. Cukup, Itu sudah menyita banyak energi saya. Saya gak mau energi saya terkuras untuk bicara mengandai andai. Apalagi sebagai pengurus di Islamic Centre Bekasi, saya juga setiap hari harus mengurusi banyak persoalan. Okay, clear.

 

Heri Suko Martono alias Heri Budhi Susetyo adalah tokoh muda Bekasi, putra H Suko Martono, yang semasa menjabat sebagai Bupati Bekasi mendirikan Islamic Centre bersama KH Noer Alie. Islamic centre itu pun menggunakan nama KH Noer Alie. Kini Heri menjadi pengurus inti Yayasan, sementara KH Noer Alie diwakili putranya KH Amien Noer dan KH Nurul Anwar juga menjadi tulang punggung Islamic Centre. (*)

Menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 Nopember, Profesor  KH H Didin Hafidhuddin mengajak umat Islam untuk menumbuhkan kebersamaan, menghidupkan jiwa kepahlawanan, semangat berkorban dan sebagainya. Bakal calon presiden yang pernah diusung Partai Keadilan ini mengaku aneh melihat prilaku pemimpin negeri ini.  “Negerinya makin kacau, rakyatnya makin sulit, ko pemimpin masih asik asik saja membangun pencitraan. Sudahlah hentikan berbagai bentuk pencitraan itu, rakyat menanti karya nyata Anda yang cepat dan akurat untuk membenahi morat maritnya negeri ini,” katanya. Berikut perbincangan Pimpinan Redaksi Tibyan, Amin Idris, dengan Prof Didin Hafidhuddin ;

 

Tibyan; Setiap tanggal 10 Nopember diperingati sebagai hari untuk mengenang jasa jasa pahlawan kita. KomentarAnda ?

Prof Didin Hafidhuddin; Iya, bangsa Indonesia telah menetapkan tanggal 10 Nopember sebagai momentum untuk mengenang para pahlawan kita. Ini bagus. Ini bisa menjadi pelajaran untuk bangsa kita, bahwa para pahlawan inilah orang orang yang telah berkorban untuk bangsanya. Ini adalah tradisi yang baik saya kira.

 

Apa yang terpenting untuk kita jadikan pelajaran dari peristiwa peringatan hari pahlawan kali ini?

Setidaknya kita mengenalkan kepada generasi bangsa ini bahwa segala capaian yang diraih hari ini oleh bangsa Indonesia adalah buah dari kerja keras, perjuangan bahkan pengorbanan jiwa, harta dan nyawa mereka yang kini disebut pahlawan. Saya kira ini pentingnya kita memperingati hari pahlawan itu.

 

Memperingati hari pahlawan hanya mengenang masa lalu, membanggakan keberhasilan para tokoh yang tiada, sementara apa yang dilakukan saat ini sama sekali tidak mencerminkan nilai nilai kepahlawanan?

Ini bagian dari semangat itu. Semangat kepahlawanan itu memang harus dibumikan, dan terus menerus digelorakan dalam kehidupan sehari hari. Pahlawan itu kan pengorbanan. Pahlawan itu kan rela memberi yang terbaik untuk kepentingan yang lebih besar. Pahlawan itu kan berbuat kebaikan dan menegakkan kebenaran tanpa takut risiko. Dia bisa melakukannya meski risikonya hartanya habis, jiwa terancam, bahkan nyawa melayang. Nilai nilai ini memang semakin langka saat ini.Mereka yang kita kenal saat in isebagai pahlawan adalah orang yang telah terbukti merelakan semuanya, termasuk nyawanya, untuk rakyatnya.

 

Membumikan semangat kepahlawanan yang prof. maksud?

Saat ini kan bangsa kita sedang menghadapi banyak persoalan. Sudahlah, yang jadipejabat, jadi pemimpin, tampillah sebagai pemimpin yang berjiwa pahlawan. Para pahlawanitukanmenjadipahlawankarenasemasahidupmerekaberbuatjujur, berbuatbanyakuntukbangsa. Makanyamerekadinobatkansebagaipahlawan. Karenaitu, para pemimpinsaatinihendaknyamelakukanhalsamakalauingindikenangsebagaipahlawanbangsa. Peluangituada.

