20
Mon, Jan

Top Stories

Grid List

Foto : bisnissyariah

Hot Issue

TIBYAN.ID - Ketua Pelaksana Harian Pusat Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU), Qasim Shaleh mengaku belum menerima informasi terkait wacana pemangkasan uang saku atau living cost jamaah haji. Wacana ini disampaikan oleh Kementerian Agama (Kemenag), uang saku akan dipangkas dari 1.500 riyal atau sekitar Rp 5,4 juta menjadi 1.000 riyal setara Rp 3,6 juta.

"Sampai saat ini berita yang beredar uang living cost itu 1.500. Mungkin pendistribusiannya, apakah bentuk pendistribusiannya dalam bentuk uang 1.500 riyal atau dimasukkan di e-money," ujar Qasim saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (15/1).

Oleh karena itu, Qasim mengatakan bahwa pihaknya belum bisa menyatakan sikap sampai ada pemberitahuan yang lebih jelas dari Kemenag dari terkait pengurangan uang saku tersebut. Sebab, sampai saat ini informasi yang diketahuinya, Kemenag menyampaikan uang saku tetap 1.500.

"Namun yang pasti pengurangan uang saku akan berdampak langsung kepada para jamaah," ungkap Qasim.

Sebelumnya, Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Kemenag, Maman Saepulloh menyampaikan dengan arahan menteri agama (menag), tahun ini menginginkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) atau direct cost tidak naik. Bipih 2020 minimal sama dengan Bipih 2019, yakni sebesar Rp 35.235.602.  

Namun, Ia menambahkan, penentuan BPIH dan Bipih tergantung nanti hasil rapat dengar pendapat dan rapat kerja bersama DPR RI. Di samping itu BPIH dan Bipih 2020 juga tergantung dengan masukan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Besaran Bipih akan disesuaikan dengan nilai manfaat yang diperoleh BPKH.

"Kalau perolehan nilai manfaat tahun ini (oleh BPKH) besar, kemungkinan (Bipih) tidak naik, tapi kalau nilai manfaat yang diperoleh tahun ini tidak terlalu besar bisa jadi hal-hal lain akan dikurangi, misalnya biaya living cost yang dulunya 1.500 Riyal menjadi 1.000 Riyal," jelasnya. (Ali Mansur)

 

Sumber : Ihram

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp

Hot Issue

TIBYAN.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung nama Sandiaga Uno sebagai tokoh yang berpeluang menduduki kursi orang nomor satu di Indonesia pada Pilpres 2024 mendatang.

Jokowi menyatakan tak menutup kemungkinan sosok yang bernama lengkap Sandiaga Salahudin Uno itu menggantikannya sebagai presiden 2024 kelak.


Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2019-2022 yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta pada Rabu (15/1). Mulanya, kepala negara menyapa Sandiaga sebagai salah satu tokoh senior di HIPMI.

"Yang saya hafal hanya satu Bapak Sandiaga Uno," ujar Jokowi.


Setelah itu, Jokowi tiba-tiba langsung menyinggung soal calon penggantinya bila sudah tidak menjabat sebagai kepala negara lagi. Ia meminta seluruh peserta acara berhati-hati karena calon penggantinya berada di ruangan itu.


"Hati-hati 2024," katanya sembari tertawa.

"Tadi disampaikan Ketua Pembina HIPMI (Bahlil Lahadalia) bahwa 2024 kemungkinan beliau (pengganti Jokowi) yang hadir di sini adalah kandidat, kandidat yang kemungkinan besar akan menggantikan saya. Dan saya meyakini itu, tapi saya tidak menyebutkan orangnya siapa, bahwa tadi yang baru berdiri tadi," sambungnya.


Pernyataan Jokowi itu sontak langsung disambut meriah oleh para peserta acara yang merupakan anggota HIPMI dan kolega anggota. Mereka bertepuk tangan dan tertawa seolah tahu tokoh yang dimaksud Jokowi.

Sementara Dewan Pembina HIPMI Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum juga sempat menyinggung Sandiaga yang kemungkinan akan menggantikan Jokowi. Bahlil yang kini ditunjuk Jokowi menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengaku sudah mengetahui itu sejak masa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.


"Bang Sandi ini sebenarnya sudah tahu kalau Bapak (Jokowi) akan menang lagi. Dia bilang sama saya daripada lihat orang lain yang ikut berkompetisi mendingan keluarga besar HIPMI saja," kata Bahlil yang kemudian disambut tepuk tangan para peserta acara.

"Dia sudah tahu dari awal memang agak berat untuk menang, tapi daripada untuk yang lain yaudah dari HIPMI. Sudah komunikasi pak sama saya, saya bilang Bang Sandi tenang Adinda di BKPM, tapi Abang back up BKPM de facto," sambungnya.

Seperti diketahui, Sandiaga merupakan calon wakil presiden yang mendampingi calon presiden Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. Namun, keduanya kalah dari Jokowi-Ma'ruf Amin.

 

Sumber : CNNIndonesia

(SEPAH NEWS/ AFP PHOTO)

Hot Issue

TIBYAN.ID - Iran mulai meluncurkan serangan rudal terhadap pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) di Irak pada Rabu (8/1) dini hari. Aksi itu hanya beberapa jam setelah pemakaman komandan Iran Qassem Soleimani yang tewas akibat serbuan drone AS.

"Teheran menembakkan lebih dari 12 rudal balistik dari wilayah Iran terhadap dua pangkalan militer di Irak yang menampung personil pasukan koalisi AS," ungkap pernyataan militer AS mengonfirmasi serangan Iran tersebut.

Garda Revolusi Iran mengonfirmasi mereka menembakkan sejumlah roket sebagai pembalasan atas pembunuhan Soleimani pekan lalu.

"Kami bekerja pada penilaian kerusakan pertempuran awal," papar juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman yang menambahkan pangkalan yang ditargetkan adalah pangkalan udara al-Asad dan pangkalan di Erbil, Irak.

"Presiden AS Donald Trump telah mendapat laporan tentang serangan itu dan memantau situasi," ujar juru bicara Gedung Putih Stephanie Grisham.

Grisham menambahkan, "Kami mengetahui laporan serangan pada fasilitas AS di Irak. Presiden telah diberitahu dan memantau situasi dari dekat dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasionalnya."

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyatakan Washington harus mengantisipasi pembalasan dari Iran atas pembunuhan terhadap komandan Pasukan Quds tersebut.

"Saya pikir kita harus memperkirakan bahwa mereka akan membalas dengan beberapa cara dan bentuk," ujar Esper saat konferensi pers di Pentagon.

Esper menyatakan pembalasan itu dapat melalui kelompok aliansi Iran atau kaki tangannya. "Kami bersiap untuk setiap kemungkinan. Dan kemudian kami akan merespon dengan tepat pada apapun yang mereka lakukan," papar dia, dilansir Reuters.

Bursa saham di Asia merosot tajam seiring kabar serangan roket itu. Surga investor termasuk yen Jepang dan emas menguat.

 

Sumber : Sindonews

Isteri Wakil Walikota Bekasi, ibu Wiwik Hargono, turun ke lokasi mendampingi Baznas Kota Bekasi dalam bakti kesehatan.

Aktual

TIBYAN.ID - Meski banjir telah berlalu tapi dampak dari musibah ini masih banyak tersisa. Sampah masih membekas belum terangkut semua.

Lumpur juga masih ditemukan di beberapa pemukiman warga. Meski telah kerja keras tapi sisa sisa banjir masih membekas.

Dan yang paling membutuhkan perhatian adalah dampak kesehatan yang muncul akibat banjir. Misalnya gatal gatal, eksim dan penyakit kulit lainnya.

Karena itulah BAZNAS Kota Bekasi masih terus bahu membahu mendatangi titik lingkungan yang terdampak banjir.

"Ini adalah respon kebencanaan dari BAZNAS Kota Bekasi," kata Drs H Paray Said MM MBA menjelaskan tentang kesibukan Baznas di Kota Bekasi.

Sebanyak 517 pasien korban banjir di tujuh lokasi diberikan pelayanan pengobatan gratis oleh BAZNAS Kota Bekasi bekerjasama dengan RS Ananda.

