29
Thu, Oct

Top Stories

Grid List

Foto: laprensalatina.com

Hot Issue

TIBYAN.ID - Israel dan Bahrain secara resmi menjalin hubungan diplomatik. Kesepakatan - yang ditengahi oleh AS - ditandatangani di ibukota Bahrain, Manama, pada Minggu (18/10).

Dengan demikian, Bahrain menjadi negara Arab keempat di Timur Tengah - setelah UEA, Mesir, dan Yordania - yang mengakui Israel sejak didirikan pada 1948.

Sebelumnya, selama beberapa dekade terakhir, sebagian besar negara Arab memboikot Israel. Mereka berkeras hanya akan menjalin hubungan dengan Israel setelah perselisihan Palestina diselesaikan.

Palestina mengutuk langkah itu sebagai "tikaman dari belakang".

Dalam sebuah upacara di Manama pada Minggu (18/10) malam, para pejabat Bahrain dan Israel menandatangani "komunike bersama" untuk membangun hubungan diplomatik penuh. Kedua negara berencana saling membuka kedutaan besar.

Media Israel melaporkan bahwa dokumen tersebut tidak menyebutkan referensi apa pun tentang konflik Israel-Palestina.

Setelah penandatanganan, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al-Zayani mengatakan dalam pidatonya bahwa ia mengharapkan "kerja sama bilateral yang bermanfaat di setiap bidang" antara kedua negara.

Dia juga menyerukan perdamaian di kawasan itu, termasuk solusi dua negara untuk konflik Palestina.

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steve Mnuchin mendampingi delagasi Israel (EPA)

Delegasi Israel terbang dengan penerbangan El Al 973 - mengacu pada kode panggilan internasional Bahrain - dan melewati Arab Saudi dengan izin khusus dari kerajaan. Para pemimpin Saudi sejauh ini menolak seruan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Perseteruan regional antara Arab Saudi dan Iran telah memainkan peran dalam diplomasi ini. Perseteruan itu terjadi selama puluhan tahun dan diperburuk oleh perbedaan agama, dengan Iran sebagai kekuatan Muslim Syiah dan Arab Saudi yang memposisikan dirinya sebagai kekuatan Muslim Sunni terkemuka.

UEA dan Bahrain - keduanya sekutu Arab Saudi - dan Israel sama-sama khawatir terhadap Iran, keadaan yang mengarah ke kontak tidak resmi di masa lalu.

Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mendampingi delegasi Israel. Dia juga akan menemani delegasi pertama Israel ke UEA pada hari Selasa (20/10).

Kesepakatan Israel dengan UEA terjadi setelah Israel setuju untuk menangguhkan rencana kontroversial untuk mencaplok bagian Tepi Barat yang berpenduduk.

Para pemimpin Palestina dilaporkan terkejut dengan pengumuman itu. Mereka mengutuk kesepakatan UEA dan perjanjian Bahrain itu.

Kementerian Luar Negeri Palestina memanggil duta besarnya untuk Bahrain setelah kesepakatan itu diumumkan bulan lalu, dan pemimpin Palestina mengeluarkan pernyataan terkait "kerugian besar yang ditimbulkannya terhadap hak-hak nasional rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut dan joint Arab action ".

 

Sumber: Detik

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Asrorun Niam Sholeh (Foto dok/Antara/Dewanto Samodro)

Hot Issue

TIBYAN.ID - Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia tahun 2020 akan membahas sejumlah fatwa. Munas juga akan mengagendakan suksesi kepemimpinan pengurus MUI untuk masa bakti 5 tahun.

Ketua Tim Materi Fatwa Munas MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan, pembahasan fatwa mengerucut pada tiga bidang, yaitu masalah sosial budaya, ibadah, dan ekonomi syariah. "Tiga bidang itu juga mencakup rencana fatwa tentang perencanaan haji belia dan dana talangan haji, pengawasan pengelolaan zakat dan zakat perusahaan, wakaf, pemilihan umum, termasuk periode masa bakti presiden, pilkada dan politik dinasti, serta paham komunisme," kata Niam yang juga Sekretaris Komisi Fatwa MUI itu.

Selain itu, dalam pembahasan fatwa tersebut juga akan membahas berbagai hal terkait dengan COVID-19, seperti tentang vaksin, penanggulangannya, rambu-rambu adaptasi kehidupan baru, pemanfaatan bagian tubuh manusia untuk menjadi bahan pengobatan, dan hal terkait lainnya.

Komisi Fatwa MUI, kata dia, terus menggelar rapat internal mengundang para ahli sampai akhir Oktober untuk membahas rencana fatwa yang sudah difinalisasi. Dengan begitu, dua pekan sebelum munas berlangsung, peserta munas sudah menerima materi draf fatwa dan mendalaminya untuk dibahas pada saat Munas.

Adapun Munas MUI akan digelar pada tanggal 25—28 November 2020 secara daring. Agenda lima tahunan tersebut mundur dari rencana awal yang rencananya diselenggarakan pada pertengahan tahun ini akibat wabah COVID-19.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi mengatakan, bahwa suksesi Ketum MUI akan dilaksanakan pada pertengahan 2020 melalui Musyawarah Nasional MUI. Hal itu dikatakannya pada akhir 2019 atau jauh hari sebelum pandemi COVID-19 melanda seantero dunia, termasuk Indonesia.

"Untuk munas yang diagendakan pada tahun 2020 akan dilakukan pergantian kepengurusan, akan dipilih ketum baru," katanya

 

Sumber: Republika

Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddi saat mendeklarasikan KAMI

Hot Issue

TIBYAN.ID - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) buka suara perihal delapan anggotanya yang ditangkap polisi beberapa waktu lalu. Pernyataan itu tertuai dalam keterangan yang mengatasnamakan Presidium KAMI.

Dalam keterangan tersebut terdapat tanda tangan dari ketiga Presidium KAMI, Din Syamsudin, Gatot Nurmantyo dan Rochmat Wahab. Pernyataan itu berisi tujuh sikap dari Presidium KAMI terkait tanggapan penangkapan sejumlah anggota mereka.

“KAMI menyesalkan dan memprotes penangkapan tersebut sebagai tindakan represif dan tidak mencerminkan fungsi Polri sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. KAMI menilai penangkapan delapan petinggi, khususnya Syahganda Nainggolan, aneh, tidak lazim dan menyalahi aturan,” tulis keterangan KAMI yang diterima Hidayatullah.com Rabu (14/10/2020).

“Lebih lagi jika dikaitkan dengan Pasal 1 angka 14, Pasal 17 dan Pasal 21 ayat (1) KUHAP dan Putusan MK Nomor 21/PUI-XII /2014, tentang perlu adanya minimal dua barang bukti, dan UU ITE Pasal 45 terkait frasa “dapat menimbulkan” maka penangkapan para Tokoh KAMI, patut diyakini mengandung tujuan politis, dengan mengunakan Istrumen hukum,” tulis keterangan KAMI.

Adapun isi lengkap dari sikap KAMI tersebut sebagai berikut:

PERNYATAAN PRESIDIUM ATAS PENANGKAPAN PEJUANG KAMI

 