 

Apa yang prof lihat tentang para pemimpin bangsa kita saat ini?

Sudahlah hentikan semua pencitraan. Saya hanya heran saja, dalam keadaan negeri ini semakin sulit, pemimpinnya masih saja sibuk membangun pencitraan. Sudah hentikanlah. Lakukan yang dibutuhkan rakyat.

 

Semangat kepahlawanan rasanya sudah jauh dari kehidupan bangsa kita. Hampir di semua lapisan social tampaknya sudah semakin pragmatis berfikirnya, dan matrialistik cara hidupnya. Semangat berkorban dan nilai nilai kebersamaan makin terasa langka?

Ini menjadi tugas kita semua. Kalau perlu momentum hari pahlawan selalu dijadikan semacam gerakan untuk membangun kembali semangat kepahlawanan itu. Ini yang harus dijadikan fokus memperingati haripahlawan. Serimonial boleh saja tapi fokusnya semacam dibikin gerakan semangat kepahlawanan. Di sekolah, di rumah, di masjid, di kantor kantor …

 

Kalau Islam bagaimana memandang kepahlawanan itu Prof?

Islam itu justeru yang paling banyak mengajarkan nilai nilai kepahlawanan. Kebersamaan, semangat memberi, saling membantu dan sebagainya. Nabi Ibrahim adalah symbol kepahlawananitu. Lihatlah, bagaimana dia berkorban. Lihat juga Nabi Muhammad  dan para sahabat, adalah pemimpin yang hidup bersahaja tapi berhambur untuk mensejahterakan rakyat yang dipimpinnya. Bagaimana Abu Bakar menyerahkan semua hartanya untuk umat. Bagaimana Abdurrahman bin Auf dan seterusnya. Mereka juga tidak segan segan turun ke masyarakat, mendengar langsung keluhan mereka dan memberinya solusi.

 

Tapi pemimpin saat ini hampir tiap hari ada yang tertangkap tangan oleh KPK?

Saya kira itu karena keringnya semangat kepahlawanan. Maka saya piker perlu juga sentiment keislaman ini dipakai untuk menyetop korupsi. Misalnya, anda pemimpin, anda muslim. Kalau masih mengaku muslim, ayo hentikan korupsi. Ini menjadi tugas bersama, dalam seluruh lapisan masyarakat bisa dihidupkan semangat itu, muslim menolak korupsi. Muslim membela kepantingan umat dan rakyat. Ulama dan kaum cenrdik pandainya bisa terus saling mengingatkan, saling menjaga dalam lingkar komunitas muslim itu. (*)

TIBYAN -- Dalam kesempatan peringatan HUT Islamic Centre yang ke 24, Pimred Tibyan  Amin Idris, sempat bincang bincang dengan KH Amin Noer, ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie Islamic Centre Bekasi di ruang Dewan Pembina. Berikut sebagian petikan perbicangannya;

Tibyan : Apa yang terpenting bagi Islamic Centre pada usianya yang ke 24 ini?

KH Amin Noer : Islamic Centre sebagai lembaga dakwah makin dihimpit oleh pertumbuhan budaya masyarakatnya. Ketika awalnya para pendiri membangun Islamic Centre, saat itu masyarakat disekitarnya masih sangat berbeda dengan masyarakat jaman ini. Karena itu, perjuangan dakwah terletak pada bagaimana upaya menyesuaikan strategi sesuai dengan tantangan yang dihadapinya. Berbeda tantangan berbeda pula strategi yang dipakai untuk mengantisipasi tantangan itu. Jadi pada usia 24 tahun ini diperlukan kemampuan untuk membaca tantangan tantangan itu.

Tibyan : Masalahnya, pertumbuhan dan tantangan social itu selalu lebih cepat dan lebih dinamis?

KH Amin Noer : Kunci utamanya ada di pengurusnya, tentunya. Pengurusnya dulu harus kompak. Baru kemudian akan bisa melahirkan gagasan gagasan brilian untuk menjawab tantangan itu.

Tibyan: Apakah pak kiyai melihat pada usia 24 tahun ini Islamic telah memberi sinyal sinyal kuat sebagai pusat peradaban yang diimpikan pada pendirinya dulu?