Tujuh lokasi tersebut adalah:

(1) Kemang Ifi Graha blok F3M No 8 RT 12 RW 07 Kel. Jatirasa, Kec. Jatiasih pada Minggu, 5 Januari 2020,

(2) Rumah No 44 RT 02 RW 04 Kel. Kalibaru, Kec. Medan Satria dan Rumah No 1 RT 01 RW 05 Kel. Kalibaru, Kec. Medan Satria pada Selasa, 7 Januari 2020,

(3) Perum PGP C2/7 RT 05 RW 08 Kel. Jatirasa, Kec. Jatiasih dan Perum Bumi Nasio Indah RT 03 RW 16 Kel. Jatimekar, Kec. Jatiasih pada Rabu, 8 Januari 2020,

(4) Rumah No 05 RT 11 RW 06 Kel. Kaliabang Tengah, Kec. Bekasi Utara dan Kp Lebak RT 07 RW 02 Kel. Teluk Pucung, Kec. Bekasi Utara pada Kamis, 9 Januari 2020.

H. Paray Said menyampaikan bahwa kegiatan pengobatan gratis di sejumlah titik banjir merupakan respons kebencanaan yang dilakukan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Bekasi.

Sebelumnya, pada pekan pertama banjir di awal tahun 2020 BAZNAS Kota Bekasi juga turun ke lokasi bencana.

Mayoritas warga terdampak banjir mengeluhkan sakit infeksi kulit, kelelahan, terkena benda tajam seperti paku dan pecahan kaca, demam, diare, dan infeksi saluran pernapasan akut.

Munculnya penyakit tersebut biasanya karena tumpukan sampah yang membusuk, pengungsian yang kurang higienis, dan stres kehilangan harta benda.

Di ketujuh lokasi tersebut ketinggian banjir variatif, mulai dari setengah hingga dua meter. Di antara lokasi paling parah adalah Kemang Ifi Graha, Perum PGP, dan Teluk Pucung, di mana ketinggian air melebihi atap rumah. Di lokasi-lokasi tersebut tidak terlalu banyak pasien sebab warga masih sibuk bebersih rumah.

Istri Wakil Wali Kota Bekasi Wiwiek Hargono turut hadir di sejumlah lokasi pengobatan gratis BAZNAS Kota Bekasi; di Kali Baru dan Teluk Pucung. Ia bersama rombongan berkorespondensi dengan pasien, memberi mereka semangat supaya kembali sehat, serta memastikan pelaksanaan pengobatan gratis berjalan lancar.(red/sul)

TIBYAN.ID, DEPOK – Jika anda mencari konsep siebernomie melalui mesin penelusuran google, anda tidak akan menemukan apa-apa karena tidak ada yang cocok dengan dokumen apapun. Tetapi konsep siebernomie itulah yang justru mengantar mantan Pemimpi Redaksi Harian Terbit Jakarta 1993-1995 Bagus Sudarmanto menjadi doktor dalam kriminologi dari Universitas Indonesia (UI).

Dalam Sidang Terbuka Senat Akademik UI dengan promotor Prof Adrianus E Meliala M.Si, M.Sc, Ph.D dan ko-promotor Dr Iqrak Sulhin M.Si di Auditorium Juwono Sudarsono, Kampus FISIF UI, Depok, Selasa (7/1), Bagus berhasil mempertahankan disertasinya berjudul: Perilaku Sibernomie dan Tindakan Persekusi di Era Post-Truth (Kuasa Media Sosial Dalam Prespektif Kriminologis).

Konsep sibernomie, kata promovendus merupakan prilaku anomie di ruang siber media sosial. Bagus memulai penelitian dengan mempelajari Teori Anomie, yang dikemukakan sosiolog Perancis, Emile Durkheim. Dalam bukunya The Division of Labor In Society (1964) Durkheim menggambarkan terjadinya perubahan besar struktur masyarakat di Eropa pada 1930.

Durkheim menggambarkan anomie sebagai sebuah kekacauan dan keinginan yang tak pernah terpuaskan (Cotterrell, Roger, 1999). Ini merupakan sebuah penjyakit karena keinginan tanpa batas tidak pernah dapat dipenuhi (Susan, Bowker, dan Neumann, 1997).

Konsep anomie Durkheim ini kemudian dikembangkan oleh Robert K Merton, dan Messener & Rosenfield (1994). Dalam Bernburg 2002 : 730-731 Messner dan Rosenfeld berupaya mengembangkan lebih jauh teori anomie Durkheim dan Merton ke bentuk institutional-anomie.

Teori ini perpijak pada bagaimana kemunculan anomie dalam kaitan tatanan institusional khusus pada masyarakat kontemporer. Berdasarkan berbagai konsep anomie tersebut ternyata penggunaan media sosial memberikan gambaran bahwa media sosial merupakan ruang interaksi yang telah memengaruhi pola perilaku masyarakat.

Media sosial atau medsos di era post-truth (budaya politik yang perdebatannya lebih mengutamakan emosi dan keluar dari inti kebijakan) menurut Bagus, merupakan ‘wadah kekuasaan’ dan juga agen untuk mendominasi kebenaran dan penundukan.

Kesenjangan ruang maya dan ruang nyata dan kekuasaan individu yang dimiliki setiap agen, membuat wacana di medsos dipenuhi pertarungan persepsi tentang makna kebenaran. (Jaishankar, 2008)

Alhasil, post-truth bukanlah sekadar hoax yang menyesatkan atau fake news yang memalsukan fakta, melainkan upaya mengklaim kebenaran. Tiap-tiap orang merasa dirinya benar meski hanya bersandar pada konstruksi tafsir dan opini terhadap fakta dan mengenyampingkan fakta sebenarnya,” tegas Bagus Sudarmanto.

Dengan melihat fakta-fakta tersebut, Bagus kemudian memberi nama perilaku anomie di ruang siber media sosial sebagai siber anomie, yanag kemudian disingkat menjadi sibernomie.

Berdasatkan uraian dan penjelasan di atas, promovendus berkesimpulan: Pertama, tindakan menggunggah ujaran harmful discourse (wacana berbahaya) di media sosial di era post-truth dapat disebut sebagai perilaku sibernomik dan keadaan sibernomie.

Rekonseptualisasi anomie (kondisi) di ruang siber ini diberi nama siber anomie atau disingkat sibernomie dan perilaku anomik nya disingkat menjadi sibernomik.

Kedua, atas temuan rekonseptualisasi anomie menjadi sibernomie, maka pertanyaan penelitian kedua dapat diartikan bahwa sibernomie dapat memantik perilaku tindakan kekerasan dari ruang maya ke ruang nyata.

“Hasil penelitiannya menemukan bahwa sibernomie tak saja memantik persekusi, tetapi juga bisa tidak memantik persekusi. Faktor penyebab ada-tidaknya persekusi adalah ruang, waktu, dan konteks saat ujaran berbahaya diunggah di ruang medsos,” kata pria kelahiran Singaraja 16 Juli 1957 itu.

Bagus Sudarmanto sendiri memulai karirnya sebagai wartawan di Harian Pos Kota dari 1979 hingga saat ini. Berbagai jabatan penting pernah disangdangnya dalam grup media tersebut. Pemimpin Redaksi Harian Terbit (1993-1995) dan Pemimpin Redaksi Tabloid AKSI (1996-1999).

Sebelum meraih gelar doktor dalam Kriminologi 2020, pada 2017 lalu ayah dua anak (putra dan putri) ini juga meraih gelar doktor Studi Program Doktor Ilmu Komunikasi di Sekolah Pascasarjana Usahid Jakarta. (aryo)

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama

Aktual

TIBYAN.ID - Acara reuni alumni Aksi 212 di lapangan Monas, Jakarta Pusat, yang dimulai sejak Senin (12/02/2019) dihihari telah berakhir pada pagi ini sekitar pukul 08.24 WIB.

Panitia Reuni 212 menyatakan bahwa dengan berakhirnya acara pada Senin pagi, maka kondisi lalu lintas Jakarta diharapkan tidak terganggu, mengingat Senin merupakan hari pertama masuk kerja para karyawan dan pegawai negeri setelah libur akhir pekan.

Panitia mengajak bersiap untuk menyongsong Reuni 212 pada tahun berikutnya.

“Kita bertemu (tahun) 2020 bulan Desember yang akan datang,” ujar salah seorang pemandu acara dari atas panggung Reuni 212 di Monas.

Reuni 212 yang ketiga ini dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, anggota DPR RI dari Partai Gerindra Fadli Zon,  para ustadz, habaib, dan ratusan ribu jamaah.

Gubernur Anies dalam sambutannya mengatakan, ratusan ribu massa datang insya Allah membawa pesan perdamaian.

“Hari ini semua berjalan dengan tenang dan damai,” ujarnya.

“Jutaan jumlah (massa)nya ya? Jutaan tuh katanya,” tambah Anies saat diberi tahu pihak panitia soal jumlah massa Reuni 212.

