15
Wed, Jul

Top Stories

Grid List

Wakil Ketua FPKS DPR RI, Mulyanto

Hot Issue

TIBYAN.ID - Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Mulyanto, meminta Presiden Joko Widodo menerbitkan Surat Presiden (Suspres) terkait RUU Haluan Ideologi Pancasila. Dia menilai Suspres itu penting untuk mengakhiri simpang-siur sikap pemerintah terhadap RUU tersebut. Suspres itu tidak harus menunggu jatuh tempo pada 20 Juli 2020.
 
Berdasarkan UU No.12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, maka paing lama 60 hari sejak itu, presiden sudah membuat Suspres tentang penunjukan menteri yang mewakilinya dalam pembahasan RUU HIP serta daftar inventarisasi masalah (DIM), yang diperkirakan jatuh pada 20 Juli 2020.
 
Mulyanto mengatakan, hingga saat ini presiden belum mengirimkan Suspres itu ke DPR. Bahkan saat bertemu dengan pimpinan MPR di Istana Bogor, Jawa Barat pada Rabu (8/7), Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah masih mengkaji RUU HIP. Hal itu menandakan tidak benar jika ada menteri yang mengatakan pemerintah menunda apalagi menolak RUU HIP.
 
“itu (pemerintah menunda RUU HIP) hanya statemen PHP, lips servis, yang tidak berdasar. Nyatanya, presiden mengakui sendiri belum mengambil sikap apa-apa,” ucap Mulyanto di Jakarta, Senin (13/7).
 
Mulyanto menilai seharusnya pemerintah bersikap lugas dan aspiratif, tidak harus menunggu jatuh tempo terhadap RUU HIP yang sudah mendapat penolakan dari masyarakat. Penolakan itu datang dari MUI, ormas-ormas Islam besar, para tokoh agamawan, para tokoh purnawirawan TNI-Polri, hingga para cerdik-cendekia akademisi pengajar pancasila.
 
Dia menegaskan, aspirasi penolakan masyarakat terhadap RUU HIP sudah disampaikan secara luas dan mendalam. Itu mendandakan tinggal kemauan pemerintah untuk bersikap tegas dan formil, tidak plin-plan atau mengulur waktu. Dia juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 yang diiringi pandemi ekonomi tidak meningkat menjadi pandemi politik. “Pandemi multidimensi seperti ini harus kita cegah,” ucap Mulyanto. []
 
 
 
Sumber: Gelora

Keterangan Foto: H. Abid Marzuki (kiri) H. Amin Indris ( tengah) dan H Paray Said ( Ketua Yayasan Islamic Center KH Noet Alie), sedang mendiskusikan rumusan pernyataan sikap BKDPPI di ruangan Tibyan Rabu (1/7). ***Imran.

Hot Issue

TIBYAN.ID, Bekasi - Sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang penolakan RUU HIP, dukungan terhadap fatwa itu mengalir terus bagai air bah. Bahkan demo baik berskala daerah maupun Nasional terus bergulir.

Badan Kerjasama Pondok Pesantren se Indonesia ( BKsPPI), juga terpanggil untuk membuat pernyataan penolakan terhadap RUU HIP, karena BKSPPI, geram atas sikap pemerintah dan DPR RI yang saling kempar bola terhadap pencabutan RUU HIP dari Prolegnas.

"Sebenarnya BKSPPI, tak perlu membuat pernyataan sikap jika Pemerintah dan DPR RI, merespon positif fatwa MUI itu dengan segera menghentikan pembahasan RUU dan mencabutnya dari Prolegnas" Kata Ustadz H. Abid Marzuki, ketua STAI Attaqwa saat merumuskan teks pernyataan BKSPPI di ruang Tibyan Islamic Center KH. Noer Alie Bekasi Rabu (1/7).

RUU HIP ini membahayakan bagi bangsa dan negara. Tidak seharusnya DPR RI membahasnya. Karena ini bisa membuka luka lama akibat terjadi penghapusan tujuh kata dari Piagam Jakarta. Oleh karena itu kata Abid Marzuki, BKSPPI tidak saja diminta untuk menghentikan pembahasannya tapi harus dicabut dari Prolegnas.

Rencananya deklarasi sikap BKsPPI akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Attaqwa Ujung Harapan Bekasi Jum'at ( 3/7) dengan menghadirkan Pimpinan BKsPPI Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc, KH. Amin Nur, MA, para Habaib, Ulama, asatidz, guru guru, pimpinan pondok pesantren, dan pimpinan Ormas Islam.

Usai deklarasi, rencananya teks pernyataanya sikap BKsPPI itu akan dibawa ke DPR RI. **

Foto: Suarabaru. Id/Yon

Hot Issue

TIBYAN.ID - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membantah kabar bahwa kementeriannya sedang menyiapkan regulasi terkait pajak sepeda seperti disiarkan sejumlah media online.