Kiyai Amin Noer: Saat Islamic berdiri, bekasi masih belum apa apa. Tapi saat itu, Kiyai Noer Alie telah melihat gambaran masa depan yang seperti apa akan terjadi di Bekasi. Heterogenitas, pertumbuhan ekonomi, pergeseran nilai dan sebagainya. Karenanya kiyai melontarkan untuk mendirikan Islamic Centre. Dan Bupati Suko Martono pun cepat tanggap. Bersama Pak Rusmin, gagasan Islamic Centre pun segera diwujudkan. Trio inilah yang meletakkan dasar dasar pemikiran tentang Islamic Centre. Setelah 24 tahun problematikanya pun pasti berbeda, tapi essensinya tetap sama, yakni bagaimana memberi pendampingan pada umat untuk hidup lebih baik dan lebih beradab.

Tibyan: Di dalam lingkungan Islamic orang bisa saja khusuk berzikir, bertasbih, beribadah dan melakukan hal hal positif sesuai moralitas Islam. Tapi selangkah saja diluar pagar Islamic kemaksiatan ada dimana mana?

Kiyai Amin Noer : Inilah tantangan dakwah. Hendaknya, Islamic itu tidak sekadar memberi kekhusuan di dalam lingkungannya sendiri. Tapi bagaimana juga menjangkau wilayah di sekitarnya. Jadi tidak sekadar memperkuat basis dalam rumahnya, tapi bisa juga member sinar kedamaian pada lembaga-lemaba, institusi institusi di sekitarnya. Ini memang “pr” yang harus terus diperjuangkan.

Tibyan: Tapi pak Kiyai, heterogenitas umat pun tampaknya menjadi pertimbangan untuk pergerakan Islamic dalam berdakwah.

Kiyai Amin Noer : Memang. Islamic juga hendaknya memperkuat terus komitmennya sebagai lembaga pemersatu. Kita sadar, dilingkungan kita telah berkembang  aneka warna warni pemikiran keberagamaan. Ada yang begini, ada yang begitu. Kesannya berbeda. Tapi sebetulnya tidak.  Karena itu, seharusnya di sisi ini Islamic memberi ruang yang lebih luas lagi, agar semua perbedaan itu bisa cair di sini. Sesuai misinya, Islamic bisa tampil menjadi pemersatu di tengah perbedaan itu.

Tibyan : Apa yang dapat pak Kiyai sampaikan untuk Islamic Centre menyongsong tantangan dakwah yang makin kompleks?

Kiyai Amin Noer : Begini ya. Islamic ini kan sebuah lembaga. Ada organisasi di dalamnya. Ada orang orang yang mengelolanya. Ada aturan dan ketentuan ketentuannya yang ditetapkan sebagai pedoman kerja. Bahkan ada program kerja yang ditetapkan, jangka pendek dan jangka panjang. Selagi hal hal ini diikuti dan dipatuhi, seberat apapun pekerjaan akan menjadi ringan. Apalagi tugas dakwah yang dijalani dengan ikhlas, pasti Allah akan membantu menyempurnakannya. Jadi kuncinya adalah perkuat organisasi dan ikuti ketentuan yang telah ditetapkan.

Tibyan : Saya ingat, Al Magfurlah (KH Noer Alie-red) pernah membriefing kami tentang berorganisasi dakwah. Pertama kekompakan, kedua hidup hidupilah organisiasi tapi jangan cari hidup dari organisasi. Menurut Pak Kiyai masih relevan kah?

Kiyai Amin Noer. Iya,  kompak itu utama. Tentunya dalam bingkai organisasi. Ada struktur. Fungsikan setiap struktur organisasi dengan sebaik banyknya. Dengan cara ini pasti lahir kekompakan yang bisa dipertanggungjawabkan. Juga tidak mengeksploitasi organisasi untuk memperkaya diri secara tidak benar. Ini artinya tidak boleh korupsi dan sejenisnya. Pesan pesan moral itu sesungguhnya masih berlalu, tergantung bagaimana kita menafsirkannya secara luas dan terbuka. (Abu Bagus)

Foto : Ilustrasi/aos4ventos.com.br

Rihlah

TIBYAN.ID - Claudio Muhammad Baker, Juru Bicara Muslim Association of Santos (MAS), wisatawan Muslim yang datang biasanya memberikan pandangan dan masukan agar MAS bisa menjalankan kegiatannya dengan lebih baik. MAS juga seringkali menyarankan tempat wisata yang perlu dikunjungi.