Reuni Akbar 212 yang digelar Ahad (02/12/2018) adalah gerakan simpatik atas aksi yang dilakukan tujuh juta warga Indonesia pada 2 Desember 2016 yang menuntut keadilan atas penistaan terhadap ayat suci Al-Qur’an oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ahok akhirnya diputuskan bersalah dengan vonis 2 tahun penjara oleh hakim atas kasus penodaan agama pada Mei 2017. Setelah ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Ahok pun bebas dan kini Ahok diangkat menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) secara resmi sejak Senin (25/11/2019) lalu.* (SKR)

 

Sumber : Hidayatullah

Ade Ardiansyah (kanan) bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi(kiri)

Wawancara

TIBYAN.ID - Ade Ardiansyah, notaris yang dikenal public sebagai pihak yang memberi perhatian serius pada koperasi, khususnya di Kota Bekasi. Menurutnya di era sekarang, saatnya kita membangun perekonomian berbasis koperasi. Dan yang paling kongkret, membangun koperasi berbasis masjid. Kepada Gubernur Jawa Barat dan kepada Jusuf Kalla saat masih menjabat Wakil Presiden, Ade banyak mendiskusikan upaya membangun perekonomian umat berbasis koperasi masjid.

Berikut perbincangan Tibyan.id kepada Ade Ardiansyah sebagai ketua Pembangunan Masjid Nurul Islam Islamic Centre Bekasi dan juga ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) Kota Bekasi.

SatuUmat : Anda dikenal sebagai notaris yang specialized pada persoalan koperasi?

Ade Ardiansyah : Notaris itu tidak spesialis. Kalau kemudian orang menganggap saya ekspert dalam hal legalitas koperasi dan sejenisnya bisa jadi karena memang saya memberi perhatian khusus pada masalah koperasi.

Apa yang paling menarik dari koperasi?

Koperasi itu karakter eknonomi bangsa kita. Bung Hatta telah menanamkan ini dan bahkan mencantumkan legalitas di dalam UUD45. Seharusnya, koperasi lah yang menjadi panglima pembangunan perekonomian bangsa Indonesia. Koperasi seharusnya menjadi lembaga ekonomi yang membanggakan. Selain punya landasan hukum yang kuat, koperasi sangat cocok dengan kehendak dan upaya mensejahterakan masyarakat.

Apa yang paling membanggakan itu? Bukankah selama ini koperasi masih ditempatkan sebagai lembaga perekononian kelas rendahan. Sulit untuk membawa kemajuan yang bisa menggerakkan capital besar.

Koperasi lembaga ekonomi yang bisa mensejahterakan orang banyak. Kapitalisasi koperasi ada di tangan anggotanya. Kalau koperasi maju berarti yang kaya dan sejahtera adalah anggotanya. Ini beda dengan badan hukum lain, misalnya Perseroan Terbatas (PT), itu adalah lembaga dengan kepemilikan personal. Sehingga kalau PT itu tumbuh besar maka yang kaya ya pemilik modalnya saja. Itulah saya katakan koperasi adalah model pererkonomian yang membanggakan.

Kalau saya mau sebutkan sudah begitu banyak model bisnis sejenis koperasi yang maju dan besar di berbagai dunia. Tapi di Indonesia, koperasi memang masih diletakkan di level rendah, masih dianggap hanya bisnis kecil kecilan.

Dimana sih kendalanya sampai saat ini Koperasi masih menjadi lembaga bisnis yang ada di lini belakang?

Image masa silam masih terbawa bawa. Namun saya yakin, dalam kurun beberapa tahun kedepan koperasi akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita yang paling realistis. Lihat saja, semangat pemerintah untuk memajukan ini tidak setengah - setengah. Berbagai regulasi terus dibangun untuk menjadikan koperasi digjaya. Permodalan juga diberi berbagai saluran yang memihak pada koperasi. Di Kota Bekasi saja, dana bantuan modal dari BPR Patriot hanya dibebani margin 4 persen. Ini artinya, kalau mau maju saat inilah eranya koperasi.

Terus kalau masih dianggap sebagai pemain lini belakang, silahkan saja orang menganggap itu. Karena mungkin saja para kapitalis tidak akan suka dengan gerakan ini. Biarin. Itu hak mereka. Tapi orang orang koperasi jangan terpengaruh dengan image itu. Memajukan koperasi hanya ada ditangan para pelaku koperasi.

Kendala permodalan tampaknya masih belum ada solusi nyata. Gembar gembor permodalan berbunga rendah yang digelontorkan pemerintah seringkali tersalurkan secara tidak proporsional. Istilahnya hanya proyek pencitraan saja. Bagaimana menurut Anda?

Ada arus teknologi yang sedang terjadi dalam mendorong persoalan permodalan ini. Kalau dari sumber dana bantuan pemerintah itu sulit diakses, tidak masalah. Banyak jalur lain yang tersedia. Misalnya, saat ini banyak sekali perusahaan start-up yang tampil untuk menjadi “pahlawan” permodalan untuk koperasi. Sebuah koperasi bisa listing proposal programnya di perusahaan digital seperti ini dan menyerap dana dari para investor. Dengan modal proposal yang rasional dan akuntabel sebuah projek koperasi bisa dicariin permodalan di sini. Inilah yang disebut sebagai pasar dana koperasi. So, tidak masalah. Saya yakin, pasar dana untuk koperasi termasuk yang berbasis syariah akan semakin banyak muncul. Ini kan peluang bagus sekali buat koperasi.

Bagiamana dengan pengetahuan masyarakat soal ini?

Ini memang yang perlu disosislisasikan. Tidak semua orang harus pinter tentang koperasi. Tidak semua orang harus paham regulasi koperasi. Setidaknya kalau kita ingin membangun koperasi syariah yang berbasis masjid, setidak pengurus pengurus masjidnya yang perlu ditatar dan dikenalkan lebih dalam tentang regulasi koperasi, tentang peluang bisnis melalui koperasi, tentang menghidupkan ekonomi masjid, tentang pentingnya memakmurkanmasjid dan mensejahterakan jamaah. Ketika ini telah menjadi gerakan maka tidak ada lagi kekuatan yang bisa menghalanginya. (abubagus)

TIBYAN -- Makin dekatnya masa akhir pendaftaran calon walikota dan wakil walikota Bekasi, suhu politik local kota Bekasi makin terus menggeliat. Beberapa calon makin intens melakukan loby loby politik, khususnya dalam merancang pendekatan koalisi dan calon wakil yang akan menjadi satu paket pasangan.

Setidaknya sudah ada tiga kandidat besar yang muncul ke permukaan. Pertama, petahana Rahmat Efendy, calon dari Golkar. Kedua Muchtar Muhammad dari PDIP dan ketiga Netty Heryawan dari PKS. Ini pun kemungkinan masih bisa berubah. Kemampuan partai dan para calon dalam menentukan calon wakilnya sangat berpengaruh terhadap elektabilitas mereka.

Untuk menyoroti perkembangan itu, Amin Idris dari Tibyan.id mewawancarai Heri Suko Martono, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Putra almarhum Suko Martono, mantan Bupati Bekasi yang juga pendiri Islamic Centre Kota Bekasi, ini menilai peningkatan suhu politik adalah sebuah hal yang wajar yang terjadi di masyarakat dalam setiap menjelang pemilihan umum.

“Orang Indonesia, khususnya orang kota Bekasi sudah cukup dewasa menghadapi setiap peristiwa politik. Biasa lah itu, kenaikan suhu dalam batas - batas wajar,” kata Hery Suko dalam perbincangan di kantornya, Islamic centre.

Tibyan : Sebagai sekretaris partai Golkar di Kota Bekasi, bagaimana anda melihat situasi sosial politik masyarakat Bekasi menjelang pemilukada kota Bekasi?

Heri Suko Martono : Biasa lah ini mah. Ini bukan sesuatu yang baru dalam demokrasi. Di Bekasi, atau dalam skala nasional, atau bahkan di luar negeri pun setiap menjelang pemilihan umum selalu saja suhu politik masyarakat akan naik. Itu biasa. Kita kan sedang berdemokrasi, dimana setiap orang punya hak dan kewajibannya untuk menyalurkan aspirasinya.

 

Tibyan : Dalam kontestasi calon walikota, bagaimana posisi petahana Rahmat Effendi yang pecah kongsi dengan PKS dan tidak jadi berpasangan dengan Sutriono?