Bismillahirrahmanirrahim

Sehubungan dengan penangkapan Tokoh KAMI atas nama Dr. Anton Permana, Dr. Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan beberapa orang dari Jejaring KAMI Medan, dengan ini KAMI menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. KAMI menyesalkan dan memprotes penangkapan tersebut sebagai tindakan represif dan tidak mencerminkan fungsi Polri sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Penangkapan mereka, khususnya Dr. Syahganda Nainggolan, jika dilihat dari dimensi waktu, dasar Laporan Polisi tanggal 12 Oktober 2020 dan keluarnya sprindik tanggal 13 Oktober 2020 dan penangkapan dilakukan beberapa jam kemudian, pada hari yang sama tanggal 13 Oktober, jelas aneh atau tidak lazim dan menyalahi prosedur. Lebih lagi jika dikaitkan dengan Pasal 1 angka 14, Pasal 17 dan Pasal 21 ayat (1) KUHAP dan Putusan MK Nomor 21/PUI-XII /2014, tentang perlu adanya minimal dua barang bukti, dan UU ITE Pasal 45 terkait frasa “dapat menimbulkan” maka penangkapan para Tokoh KAMI, patut diyakini mengandung tujuan politis, dengan menggunakan instrumen hukum
  2. Pengumuman pers Mabes Polri oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono tentang penangkapan tersebut KAMI nilai:
    a. Mengandung nuansa pembentukan opini (framing).
    b. Melakukan generalisasi dengan penisbatan kelembagaan yang bersifat tendensius.
    c. Bersifat prematur yaitu mengungkapkan kesimpulan dari proses pemeriksaan yang masih berlangsung.
  3. Semua hal di atas, termasuk membuka nama dan identitas seseorang yang ditangkap, menunjukkan bahwa Polri tidak menegakkan prinsip praduga tak bersalah (presumption of innocence), yang seyogia harus diindahkan oleh Lembaga Penegak Hukum/Polri.
  4. KAMI menegaskan bahwa ada indikasi kuat handphone beberapa Tokoh KAMI dalam hari-hari terakhir ini diretas/dikendalikan oleh pihak tertentu sehingga besar kemungkinan disadap atau “digandakan” (dikloning). Hal demikian sering dialami oleh para aktifis yang kritis terhadap kekuasaan negara, termasuk oleh beberapa Tokoh KAMI. Sebagai akibatnya, “bukti percakapan” yang ada sering bersifat artifisial dan absurd.
  5. KAMI menolak secara kategoris penisbatan atau pengaitan tindakan anarkis dalam unjuk rasa kaum buruh, mahasiswa dan belajar dengan Organisasi KAMI. KAMI mendukung mogok nasional dan unjuk rasa kaum buruh sebagai bentuk penunaian hak konstitusional, tapi KAMI secara kelembagaan belum ikut serta, kecuali memberi kebebasan kepada para pendukungnya untuk bergabung dan membantu pengunjuk rasa atas dasar kemanusiaan. Polri justeru diminta untuk mengusut tuntas, adanya indikasi keterlibatan pelaku profesional yang menyelusup ke dalam barisan pengunjuk rasa dan melakukan tindakan anarkis termasuk pembakaran (sebagaimana diberitakan oleh media sosial).
  6. KAMI meminta Polri membebaskan para Tokoh KAMI dari tuduhan dikaitkan dengan penerapan UU ITE yang banyak mengandung “pasal-pasal karet” dan patut dinilai bertentangan dengan semangat demokrasi dan konstitusi yang memberi kebebasan berbicara dan berpendapat kepada rakyat warga negara.
  7. KAMI mengucapkan terima kasih dan memberi penghargaan tinggi kepada berbagai pihak yang bersimpati kepada para Tokoh KAMI yang ditahan, antara lain ProDem, LBH Muslim, para akademisi/pengamat, dan para netizen serta pendukung KAMI yang terus menggemuruhkan pembebasan para Tokoh KAMI tersebut. KAMI bersyukur bahwa dengan berbagai tantangan dan ujian, termasuk penangkapan para tokohnya, KAMI semakin mendapat simpati dan dukungan rakyat. KAMI semakin bertekad untuk meneruskan Gerakan Moral Menegakkan Keadilan dan Melawan Kelaliman.

Wa Allahu al-Musta’an Merdeka!

Jakarta, 14 Oktober 2020

PRESIDIUM KOALISI AKSI MENYELAMATKAN INDONESIA, Gatot Nurmantyo, Rochmat Wahab, M. Din Syamsuddin

 

Diketahui sebelumnya, delapan tokoh KAMI yang ditangkap polisi itu yakni, Juliana, Devi, Wahyu Rasari Putri, Khairi Amri, Kingkin Anida, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat. Mereka ditangkap di Medan, Jakarta, Depok, dan Tangerang Selatan.

Lima orang di antaranya sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di rumah tahanan Bareskrim Polri. Mereka diduga melanggar Pasal 45 A ayat 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 160 KUHP tentang penghasutan yang ancaman hukumannya mencapai enam tahun penjara.* Azim Arrasyid

 

Sumber: Hidayatullah

Dr(HC). K.H Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A

Aktual

TIBYAN.ID - Berita duka menggelayut langit Nusantara yang mendung.  Dr (HC). K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. meninggal dunia. 
 
Putra KH. Imam Zarkasyi,  pendiri pondok modern Darussalam yang dikenal sebagai Pondok Modern Gontor ini meninggal dan menyisakan duka yang dalam. 
 
Lahir di desa Gontor pada tanggal 19 September 1942, merupakan Putra pertama dari salah seorang Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.
 
Riwayat Pendidikan beliau cukup gemilang.  Ia menamatkan Sekolah Dasar di desa Gontor pada tahun 1954. Setelah itu ia belajar di Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 1960. Lalu melanjutkan studi di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga mendapatkan gelar Sarjana Muda tahun 1965. 
 
Gelar Lc. didapat dari Al Azhar University Kairo, Mesir pada tahun 1976. Kemudian melanjutkan studi di lembaga yang sama hingga meraih gelar MA. pada tahun 1978 dan gelar Doctor Honoris Causa pada 2005 dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
 
Pengalaman Organisasi ;
1. Pengurus HMI Cabang Ciputat – Jakarta (1964)
2. Pengurus HPPI (Pelajar Islam) Cairo (1971)
3. Pengurus PPI Den Hag – Belanda (1975)
4. Pimpinan Pondok Modern Gontor (1985 – sekarang)
5. Ketua Majlis Ulama Indonesia Kab. Ponorogo.
6. Ketua Badan Silaturrahmi Pondok Pesantren Jawa Timur (1999 – sekarang)
7. Ketua Forum Silaturrahmi Umat Islam Ponorogo (1999 – sekarang)
8. Ketua MP3A Depag (Majlis Pertimbangan Pendidikan dan Pengajaran Agama (1999 – sekarang)
9. Dewan Penasehat MUI Pusat.
 
 
Pengalaman ke Luar Negeri:
 
Tour ke Belgia – Jerman – Perancis (1975)
 
International Visit Program ke Amerika Serikat selama 1 bulan (1986)
 
London (1986).
 
Seminar Bahasa Arab di Brunei Darussalam pada tahun 1989.
 
Comparative Study ke Pakistan pada tahun  1991 dan 2000.
 
Study Tour ke Thailand bersama 20 guru Gontor (1997).
 
Aligarh University India (1999).
 
Kunjungan ke Malaysia, Universitas Antar Bangsa (IIU).
 
Beberapa karya tulis yang dilahirkan antara lain :
 
Pokok-Pokok Pikiran untuk  Perubahan Pendidikan Nasional
 
Refleksi dan Rekonstruksi Pendidikan Islam: Model Pendidikan Pesantren Ala Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo
 
Menggali Sumber Keuangan Madrasah : Strategi dan Teknik
 
Pengelolaan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo
 
Pengelolaan Pendidikan dan Pengajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo
 
Pola Pendidikan Pesantren Sebuah Alternatif
 
Strategi dan Pola Manajemen Pendidikan Pesantren
 
Optimalisasi Peran Sektor Pendidikan dalam Pengembangan Ekonomi Islam di Indonesia
 
Etika Bisnis dalam Islam dan Relevansinya Bagi  Aktivitas Bisnis di Dunia Pendidikan Pesantren: Studi Kasus Pondok Modern Darussalam Gontor
 
Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Modern Gontor
 
Optimalisasi Peran Sektor Pendidikan dalam Pengembangan Ekonomi Islam di Indonesia: Pengalaman Pondok Modern Darussalam Gontor
 
Pendidikan Pesantren di Era Modern
 
Peran Agama dan Budaya Islam dalam Mendorong Perkembangan Iptek: Iptek di  Pondok Modern Darussalam Gontor. (*)

Kantor GPII, Menteng Jakarta Pusat(Foto: Google Maps)

Aktual

TIBYAN.ID - Gerakan Pemuda Islam Indonesia beraksi sekitar terjadinya aksi kekerasan pada unjuk rasa di kawasan Istana Negara dan sekitar Monas, kemarin (13/10). Salah satunya adalah adanya pengerusakan Kantor PP GPII yang ada di kawasan Menteng, Jakarta.

Organisasi ini mengeluarkan pernyataan mellaui rilis yang dikirimkan ke Republika.co.id sebagai berikut:

----------

PERNYATAAN SIKAP PP. GERAKAN PEMUDA ISLAM INDONESIA Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Berkaitan dengan aksi demonstrasi elemen bangsa yang menolak UU Omnibus Law belakangan ini hingga berujung pada tindakan represif aparat kepolisian sangatlah prihatin. Pada tanggal 13 Oktober 2020 ada banyak persoalan yang dianggap menyimpang yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan menafikan protokol polri.