Dalam pernyataan resminya hari ini, Senin malam, 29 Juni 2020,  Adita Irawati, Juru Bicara Kementerian Perhubungan menyatakan kabar tersebut tidak benar.

“Sehubungan dengan pemberitaan di beberapa media online yang menyebutkan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang menyiapkan regulasi terkait pajak sepeda maka dengan ini disampaikan bahwa hal tersebut TIDAK BENAR,” sebutnya.

“Tidak benar Kemenhub sedang menyiapkan regulasi terkait pajak sepeda. Yang benar adalah kami sedang menyiapkan regulasi untuk mendukung keselamatan para pesepeda,” sebut Adita.

Kata Adita, regulasi yang disiapkan tersebut untuk menyikapi maraknya penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi oleh masyarakat,” demikian dijelaskan.

Adita juga menyampaikan bahwa regulasi ini akan mengatur dari sisi keselamatan para pesepeda.

“Dalam masa transisi adaptasi kebiasaan baru memang ada peningkatan jumlah pesepeda terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Regulasi ini nanti akan mengatur hal-hal seperti alat pemantul cahaya bagi para pesepeda, jalur sepeda serta penggunaan alat keselamatan lainnya oleh pesepeda,” kata dia.

 

Sumber: Eramuslim

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (Foto: Okezone)

Aktual

TIBYAN.ID - Lima Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi rata-rata terkonfirmasi virus corona atau Covid-19 orang tanpa gejala (OTG).

Kelima pejabat yakni, Kepala Inspektorat Kota Bekasi, dua orang Inspektur pembantu (Irban), satu orang staf ahli bidang pemerintahan, serta dua orang dari UPTD Mustikajaya.

"Kepala Inspektorat Kota khawatir memiliki penyakit gula, kalau yang tidak ada gula ya OTG," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kepada wartawan, Selasa (15/7/2020) petang.

Pria yang disapa Pepen itu mengatakan, kelimanya saat ini sudah dalam penanganan atau pemantauan oleh petugas penanganan virus corona atau Covid-19.

"Sekarang mereka lagi jogging. Kan mereka belum tentu (penularan dari lingkungan Pemkot Bekasi)," ujar dia.

Pihaknya, klaim Pepen, tengah menelusuri pihak yang ikut berinteraksi dengan pasien OTG virus corona. "Saya sehat, kalian buka (masker) saya buka (masker) kita ngobrol kamu OTG, bapak kena gitu. Itu udah lumrah. Diawal kita takut emang. Tapi yang penting pake masker," ujar dia.

(kha)

 

 

Sumber:Okezone

TIBYAN.ID - Lebih dari 100 dokter alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang tergabung dalam Ikatan Dokter alumni Gontor (IDAGI) turut membantu memperkuat sistem dan mekanisme pencegahan dan percepatan penanganan Covid-19.

Para dokter tersebut, setelah tamat Gontor meneruskan ke jenjang pendidikan berikutnya di Fakultas Kesehatan di berbagai universitas di dalam dan luar negeri seperti UGM, Trisakti, Yarsi, UMJ, Undip, UNY, UNAIR, UNHAS, UMI Makassar, Unsyiah Aceh, Unjani, Al-Azhar University Mesir dan lain-lain.

“Selain memberikan saran dan masukan yang substansial dalam pencegahan dan percepatan penanganan covid-19, mereka juga memberikan panduan untuk langkah-langkah strategis bagi Gontor dalam peningkatan kesehatan santri baik dalam jangka panjang,” ungkap Ustadz Dr. M. Adib Fuadi  Nuriz, Jubir Satgas Covid-19 Gontor dalam rilisnya kepada media ini.

“Dengan saran dan masukan mereka, kita mendapatkan landasan ilmiah dalam melangkah. Koordinasi dan konsultasi ini telah berlangsung semenjak epidemi ini terjadi. Dan semakin kita intensifkan semenjak tiga bulan terakhir ini,” lanjut Ustadz Adib
 
Salah satu dari dokter tersebut adalah dr. Taniem Nawawi. Dokter yang bertugas di RSDC Wisma Atlet Kemayoran ini menyampaikan bahwa Gontor memiliki modal gaya hidup sehat.

“Pola kehidupan di Gontor dengan kesederhanaan dan taat akan protokol kesehatan seperti, memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan, makan makanan yang bergizi, berolahraga yang teratur, berjemur di pagi hari serta menghandle stres agar supaya imunitas tubuh tetap terjaga adalah modal yang sangat kuat untuk menjaga kesehatan,” ungkap dr. Taniem.

Sebagaimana diketahui, sejak awal pandemi terjadi, Gontor menetapkan dengan ketat disiplin untuk menjaga jarak, mencuci tangan, mengenakan masker, plus memperbanyak wudhu. Kegiatan diatur ulang untuk memberikan kesempatan beristirahat yang cukup. Tempat santri berisitirahat pun ditata ulang untuk memastikan pemenuhan terhadap standar jarak fisik.
 