Baker mengatakan MAS biasanya merekomendasikan Santos, Sao Paulo, Goianida, Curitiba, Brasilia, dan Florianopolis untuk dikunjungi wisatawan Muslim. ''Tempat itu memiliki komunitas Muslim yang besar dan warganya memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Islam,'' katanya.

Menurut Baker masyarakat di tempat-tempat itu juga menghormati tradisi dan kultur Muslim. Di samping tempat itu memang memiliki pemandangan, pantai, dan kehidupan yang indah. Dengan demikian wisatawan Muslim bisa menikmati wisatanya dengan baik.

Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pada 2001, ada 27.239 Muslim di Brasil. Meski Islamic Brasilian Federation (IBF) menyatakan ada sekitar 1.5 juta Muslim di sana. Sebagian besar Muslim di Brasil berasal dari Suriah, Palestina, dan Lebanon.

Mereka sampai di Brasil pada abad ke-19 selama Perang Dunai I dan pada 1970-an. Sejumlah warga Irak juga ada di Brasil, mereka tiba di sana sejak dimulainya invasi yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap Irak pada 2003.

Sebagian besar Muslim hidup di negara bagian Parana, Goias, Rio de Janeiro, dan Sao Paulo. Meski demikian ada juga komunitas Muslim dalam jumlah yang cukup banyak di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. Di Sao Paulo, terdapat sekitar 10 masjid.

Salah satu masjid yang terbesar dan termegah adalah Mosque Brasil yang berada di pusat kota. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Amerika Latin. Proses pembangunan masjid tersebut dimulai pada 1929. Dan kini, masjid tersebut menjadi salah satu komoditas wisata negeri yang kental nuansa Katholiknya ini. Brasil memang piawai mengelola pariwisata.

 

(Sumber : Republika)

Foto : pinbisnisnet.weebly.com

Rihlah

TIBYAN.ID - Jumlah visa umrah yang telah dikeluarkan Arab Saudi pada musim umrah tahun ini (sejak September 2018) mencapai 2.785.790 visa. Menurut data Kementerian Haji dan Umrah Saudi, sebanyak 2.346.429 jamaah umrah telah tiba di Kerajaan Saudi.  

Dari data tersebut dilaporkan, masih ada 345.114 jamaah yang berada di wilayah Kerajaan Saudi. Dilansir dari Arab News, Ahad (13/1), angka itu termasuk sebanyak 233.910 jamaah di Makkah dan 111.204 di Madinah. 

Sebagian besar jamaah, yakni sebanyak 2.122.424, datang ke Kerajaan melalui jalur transportasi udara. Sementara sebanyak 213.121 jamaah masuk ke negara itu melalui jalur darat dan 10.884 jamaah tiba melalui jalur laut. 

Jumlah jamaah terbesar berasal dari Pakistan, yakni sebanyak 637.745. Angka jamaah terbesar kemudian diikuti oleh Indonesia (420.410).

Pemerintah Saudi memang memiliki rencana reformasi Visi 2030. Saudi memiliki tujuan untuk menarik lebih dari 30 juta jamaah umrah. Di samping itu, Saudi juga bertekad menyediakan layanan yang sangat baik dan pengalaman yang luar biasa saat berziarah bagi para jamaah.  

Tahun lalu, kementerian tersebut meluncurkan indikator pekanan di mana pihak berwenang dapat melacak jumlah jamaah yang datang ke Kerajaan. Sehingga nantinya, memperkaya pengalaman mereka dengan menyediakan layanan berkualitas tinggi. 