Teutama pengerusakan Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) salah satu sampelnya, maka dengan ini kami menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Kami dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) mengamati dan mencermati bahwa aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan oleh beberapa elemen bangsa yang menolak UU Omnibus Law adalah hal yang biasa dalam demokrasi.

2. Berkaitan dengan UU Omnibus Law yang mengundang pro-kontra rakyat Indonesia tersebut, kami memandang sebagai bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara bijak oleh aparat negara dalam mengawal keamanan.

3. Kami dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII), tetap akan mendukung penuh langkah pemerintah yang dianggap pro Rakyat dan membangun Indonesia. Terutama kebijakan-kebijakan strategis untuk membangun Indonesia dan kesejahteraan rakyat.

4. Kami dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam menyanyangkan dan mengecam tindakan represif aparat kepolisian yang merusak kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPII) yang beralamat di Jl. Menteng Raya Nomor. 58 Jakarta Pusat pada tanggal 13 Oktober 2020 pukul 21.30 malam hari.

5. Kami Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) mendesak Kepala Kepoliasan Rebuplik Indonesia untuk mengevaluasi jajarannya karena tidak mengedepankan protokol POLRI dalam mengamankan aksi demontsrasi.

6. Kami dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) meminta segera bebaskan kader-kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia

(GPII) yang ditangkap dalam peristiwa penyerangan aparat kepolisian ke kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII).

7. Kader-kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) yang berada di Kantor bukanlah pelaku kerusuhan, kemudian diserang dan ditangkap di dalam kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII). Di kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) mereka lagi mempersiapkan agenda-agenda kerja Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII). Untuk itu, Kami akan mengambil langkah-langkah hukum atas kejadian tersebut.

8. Atas insiden tersebut, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam menghimbau dan meminta pada kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia di seluruh Indonesia untuk tetap menahan diri untuk tidak mengambil tindakan diluar akal sehat dan konstitusi negara.

Demikian pernyataan sikap Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII), atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.

Jakarta, 13 Oktober 2020

Mengetahui,

PIMPINAN PUSAT
GERAKAN PEMUDA ISLAM INDONESIA 2017-2020

 

Ketua Umum,                        Sekretaris Jendral 

Masri Ikoni                                Rizwansyah

 

 

Sumber : Republika

TIBYAN.ID - Kerja keras pengasuh pondok pesantren Husnul Khotimah dalam menangani santrinya yang terpapar Covid19 mulai menampakkan hasil. Update data kesembuhan per hari ini (Ahad 11/10/2020) jumlah sembuh bertambah 87 orang lagi. Mereka terdiri dari santri dan pegawai pondok.
 
Jadi, jumlah kesembuhan secara keseluruhan menjadi sebanyak 135 santri. Karena sehari sebelumnya data kesembuhan tercatat sebanyak 48 orang.
 
Demikian informasi yang didapat dari kepala Humas Pondok Husnul Khotimah, H Sanwani, SH. Menurutnya jumlah total terkonfirmasi covid yang dikarantina saat ini sebanyak 272 orang, terdiri dari santri dan pegawai.
 
Sejak terdeteksi adanya penyebaran covid 19 di pondok pesantren ini, pihak pondok telah memulangkan mereka yang negatif Covid19. Sampai hari ini, Ahad, sudah sebanyak 2.701 santri telah dipulangkan.
 
Sedangkan santri sehat dan sedang menunggu jemputan saat ini ada sebanyak 106 santri. Mereka terdiri dari santri yang berasal dari berbagai daerah. 
 
Menurut Sanwani, santri terkonfirmasi yang telah dijadwal menjalani swab tes besok,  senin (12/10/2020) sebanyak 218 santri. Mereka adalah santri dan karyawan pondok yang telah menjalani swab pada 11 hari lalu. “Artinya, ini adalah swab ulangan,” katanya menjelaskan.
 
Sebelumnya, Satgas Covid19 Kabupaten Kuningan menjelaskan, pihaknya akan melakukan juga rapid massal terhadap warga yang berada di kawasan terdekat Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Namun akan dikhususkan bagi warga yang betul-betul kerap beraktivitas di lingkungan pesantren.
 
Seperti diberitakan media, Sabtu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan akan melakukan rapid antigen dulu. Sebab informasi dari tim kesehatan, bahwa alat rapid ini akurasinya lebih bagus daripada alat rapid yang biasa.
 
Terhadap penanganan Covid19 di klaster pondok pesantren, pihak Husnul Khotimah, khususnya orangtua santri, berharap adanya kerjasama yang baik dari berbagai pihak. Sehingga, penanganannya fokus pada objek masalahnya, tidak dikaitkaitkan dengan kepentingan kepentingan lain yang justeru merugikan kerja tim Covid19 ini. (abubagus)
 

Foto : DR KH Aiz Muhajirin(TIBYAN/Yazid)

Wawancara

TIBYAN.ID - DR KH Aiz Muhajirin, putra bungsu KH Muhajirin, kini menjadi pemegang tampuk masa depan pesantren An Nida Al Islamiy yang dibangun KH Muhajirin ayahnya. Bersama Uminya yang sudah sepuh, Aiz kini menjadi orangtua ratusan santri yang mukim. Kepada tibyan.id Aiz hanya berujar singkat; “saya mendapat amanat meneruskan tanggungjawab dari orangtua dan keluarga,” begitu katanya.

tibyan.id : Sebagai pesantren yang ada di tengah kota, An Nida Al Islamiy tampaknya menjadi semakin terhimput oleh pertumbuhan kota. Baik dari sisi bangunan fisik maupun dari sisi kehidupan. Bagaimana An Nida akan bisa terus bertahan di masa yang akan datang?

Aiz Muhajirin: Tidak mudah memang mengelola dan mengurusi santri di tengah tengah kota. Selalu ada saja gemerlap kota yang terdengar dan terlihat sampai ke dalam pondok. Karena itu secara opersonal Pondok menertibkan struktur pengelolaannya. Ada lurah pondok. Dia yang sehari hari berinteraksi dan mengurusi persoalan santri pondok. Dibawah lurah ada ketua ketua asrama. Mereka saling berkordinasi mengenai keberadaan siswa satu persatu. Detail dan harus tegas.

Lalu lalang siswa, keluar masuk asrama, bagaimana bisa diawasinya?

Ya. Perizinan santri itu diberikan oleh pengurus asrama. Security mengizinkan keluar atau tidak tergantung perizinannya itu. Security kita siap siaga selama 24 jam. Namun, baik security maupun petugas asrama, semua memakai pendekatan kependidikan.

Ada istilah lama, pondok itu ibaratnya penjara suci

Saya dan pengurus terus mengevaluasi pendekatan yang kita pakai. Kita gak bisa lagi menerapkan aturan secara kaku. Kita pertinggi pendekatan kemanusiaannya. Ini seninya. Bagaimana disiplin tetap berjalan tapi pendekatannya tetap humanis. Ini tantangannya.

Pesantren di tengah kota seringkali terancam oleh godaan mall yang menjamur disekitarnya. Bioskop. Atau aneka gemerlap kota. Sulit juga mengendalikan santri yang umumnya anak anak remaja yang sedang seneng senengnya bermain.

Mall dan bioskop sudah bukan lagi tantangan apalagi ancaman. Anak anak sudah tidak lagi seneng bermain di mall. Tapi gadget, permainan games atau warnet. Ini justru yang menjadi ancaman. Kalau kurang hati hati kita bisa ditinggal anak anak. Tapi terlalu keras melarangnya anak anak juga bisa kabur. Jadi itu, bagaimana pengelola asrama menjadi petugas yang memang mereka butuhkan. Ini gak gampang memang.

Di Annida, pondokan santri dengan sekolah formalnya agak jauh. Dari Jalan Juanda ke Kampung Mede. Dalam perjalanan apa tidak terjadi distorsi?

Ini memang unik. Kalau pagi, siswa fokus ke sekolah. Dari Asrama biasanya terus segera ke sekolahnya. Karena mereka takut terlambat. Jadi perginya aman aman saja. Pulangnya ini ada juga terjadi gangguan. Ya gangguan kecil. Kadang mampir dulu, ada saja kebutuhan. Entah beli makanan untuk kebutuhan buka puasa. Ada beli kebutuhan harian di asrama. Namun tetap pihak asrama dan security memonitornya. Karena menjelang ashar mereka sudah diabsen lagi. Saat itu semua harus sudah siap sholat ashar di masjid.

Annida itu dulu dikenal sebagai pesantren salaf. Bisa jadi itu karena kiyainya yang banyak menulis hadits bahkan buku tasawuf. Sekarang apa masih di jalur itu kiyai?