 
Sumber: hes.unida.gontor.ac.id

Ponpes Modern Darussalam Gontor Kampus 2 di Ponorogo

Aktual

TIBYAN.ID - Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 Ponorogo mengonfirmasi kesembuhan santri terpapar Covid-19 asal Sidoarjo, Kamis (9/7) malam. Wakil Pengasuh Gontor 2, Ustadz Muhammad Hudaya, mengonfirmasi keterangan Dinas Kesehatan perihal hasil tes swab santri Gontor terpapar Covid-19.

“Kami mendapatkan busyro (kabar gembira, Red) dari Dinas Kesehatan bahwa hasil swab santri terpapar Covid-19 nomor 01 negatif,” ungkap Ustadz Hudaya dalam wawancara bersama Tribun News.

“Malam ini, kami diberi informasi oleh Dinas hasil Swab tes kedua yakni pada 3 Juli lalu, alhamdulillah, hasilnya dinyatakan negatif,” tambahnya.

Informasi Covid-19 di Gontor 2 bermula saat Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo melakukan tracing setelah wali santri asal Sidoarjo positif. Pada saat itu, santri tersebut menjalani tes swab pada 2 Juli 2020 dan hasilnya positif pada 4 Juli 2020.

Keesokan harinya, 5 Juli, Dinas Kesehatan mengarahkan santri terpapar Covid-19 itu untuk segera dipindahkan ke rumah sakit untuk menjalani isolasi. Sejak saat itu, santri tersebut diisolasi di RSUD Ponorogo sebelum akhirnya dinyatakan negatif Covid-19 pada 9 Juli 2020 malam.

Rifai, wali santri terpapar Covid-19 asal Sidoarjo, mengapresiasi langkah Gontor 2 dalam mengantisipasi dan menangani putranya yang terpapar Covid-19.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pondok Modern Darussalam Gontor karena telah membantu dan mengarahkan agar anak saya sembuh. Awalnya saya kaget ketika mendengar jika anak saya terpapar Covid-19. Mudah-mudahan, anak saya terus sehat, selamat dan tidak ada satu kendala apapun. Terima kasih banyak atas bantuannya,” pungkas Rifai. [Mohamad Deny Irawan]

 

Sumber: Gontornews

Foto : DR KH Aiz Muhajirin(TIBYAN/Yazid)

Wawancara

TIBYAN.ID - DR KH Aiz Muhajirin, putra bungsu KH Muhajirin, kini menjadi pemegang tampuk masa depan pesantren An Nida Al Islamiy yang dibangun KH Muhajirin ayahnya. Bersama Uminya yang sudah sepuh, Aiz kini menjadi orangtua ratusan santri yang mukim. Kepada tibyan.id Aiz hanya berujar singkat; “saya mendapat amanat meneruskan tanggungjawab dari orangtua dan keluarga,” begitu katanya.

tibyan.id : Sebagai pesantren yang ada di tengah kota, An Nida Al Islamiy tampaknya menjadi semakin terhimput oleh pertumbuhan kota. Baik dari sisi bangunan fisik maupun dari sisi kehidupan. Bagaimana An Nida akan bisa terus bertahan di masa yang akan datang?

Aiz Muhajirin: Tidak mudah memang mengelola dan mengurusi santri di tengah tengah kota. Selalu ada saja gemerlap kota yang terdengar dan terlihat sampai ke dalam pondok. Karena itu secara opersonal Pondok menertibkan struktur pengelolaannya. Ada lurah pondok. Dia yang sehari hari berinteraksi dan mengurusi persoalan santri pondok. Dibawah lurah ada ketua ketua asrama. Mereka saling berkordinasi mengenai keberadaan siswa satu persatu. Detail dan harus tegas.

Lalu lalang siswa, keluar masuk asrama, bagaimana bisa diawasinya?

Ya. Perizinan santri itu diberikan oleh pengurus asrama. Security mengizinkan keluar atau tidak tergantung perizinannya itu. Security kita siap siaga selama 24 jam. Namun, baik security maupun petugas asrama, semua memakai pendekatan kependidikan.

Ada istilah lama, pondok itu ibaratnya penjara suci

Saya dan pengurus terus mengevaluasi pendekatan yang kita pakai. Kita gak bisa lagi menerapkan aturan secara kaku. Kita pertinggi pendekatan kemanusiaannya. Ini seninya. Bagaimana disiplin tetap berjalan tapi pendekatannya tetap humanis. Ini tantangannya.

Pesantren di tengah kota seringkali terancam oleh godaan mall yang menjamur disekitarnya. Bioskop. Atau aneka gemerlap kota. Sulit juga mengendalikan santri yang umumnya anak anak remaja yang sedang seneng senengnya bermain.