Heri Suko Martono : Bang Pepen sebagai kader yang dicaonkan partai Golkar sejauh ini telah mendapat banyak kepercayaan. Saya sebagai pengurus Golkar tentunya berterimakasih dengan kemajuan ini semua. Dari berbagai survey, elektabilitas calon Golkar ini terus cenderung makin naik. Alhamdulillah. Sedangkan mengenai pecah kongsi dengan Sutriono, ini juga didasarkan pada realitas politik yang berkembang. Kan pasangan ini terus di evaluasi, seberapa tinggi daya terima masyarakat. Hasil evaluasi kami ya seperti ini.

 

Tibyan : Lalu dengan siapa pasangannya?

Heri Suko Martono : Ini sedang dimatangkan terus. Tidak hanya di tingkat Bekasi, juga dibahas dalam level Jawa Barat dan DPP (Pusat). Bagaimana kalau berpasangannya dengan kalangan birokrat, bagaimana kalau dengan akademisi, atau bagaimana kalau dengan internal, bagaimana pula kalau dengan tokoh umat. Sebagai partai besar, golkar tidak kering kader.

 

Tibyan : Kesimpulannya dengan siapa Mas? Kapan diumumkan? 

Heri Suko Martono : Sabaaar. Ini masih berproses terus. Secepatnya akan diumumkan.

 

Tibyan : Bagi Golkar, apa sesungguhnya yang akan menjadi perhatian lima tahun ke depan dalam pembangunan di Kota Bekasi jika kadernya yang terpilih kembali?

Heri Suko Martono : Banyak hal. Diantaranya, bagaimana kita memberikan perhatian pada proses pembangunan sosial kemasyarakatan agar lebih kondusif lagi.  Rasa persatuan dan kebersamaan, toleransi, saling menghormati sesama, harmonisasi antara kaum minoritas dan mayoritas. Kualitas sosial kemasyarakatan inilah akan menjadi bagian penting dalam pembangunan ke depan. Karena tahun - tahun berikut setelah 2018 adalah tahun dimana potensi gesekan sosial begitu banyak.

 

Tibyan : Banyak umat Islam yang kecewa dengan Rahmat Efendy terkait berbagai statemennya seputar kasus Santa Clara?

Heri Suko Martono: Saya melihat ini menyangkut komunikasi. Di luar substansinya, saya mengakui komunikasi tentang pembangunan Gereja ini tidak ditangani dengan sebaik baiknya. Sehingga beberapa pihak merasa benar sendiri. Masyarakat tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Pihak birokrat juga ke-PR-annya tidak dihandle dengan baik. Sehingga, menurut saya pribadi ya, pak walikota saat itu harus berfikir sendiri dan menjawab sendiri.

 

Tibyan : Apa yang akan dibenahi dari sisi komunikasi ini ?

Heri Suko Martono : Bisa saja misalnya, nanti untuk setiap persoalan penting dan punya bobot politis yang besar, walikota mendapat asistensi yang lengkap. Baik dari sisi subtansi masalahnya maupun sisi - sisi lainnya, seperti pertimbangan - pertimbangan komunikasinya. Sehingga, jangankan dalam bentuk jawaban, ekspresi dan mimik wajah pun harus diberi masukan.

 

Tibyan : Kembali ke soal pencalonan, kalau dari internal partai yang diminta untuk mendampingi Rachmat Efendi, berarti sekretais DPC adalah orang yang paling memungkinkan?

Heri Suko Martono : Hahahaha … saya ini kader partai. Saat ini saya sedang fokus pada tugas saya sebagai sekretaris. Cukup, Itu sudah menyita banyak energi saya. Saya gak mau energi saya terkuras untuk bicara mengandai andai. Apalagi sebagai pengurus di Islamic Centre Bekasi, saya juga setiap hari harus mengurusi banyak persoalan. Okay, clear.

 

Heri Suko Martono alias Heri Budhi Susetyo adalah tokoh muda Bekasi, putra H Suko Martono, yang semasa menjabat sebagai Bupati Bekasi mendirikan Islamic Centre bersama KH Noer Alie. Islamic centre itu pun menggunakan nama KH Noer Alie. Kini Heri menjadi pengurus inti Yayasan, sementara KH Noer Alie diwakili putranya KH Amien Noer dan KH Nurul Anwar juga menjadi tulang punggung Islamic Centre. (*)

Menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 Nopember, Profesor  KH H Didin Hafidhuddin mengajak umat Islam untuk menumbuhkan kebersamaan, menghidupkan jiwa kepahlawanan, semangat berkorban dan sebagainya. Bakal calon presiden yang pernah diusung Partai Keadilan ini mengaku aneh melihat prilaku pemimpin negeri ini.  “Negerinya makin kacau, rakyatnya makin sulit, ko pemimpin masih asik asik saja membangun pencitraan. Sudahlah hentikan berbagai bentuk pencitraan itu, rakyat menanti karya nyata Anda yang cepat dan akurat untuk membenahi morat maritnya negeri ini,” katanya. Berikut perbincangan Pimpinan Redaksi Tibyan, Amin Idris, dengan Prof Didin Hafidhuddin ;

 

Tibyan; Setiap tanggal 10 Nopember diperingati sebagai hari untuk mengenang jasa jasa pahlawan kita. KomentarAnda ?

Prof Didin Hafidhuddin; Iya, bangsa Indonesia telah menetapkan tanggal 10 Nopember sebagai momentum untuk mengenang para pahlawan kita. Ini bagus. Ini bisa menjadi pelajaran untuk bangsa kita, bahwa para pahlawan inilah orang orang yang telah berkorban untuk bangsanya. Ini adalah tradisi yang baik saya kira.

 

Apa yang terpenting untuk kita jadikan pelajaran dari peristiwa peringatan hari pahlawan kali ini?

Setidaknya kita mengenalkan kepada generasi bangsa ini bahwa segala capaian yang diraih hari ini oleh bangsa Indonesia adalah buah dari kerja keras, perjuangan bahkan pengorbanan jiwa, harta dan nyawa mereka yang kini disebut pahlawan. Saya kira ini pentingnya kita memperingati hari pahlawan itu.

 

Memperingati hari pahlawan hanya mengenang masa lalu, membanggakan keberhasilan para tokoh yang tiada, sementara apa yang dilakukan saat ini sama sekali tidak mencerminkan nilai nilai kepahlawanan?

Ini bagian dari semangat itu. Semangat kepahlawanan itu memang harus dibumikan, dan terus menerus digelorakan dalam kehidupan sehari hari. Pahlawan itu kan pengorbanan. Pahlawan itu kan rela memberi yang terbaik untuk kepentingan yang lebih besar. Pahlawan itu kan berbuat kebaikan dan menegakkan kebenaran tanpa takut risiko. Dia bisa melakukannya meski risikonya hartanya habis, jiwa terancam, bahkan nyawa melayang. Nilai nilai ini memang semakin langka saat ini.Mereka yang kita kenal saat in isebagai pahlawan adalah orang yang telah terbukti merelakan semuanya, termasuk nyawanya, untuk rakyatnya.

 

Membumikan semangat kepahlawanan yang prof. maksud?

Saat ini kan bangsa kita sedang menghadapi banyak persoalan. Sudahlah, yang jadipejabat, jadi pemimpin, tampillah sebagai pemimpin yang berjiwa pahlawan. Para pahlawanitukanmenjadipahlawankarenasemasahidupmerekaberbuatjujur, berbuatbanyakuntukbangsa. Makanyamerekadinobatkansebagaipahlawan. Karenaitu, para pemimpinsaatinihendaknyamelakukanhalsamakalauingindikenangsebagaipahlawanbangsa. Peluangituada.

 

Apa yang prof lihat tentang para pemimpin bangsa kita saat ini?

Sudahlah hentikan semua pencitraan. Saya hanya heran saja, dalam keadaan negeri ini semakin sulit, pemimpinnya masih saja sibuk membangun pencitraan. Sudah hentikanlah. Lakukan yang dibutuhkan rakyat.

 

Semangat kepahlawanan rasanya sudah jauh dari kehidupan bangsa kita. Hampir di semua lapisan social tampaknya sudah semakin pragmatis berfikirnya, dan matrialistik cara hidupnya. Semangat berkorban dan nilai nilai kebersamaan makin terasa langka?

Ini menjadi tugas kita semua. Kalau perlu momentum hari pahlawan selalu dijadikan semacam gerakan untuk membangun kembali semangat kepahlawanan itu. Ini yang harus dijadikan fokus memperingati haripahlawan. Serimonial boleh saja tapi fokusnya semacam dibikin gerakan semangat kepahlawanan. Di sekolah, di rumah, di masjid, di kantor kantor …

 

Kalau Islam bagaimana memandang kepahlawanan itu Prof?