Kami mengembangkan pendidikan sesuai dengan perkembangan jaman. Ada sekolah umum, yakni Tsanawiyah dan Aliyah. Itu di kampus 2 yang di Kampung Mede. Di kampus 3 insya Alloh akan difokuskan pada sekolah kejuruan. Ini adalah sekolah sekolah yang didirikan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Lalu bagaimana dengan ciri khasnya sebagai pesantren, mereka yang sekolah bisa mondok di sini, yakni di kampus I di Jl Juanda. Mereka mondok disini dengan mengikuti program pesantren khusus. Berbagai kitab agama dibahas di sini.

Perimbangannya lebih banyak yang mana antara siswa yang mondok dengan yang tidak?

Ya, jelas yang mondok lebih sedikit. Tapi mereka disini mengikuti program pondok dengan membaca kitab kitab kuning, termasuk kitab kitab yang ditulis Syeikh Muhajirin.

Kalau dominan pada sekolah sekolah umum dan kejuruan, bisa jadi lama lama Annida akan meninggalkan tradisi pesantren?

Bukan begitu. Sebuah sekolah membina sesuai dengan bakat dan minat santrinya. Tidak semua siswa bisa dekati sebagai calon kiyai yang belajar kitab kuning dan ilmu ilmu agama. Karena tidak semua punya kapasitas menjadi kiyai. Tapi tentunya ada yang mampu, punya kapasitas dan memang berminat jadi kiyai. Dan mereka inilah yang diberikan haknya, tinggal di pondok, usai melakukan kegiatan sekolah mereka mendalami kitab kitab khusus. Untuk siswa yang jenjang Tsanawiyah dan Aliyah, kitab kitab mereka fokus pada satu mazhab fiqh, yakni Syafiiyah.

Saat ini lebih dari 300 siswa yang mengikuti program pondok ini. Untuk yang lanjutan, yakni yang sudah tingkat sekolah tinggi, mereka mendalami 4 mazhab fikh. Ini kajian yang lebih mendalam. Mereka inilah yang akan menjadi ulama dan kiyai. Mengapa Annida juga lebih banyak pada sekolah umum seperti Tsanawiyah dan Aliyah dan akan dibangun kejuruan, karena kebutuhan real. Mereka butuh lanjutan untuk kuliah dibidang yang sesuai kebutuhan jaman. Atau mereka butuh segera bisa akses ke lapangan kerja.

Program khusus Marhalah Al Ulya sudat jadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ?

Betul. Inilah yang saya maksud penyesuaian dengan tuntutan zaman. Ketika kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan, maka kita perlu berkorban. Kita mengikuti ketentuan legal untuk sebuah sekolah tinggi. Namun, sebagai program takhassus kajian empat mazhab dan kitab kuningnya terus. Yakni buat mereka yang mondok dan tidak pada mahasiswa yang tidak mondok. (abubagus)

TIBYAN. ID – Satu dari sedikit orang yang pertama mendampingi Arifin Ilham mengadakan zikir jama,ie adalah H Khotib Kholil, ketua ikatan warga Mampang Indah 2. Saat itu tahun 1997 dari beberapa lokasi terbatas, mereka berzikir berpindah pindah sesuai jadwal. Selain Khotib ada juga nama Aminulloh Thoyyib Nafis ketua Masjid Amru Bittaqwa dan ada juga Ust Abdul Syukur. Bahkan ustad Abdul Syukurlah yang mensosialisasikan jadwal zikir itu ke republika dengan mengantarnya sendiri. 
 
Khotib Kholil memang telah dipersiapkan matang oleh Arifin Ilham. Sejak sebelum “kepergiannya”, Khotib telah diangkat menjadi Ketua Yayasan Azzikra. Seakan melakukan kaderisasi, Arifin Ilham terus menuangkan ide, gagasan, rencana dan bahkan mimpi mimpinya tentang Azzikra kepada Khotib. Dan Khotib pun menjadi tak banyak kesulitan dalam menjalani tugasnya sebagai ketua Yayasan. 
 
Kini sepeninggal Murobbi (panggilan buat Almarhum Arifin Ilham), Khotib merasa terguncang. Tugas ini terlalu besar, bebannya pun teramat berat. Kalau kemarin bisa berbagi, misalnya yang mikir adalah Arifin Ilham yang mengeksekusi Khotib. Kini Khotib mengaku harus kerja ekstra. 
 
Pekan silam, Amin Idris dari Tibyan.id sempat bersilaturrahmi ke Azzikra, diterima ketua Yayasan Azzikro, H Khotib Kholil yang didampingi HM Jais S.Sy,M.E Kabag Marketing Yayasan. Berikut petikan perbincangan;
 
Delapan bulan sudah kepergian KH Arifin Ilham. Suasana duka dan luka hati karena kehilangan sudah mulai terobati tampaknya?
 
H Khotib Kholil: Meski besar cinta kami kepada Murobbi, ya kami harus bisa merelakannya. Namun yang terasa sebagai amanat, sebagai wasiat, sebagai tugas adalah meneruskan peninggalan yang telah dirintisnya. Azzikra adalah warisan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Azzikra harus berkembang meski telah ditinggal pendirinya. 
 
Ukuran paling sederhana adalah jamaah. Bagaimana dengan jamaah Zikir Akbar, ritual bulanan yang biasanya dihadiri ribuan jamaah dan sampai menutup parkiran ke depan Bellanova? Apa yang kami lihat saat ini sih tak sebanyak dulu lagi?
 
Sejujurnya, Zikir Akbar memang berkurang jamaahnya. Penurunannya hamper sekitar 30 atau 40 persen. Itu hal yang wajar karena selama ini mereka datang dan berzikir bersama sang Murobbi. Dari berbagai penjuru negeri, dari kota kota yang jauh mereka mencari berkah zikir bersama Arifin Ilham. Kini ketika beliau telah tiada, maka jamaah dari luar kota memang yang paling banyak mengalami penurunan.
 
Tapi, Zikir Akbar itu tetap dilaksanakan rutin setiap bulan ?
 
Oh ya tentunya. Jadwal rutin tidak berubah, terus dilakukan tidak terputus. 
 
Adakah perbedaan pelaksanaannya setelah Murobbi tiada?
 
Zikir Akbar saat ini dipimpin duet Ustad Abdul Syukur dengan putra beliau, yakni Ustad Alfin dan Ustad Amer kakak beradik putra Arifin Ilham. Seringkali mereka bertiga yang menggelar zikir. 
 
Kharismanya tentu tidak sama dengan saat dibimbing Murobbi?
 
Ya pastinya begitu. Bagi Azzikra ini adalah tadribat untuk Alfin dan Amer. Namun dengan pendampingan Ustad Abdul Syukur, insya Alloh kharisma zikirnya masih dapat. Karena Ustad Abdul Syukur memang orang yang dikader sejak pertama. Beliau mendapingi sejak hari pertama zikir jama’ie KH Arifin Ilham.
 
Untuk penyesuaian, Azzikra pun mengubah formasi Zikir itu. Yakni setiap bulan kami mendatangkan tokoh tokoh besar. Misalnya Aa Gym, KH Didin Hafiduddin, Ustad Adhi Hidayat, KH Abdul Shomad dan berbagai tokoh besar lainnya. Mereka kami undang, tentunya bersama pencinta beliau yang akan ikut hadir. Jadi, kalau selama ini Zikir Akbar itu mengandalkan kharisma Murobbi, kini kita membawa kharisma ulama, kiyai atau tokoh yang kami undang sambil membangun dan melatih kharisma kader yang sedang dipersiapkan.
 
Di sisi lain, perubahan tampak juga di segmentasi jamaah. Kalau sebelumnya, bersama Murobbi jamaahnya serentak, seusia, dengan seragam putih putih semerbak, kebanyakan adalah orang tua, kini kebanyakan generasi millennial, anak anak muda, dengan penampilan yang sedikit berbeda dengan generasi awal jamaah Zikir Akbar. Itualh sebuah proses perubahan yang sedang terjadi.
 
Selain Zikir Akbar peninggalan Murobbi yang masih dilestarikan ?
 