Mall dan bioskop sudah bukan lagi tantangan apalagi ancaman. Anak anak sudah tidak lagi seneng bermain di mall. Tapi gadget, permainan games atau warnet. Ini justru yang menjadi ancaman. Kalau kurang hati hati kita bisa ditinggal anak anak. Tapi terlalu keras melarangnya anak anak juga bisa kabur. Jadi itu, bagaimana pengelola asrama menjadi petugas yang memang mereka butuhkan. Ini gak gampang memang.

Di Annida, pondokan santri dengan sekolah formalnya agak jauh. Dari Jalan Juanda ke Kampung Mede. Dalam perjalanan apa tidak terjadi distorsi?

Ini memang unik. Kalau pagi, siswa fokus ke sekolah. Dari Asrama biasanya terus segera ke sekolahnya. Karena mereka takut terlambat. Jadi perginya aman aman saja. Pulangnya ini ada juga terjadi gangguan. Ya gangguan kecil. Kadang mampir dulu, ada saja kebutuhan. Entah beli makanan untuk kebutuhan buka puasa. Ada beli kebutuhan harian di asrama. Namun tetap pihak asrama dan security memonitornya. Karena menjelang ashar mereka sudah diabsen lagi. Saat itu semua harus sudah siap sholat ashar di masjid.

Annida itu dulu dikenal sebagai pesantren salaf. Bisa jadi itu karena kiyainya yang banyak menulis hadits bahkan buku tasawuf. Sekarang apa masih di jalur itu kiyai?

Kami mengembangkan pendidikan sesuai dengan perkembangan jaman. Ada sekolah umum, yakni Tsanawiyah dan Aliyah. Itu di kampus 2 yang di Kampung Mede. Di kampus 3 insya Alloh akan difokuskan pada sekolah kejuruan. Ini adalah sekolah sekolah yang didirikan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Lalu bagaimana dengan ciri khasnya sebagai pesantren, mereka yang sekolah bisa mondok di sini, yakni di kampus I di Jl Juanda. Mereka mondok disini dengan mengikuti program pesantren khusus. Berbagai kitab agama dibahas di sini.

Perimbangannya lebih banyak yang mana antara siswa yang mondok dengan yang tidak?

Ya, jelas yang mondok lebih sedikit. Tapi mereka disini mengikuti program pondok dengan membaca kitab kitab kuning, termasuk kitab kitab yang ditulis Syeikh Muhajirin.

Kalau dominan pada sekolah sekolah umum dan kejuruan, bisa jadi lama lama Annida akan meninggalkan tradisi pesantren?

Bukan begitu. Sebuah sekolah membina sesuai dengan bakat dan minat santrinya. Tidak semua siswa bisa dekati sebagai calon kiyai yang belajar kitab kuning dan ilmu ilmu agama. Karena tidak semua punya kapasitas menjadi kiyai. Tapi tentunya ada yang mampu, punya kapasitas dan memang berminat jadi kiyai. Dan mereka inilah yang diberikan haknya, tinggal di pondok, usai melakukan kegiatan sekolah mereka mendalami kitab kitab khusus. Untuk siswa yang jenjang Tsanawiyah dan Aliyah, kitab kitab mereka fokus pada satu mazhab fiqh, yakni Syafiiyah.

Saat ini lebih dari 300 siswa yang mengikuti program pondok ini. Untuk yang lanjutan, yakni yang sudah tingkat sekolah tinggi, mereka mendalami 4 mazhab fikh. Ini kajian yang lebih mendalam. Mereka inilah yang akan menjadi ulama dan kiyai. Mengapa Annida juga lebih banyak pada sekolah umum seperti Tsanawiyah dan Aliyah dan akan dibangun kejuruan, karena kebutuhan real. Mereka butuh lanjutan untuk kuliah dibidang yang sesuai kebutuhan jaman. Atau mereka butuh segera bisa akses ke lapangan kerja.

Program khusus Marhalah Al Ulya sudat jadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ?

Betul. Inilah yang saya maksud penyesuaian dengan tuntutan zaman. Ketika kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan, maka kita perlu berkorban. Kita mengikuti ketentuan legal untuk sebuah sekolah tinggi. Namun, sebagai program takhassus kajian empat mazhab dan kitab kuningnya terus. Yakni buat mereka yang mondok dan tidak pada mahasiswa yang tidak mondok. (abubagus)

TIBYAN. ID – Satu dari sedikit orang yang pertama mendampingi Arifin Ilham mengadakan zikir jama,ie adalah H Khotib Kholil, ketua ikatan warga Mampang Indah 2. Saat itu tahun 1997 dari beberapa lokasi terbatas, mereka berzikir berpindah pindah sesuai jadwal. Selain Khotib ada juga nama Aminulloh Thoyyib Nafis ketua Masjid Amru Bittaqwa dan ada juga Ust Abdul Syukur. Bahkan ustad Abdul Syukurlah yang mensosialisasikan jadwal zikir itu ke republika dengan mengantarnya sendiri. 
 