Berikut ini delapan negara penyumbang jamaah umrah terbesar lima bulan terakhir: 

    No        Negara                                          Jumlah 

  1. Pakistan                                            637.745 jamaah 
  2. Indonesia                                          420.410 jamaah 
  3. India                                                 292.607 jamaah  
  4. Malaysia                                            135.895 jamaah  
  5. Yaman                                               128.618 jamaah 
  6. Mesir                                                   73.179 jamaah  
  7. Turki                                                    65.970 jamaah  
  8. Uni Emirat Arab                                    59.855 jamaah  
  9. Bangladesh                                          57.701 jamaah  

 

(Sumber : Ihram.Republika)

Foto : google

Rihlah

Oleh: Ahmad Agus Fitriawan

Pelaksanaan ibadah haji tidak bisa dilepaskan dari dimensi perjalanan kemanusiaan pada aspek spiritual dan sosial untuk bisa dijadikan pelajaran dan tun tun an dalam menghadapi persoalan kehidupan. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang sarat dengan pengamalan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Ka'bah merupakan simbol persatuan dan kesatuan umat, juga mengandung makna eksistensi kemanusiaan. Misalnya, di dalam Ka'bah terdapat Hijr Ismail, putra Nabi Ibrahim AS pernah hidup dalam suka dan duka bersama ibunda Siti Hajar pada saat ditinggal ayahandanya. Siti Hajar adalah sosok ibu yang penuh kasih sayang terhadap anaknya, sertsa memiliki keimanan kokoh, ketenangan batin, dan keluhuran budi.

Ia adalah wanita kulit hitam, miskin, bahkan budak. Namun demikian, budak wanita ini ditempatkan Allah SWT di sana untuk menjadi pelajaran bahwa Allah memberikan kedudukan kepada seseorang bukan karena keturunan atau status sosialnya, melainkan karena ketakwaan kepada Allah SWT dan usaha untuk hijrah dari kejahatan menuju ke baik an, dari keterbelakangan menuju peradaban.

Makna ibadah haji sungguh-sungguh memberikan pelajar an luar biasa atas perjalanan spiritualitas kemanusiaan hamba Allah dalam mengharap ridha Allah SWT dan meraih cin ta-Nya. Pertama, sikap totalitas dalam beribadah lillaah ta'ala. Setiap ibadah menuntut adanya totalitas kepasrahan dan kepatuhan.

Inilah yang disebut ibadah ikhlas dan pasrah yang jauh dari riya (agar dilihat orang lain), sum'ah (agar didengar orang lain), sehingga bukan hanya lillaah ta'ala melainkan juga billaah ta'ala. Tidak ada seorang ulama pun tidak bersepakat bahwa apa yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar terhadap Ismail merupakan bukti penyerahan diri sepenuhnya terhadap perintah Allah SWT.

Kedua, sikap selalu ingin dekat dengan Allah SWT. Inti ibadah adalah menguji kesabaran dan sejauh mana segala pola pikir dan pola tindak manusia benar-benar sejalan dengan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan- Nya. Karakter manusia yang dekat dengan Allah SWT ada lah manusia yang sanggup melaksanakan segala pe rin tah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan ketulusan hati untuk melaksanakan ibadah itu tanpa ragu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

Ketiga, sikap keberanian menanggung risiko yang berat sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT, melebihi ke cintaan kepada yang lainnya. Harta, takhta, dan jabatan atau kedudukan, bahkan jiwa ini sekalipun, tidak ada artinya jika mahabbah atau rasa cinta abadi kepada Allah hadir di relung hati manusia.

Keempat, sikap melepaskan dan memerdekakan diri dari sifat dan sikap buruk manusia. Ibadah kurban me ngan dung makna agar umat Islam dalam kehidupannya selalu membuang jauh-jauh atau membunuh sifat-sifat binatang yang bersarang dalam dirinya. Karakter dominan dari binatang adalah tidak memiliki rasa kebersamaan atau per satuan dan kesatuan, hanya mementingkan isi perut (kenyang), serta tidak mengenal aturan, norma, dan etika. Berkurban berarti menahan diri dan berjuang melawan godaan egoisme. Walahu'alam.

 

(Sumber : Republika.co.id)

Follow Us

Advertisement

Top Stories

Grid List

Foto : Syeikh DR Tobroni alias Wisoth Binlateh (Peci Putih)

Oase Iman

TIBYAN.ID, Jakarta - Pekan ini beberapa ulama Thailand berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Mereka menjadi tamu kehormatan Majlis Ulama Indonesia (MUI).