Kultur yang dibangun di Sentul ini adalah peradaban. Lihat saja, tradisi itu masih terus pertahankan bahkan dikembangkan. Misalnya Kampung Sunnah, tradisi memanah, berkuda, cara berpakaian dan sebagainya.  Itu Alhamdulillah masih tetap lestari. Bahkan sedikit banyak terus ditingkatkan. Misalnya, ada mobil yang terus berkeliling di kawasan Kampung Sunnah untuk antar jemput penghuninya yang akan bolak balik ke masjid. Ada berbagai tradisi lain yang unik bila dipilah satu persatu. Misalnya, tradisi buka puasa sunnah bersama setiap Senin Kamis di masjid. Ada juga Halaqoh Subuh yang diadakan setiap pagi. Ada sarapan pagi setiap Rabu. Kalau hari Jumat ada istilahnya jumat berkah, yakni ada makan siang gratis. Dan setiap Malam menjelang Zikir Akbar, semua kamar penginapan masih tetap full book. Bahkan lihatlah, beberapa masih ada yang terus membangun penambahan kamar sewaan mereka. Itu pertanda optimis, Azzikra masih akan terus berkembang.
 
Lalu apa yang paling urgen bagi pengurus dalam mengemban amanah ini?
 
Ini amanah yang tidak ringan. Tanggungjawab ini baru bisa ringan jika dipikul bersama. Karena itu, prioritas bagi strategi pengembangan adalah merajut kembali networking yang selama ini telah dibangun. Baik di dalam negeri maupun di luar. Kata Murabbi, mari kita rajut terus benang tasbih yang sudah terbentuk. Networking yang harus diperkuat.
 
Saya melihat dinding depan masjid sudah diperindah, di sudut sudut tertentu ada beberapa perubahan dan perbaikan. Terasa ada progress positif?
 
Tahapan shock karena ditinggal sudah harus kami lewati. Kemudian bersama keluarga, kami juga telah menyelesaikan fase posisioning. Alhamdulillah, itu berjalan dengan sangat baik. Kini kami sedang merampungkan system yang sesuai dengan ide ide besar Murobbi. Karena itu, beberapa bagian yang kecil kecil, seperti keindahan masjid, transportasi internal, jalan jalan terus mengalami perbaikan kecil kecilan.
 
Adakah perubahan yang ekstrem ?
 
Tidak perlu lah. Kita sudah terbekali dengan visi dan misi yang jelas. Perubahan yang dilakukan agar visi dan misi itu bisa terwujud lebih sempurna dan daya jangkau lebih optimal agar dakwah bisa lebih syiar lagi. Di bidang media, kami sudah punya tv kerjasama dengan tv Al Bahjah. Bahkan kami juga sedang membangun mini studio yang menampilkan semua kenangan tentang Murobbi, termasuk catatan dan rekaman beliau. Kelak ini akan menjadi media centre tempat memancarkan dakwah secara lebih luas lagi. Intinya, kami sedang menuju ke sebuah cita cita menjadikan Azzikra sebagai destinasi wisata religi yang tidak layak untuk dilewatkan. (aminidris)
 
 

Ade Ardiansyah (kanan) bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi(kiri)

Wawancara

TIBYAN.ID - Ade Ardiansyah, notaris yang dikenal public sebagai pihak yang memberi perhatian serius pada koperasi, khususnya di Kota Bekasi. Menurutnya di era sekarang, saatnya kita membangun perekonomian berbasis koperasi. Dan yang paling kongkret, membangun koperasi berbasis masjid. Kepada Gubernur Jawa Barat dan kepada Jusuf Kalla saat masih menjabat Wakil Presiden, Ade banyak mendiskusikan upaya membangun perekonomian umat berbasis koperasi masjid.

Berikut perbincangan Tibyan.id kepada Ade Ardiansyah sebagai ketua Pembangunan Masjid Nurul Islam Islamic Centre Bekasi dan juga ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) Kota Bekasi.

SatuUmat : Anda dikenal sebagai notaris yang specialized pada persoalan koperasi?

Ade Ardiansyah : Notaris itu tidak spesialis. Kalau kemudian orang menganggap saya ekspert dalam hal legalitas koperasi dan sejenisnya bisa jadi karena memang saya memberi perhatian khusus pada masalah koperasi.

Apa yang paling menarik dari koperasi?

Koperasi itu karakter eknonomi bangsa kita. Bung Hatta telah menanamkan ini dan bahkan mencantumkan legalitas di dalam UUD45. Seharusnya, koperasi lah yang menjadi panglima pembangunan perekonomian bangsa Indonesia. Koperasi seharusnya menjadi lembaga ekonomi yang membanggakan. Selain punya landasan hukum yang kuat, koperasi sangat cocok dengan kehendak dan upaya mensejahterakan masyarakat.

Apa yang paling membanggakan itu? Bukankah selama ini koperasi masih ditempatkan sebagai lembaga perekononian kelas rendahan. Sulit untuk membawa kemajuan yang bisa menggerakkan capital besar.

Koperasi lembaga ekonomi yang bisa mensejahterakan orang banyak. Kapitalisasi koperasi ada di tangan anggotanya. Kalau koperasi maju berarti yang kaya dan sejahtera adalah anggotanya. Ini beda dengan badan hukum lain, misalnya Perseroan Terbatas (PT), itu adalah lembaga dengan kepemilikan personal. Sehingga kalau PT itu tumbuh besar maka yang kaya ya pemilik modalnya saja. Itulah saya katakan koperasi adalah model pererkonomian yang membanggakan.

Kalau saya mau sebutkan sudah begitu banyak model bisnis sejenis koperasi yang maju dan besar di berbagai dunia. Tapi di Indonesia, koperasi memang masih diletakkan di level rendah, masih dianggap hanya bisnis kecil kecilan.

Dimana sih kendalanya sampai saat ini Koperasi masih menjadi lembaga bisnis yang ada di lini belakang?

Image masa silam masih terbawa bawa. Namun saya yakin, dalam kurun beberapa tahun kedepan koperasi akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita yang paling realistis. Lihat saja, semangat pemerintah untuk memajukan ini tidak setengah - setengah. Berbagai regulasi terus dibangun untuk menjadikan koperasi digjaya. Permodalan juga diberi berbagai saluran yang memihak pada koperasi. Di Kota Bekasi saja, dana bantuan modal dari BPR Patriot hanya dibebani margin 4 persen. Ini artinya, kalau mau maju saat inilah eranya koperasi.

Terus kalau masih dianggap sebagai pemain lini belakang, silahkan saja orang menganggap itu. Karena mungkin saja para kapitalis tidak akan suka dengan gerakan ini. Biarin. Itu hak mereka. Tapi orang orang koperasi jangan terpengaruh dengan image itu. Memajukan koperasi hanya ada ditangan para pelaku koperasi.

Kendala permodalan tampaknya masih belum ada solusi nyata. Gembar gembor permodalan berbunga rendah yang digelontorkan pemerintah seringkali tersalurkan secara tidak proporsional. Istilahnya hanya proyek pencitraan saja. Bagaimana menurut Anda?

Ada arus teknologi yang sedang terjadi dalam mendorong persoalan permodalan ini. Kalau dari sumber dana bantuan pemerintah itu sulit diakses, tidak masalah. Banyak jalur lain yang tersedia. Misalnya, saat ini banyak sekali perusahaan start-up yang tampil untuk menjadi “pahlawan” permodalan untuk koperasi. Sebuah koperasi bisa listing proposal programnya di perusahaan digital seperti ini dan menyerap dana dari para investor. Dengan modal proposal yang rasional dan akuntabel sebuah projek koperasi bisa dicariin permodalan di sini. Inilah yang disebut sebagai pasar dana koperasi. So, tidak masalah. Saya yakin, pasar dana untuk koperasi termasuk yang berbasis syariah akan semakin banyak muncul. Ini kan peluang bagus sekali buat koperasi.

Bagiamana dengan pengetahuan masyarakat soal ini?

Ini memang yang perlu disosislisasikan. Tidak semua orang harus pinter tentang koperasi. Tidak semua orang harus paham regulasi koperasi. Setidaknya kalau kita ingin membangun koperasi syariah yang berbasis masjid, setidak pengurus pengurus masjidnya yang perlu ditatar dan dikenalkan lebih dalam tentang regulasi koperasi, tentang peluang bisnis melalui koperasi, tentang menghidupkan ekonomi masjid, tentang pentingnya memakmurkanmasjid dan mensejahterakan jamaah. Ketika ini telah menjadi gerakan maka tidak ada lagi kekuatan yang bisa menghalanginya. (abubagus)

Monument Adipura

Rihlah

TIBYAN.ID - Kapan terakhir Anda ke Sukabumi? Pasti kenangan manis tentang keindahan kotanya, kulinernya yang aneka ragam dan enak-enak, udaranya yang sejuk serta alamnya yang mempesona tak mudah untuk dilupakan. Tapi kemarin, saya menyaksikan kenangan indah itu koyak.