Islam itu justeru yang paling banyak mengajarkan nilai nilai kepahlawanan. Kebersamaan, semangat memberi, saling membantu dan sebagainya. Nabi Ibrahim adalah symbol kepahlawananitu. Lihatlah, bagaimana dia berkorban. Lihat juga Nabi Muhammad  dan para sahabat, adalah pemimpin yang hidup bersahaja tapi berhambur untuk mensejahterakan rakyat yang dipimpinnya. Bagaimana Abu Bakar menyerahkan semua hartanya untuk umat. Bagaimana Abdurrahman bin Auf dan seterusnya. Mereka juga tidak segan segan turun ke masyarakat, mendengar langsung keluhan mereka dan memberinya solusi.

 

Tapi pemimpin saat ini hampir tiap hari ada yang tertangkap tangan oleh KPK?

Saya kira itu karena keringnya semangat kepahlawanan. Maka saya piker perlu juga sentiment keislaman ini dipakai untuk menyetop korupsi. Misalnya, anda pemimpin, anda muslim. Kalau masih mengaku muslim, ayo hentikan korupsi. Ini menjadi tugas bersama, dalam seluruh lapisan masyarakat bisa dihidupkan semangat itu, muslim menolak korupsi. Muslim membela kepantingan umat dan rakyat. Ulama dan kaum cenrdik pandainya bisa terus saling mengingatkan, saling menjaga dalam lingkar komunitas muslim itu. (*)

Foto : Ilustrasi/aos4ventos.com.br

Rihlah

TIBYAN.ID - Claudio Muhammad Baker, Juru Bicara Muslim Association of Santos (MAS), wisatawan Muslim yang datang biasanya memberikan pandangan dan masukan agar MAS bisa menjalankan kegiatannya dengan lebih baik. MAS juga seringkali menyarankan tempat wisata yang perlu dikunjungi.

Baker mengatakan MAS biasanya merekomendasikan Santos, Sao Paulo, Goianida, Curitiba, Brasilia, dan Florianopolis untuk dikunjungi wisatawan Muslim. ''Tempat itu memiliki komunitas Muslim yang besar dan warganya memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Islam,'' katanya.

Menurut Baker masyarakat di tempat-tempat itu juga menghormati tradisi dan kultur Muslim. Di samping tempat itu memang memiliki pemandangan, pantai, dan kehidupan yang indah. Dengan demikian wisatawan Muslim bisa menikmati wisatanya dengan baik.

Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pada 2001, ada 27.239 Muslim di Brasil. Meski Islamic Brasilian Federation (IBF) menyatakan ada sekitar 1.5 juta Muslim di sana. Sebagian besar Muslim di Brasil berasal dari Suriah, Palestina, dan Lebanon.

Mereka sampai di Brasil pada abad ke-19 selama Perang Dunai I dan pada 1970-an. Sejumlah warga Irak juga ada di Brasil, mereka tiba di sana sejak dimulainya invasi yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap Irak pada 2003.

Sebagian besar Muslim hidup di negara bagian Parana, Goias, Rio de Janeiro, dan Sao Paulo. Meski demikian ada juga komunitas Muslim dalam jumlah yang cukup banyak di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. Di Sao Paulo, terdapat sekitar 10 masjid.

Salah satu masjid yang terbesar dan termegah adalah Mosque Brasil yang berada di pusat kota. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Amerika Latin. Proses pembangunan masjid tersebut dimulai pada 1929. Dan kini, masjid tersebut menjadi salah satu komoditas wisata negeri yang kental nuansa Katholiknya ini. Brasil memang piawai mengelola pariwisata.

 

(Sumber : Republika)

Foto : pinbisnisnet.weebly.com

Rihlah

TIBYAN.ID - Jumlah visa umrah yang telah dikeluarkan Arab Saudi pada musim umrah tahun ini (sejak September 2018) mencapai 2.785.790 visa. Menurut data Kementerian Haji dan Umrah Saudi, sebanyak 2.346.429 jamaah umrah telah tiba di Kerajaan Saudi.  

Dari data tersebut dilaporkan, masih ada 345.114 jamaah yang berada di wilayah Kerajaan Saudi. Dilansir dari Arab News, Ahad (13/1), angka itu termasuk sebanyak 233.910 jamaah di Makkah dan 111.204 di Madinah. 

Sebagian besar jamaah, yakni sebanyak 2.122.424, datang ke Kerajaan melalui jalur transportasi udara. Sementara sebanyak 213.121 jamaah masuk ke negara itu melalui jalur darat dan 10.884 jamaah tiba melalui jalur laut. 

Jumlah jamaah terbesar berasal dari Pakistan, yakni sebanyak 637.745. Angka jamaah terbesar kemudian diikuti oleh Indonesia (420.410).

Pemerintah Saudi memang memiliki rencana reformasi Visi 2030. Saudi memiliki tujuan untuk menarik lebih dari 30 juta jamaah umrah. Di samping itu, Saudi juga bertekad menyediakan layanan yang sangat baik dan pengalaman yang luar biasa saat berziarah bagi para jamaah.  

Tahun lalu, kementerian tersebut meluncurkan indikator pekanan di mana pihak berwenang dapat melacak jumlah jamaah yang datang ke Kerajaan. Sehingga nantinya, memperkaya pengalaman mereka dengan menyediakan layanan berkualitas tinggi. 

Berikut ini delapan negara penyumbang jamaah umrah terbesar lima bulan terakhir: 

    No        Negara                                          Jumlah 

  1. Pakistan                                            637.745 jamaah 
  2. Indonesia                                          420.410 jamaah 
  3. India                                                 292.607 jamaah  
  4. Malaysia                                            135.895 jamaah  
  5. Yaman                                               128.618 jamaah 
  6. Mesir                                                   73.179 jamaah  
  7. Turki                                                    65.970 jamaah  
  8. Uni Emirat Arab                                    59.855 jamaah  
  9. Bangladesh                                          57.701 jamaah  

 

(Sumber : Ihram.Republika)

Foto : google

Rihlah

Oleh: Ahmad Agus Fitriawan

Pelaksanaan ibadah haji tidak bisa dilepaskan dari dimensi perjalanan kemanusiaan pada aspek spiritual dan sosial untuk bisa dijadikan pelajaran dan tun tun an dalam menghadapi persoalan kehidupan. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang sarat dengan pengamalan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Ka'bah merupakan simbol persatuan dan kesatuan umat, juga mengandung makna eksistensi kemanusiaan. Misalnya, di dalam Ka'bah terdapat Hijr Ismail, putra Nabi Ibrahim AS pernah hidup dalam suka dan duka bersama ibunda Siti Hajar pada saat ditinggal ayahandanya. Siti Hajar adalah sosok ibu yang penuh kasih sayang terhadap anaknya, sertsa memiliki keimanan kokoh, ketenangan batin, dan keluhuran budi.

Ia adalah wanita kulit hitam, miskin, bahkan budak. Namun demikian, budak wanita ini ditempatkan Allah SWT di sana untuk menjadi pelajaran bahwa Allah memberikan kedudukan kepada seseorang bukan karena keturunan atau status sosialnya, melainkan karena ketakwaan kepada Allah SWT dan usaha untuk hijrah dari kejahatan menuju ke baik an, dari keterbelakangan menuju peradaban.

Makna ibadah haji sungguh-sungguh memberikan pelajar an luar biasa atas perjalanan spiritualitas kemanusiaan hamba Allah dalam mengharap ridha Allah SWT dan meraih cin ta-Nya. Pertama, sikap totalitas dalam beribadah lillaah ta'ala. Setiap ibadah menuntut adanya totalitas kepasrahan dan kepatuhan.

Inilah yang disebut ibadah ikhlas dan pasrah yang jauh dari riya (agar dilihat orang lain), sum'ah (agar didengar orang lain), sehingga bukan hanya lillaah ta'ala melainkan juga billaah ta'ala. Tidak ada seorang ulama pun tidak bersepakat bahwa apa yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar terhadap Ismail merupakan bukti penyerahan diri sepenuhnya terhadap perintah Allah SWT.

Kedua, sikap selalu ingin dekat dengan Allah SWT. Inti ibadah adalah menguji kesabaran dan sejauh mana segala pola pikir dan pola tindak manusia benar-benar sejalan dengan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan- Nya. Karakter manusia yang dekat dengan Allah SWT ada lah manusia yang sanggup melaksanakan segala pe rin tah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan ketulusan hati untuk melaksanakan ibadah itu tanpa ragu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

Ketiga, sikap keberanian menanggung risiko yang berat sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT, melebihi ke cintaan kepada yang lainnya. Harta, takhta, dan jabatan atau kedudukan, bahkan jiwa ini sekalipun, tidak ada artinya jika mahabbah atau rasa cinta abadi kepada Allah hadir di relung hati manusia.