Khotib Kholil memang telah dipersiapkan matang oleh Arifin Ilham. Sejak sebelum “kepergiannya”, Khotib telah diangkat menjadi Ketua Yayasan Azzikra. Seakan melakukan kaderisasi, Arifin Ilham terus menuangkan ide, gagasan, rencana dan bahkan mimpi mimpinya tentang Azzikra kepada Khotib. Dan Khotib pun menjadi tak banyak kesulitan dalam menjalani tugasnya sebagai ketua Yayasan. 
 
Kini sepeninggal Murobbi (panggilan buat Almarhum Arifin Ilham), Khotib merasa terguncang. Tugas ini terlalu besar, bebannya pun teramat berat. Kalau kemarin bisa berbagi, misalnya yang mikir adalah Arifin Ilham yang mengeksekusi Khotib. Kini Khotib mengaku harus kerja ekstra. 
 
Pekan silam, Amin Idris dari Tibyan.id sempat bersilaturrahmi ke Azzikra, diterima ketua Yayasan Azzikro, H Khotib Kholil yang didampingi HM Jais S.Sy,M.E Kabag Marketing Yayasan. Berikut petikan perbincangan;
 
Delapan bulan sudah kepergian KH Arifin Ilham. Suasana duka dan luka hati karena kehilangan sudah mulai terobati tampaknya?
 
H Khotib Kholil: Meski besar cinta kami kepada Murobbi, ya kami harus bisa merelakannya. Namun yang terasa sebagai amanat, sebagai wasiat, sebagai tugas adalah meneruskan peninggalan yang telah dirintisnya. Azzikra adalah warisan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Azzikra harus berkembang meski telah ditinggal pendirinya. 
 
Ukuran paling sederhana adalah jamaah. Bagaimana dengan jamaah Zikir Akbar, ritual bulanan yang biasanya dihadiri ribuan jamaah dan sampai menutup parkiran ke depan Bellanova? Apa yang kami lihat saat ini sih tak sebanyak dulu lagi?
 
Sejujurnya, Zikir Akbar memang berkurang jamaahnya. Penurunannya hamper sekitar 30 atau 40 persen. Itu hal yang wajar karena selama ini mereka datang dan berzikir bersama sang Murobbi. Dari berbagai penjuru negeri, dari kota kota yang jauh mereka mencari berkah zikir bersama Arifin Ilham. Kini ketika beliau telah tiada, maka jamaah dari luar kota memang yang paling banyak mengalami penurunan.
 
Tapi, Zikir Akbar itu tetap dilaksanakan rutin setiap bulan ?
 
Oh ya tentunya. Jadwal rutin tidak berubah, terus dilakukan tidak terputus. 
 
Adakah perbedaan pelaksanaannya setelah Murobbi tiada?
 
Zikir Akbar saat ini dipimpin duet Ustad Abdul Syukur dengan putra beliau, yakni Ustad Alfin dan Ustad Amer kakak beradik putra Arifin Ilham. Seringkali mereka bertiga yang menggelar zikir. 
 
Kharismanya tentu tidak sama dengan saat dibimbing Murobbi?
 
Ya pastinya begitu. Bagi Azzikra ini adalah tadribat untuk Alfin dan Amer. Namun dengan pendampingan Ustad Abdul Syukur, insya Alloh kharisma zikirnya masih dapat. Karena Ustad Abdul Syukur memang orang yang dikader sejak pertama. Beliau mendapingi sejak hari pertama zikir jama’ie KH Arifin Ilham.
 
Untuk penyesuaian, Azzikra pun mengubah formasi Zikir itu. Yakni setiap bulan kami mendatangkan tokoh tokoh besar. Misalnya Aa Gym, KH Didin Hafiduddin, Ustad Adhi Hidayat, KH Abdul Shomad dan berbagai tokoh besar lainnya. Mereka kami undang, tentunya bersama pencinta beliau yang akan ikut hadir. Jadi, kalau selama ini Zikir Akbar itu mengandalkan kharisma Murobbi, kini kita membawa kharisma ulama, kiyai atau tokoh yang kami undang sambil membangun dan melatih kharisma kader yang sedang dipersiapkan.
 
Di sisi lain, perubahan tampak juga di segmentasi jamaah. Kalau sebelumnya, bersama Murobbi jamaahnya serentak, seusia, dengan seragam putih putih semerbak, kebanyakan adalah orang tua, kini kebanyakan generasi millennial, anak anak muda, dengan penampilan yang sedikit berbeda dengan generasi awal jamaah Zikir Akbar. Itualh sebuah proses perubahan yang sedang terjadi.
 
Selain Zikir Akbar peninggalan Murobbi yang masih dilestarikan ?
 