Salah satu kegiatan kunjungan muhibbah mereka adalah mengunjungi Islamic Center Jakarta di Koja Jakarta Utara. Selain mengucapkan kekaguman mereka, pimpinan delegasi pun mendapat kehormatan dari pimpinan Jakarta Islamic Centre untuk menyampaikan kisah bagaimana masyarakat Thailand berislam.Selasa(23/07)

Syeikh DR Tobroni alias Wisoth Binlateh dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa apa yang terjadi mengenai Islam Phobia di Indonesia juga terjadi di Thailand.

IslamPhobia katanya menjadi problema ketakutan masyarakat terhadap Islam yang mengada ada. Misalnya di Thailand, mereka melakukan tuntutan agar dihapuskannya label halal terhadap produk yang dijual di kedai - kedai.

"Mereka tidak suka ada label halal. Mereka phobia terhadap Islam," katanya. Juga dalam banyak hal mereka mencemaskan atas sesuatu yang sesungguhnya tak perlu dicemaskan.

Lalu apa yang perlu dilakukan bagi umat Islam untuk menjawab hal hal seperti itu? Untuk hal itulah delegasi ulama itu berkunjung ke Indonesia dalam rangka membangun satu ukhuwah dan jalinan kerjasama yang baik dan produktif terhadap sesama umat Islam.

Tobroni mengakui mendapatkan gelar S3 nya dari Malaysia. Dari negeri jiran inilah dia belajar mengenal bahasa melayu. Sehari hari di daerahnya, Thailand selatan, dia berbahasa Thai. "jadi saya mohon ampun tak begitu cakap berbahasa melayu," katanya.

ILMU DAN PERSATUAN

Menurut DR Tobroni, kemajuan suatu masyarakat tak bisa lain diperlukan syarat pendukung utamanya, yakni ilmu pengetahuan.

Berislam dengan baik juga memerlukan ilmu, untuk menjawab berbagai tantangan keduniaan juga dengan ilmu. Untuk itu menurutnya memajukan suatu bangsa tak bisa lain dengan memajukan ilmu lebih dahulu dan lebih utama.

"Tanpa ilmu, sulit bagi suatu bangsa untuk meraih kemajuan. Karena itu juga umat Islam baik di Indonesia maupun di Thailand ingin maju hendaknya dimulai dari menguasai ilmu pengetahuan.

Selain ilmu, faktor keduanya adalah persatuan. Berpegang teguhlah pada tali Allah dan jangan kalian berpecah belah.

Orang lain berusaha merusak umat Islam dengan memecah belah persatuan dan kesatuannya.

Karena tidak mungkin ada lagi kekuatan kalau umat islam tercerai berai. Jadi, kuasai ilmu dan perkuat persatuan.

Dari kunjungan ini delegasi Thailand berharap kelak umat Islam Indonesia bisa memegang tangan umat Islam Thailand kemudian melangkah ke masa depan yang lebih maju.

Bagi umat Islam kedua negara sesungguhnya hubungan keilmuan sudah lama terjalin. Salah seorang ulama palembang, syeikh Abdus Shomad Al-palembani, adalah ulama yang sangat terkenal dan kitab kitabnya masih jadi rujukan utama umat Islam Thailand.

Namun memang kehidupan umat Islam di Thailand, khususnya di Thailand selatan sampai saat ini masih menyedihkan.

Kenyamanan dalam beribadah masih seringkali terganggu oleh hal hal yang tidak menyenangkan.

Dari Islamic Centre Jakarta, delegasi ulama Thailand akan terus melakukan berbagai kunjungan ke jalangan umat Muslim di berbagai daerah.

Sebagai tamu resmi MUI indoesia mereka tampak sangat berupaya untuk mencari upaya upaya agar umat Islam Indonesia dan Thailand bisa terjalin hubungan yg lebih kokoh lagi. (tibyan)

 

Foto : middleeastmonitor

Dunia Islam

TIBYAN.ID - Ia adalah seorang pria kelahiran Suriah. Ia melarikan diri dari pemerintahan mandat Inggris tahun 1920 -an, dan berlindung di Palestina.