Keempat, sikap melepaskan dan memerdekakan diri dari sifat dan sikap buruk manusia. Ibadah kurban me ngan dung makna agar umat Islam dalam kehidupannya selalu membuang jauh-jauh atau membunuh sifat-sifat binatang yang bersarang dalam dirinya. Karakter dominan dari binatang adalah tidak memiliki rasa kebersamaan atau per satuan dan kesatuan, hanya mementingkan isi perut (kenyang), serta tidak mengenal aturan, norma, dan etika. Berkurban berarti menahan diri dan berjuang melawan godaan egoisme. Walahu'alam.

 

(Sumber : Republika.co.id)

Follow Us

Advertisement

Top Stories

Grid List

foto : umroh.com

Oase Iman

TIBYAN.ID - RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat.” (HR. Bukahri dan Muslim).

Memang ini kedengarannya sepele. Tapi jangan anggap enteng soal ini, pasalnya nabi senantiasa wudhu sebelu tidur. Berwudhu, disamping bernilai ibadah juga bermanfaat besar bagi kesehatan.

Peneliti dari Universitas Alexandria, dr musthafa syahatah, yang sekaligus menjabat sebagai Dekan Fakultas THT, menyebutkan bahwa jumlah kuman pada orang yang berwudhu lebih sedikit dibanding orang yang tidak berwudhu.

Dengan beristisnaq (menghirup air dalam hidung) misalnya, itu dapat mencegah timbulnya penyakit dalam hidung. Dengan mencuci kedua tangan ,kita dapat menjaga kebersihan tangan. Kita juga bisa menjaga kebersihan kulit wajah bila kita rajin berwudhu. Selain itu,kita juga bisa menjaga kebersihan daun telinga dan telapak kaki, artinya dengan sering berwudhu kita dapat menjaga kesehatan tubuh kita.

Lalu ,bagaimana jika berwudhu dilakukan sebelum tidur?

Di samping itu tentunya anjuran untuk berwudhu juga mengandung nilai ibadah yang tinggi. Sebab ketika seseorang dalam keadaan suci, berarti ia dekat dengan Allah. Karena Allah akan dekat dan cinta kepada orang-orang yang berada dalam keadaan suci.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.)

Manfaat Wudhu Sebelum Tidur

Pertama, merilekskan otot-otot sebelum beristirahat. Mungkin tidak terlalu banyak penjelasan. Bisa dibuktikan dalam ilmu kedokteran bahwa percikan air yang dikarenakan umat muslim melakukan wudhu itu merupakan suatu metode atau cara mengendorkan otot-otot yang kaku karna lelahnya dalam beraktifitas. Sangat diambil dampak positifnya bahwa jika seseorang itu telah melakukan wudhu, maka pikiran akan terasa rileks. Badan tidak akan terasa capek.

Kedua, mencerahkan kulit wajah. Wudhu dapat mencerahkan kulit wajah karena kinerja wudhu ini menghilangkan noda yang membandel dalam kulit. Kotoran-kotoran yang menempel pada kulit wajah kita akan senantiasa hilang dan tentunya wajah kita menjadi cerah dan bersih.Ketiga, didoakan malaikat. Dalam sabda Beliau yang disinggung pada bagian atas, malaikat akan senantiasa memberikan do’a perlindungan kepada umat muslim yang senantiasa wudhu sebelum tidur. Padahal malaikat adalah makhluk yang senantiasa berdzikir kepada Allah. niscaya do’anya akan senantiasa dikabulkan pula oleh Allah. Oleh karena itu, senantiasa berwudhu itu adalah hal yang baik yang harus biasa kita lakukan. []

Referensi: Sirah Nabawiyah/Jejak Rasulullah

Sumber : Islampos

Ilustrasi Ibadah Haji

Dunia Islam

TIBYAN.ID - Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan usulan rata-rata biaya haji tahun depan senilai Rp Rp 35.235.602. Usulan ini disampaikan ke Komisi VIII DPR, kemarin. Jumlah tersebut tak mengalami kenaikan dibandingkan rata-rata biaya haji pada 2019.

"Pemerintah mengusulkan rata-rata besaran BPIH (biaya penyelenggara ibadah haji) 1441 H sebesar Rp 35.235.602," kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam rapat dengar Komisi VIII, Kamis (28/11).

Ia menuturkan, biaya tersebut tidak jauh berbeda dengan biaya haji tahun ini. Lebih lanjut, ia menjelaskan, besaran biaya tersebut meliputi beberapa komponen.

Menurut Menteri Agama, sebenarnya biaya penerbangan ke Saudi tahun depan lebih murah dari tahun ini, yakni sekitar Rp 28 juta dibandingkan sekitar Rp 29 juta pada tahun lalu. Sedangkan biaya hidup alias living cost tak berubah, senilai Rp 5.680.005 juta.

Jika hanya menghitung biaya tersebut, sedianya biaya haji bisa mengalami penurunan. Kendati demikan, menurut Menag, ada tambahan biaya visa tahun ini. “Untuk visa ini tambahan baru sebesar Rp 1.136.000, tapi kita masih nego dengan Pemerintah Arab Saudi," ujar Menag.

Fachrul Razi mengatakan, jika nantinya dalam proses negosiasi berhasil, kemungkinan biaya visa akan lebih murah, bahkan bisa hilang. Dengan begitu, BPIH 2020 bisa lebih murah dibandingkan tahun 2019.

"Kemungkinan tahun depan ini Pemerintah Saudi akan mengenakan ongkos untuk membuat visa. Tapi, saat Kunjungan dubes (Arab Saudi) ke tempat saya, kita akan mencoba membujuk beliau supaya itu (biaya visa) dihilangkan saja, kelihatannya beliau juga mencoba menghilangkan," kata Fachrul. "Itu saja (persoalan) yang paling utama."

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed al-Thaqafi memang mengadakan pertemuan dengan Fachrul Razi di kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (26/11). Dalam pertemuan tersebut, Essam membahas masalah peningkatan layanan untuk jamaah haji Indonesia.

"Pertemuan ini membahas sejumlah agenda, di antarannya peningkatan layanan untuk jamaah haji Indonesia di musim haji tahun depan serta konferensi Islam kedua yang akan digelar di Jakarta pada Januari 2020," ujar Essam di kantor Kemenag, Selasa.

Menag Fachrul Razi mengapresiasi rencana Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang telah menghapus biaya visa bagi jamaah haji Indonesia.

"Kami juga mengusulkan agar layanan fast track ada di sejumlah embarkasi di Indonesia, sepeti di Solo, Surabaya, Medan, dan Makassar. Musim haji tahun 2019, layanan fast track hanya ada di Bandara Soekarno-Hatta. Kami berharap layanan ini dapat ditingkatkan lagi di sejumlah embarkasi," kata Fachrul dalam pertemuan itu.

Fachrul juga menyampaikan rencananya untuk bertolak ke Arab Saudi pada Desember mendatang, dalam rangka menjalin MoU terkait persiapan haji 1441 H/2020 M. Essam menyatakan, pihak Kementerian Haji Arab Saudi akan senantiasa membuka pintu untuk Kementerian Agama Indonesia dalam upaya perbaikan pelaksanaan ibadah haji.

Jelaskan masyarakat

Dalam rapat dengar pendapat kemarin, Komisi VIII sepakat untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) BPIH 2020. Komisi VIII berharap DPR dan pemerintah bisa segera memulai pembahasan ibadah haji dalam rapat panja.

Panja tersebut diketuai oleh politikus PKB Marwan Dasopang. "Dari kami sebanyak 26 orang dan kami sudah sepakat di rapat pimpinan untuk ketua panja biaya penyelenggaran biaya haji 1441 H yaitu bapak Marwan Dasopang sebagai ketua panja," kata Ketua Komisi VIII Yandri Susanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (28/11).

Dalam rapat yang digelar Kamis siang, disepakati sejumlah kesimpulan. Pertama, Komisi VIII telah mendapatkan penjelasan dari menteri agama mengenai kebijakan pelaksaan haji dan usulan biaya ibadah haji tahun 1441 H sebagai bahan awal untuk pembahasan lebih lanjut dalam rapat-rapat panja biaya ibadah haji.