Lihatlah Monument Adipura yang berada ditengah--tengah bundaran kota yang tampak begitu megah, kokoh dan jadi kebanggaan masyarakat serta Pemerintah Kota Sukabumi, kini kemegahan dan kekokohannya itu ternyata masalah yang perlu diseĺesaikan.

Monumen itu kini menyisakan kesemrautan, kumuh dan tidak terawat. Hmmm

Siang itu, saya coba menelusuri sudut sudut kota. Kota yang semakin padat memberi kesan semraut. Di kawasan komersil misalnya, tampaknya setiap sudut telah dikuasai oleh petugas keamanan tidak resmi. Bisa juga disebut sebagai preman kota.

Akibatnya Retribusi yang dikenakan kepada para pedagang memberatkan. Dan lebih celaka lagi situasi demikian dimamfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk ikut menarik retribusi liar.

Mereka mengaku-ngaku sebagai penjaga keamanan diwilayah tersebut bahkan preman-preman juga saling menguasainya. Setiap pagi dan sore melakukan pungutan liar. Para pedagang tidak bisa berbuat banyak. Mereka pasrah saja meskipun setiap hari dikenakan pungutan lebih dari 10 ribu.

Kojang (35) salah seorang pedagang sayuran mengeluh; "saya mengharap agar ada penertiban terhadap oknum- oknum pemungut liar itu, setiap hari saya harus bayar lapak ini 15 Ribu kalau ga bayar diusir, mau dagang dimana lagi, di tempat lain juga sama harus bayar kepada mereka." ucapnya memelas.

Sementara petugas dari UPTD Pasar sendiri terutama petugas penarik retribusi hanya jadi penonton saja. Mereka juga mengharap adanya perubahan dan ketegasan dari Walikota.

Sementara itu Kadis Koperasi Perdagangan dan Industri Kota Sukabumi, Ai Jumiat yang paling berkompeten dalam persoalan ini sulit dihubungi wartawan selalu tidak ada ditempat. Sementara Sekdis Asep Saefullah walau agak terbatas memberikan keterangan kepada wartawan ia menjelaskan bahwa para petugas UPTD Pasar khususnya yang ditugaskan melakukan pungutan uang retribusi sebetulnya tetap melaksanakan tugasnya berkeliling melakukan pungutan namun tidak ke semua pedagang diareal 2 Km persegi itu.

Pihaknya hanya memungut kepada para pedagang yang berada disekitar Pasar Gudang (Ramayana), Pasar Gledog dan Pasar Degung. Jumlahnya hanya beberapa ratus pedagang saja, tidak mencapai 1000, sedangkan kepada pedagang kaki lima (PKL) memang tidak dikenakan retribusi pasar, apa lagi para PKL yang berdagang diatas Trotoar demikian pula kepada para pedagang yang berada di areal penampungan Ex Pasar Pelita dan yang membaur di jalan-jalan raya dengan para PKL, semuanya tidak ditarik uang retribusi.

Walikota Sukabumi, Fahmi, sebagai pemimpin kota Sukabumi diharapkan bisa menjadi solusi atas ketidaknyamanan ini. Jangan berpangku tangan atau melaksanakan rutinitas, sementara di lapangan tidak tertib padahal dia tahu bahwa warga Sukabumi pernah berhasil beberapa kali meraih tanda penghargaan ADIPURA salah satunya tertib lingkungan. Apakah ini yang menjadi alasan, monument Adipura menjadi tidak terurus dengan baik. (ismail/amh)

TIBYAN.ID - Akhir pekan dalam suasana jenuh terkurung di rumah, saya sempatkan menghibur diri ngeluyur menelusuri Kota Bekasi. Pas Azan zuhur berkumandang, posisi saya di Jalan Chairil Anwar. Pilihan ada di sebuah masjid, di kawasan gedung DPRD Kota Bekasi.

Baru sadar, rupanya masjid ini baru saja direnovasi. Tepatnya dibangun baru. Dari hiasan interior saya dapatkan nama masjid ini, Masjid Al Khairot.

Yang menarik saya mampir di sini sebetulnya satu hal, halaman parkirnya luas dan aman. Karena di gate masuk ada security yang standby. Dan saat keluar, mereka memandu mengamankan.

Ya namanya juga masjid baru, tempat wudhunya baru. Keran kerannya juga baru. Lantainya baru. Dan ornamen dinding kaca dari tempat wudhu menuju lantai 2 tempat sholat lumayan indah. Setidaknya pencahayaannya maksimal.

Dari sayap kanan, justeru lebih enak masuk ke masjid ini. Karena kalau dari sayap kiri tangganya memang agak curam.

Saya sholat zuhur di situ. Suasana memang hari libur, jadi agak sepi. Tapi kebetulan ada ketua DKM nya saat itu, Ustad Rofiuddin. Menurutnya masjid ini memang masih baru, bahkan belum proses serah terima dari developernya.

Usai sholat saya sempat kongkow dengan ketua DKM. Rupanya, maskipun di dalam kawasan kantor masjid ini tetap buka untuk sholat berjamaah tiap waktu. Jamaahnya adalah jamaah transit, yakni orang orang lewat seperti saya.

Tapi banyak juga jamaah dari lingkungan penduduk di sekitar gedung dewan sebagai jamaah tetap. “Ada, nih di belakang sini perkampungan, sholatnya ke sini. Dari Rawa Semut juga sholat ke sini,” kata Rofiuddin menjelaskan.

Menurut Rofi, layaknya sebuah masjid. Setiap sholat rowatib, ada jamaah di masjid ini. Dan setiap pekan diadakan sholat jumat, untuk yang tahunan ada sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha.

Di masa Pandemi ini memang ada sampai tujuh pekan masjid ini tidak mengadakan Jumatan. Tapi Iedul Fitri alhamdulillah bisa terlaksana, dan mulai jumat kemarin sudah bisa bikin jumatan lagi. “Biasanya, untuk dua sholat ied, kami laksanakan di halaman,” kata Rofiudin lagi.

Meski adanya di dalam lingkungan DPRD Kota Bekasi, DKM sengaja melibatkan masyarakat kampung sekitar untuk memfungsikan masjid ini sehari hari. Misalnya dalam perayaan hari besar Islam, seperti peringatan maulid, isro mikroj, atau tarawih dan sebagainya, orang kampung sekitar banyak terlibat.

Contoh lain, khotib sholat jumat yang kami jadwalkan adalah ustad ustad dari luar, yakni dari lingkungan kampung. Kalau berhalangan baru kami cari badalnya dari kalangan anggota dewan yang sudah terbiasa khutbah.

“Ada kebanggaan mereka bisa khutbah di masjid DPRD,” kata Rofi menjelaskan.

Kalau sholatnya menggunakan bangunan lantai dua, di lantai satunya akan dijadikan perpustakaan. Tujuannya, memberi keseimbangan antara aspek spiritual dan aspek pengetahuan. Cuma perpustakaannya belum dipungsikan. Karena memang masjidnya pun belum tuntas 100 persen alias belum diserahkan oleh developer.

Usai ngobrol ngobrol saya selonjoran. Dilantainya yang juga masih baru dan bersih, saya sempet tidur tidur ayam, ngelenggut, atawa ngelayap beberapa saat. Sayang, DKM belum kepikir punya coffee corner gratis. Nanti-nanti kali … (amin idris)

Foto : Ilustrasi/aos4ventos.com.br

Rihlah

TIBYAN.ID - Claudio Muhammad Baker, Juru Bicara Muslim Association of Santos (MAS), wisatawan Muslim yang datang biasanya memberikan pandangan dan masukan agar MAS bisa menjalankan kegiatannya dengan lebih baik. MAS juga seringkali menyarankan tempat wisata yang perlu dikunjungi.

Baker mengatakan MAS biasanya merekomendasikan Santos, Sao Paulo, Goianida, Curitiba, Brasilia, dan Florianopolis untuk dikunjungi wisatawan Muslim. ''Tempat itu memiliki komunitas Muslim yang besar dan warganya memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Islam,'' katanya.

Menurut Baker masyarakat di tempat-tempat itu juga menghormati tradisi dan kultur Muslim. Di samping tempat itu memang memiliki pemandangan, pantai, dan kehidupan yang indah. Dengan demikian wisatawan Muslim bisa menikmati wisatanya dengan baik.

Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pada 2001, ada 27.239 Muslim di Brasil. Meski Islamic Brasilian Federation (IBF) menyatakan ada sekitar 1.5 juta Muslim di sana. Sebagian besar Muslim di Brasil berasal dari Suriah, Palestina, dan Lebanon.

Mereka sampai di Brasil pada abad ke-19 selama Perang Dunai I dan pada 1970-an. Sejumlah warga Irak juga ada di Brasil, mereka tiba di sana sejak dimulainya invasi yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap Irak pada 2003.

Sebagian besar Muslim hidup di negara bagian Parana, Goias, Rio de Janeiro, dan Sao Paulo. Meski demikian ada juga komunitas Muslim dalam jumlah yang cukup banyak di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. Di Sao Paulo, terdapat sekitar 10 masjid.

Salah satu masjid yang terbesar dan termegah adalah Mosque Brasil yang berada di pusat kota. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Amerika Latin. Proses pembangunan masjid tersebut dimulai pada 1929. Dan kini, masjid tersebut menjadi salah satu komoditas wisata negeri yang kental nuansa Katholiknya ini. Brasil memang piawai mengelola pariwisata.

 

(Sumber : Republika)

Follow Us

Advertisement

Top Stories

Grid List

Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Oase Iman

TIBYAN.ID - Di awal khutbah ini, saya mengutip sebuah pengakuan dari Paul Kennedy dalam bukunya The Rise and Fall of the Great Powers (1987). Tulis dia:
 
“Selama berabad-abad sebelum tahun 1500 M, Dunia Islam sudah lebih dulu maju dibanding Eropa di bidang peradaban dan teknologi. Pada bidang matematika, pemetaan, pengobatan dan banyak bidang ilmu serta industri pabrik pemintalan, pengecoran laras senjata, mercusuar, peternakan kuda kaum muslim menikmati keunggulannya.”
 
Pengakuan ini mengkonfirmasi bahwa dalam sejarahnya, Islam telah mewarnai peradaban dunia. Di masanya, Islam mengalami  sebuah era gilang gemilang dengan motor penggeraknya adalah Nabi Muhammad SAW.
 
Kunci keberhasilan Rasulullah SAW membangun generasi emas adalah integritas. Beliau memberikan teladan dalam banyak hal. Akhlaknya begitu mulia. Sikap dan perilakunya terjaga. Lisannya penuh hikmah dan kelembutan. 
 
Sosok penuh integritas semacam ini yang membuat umat mencintainya. Bersedia mengikuti tanpa syarat. Umat menjadi himpunan yang kokoh, bukan sebuah kerumunan. 
 
Lalu mengapa Umat Islam mundur? Jawabnya : karena integritas yang diajarkan oleh Rasulullah SAW terkikis oleh ALWAHNU. Para sahabat bertanya apa itu ALWAHNU ya Rasulullah? Jawab Rasul : HUBBUD DUNIA WA KAROHIYYATUL MAUT (Cinta dunia dan takut mati). Orang cinta dunia akan serakah, tidak pandang halal haram. Yang penting kepentingan sendiri terpenuhi. Tak peduli masyarakat dan bangsanya sendiri merugi. Demikian halnya dengan orang yang takut mati agak hidup lebih pragmatis dan meninggalkan semangat juang. Sehingga eksistensi keberadaannya tidak menambah bobot kaum Muslimin. Rasulullah SAW jauh-jauh hari sudah mengingatkan kita dengan sabdanya :
 
ﻳُﻮﺷِﻚُ ﺍﻷُﻣَﻢُ ﺃَﻥْ ﺗَﺪَﺍﻋَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺪَﺍﻋَﻰ ﺍﻷَﻛَﻠَﺔُ ﺇِﻟَﻰ ﻗَﺼْﻌَﺘِﻬَﺎ » . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻗَﺎﺋِﻞٌ ﻭَﻣِﻦْ ﻗِﻠَّﺔٍ ﻧَﺤْﻦُ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻗَﺎﻝَ « ﺑَﻞْ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻛَﺜِﻴﺮٌ ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻜُﻢْ ﻏُﺜَﺎﺀٌ ﻛَﻐُﺜَﺎﺀِ ﺍﻟﺴَّﻴْﻞِ ﻭَﻟَﻴَﻨْﺰِﻋَﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣِﻦْ ﺻُﺪُﻭﺭِ ﻋَﺪُﻭِّﻛُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻬَﺎﺑَﺔَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﻟَﻴَﻘْﺬِﻓَﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓِﻰ ﻗُﻠُﻮﺑِﻜُﻢُ ﺍﻟْﻮَﻫَﻦَ » . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻗَﺎﺋِﻞٌ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟْﻮَﻫَﻦُ ﻗَﺎﻝَ « ﺣُﺐُّ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻛَﺮَﺍﻫِﻴَﺔُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ » ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ
 
“Hampir tiba masanya bangsa-bangsa saling mengajak untuk (mengalahkan) kalian sebagaimana sekumpulan orang saling mengajak (untuk memakan makanan) di talamnya. “Apakah karena kita sedikit pada waktu?” Seseorang bertanya. “Bahkan kalian banyak, tapi kalian buih seperti buih banjir. Dan Allah mencabut rasa gentar dari hati musuh kalian. Dan Allah menanamkan al-Wahn di hati kalian. “Apa itu al-Wahn wahai Rasulullah?” tanya seseorang. “Senang dunia dan takut mati,” jawab Rasulullah saw.
 
 
Tantangan Zaman Revolusi Industri 4.0
 
Hari ini, dunia mengalami perubahan yang begitu masif dan cepat. Teknologi berkembang dahsyat yang mengakibatkan berubah pula budaya masyarakat dunia. Kita mengenal era ini dengan nama 4.0.
 
Revolusi industri 4.0 merupakan konsep yang pertama kali diperkenalkan oleh ekonom asal Jerman, Profesor Klaus Schwab dalam bukunya yang bertajuk “The Fourth Industrial Revolution”. Klaus mengungkapkan empat tahap revolusi industri yang setiap tahapannya dapat mengubah hidup dan cara kerja manusia. Revolusi industri 4.0 merupakan tahap terakhir dalam konsep ini setelah tahapan pada abad ke-18, ke-20, dan awal 1970.
 
Perubahan dari fase ke fase memberi perbedaan yang signifikan. Dimulai dari fase pertama (1.0) yang bertumpu pada penemuan mesin yang bertumpu pada mekanisasi produksi. Fase kedua (2.0) sudah beranjak pada etape produksi massal yang terhubung dengan quality control dan standarisasi. Fase ketiga (3.0) memasuki tahap keseragaman secara massal yang bertumpu pada integrasi komputerisasi. Fase keempat (4.0) kini menghadirkan digitalisasi dan otomisasi perpaduan internet dengan manufaktur. 
 
Singkatnya, era 4.0 membuat dunia semakin mengecil. Terjadi digitalisasi dalam banyak aspek kehidupan. Serba cepat dan instan serta terintegrasi dalam balutan teknologi digital.
 
 
Saatnya Berhimpun, jangan terus berkerumun
 
Hobi berkerumun yang kita miliki sudah saatnya ditinggalkan. Umat Islam harus segera berhimpun. Dan itu diawali oleh para pemimpinnya. Berbeda dengan berkerumun, jika kita berhimpun maka kita akan memiliki kekuatan yang dahsyat. 
 
Agenda kerja kita tak bersifat jangka pendek, tapi berjangka panjang dan berkesinambungan. Sifatnya pun tak pragmatis, namun sistematis dan strategis. Ikatan emosional akan tercipta sehingga jalinan tali ukhuwah akan terikat dengan kuat. Terakhir, dengan berhimpun kita akan teratur dan rapi karena memiliki pemimpin yang memiliki otoritas untuk mengatur.
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang d jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Asf Shaf: 4)
 
Untuk menghadirkan kesadaran dan semangat berhimpun tentu saja tidak mudah. Era 4.0 membuat kita semakin berjarak antar sesama manusia. Tapi satu kata kuncinya: integritas. Seperti yang telah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW. 
 