Kultur yang dibangun di Sentul ini adalah peradaban. Lihat saja, tradisi itu masih terus pertahankan bahkan dikembangkan. Misalnya Kampung Sunnah, tradisi memanah, berkuda, cara berpakaian dan sebagainya.  Itu Alhamdulillah masih tetap lestari. Bahkan sedikit banyak terus ditingkatkan. Misalnya, ada mobil yang terus berkeliling di kawasan Kampung Sunnah untuk antar jemput penghuninya yang akan bolak balik ke masjid. Ada berbagai tradisi lain yang unik bila dipilah satu persatu. Misalnya, tradisi buka puasa sunnah bersama setiap Senin Kamis di masjid. Ada juga Halaqoh Subuh yang diadakan setiap pagi. Ada sarapan pagi setiap Rabu. Kalau hari Jumat ada istilahnya jumat berkah, yakni ada makan siang gratis. Dan setiap Malam menjelang Zikir Akbar, semua kamar penginapan masih tetap full book. Bahkan lihatlah, beberapa masih ada yang terus membangun penambahan kamar sewaan mereka. Itu pertanda optimis, Azzikra masih akan terus berkembang.
 
Lalu apa yang paling urgen bagi pengurus dalam mengemban amanah ini?
 
Ini amanah yang tidak ringan. Tanggungjawab ini baru bisa ringan jika dipikul bersama. Karena itu, prioritas bagi strategi pengembangan adalah merajut kembali networking yang selama ini telah dibangun. Baik di dalam negeri maupun di luar. Kata Murabbi, mari kita rajut terus benang tasbih yang sudah terbentuk. Networking yang harus diperkuat.
 
Saya melihat dinding depan masjid sudah diperindah, di sudut sudut tertentu ada beberapa perubahan dan perbaikan. Terasa ada progress positif?
 
Tahapan shock karena ditinggal sudah harus kami lewati. Kemudian bersama keluarga, kami juga telah menyelesaikan fase posisioning. Alhamdulillah, itu berjalan dengan sangat baik. Kini kami sedang merampungkan system yang sesuai dengan ide ide besar Murobbi. Karena itu, beberapa bagian yang kecil kecil, seperti keindahan masjid, transportasi internal, jalan jalan terus mengalami perbaikan kecil kecilan.
 
Adakah perubahan yang ekstrem ?
 
Tidak perlu lah. Kita sudah terbekali dengan visi dan misi yang jelas. Perubahan yang dilakukan agar visi dan misi itu bisa terwujud lebih sempurna dan daya jangkau lebih optimal agar dakwah bisa lebih syiar lagi. Di bidang media, kami sudah punya tv kerjasama dengan tv Al Bahjah. Bahkan kami juga sedang membangun mini studio yang menampilkan semua kenangan tentang Murobbi, termasuk catatan dan rekaman beliau. Kelak ini akan menjadi media centre tempat memancarkan dakwah secara lebih luas lagi. Intinya, kami sedang menuju ke sebuah cita cita menjadikan Azzikra sebagai destinasi wisata religi yang tidak layak untuk dilewatkan. (aminidris)
 
 

Ade Ardiansyah (kanan) bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi(kiri)

Wawancara

TIBYAN.ID - Ade Ardiansyah, notaris yang dikenal public sebagai pihak yang memberi perhatian serius pada koperasi, khususnya di Kota Bekasi. Menurutnya di era sekarang, saatnya kita membangun perekonomian berbasis koperasi. Dan yang paling kongkret, membangun koperasi berbasis masjid. Kepada Gubernur Jawa Barat dan kepada Jusuf Kalla saat masih menjabat Wakil Presiden, Ade banyak mendiskusikan upaya membangun perekonomian umat berbasis koperasi masjid.

Berikut perbincangan Tibyan.id kepada Ade Ardiansyah sebagai ketua Pembangunan Masjid Nurul Islam Islamic Centre Bekasi dan juga ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) Kota Bekasi.

SatuUmat : Anda dikenal sebagai notaris yang specialized pada persoalan koperasi?

Ade Ardiansyah : Notaris itu tidak spesialis. Kalau kemudian orang menganggap saya ekspert dalam hal legalitas koperasi dan sejenisnya bisa jadi karena memang saya memberi perhatian khusus pada masalah koperasi.

Apa yang paling menarik dari koperasi?

Koperasi itu karakter eknonomi bangsa kita. Bung Hatta telah menanamkan ini dan bahkan mencantumkan legalitas di dalam UUD45. Seharusnya, koperasi lah yang menjadi panglima pembangunan perekonomian bangsa Indonesia. Koperasi seharusnya menjadi lembaga ekonomi yang membanggakan. Selain punya landasan hukum yang kuat, koperasi sangat cocok dengan kehendak dan upaya mensejahterakan masyarakat.

Apa yang paling membanggakan itu? Bukankah selama ini koperasi masih ditempatkan sebagai lembaga perekononian kelas rendahan. Sulit untuk membawa kemajuan yang bisa menggerakkan capital besar.