Izzuddin Al Qassam menjadi martir bagi gerakan perjuangan bersenjata bagi Palestina disaat pimpinan partai politik hanya pandai berorasi tanpa mampu menghentikan membanjirnya gelombang imigrasi Yahudi ke Palestrina.

Kaum elit Arab di Palestina yg cukup fasih bicara,  tetapi bicara saja tidak ada gunanya. Sebab semua retorika tokoh nasionalnya yang berapa api dan sekian banyak negosiasi dengan Otoritas Inggris ternyata tak mampu menghentikan gelombang imigrasi Yahudi ke Palestina. Sementara Inggris tidak memperlihatkan niatnya untuk  memberikan kemerdekaan bagi Palestina.

Surat McDonald,  yang diterbitkan tahun 1931 telah membuat gelombang imigrasi Yahudi ke Palestina meningkat berlipat ganda.

Sebagai perbandingan antara tahun 1929 hingga 1931 imigrasi Yahudi hanya antara 5000 sampai 6000 orang. Namun setelah keluarnya surat McDonald tahun 1931 Imigrasi Yahudi meningkat menjadi 10.000 orang,  tahun 1933 menjadi 30.000 orang dan tahun 1934 lebih dari 42.000 orang.

Populasi Yahudi di Palestina meningkat dari 9 persen menjadi 27 persen dari total populasi.

Izzuddin Al Qassam,  tak bisa melihat gelombang imigrasi Yahudi yang terus meningkat setelah keluarnya surat hitam MacDonald sementara politisi Palestina hanya pintar orasi tanpa bisa menghentikan imigrasi Yahudi ke Palestina. Maka diam diam ia mengumpulkan  dana dari rakyat yang terkena dampak langsung dari imigrasi Yahudi. Dana itu ia pergunakan membeli senjata. Dan membagikannya kepada ikhwan kepercayaannya.

Ia  bersama ikhwan kepercayaan nya, lalu melakukan penyerangan terhadap tentara dan Polisi Inggris.  Naas baginya ia tewas saat terjadi kontak senjata dengan tentara Inggris.

Warga Palestina yang mengetahui tewasnya Syaikh yang menjadi panutan, bernegosiasi dengan Inggris untuk menyerahkan jasad Izzuddin Al Qassam agar dimakamkan secara seorang Muslim dan dia seorang yang syahid.

Dan Inggris menyerahkan jasad Izzuddin Al Qassam untuk di makamkan dengan kesepakatan iringan yang akan memakamkan tidak boleh melintasi perkotaan.

Sementara di kalangan rakyat Palestina beredar  informasi tentang syahid nya Syaikh Izzuddin Al Qassam,  seorang orator yang juga mujahid dan akan segera dimakamkan.

Informasi itu mengundang rakyat Palestina untuk ikut menghadiri pemakaman.

 Saat berlangsung pemakaman  ribuan warga Palestina ikut membanjiri pemakamannya. Usai pemakaman rakyat Palestina yang terbakar amarah akibat imigrasi Yahudi ke Tanah Air nya,  Kemarahan itu mereka lampiaskan dengan melakukan  penyerangan terhadap  polisi  tentara dan melempari toko dan perkantoran Inggris. Stasiun kereta api yang menjadi lambang kedigdayaan Inggris ikut menjadi sasaran amuk massa.

Izzuddin Al Qassam yang menjadi martir perjuangan Palestina kini diabadikan dengan sebuah brigade Izzuddin Al Qassam yang kini juga paling sengit melakukan perlawanan di Gaza Palestina.

Lantas bagaimana dengan Indonesia yang kini dibanjiri imigrasi dari Cina,  sementara,  penguasa,  politisi,  hanya diam bahkan membuat regulasi yang memicu gelombang imigrasi dari Cina. Akankan kah akan ada Izzuddin Al Qassam di Indonesia? (Imran)

Foto : Netralnews

Health

TIBYAN.ID, Jakarta - Bagi jemaah haji, bertandang ke Tanah Suci bisa jadi satu kesempatan untuk bertemu unta, hewan berpunuk yang berasal dari Timur Tengah. Namun, jamaah masih dihimbau untuk menjauhi binatang tersebut karena unta berpotensi membawa virus MERS-CoV atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus.