Tantangan zaman hari ini memang tak mudah. Apalagi di masa pandemi Corona saat ini. Namun dengan kesadaran untuk berhimpun, maka umat akan mampu melewati tantangan ini. Dan tugas para pemimpin umat untuk memberi contoh dengan integritasnya. 

ilustrasi

Dunia Islam

TIBYAN.ID - Pandemi Covid-19 tidak menghalangi Kementerian Agama untuk melakukan sertifikasi pembimbing manasik haji. Program ini tetap dilaksanakan dengan melakukan penyesuaian dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Direktur Bina Haji Khoirizi mengatakan, penyesuaian pelaksanaan sertifikasi pembimbing manasik haji telah dilakukan antara lain oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat. Prosesnya dilakukan bekerjasama dengan Center for Hajj and Umrah Studies IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dalam penyesuaian ini, proses sertifikasi pembimbing dilakukan dengan pola campuran blended learning, dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring atau tatap muka). 

“Penyesuaian ini dilakukan agar sertifikasi tetap bisa berjalan optimal, tujuannya tercapai, meski dalam kondisi pandemi Covid-19,” terang Khoirizi di Jakarta, Kamis (22/10).

“Pola ini sudah digunakan dalam sertifikasi pembimbing manasik haji angkatan VII reguler yang berlangsung selama 12 hari,  19 sampai 30 Oktober 2020,” sambungnya. 

Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji Arsyad Hidayat menambahkan, inovasi ini menjadi bagian ikhtiar Kementerian Agama meminimalisir risiko penyebaran Covid-19. Karenanya, kolaborasi penggunaan media daring dan luring adalah keniscayaan. Hal itu untuk memastikan pilihan metode ceramah, dialog, brainstorming, problem solving, role playing, pemutaran film, diskusi, demonstrasi, refleksi, dan dinamika kelompok tetap bisa diterapkan. 

“Pendekatan ini memanfaatkan media berupa Zoom, WhatsApp Group, Google Classroom, Youtube, dan aplikasi dalam situs resmi Lembaga Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Akreditasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (LSPMH-AKBIHU) IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” jelas Arsyad.

Terpisah, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Adib mengatakan, inovasi sertifikasi ini penting agar peningkatan kompetensi pembimbing haji ini tetap dapat berjalan, meski pandemi. Kompetensi itu terkait dengan aspek keilmuan haji, regulasi, dan praktiknya. Keberadaan pembimbing manasik yang mumpuni diperlukan untuk mendampingi jemaah haji Jawa Barat yang sangat banyak. 

“Kami juga sedang membangun asrama haji di Indramayu dan pusat pelayanan haji terpadu di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,” tuturnya. 

Direktur Center for Hajj and Umrah Studies IAIN Syekh Nurjati Cirebon Muzaki menambahkan,  pilihan menggunakan metode campuran sebagai respon atas kondisi pandemi. Sertifikasi ini dikemas untuk menyiapkan para pembimbing manasik haji dan umrah yang profesional dan terstandar.

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 100 orang, yaitu perwakilan ASN Kementerian Agama dari setiap kabupaten dan kota serta perwakilan Pimpinan Wilayah Ormas di Jawa Barat.” ungkapnya.

Menurutnya, pada sesi daring, peserta diwajibkan mengikuti semua mata pelatihan melalui aplikasi Webinar Zoom Meeting. Materi bimbingan disediakan dalam portal Center for Hajj and Umrah Studies IAIN Syekh Nurjati Cirebon di www.haji-sejati.or.id.

“Pelatihan secara daring dilaksanakan selama tujuh hari untuk materi yang bersifat teoritik,” ujarnya.

“Sementara sesi luring dilaksanakan selama lima hari untuk materi yang bersifat praktik, seperti praktik manasik haji,” pungkasnya.

 

Sumber: Kemenag

Foto: ANTARA/Zabur Karuru

Health

TIBYAN.ID - Gejala virus Corona COVID-19 biasanya berbeda pada setiap orang. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi hanya memiliki gejala ringan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala COVID-19 yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Pada umumnya, gejala COVID-19 mulai muncul sekitar lima hingga enam hari setelah terjadi pajanan.

"Tetapi, waktu kemunculan gejala ini dapat berkisar 1 hingga 14 hari," ungkap WHO.

Menurut WHO, sekitar 80 persen, orang yang terinfeksi Corona berhasil pulih tanpa perlu perawatan yang khusus. Sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi menderita sakit parah dan kesulitan bernapas.

Orang-orang yang berusia di atas 60 tahun dan memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, penyakit pernapasan, penyakit jantung, atau hipertensi kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius.

"Berisiko lebih besar terkena penyakit parah atau kritis jika terinfeksi virus," kata WHO.

Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut gejala Corona menurut WHO. Apa saja?

Gejala COVID-19 paling umum

  • Demam
  • Batuk kering
  • Kelelahan

Gejala COVID-19 yang jarang dialami pasien lain

  • Rasa sakit dan nyeri
  • Hidung tersumbat
  • Sakit kepala
  • Konjunktivitis
  • Sakit tenggorokan
  • Diare
  • Kehilangan indera rasa dan penciuman
  • Muncul ruam pada kulit
  • Perubahan warna jari tangan atau kaki

Gejala berat COVID-19

  • Kesulitan bernapas dan sesak napas
  • Nyeri dan tekanan dada
  • Kehilangan kemampuan bergerak dan berbicara

 

Sumber: Detik

Foto: GETTY IMAGES

Wawasan

TIBYAN.ID - Arab Saudi menempati peringkat ketiga negara yang paling bahagia, setelah China dan Belanda, dalam survei kebahagiaan global 2020. Jajak pendapat yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar yang berbasis di Prancis, Ipsos, itu mengukur tingkat kebahagiaan di 27 negara di seluruh dunia.

Dari survei tersebut, sekitar sembilan dari 10 orang di China dan Belanda menggambarkan diri mereka sebagai 'sangat' atau 'agak' bahagia. Sementara sekitar delapan dari 10 orang di Arab Saudi mengatakan hal yang sama.

Dilansir di Al Arabiya, Rabu (14/10), kerajaan Saudi adalah negara dengan proporsi orang dewasa tertinggi yang menganggap diri mereka 'sangat bahagia', yakni sebesar 30 persen. Kemudian, diikuti oleh India sebesar 22 persen dan Belanda sebesar 20 persen.

Setelah Arab Saudi di urutan ketiga, sisa urutan dari 10 negara teratas ditempati oleh Prancis, Kanada, Australia, Inggris Raya, Swedia, Jerman, dan Belgia. Amerika Serikat (AS) berada di peringkat 11, dengan tujuh dari 10 orang di AS menggambarkan diri mereka sebagai 'sangat' atau 'agak' bahagia.

Sedangkan, negara-negara dengan tingkat kebahagiaan terendah dalam indeks tersebut ialah Spanyol, Chili, dan Peru. Satu-satunya negara lain di Timur Tengah yang disurvei adalah Turki, yang menempati peringkat ke-17 dalam tingkat kebahagiaan secara keseluruhan.

Ipsos melakukan survei tersebut dari 24 Juli hingga 7 Agustus 2020, di tengah pandemi virus corona yang sedang berlangsung. Ipsos menyurvei lebih dari 1.000 orang dewasa di setiap negara melalui platform survei daring.

Dari survei itu ditemukan, bahwa enam dari 10 orang dewasa di 27 negara menggambarkan diri mereka bahagia. Saat membandingkan hasil tahun ini dengan 2019, Ipsos menyimpulkan bahwa prevalensi kebahagiaan secara global "hampir tidak berubah" meskipun ada pandemi Covid-19.

Faktanya, tingkat kebahagiaan meningkat di beberapa negara antara lain China, Rusia, Italia, dan Malaysia. Penurunan kebahagiaan terbesar tercatat di negara-negara Amerika Selatan di Peru, yang turun 26 persen sejak 2019, dan Chili, yang turun 15 persen.

Mayoritas peserta jajak pendapat di 27 negara mengatakan sumber "kebahagiaan terbesar" mereka adalah kesehatan dan kesejahteraan fisik mereka. Selanjutnya, sumber kebahagiaan kedua adalah hubungan dengan pasangan mereka, dan hubungan peserta dengan anak-anak mereka.

Mereka yang disurvei di Arab Saudi menempatkan agama sebagai sumber kebahagiaan terbesar mereka, diikuti oleh kesehatan dan kesejahteraan fisik, keselamatan dan keamanan pribadi, serta hubungan mereka dengan anak-anak mereka.

Sementara waktu yang dihabiskan di media sosial adalah "sumber kebahagiaan terbesar" yang paling tidak populer bagi warga Saudi dan kelompok peserta secara keseluruhan. (Kiki Sakinah)

Sumber: Republika

Advertisement

Upcoming Events