Koperasi lembaga ekonomi yang bisa mensejahterakan orang banyak. Kapitalisasi koperasi ada di tangan anggotanya. Kalau koperasi maju berarti yang kaya dan sejahtera adalah anggotanya. Ini beda dengan badan hukum lain, misalnya Perseroan Terbatas (PT), itu adalah lembaga dengan kepemilikan personal. Sehingga kalau PT itu tumbuh besar maka yang kaya ya pemilik modalnya saja. Itulah saya katakan koperasi adalah model pererkonomian yang membanggakan.

Kalau saya mau sebutkan sudah begitu banyak model bisnis sejenis koperasi yang maju dan besar di berbagai dunia. Tapi di Indonesia, koperasi memang masih diletakkan di level rendah, masih dianggap hanya bisnis kecil kecilan.

Dimana sih kendalanya sampai saat ini Koperasi masih menjadi lembaga bisnis yang ada di lini belakang?

Image masa silam masih terbawa bawa. Namun saya yakin, dalam kurun beberapa tahun kedepan koperasi akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita yang paling realistis. Lihat saja, semangat pemerintah untuk memajukan ini tidak setengah - setengah. Berbagai regulasi terus dibangun untuk menjadikan koperasi digjaya. Permodalan juga diberi berbagai saluran yang memihak pada koperasi. Di Kota Bekasi saja, dana bantuan modal dari BPR Patriot hanya dibebani margin 4 persen. Ini artinya, kalau mau maju saat inilah eranya koperasi.

Terus kalau masih dianggap sebagai pemain lini belakang, silahkan saja orang menganggap itu. Karena mungkin saja para kapitalis tidak akan suka dengan gerakan ini. Biarin. Itu hak mereka. Tapi orang orang koperasi jangan terpengaruh dengan image itu. Memajukan koperasi hanya ada ditangan para pelaku koperasi.

Kendala permodalan tampaknya masih belum ada solusi nyata. Gembar gembor permodalan berbunga rendah yang digelontorkan pemerintah seringkali tersalurkan secara tidak proporsional. Istilahnya hanya proyek pencitraan saja. Bagaimana menurut Anda?

Ada arus teknologi yang sedang terjadi dalam mendorong persoalan permodalan ini. Kalau dari sumber dana bantuan pemerintah itu sulit diakses, tidak masalah. Banyak jalur lain yang tersedia. Misalnya, saat ini banyak sekali perusahaan start-up yang tampil untuk menjadi “pahlawan” permodalan untuk koperasi. Sebuah koperasi bisa listing proposal programnya di perusahaan digital seperti ini dan menyerap dana dari para investor. Dengan modal proposal yang rasional dan akuntabel sebuah projek koperasi bisa dicariin permodalan di sini. Inilah yang disebut sebagai pasar dana koperasi. So, tidak masalah. Saya yakin, pasar dana untuk koperasi termasuk yang berbasis syariah akan semakin banyak muncul. Ini kan peluang bagus sekali buat koperasi.

Bagiamana dengan pengetahuan masyarakat soal ini?

Ini memang yang perlu disosislisasikan. Tidak semua orang harus pinter tentang koperasi. Tidak semua orang harus paham regulasi koperasi. Setidaknya kalau kita ingin membangun koperasi syariah yang berbasis masjid, setidak pengurus pengurus masjidnya yang perlu ditatar dan dikenalkan lebih dalam tentang regulasi koperasi, tentang peluang bisnis melalui koperasi, tentang menghidupkan ekonomi masjid, tentang pentingnya memakmurkanmasjid dan mensejahterakan jamaah. Ketika ini telah menjadi gerakan maka tidak ada lagi kekuatan yang bisa menghalanginya. (abubagus)

TIBYAN.ID - Akhir pekan dalam suasana jenuh terkurung di rumah, saya sempatkan menghibur diri ngeluyur menelusuri Kota Bekasi. Pas Azan zuhur berkumandang, posisi saya di Jalan Chairil Anwar. Pilihan ada di sebuah masjid, di kawasan gedung DPRD Kota Bekasi.

Baru sadar, rupanya masjid ini baru saja direnovasi. Tepatnya dibangun baru. Dari hiasan interior saya dapatkan nama masjid ini, Masjid Al Khairot.

Yang menarik saya mampir di sini sebetulnya satu hal, halaman parkirnya luas dan aman. Karena di gate masuk ada security yang standby. Dan saat keluar, mereka memandu mengamankan.

Ya namanya juga masjid baru, tempat wudhunya baru. Keran kerannya juga baru. Lantainya baru. Dan ornamen dinding kaca dari tempat wudhu menuju lantai 2 tempat sholat lumayan indah. Setidaknya pencahayaannya maksimal.