Kedua, Komisi VIII dan kemenag bersepakat membantuk panja ibadah haji 1441 H serta secepatnya dapat memulai pembahasan asumsi dasar dan perincian biaya haji. Ketiga, Komisi VIII meminta Kemenang untuk menyampaikan data-data yang lebih perinci dan menyusun sandingan komponen dengan perbandingan tahun sebelumnya untuk keperluan pembahasan dalam rapat-rapat panja BPIH.

"Jadi, kalau ada geseran turun naik tambahan itu kita buat matriks saja, sehingga kita bisa membandingkan," ujar politikus PAN tersebut. Sementara itu, dari pemerintah sendiri menyetor 30 nama sebagai anggota panja BPIH. Sedangkan Fachrul Razi bertindak sebagai pengarah. \"Insya Allah kita bisa bekerja sama lebih lanjut tentang pembahasan anggaran," ucap dia.

Pengamat haji dan umrah Indonesia, Ade Marfuddin, menilai, biaya yang diusulkan Kemenag kemarin sudah cukup bagus karena tidak terlalu mahal atau murah. Ade mengatakan, untuk biaya perjalanan ibadah haji, Indonesia sudah punya ketetapan biaya. Sehingga, setiap tahun, biayanya tidak mengalami kenaikan signifikan, walaupun ada perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan riyal Saudi.

Jadi, menurut dia, pembahasan biaya haji oleh Kemenag di DPR RI tidak perlu dilakukan setiap tahun. "Karena setiap tahun yang dibahas sama dan komponen-komponen hajinya sudah diketahui, tidak ada yang beda, hanya mungkin beda pada fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar," kata Ade kepada Republika, Kamis (28/11).

Semisal Kemenag menggunakan standar akomodasi seperti tahun ini untuk tahun 2020, menurut dia, itu sudah cukup nyaman untuk jamaah haji. Hanya saja, kata dia, masyarakat harus tahu biaya haji sesungguhnya.

Karena biaya sebesar Rp 35.235.602 yang dibayar oleh jamaah hanya sebagian kecil dari total biaya haji yang mencapai sekitar Rp 70 juta. "Sehingga (jamaah haji) mendapat rumah yang dekat dan bagus itu perlu tahu itu disubsidi, tentu tidak cukup dengan biaya hanya Rp 35 juta, jangan mimpi dengan uang Rp 35 juta bisa dapat tempat yang nyaman saat berhaji," ujarnya.

Ia menekankan, BPKH harus menjelaskan kepada masyarakat tentang manfaat dari uang yang dititipkan calon jamaah haji ke BPKH. Uang calon jamaah haji yang mengendap dikelola dan diinvestasikan oleh BPKH, manfaatnya untuk jamaah haji yang berangkat tahun ini.

"Jadi, ini uang jamaah yang belum berangkat haji, maka minta ridha dan keikhlasan ke orang yang belum berangkat haji karena dananya dipakai oleh jamaah haji yang berangkat tahun ini, ini yang perlu dibuka ke publik," kata dia.

 

Sumber : Ihram

Foto : Netralnews

Health

TIBYAN.ID, Jakarta - Bagi jemaah haji, bertandang ke Tanah Suci bisa jadi satu kesempatan untuk bertemu unta, hewan berpunuk yang berasal dari Timur Tengah. Namun, jamaah masih dihimbau untuk menjauhi binatang tersebut karena unta berpotensi membawa virus MERS-CoV atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus.

"Berkaitan dengan potensi penyakit, (yang harus diwaspadai-red) itu MERS-CoV jadi jangan dekat-dekat dengan unta karena memiliki potensi penularan," sebut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr Eka Jusup Singka, kepada detikHealth, Selasa (2/7/2019).

dr Eka menambahkan, hal ini tidak hanya berlaku pada unta saja tetapi juga binatang lain yang hidup di lingkungan yang sama. Selalu batasi diri dan jaga jarak aman.

"Tapi kalau daging untanya sih nggak masalah kan sudah dimasak," candanya.

Pada kesempatan lain, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk melakukan antisipasi penularan MERS-CoV.

"Kami sudah berbicara dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan mereka mengerti hal itu. Jadi selama nanti pelaksanaan haji mereka akan memperhatikannya," kata Menkes.

"Nah dari kita saya mengimbau jangan dekat-dekat unta, nggak usah foto-foto sama unta," tutupnya.

 

Sumber : detikHealth

Makam KH Muhajirin Amsar

Wawasan

TIBYAN.ID - Siang itu, selepas waktu zuhur, saya sengaja berkunjung ke kampus II Pesantren An Nida Al Islamy di Kampung Mede, Kota Bekasi. Baru saja memarkirkan motor di depan kantin, saya menemukan satu makam yang terkurung pagar besi. Dihimpit bangunan sekolah dan laboratorim, itulah Makam ulama besar, KH Muhajirin, pendiri Pesantren An Nidal Al Islamy, pengarang 34 judul kitab berbahasa Arab. Saya hanya bisa tarik nafas panjang. Kesederhanaan yang terbawa sampai di pusaranya.

Berbeda dengan makam ulama pada umumnya, khususnya ulama NU, makam KH Muhajirin ini memang sangat sederhana dan tidak memberikan kesan sebagai tempai peziarahan. Mengkonfirmasi hal ini, DR KH Aiz Muhajirin, pimpinan Pondok An Nida Al Islamy, putra bungsu KH Muhajirin membenarkan hal itu. Ini memang keinginan Almarhum, juga permintaan umi, agar makamnya tidak dijadikan tempat peziarahan yang salah.

“Artinya, jangan ada orang yang berziarah sampai bermalam malam dan tidur di makam. Jangan sampai ada yang berziarah melebihi ketentuan syariat Islam,” kata Aiz Muhajirin. Meski begitu, Aiz menyebut banyak orang yang tetap datang berziarah, umumnya murid muridnya atau anak anak dari murid muridnya. Dan mereka selalu diingatkan untuk tidak melampaui batas.

Meski begitu Aiz menyebut, keluarga tetap memberi fasilitas untuk itu. Misalnya di sebelah barat makan dibangun semacam pendopo agar mereka yang bertamu untuk bereziarah tidak kepanasan atau kehujanan. Namun posisinya ada di sebelah barat, bukan di sebelah timur. Menurut Aiz berziarah memang hendaknya menghadapi makam dari arah barat, jadi menghadapi wajah makam. Kalau dari sebelah timur, itu kan memnghadap belakang namanya.

Ihwal tempat pemakamannya yang ada di lingkungan sekolah, Kiyai Aiz menjelaskan ini sebagai wasiat KH Muhajirin juga. Sebelum wafat beliau berpesan agar kelak ketika meninggal dunia dimakamkan di dekat murid muridnya. Maka, keluarga pun memenuhi wasiat itu. Dan ini memang satu satunya, tidak ada tambahan lainnya kecuali nanti menjadi tempat umi (isteri KH Muhajirin-red).

“Permintaan untuk dimakamkan di dekat murid muridnya bagi kami menunjukkan kecintaan beliau yang begitu tinggi pada dunia pendidikan, cinta beliau pada profesinya sebagai guru, dan cinta beliau pada murid muridnya,” kata Aiz menjelaskan.

Sebagai ulama ahlul hadits, KH Muhajirin memang dikenal sebagai guru yang satngat tawadhu’. Mengajar baginya sebuah kesenangan, bukan beban, bukan tugas dan bukan juga urusan penghasilan. KH Muhajirin terbukti seringkali membangunkan murid muridnya, menunggu murid muridnya. Bahkan ketika mendapat rintangan dan halangan, dia akan terus menerobos rintangan itu demi pekerjaan mengajar. “Beliau mengajar memang karena cinta,” kata Aiz menjelaskan.

Sesuatu yang dikerjakan dengan cinta pertimbangannya bukan lagi apa yang didapat dari perkerjaan itu, tapi dengan pekerjaan itu seseorang bisa menkmatinya. Sehingga wajar kalau sampai ada cerita KH Muhajirin sempat hendak berjualan pakaian untuk memenuhi kebutuhan dapurnya. Juga sempat ada sepenggal kisah, anak anaknya tak mampu dibelikan pakaian baru menjelang lebaran. Pendapatan seorang pengajar tak mampu menutupi kebutuhan keluarganya. Tapi di balik kesulitan itu, KH Muhajirin tetap tersenyum dan semangat membina dan mengajarkan ilmunya.