"Berkaitan dengan potensi penyakit, (yang harus diwaspadai-red) itu MERS-CoV jadi jangan dekat-dekat dengan unta karena memiliki potensi penularan," sebut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr Eka Jusup Singka, kepada detikHealth, Selasa (2/7/2019).

dr Eka menambahkan, hal ini tidak hanya berlaku pada unta saja tetapi juga binatang lain yang hidup di lingkungan yang sama. Selalu batasi diri dan jaga jarak aman.

"Tapi kalau daging untanya sih nggak masalah kan sudah dimasak," candanya.

Pada kesempatan lain, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk melakukan antisipasi penularan MERS-CoV.

"Kami sudah berbicara dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan mereka mengerti hal itu. Jadi selama nanti pelaksanaan haji mereka akan memperhatikannya," kata Menkes.

"Nah dari kita saya mengimbau jangan dekat-dekat unta, nggak usah foto-foto sama unta," tutupnya.

 

Sumber : detikHealth

foto : KVUE.com

Wawasan

TIBYAN.ID - Oleh : Pundra Rengga Andhita, Pengajar di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. 

Nicole and I thought this was a great opportunity to organically introduce an LGBTQ couple in the series, and we asked Hasbro and they approved it.’’ (Michael Vogel).

Itulah pernyataan yang diungkapkan penulis dan produser, Michael Vogel menjelang beredarnya episode The Last Crusade dari film kartun My Little Pony: Friendship is Magic.

Sebuah film yang mengisahkan pertemanan enam karakter perempuan, produksi Hasbro Studios Amerika Serikat. Seperti dilansir situs daring People, episode ini memperkenalkan Aunt Holiday and Auntie Lofty sebagai pasangan lesbian yang merawat karakter Scootaloo.

Popularitas telah mendorong distribusi film ini menjadi semakin meluas di berbagai pasar internasional. Seiring perkembangan internet, My Little Pony dapat ditonton tidak hanya melalui layar televisi, tetapi juga situs daring, seperti Youtubedan lainnya.

Di Indonesia, film ini sudah mulai tayang sejak tahun 2016 melalui salah satu televisi nasional. Tampilan visual yang didominasi warna pastel berhasil melahirkan interaksi intens antara anak-anak dan tayangan ini.

Film kartun memang telah menjadi bagian panjang dari perjalanan sinematografi. Pada era modern, film kartun kerap menjadi pilihan orang tua untuk ditontonkan ke anak, baik itu batita, balita, maupun usia lanjutnya.

Tidak sedikit orang tua yang memberikan akses televisi atau gawai untuk anak guna mengakses film kartun. Niatnya mungkin baik, hendak memberikan hiburan atau sekadar pengalih perhatian bagi anaknya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ghilzai, Alam, Ahmad, Shaukat, dan Noor (2017), ada tiga hal yang didapatkan anak-anak dengan menonton film kartun, yakni kesenangan (41 persen), tindakan (23 persen), dan belajar (17 persen).

Ya, film kartun memang tidak hanya menyajikan fungsi hiburan, tetapi juga informasi dan edukasi. Film kartun bisa menjadi salah satu medium pembelajaran sosial yang efektif bagi anak.

Namun, yang menjadi persoalan adalah muatan pesan apa yang terdapat dalam film tersebut. Ini penting karena anak merupakan plagiator yang baik.

Pesan yang disampaikan melalui film kartun bisa dengan mudah diterima oleh anak tanpa mempertimbangkan layak dan tidaknya. Semakin tinggi intensitas menonton maka semakin besar peluang mereka untuk mengingat pesan dalam film tersebut.

Nantinya, ingatan ini tidak mengendap sementara. Ingatan akan melekat seiring perkembangan usia dan menjadi acuan mereka untuk melihat kehidupan nyata seperti apa yang ada dalam film. Ini yang perlu menjadi perhatian.

Film bukan hanya menyajikan unsur sinematik melainkan juga unsur naratif yang memuat pesan tertentu. Muatan pesan sering kali terkait dengan kepentingan yang ingin disampaikan pembuatnya.

Advertisement

Upcoming Events