TITISAN JAWARA

Banyak cara seseorang jadi dihormati. Ada yang dihormati karena ilmunya, ada yang karena hartanya, atau ada juga yang karena kejawaraannya. Nah, KH Muhajirin adalah perpaduan dari dua keluarga, yakni keluarga mualim dan keluarga jawara. Dari bapak, yakni H. Amsar adalah tokoh beken di kawasan Cakung dan pada umumnya di tanah betawi. Dari kakeknya, Fiin adalah keturunan keluarga “jawara” yang disegani.

Sedangkan ibunya Hj. Zuhriah binti H. Syafi’i bin Jirin bin Gendot adalah dari keturunan orang alim yang mencintai ilmu agama dan bergelut sebagai ulama. Di dalam buku Sejarah Perjalanan Hidup Syekh Muhammad Muhadjirin Amsar al-Dari, nama Muhajirin sesungguhnya diambil dari nama kakeknya, Jirin, yang alim itu.

Sebelum merantau ke Mekkah, KH. Muhadjirin yang lahir di Kampung Baru Cakung, Jakarta Timur pada 10 November 1924 ini sudah bergelut dengan ilmu agama. Dia sudah belajar Al-Quran, Hadits, Tauhid, Nahwu, Sharaf, Ushul Fiqih, Fiqih, Balaghah, Falak, Mantiq, Arudh, Tashawuf  dan sebagainya kepada ulama ulama Betawi dan Banten.

Di antara Guru-guru beliau adalah Guru Asmat, H.Mukhoyyar, H.Ahmad, KH.Hasbialloh, H.Anwar, H.Hasan Murtaha, Syekh Muhammad Thohir, Syekh Ahmad bin Muhammad, KH.Sholeh Makmun, Syekh Abdul Majid, Sayyid Ali bin Abdurrahman al Habsyi dan lain sebagainya. Di antara sekian banyak guru tersebut yang paling mempengaruhi pola pikirnya adalah Syekh Muhammad Thohir, menantu dari Syekh Marzuki (Guru Marzuki), seorang ulama karismatik yang memiliki banyak murid dan pengikut.

Kepada duo mertua dan menantu itu, ia mulai memahami ilmu-ilmu agama. Hal ini dapat diketahui dengan seringnya kedua nama tersebut dijadikan rujukan oleh KH.Muhammad Muhadjirin saat memberikan penjelasan kepada murid-muridnya. Guru lainnya yang kerapkali disebut dalam penjelasan ta’lim-nya  adalah Syekh Abdul Majid (Guru Majid) Pekojan.

Menuntut ilmu, bagi KH Muhajirin memang sudah mendarah daging. Sebagaimana termaktub dalam manaqib singkat yang penulis peroleh dari putranya, KH. Dhiyaz Muhajirin dan KH. M. Aiz Muhajirin, beliau setia melakoni mengayuh sepeda dari Kampung Baru menuju majelis-majelis ilmu para gurunya.

H.Amsar sendiri adalah seorang pedagang telor di Mester [Pasar] Jatinegara yang berwatak tidak mudah gentar dengan segenap rintangan yang menghalangi jalannya. Sifat ini pula menitip ke K. Muhajirin

Suatu kali, misalnya, ia pernah dihadang seekor buaya saat hendak menyeberangi sungai (kali) Cipinang untuk menuntut ilmu. Namun, dengan kebesaran hati dan kemantapan tekad, rintangan tersebut pupus. Spirit thalabul’ilmi-nya tidak lemah hanya karena seekor hewan buas. Ini menunjukkan, bahwa sebagai pengajar, KH Muhajirin tak pernah surut oleh rintangan, meski risikonya harus meregang nyawa.

Ulama All Round

  1. KH. Muhadjirin, ulama Betawi yang dikenal menguasai sejumlah ilmu agama; Nahwu, Fiqih, Hadits, Falak (Astronomi), hingga Tafsir.  Hal ini bisa dilihat dari karya-karyanya yang berjumlah 34. Rincianya sebagai berikut:  Ilmu Lughah (6 kitab), Balaghah( 2 kitab), Tauhid( 2 kitab), Ushul Fiqh ( 7 kitab), Ushul Hadits ( 3 kitab), Mantiq (2 kitab), Faraidh (1 kitab), Tarikh ( 4 kitab ), Qowaidh Fiqh ( 1 kitab ), Ushul Tafsir ( 2 kitab), Adab al-Bahats ( 1 kitab ), Wadha’ ( 1 kitab ), Fiqh hadits (1 kitab), Tasawuf (1 kitab). Istimewanya, karya-karya itu semua ditulis dalam bahasa Arab. Semula, ia menulisnya demi kepentingan mengajar santri-santrinya. Kini, kitab-kitab itu ada yang dipakai di pelbagai pesantren murid-muridnnya yang rata-rata ulama disegani di daerah masing-masing.

Salah satu buah penanya yang boleh jadi masterpiece-nya karya KH Muhajidin adalah  Kitab Misbahzhulam [Syarah Bulughul Maram], sebanyak 4 jilid, sudah diterbitkan secara komersil di Penerbit Darul Hadits. Sayang, hingga kini, tidak ada riwayat ihwal proses produktif dan kreatifnya tersebut.

Berkat keikhalasannya belajar dan mengajar, banyak murid-muridnya yang menjadi ulama. Untuk menyebutkan beberapa nama: KH. Mahfuzh Asirun [Mudir Ponpes Al-Itqon], KH. Syarifuddin Abdul Ghani MA [Mudir Ponpes Al-Hidayah], alm. KH. Alawi Zein, KH. Kamal Yusuf, KH. Zamakhsari  dan lain-lainya. Barangkali, ini yang disebut keberkahan sejati: bermanfaat dengan kelipatan faedah yang tak pernah kering hingga kini, bahkan hingga Hari Akhir kelak.

Tak sekadar alim, KH Muhajirin juga dikenal demokratis. Ini berlaku bukan hanya kepada murid muridnya, tapi juga kepada anak anaknya. Sebagai cucu dari seorang ulama, kemudian menjadi ulama besar, menikahi putri ulama berpengaruh juga, tapi apakah KH Muhajirin terbebani dan mengharuskan anak anaknya menjadi kiyai seperti dirinya. Misalnya mengarahkan untuk belajar juga ke Mekkah ?  Sambil tersenyum ringan, KH Aiz Muhajirin hanya berkomentar singkat. “Enggak, anak anaknya diberikan kebebasan untuk memilih bidang kehidupan apa yang dikehendaki,” katanya sambil membenarkan anggapan  ahwa ayahnya adalah kiyai yang demokratis.

Sebagai menantu dari tokoh Masyumi di Bekasi, sepatutnya pula KH Muhajirin terjun ke bidang politik dan pasti tidak akan sulit untuk berada puncak kepemimpinan masyumi. Ini juga tidak kuasa membangun minatnya untuk berpolitik. KH Muhajirin memang tidak masuk dalam kegiatan politik praktis, tapi ketekunannya pada bidang yang dipilihnya, yakni bergelut di dunia pendidikan, mengajar dan membina generasi muda merupakan suatu sikap istiqomah yang menjadi jalan kebenaran pilihannya.

Sebuah pepatah begini katanya; gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan karya. Nah, untuk menjawab pepatah ini, KH Muhajirin, telah berhasil memenuhinya. Bahkan karya yang ditinggalkannya adalah karya monumental dan berkelas tinggi dalam pandangan akhirat.

Pertama karya tulis. Ini peninggalan yang tak akan pernah habis. Ia akan mengalirkan terus kebaikan dan pahala bagi siapapun yang membaca dan mengamalkannya. Kedua karya yang juga besar, yakni sebuah pondok pesantren yang hingga kini terus berkembang. Dari sebuah pondok kecil di Jl Juanda Bekasi, berkembang ke Kampus II di Kp Mede, juga di tengah kota Bekasi, kini sedang dikembangkan Kampus III di Setu.

Maka, ketika orang ingin meneladaninya dan berziarah ke pusaranya, ini tentu semata mata karena ingin mengambil berkah (tabarrukan). Atau mengenang kebaikan dan menjadikannya cermin. Karena untuk bisa tampil keren saja manusia butuh cermin, apalagi untuk kebutuhan yang lebih serius, misalnya kebutuhan keteladanan, kebutuhan sukses dan kebaikan.

Siang itu, waktu Ashar pun belum kunjung datang. Sementara langit Bekasi terik menyengat. Sekali lagi saya pandangi makam yang sangat sederhana ini. Andai ini bisa diberi sedikit lagi penghormatan, tentu akan lebih nyaman para perziarah berinteraksi secara virtual kepada kiyainya. Wallohu a’lam. (abubagus)

Advertisement

Upcoming Events