Dari sayap kanan, justeru lebih enak masuk ke masjid ini. Karena kalau dari sayap kiri tangganya memang agak curam.

Saya sholat zuhur di situ. Suasana memang hari libur, jadi agak sepi. Tapi kebetulan ada ketua DKM nya saat itu, Ustad Rofiuddin. Menurutnya masjid ini memang masih baru, bahkan belum proses serah terima dari developernya.

Usai sholat saya sempat kongkow dengan ketua DKM. Rupanya, maskipun di dalam kawasan kantor masjid ini tetap buka untuk sholat berjamaah tiap waktu. Jamaahnya adalah jamaah transit, yakni orang orang lewat seperti saya.

Tapi banyak juga jamaah dari lingkungan penduduk di sekitar gedung dewan sebagai jamaah tetap. “Ada, nih di belakang sini perkampungan, sholatnya ke sini. Dari Rawa Semut juga sholat ke sini,” kata Rofiuddin menjelaskan.

Menurut Rofi, layaknya sebuah masjid. Setiap sholat rowatib, ada jamaah di masjid ini. Dan setiap pekan diadakan sholat jumat, untuk yang tahunan ada sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha.

Di masa Pandemi ini memang ada sampai tujuh pekan masjid ini tidak mengadakan Jumatan. Tapi Iedul Fitri alhamdulillah bisa terlaksana, dan mulai jumat kemarin sudah bisa bikin jumatan lagi. “Biasanya, untuk dua sholat ied, kami laksanakan di halaman,” kata Rofiudin lagi.

Meski adanya di dalam lingkungan DPRD Kota Bekasi, DKM sengaja melibatkan masyarakat kampung sekitar untuk memfungsikan masjid ini sehari hari. Misalnya dalam perayaan hari besar Islam, seperti peringatan maulid, isro mikroj, atau tarawih dan sebagainya, orang kampung sekitar banyak terlibat.

Contoh lain, khotib sholat jumat yang kami jadwalkan adalah ustad ustad dari luar, yakni dari lingkungan kampung. Kalau berhalangan baru kami cari badalnya dari kalangan anggota dewan yang sudah terbiasa khutbah.

“Ada kebanggaan mereka bisa khutbah di masjid DPRD,” kata Rofi menjelaskan.

Kalau sholatnya menggunakan bangunan lantai dua, di lantai satunya akan dijadikan perpustakaan. Tujuannya, memberi keseimbangan antara aspek spiritual dan aspek pengetahuan. Cuma perpustakaannya belum dipungsikan. Karena memang masjidnya pun belum tuntas 100 persen alias belum diserahkan oleh developer.

Usai ngobrol ngobrol saya selonjoran. Dilantainya yang juga masih baru dan bersih, saya sempet tidur tidur ayam, ngelenggut, atawa ngelayap beberapa saat. Sayang, DKM belum kepikir punya coffee corner gratis. Nanti-nanti kali … (amin idris)

Foto : Ilustrasi/aos4ventos.com.br

Rihlah

TIBYAN.ID - Claudio Muhammad Baker, Juru Bicara Muslim Association of Santos (MAS), wisatawan Muslim yang datang biasanya memberikan pandangan dan masukan agar MAS bisa menjalankan kegiatannya dengan lebih baik. MAS juga seringkali menyarankan tempat wisata yang perlu dikunjungi.

Baker mengatakan MAS biasanya merekomendasikan Santos, Sao Paulo, Goianida, Curitiba, Brasilia, dan Florianopolis untuk dikunjungi wisatawan Muslim. ''Tempat itu memiliki komunitas Muslim yang besar dan warganya memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Islam,'' katanya.

Menurut Baker masyarakat di tempat-tempat itu juga menghormati tradisi dan kultur Muslim. Di samping tempat itu memang memiliki pemandangan, pantai, dan kehidupan yang indah. Dengan demikian wisatawan Muslim bisa menikmati wisatanya dengan baik.

Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pada 2001, ada 27.239 Muslim di Brasil. Meski Islamic Brasilian Federation (IBF) menyatakan ada sekitar 1.5 juta Muslim di sana. Sebagian besar Muslim di Brasil berasal dari Suriah, Palestina, dan Lebanon.

Mereka sampai di Brasil pada abad ke-19 selama Perang Dunai I dan pada 1970-an. Sejumlah warga Irak juga ada di Brasil, mereka tiba di sana sejak dimulainya invasi yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap Irak pada 2003.

Sebagian besar Muslim hidup di negara bagian Parana, Goias, Rio de Janeiro, dan Sao Paulo. Meski demikian ada juga komunitas Muslim dalam jumlah yang cukup banyak di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. Di Sao Paulo, terdapat sekitar 10 masjid.

Salah satu masjid yang terbesar dan termegah adalah Mosque Brasil yang berada di pusat kota. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Amerika Latin. Proses pembangunan masjid tersebut dimulai pada 1929. Dan kini, masjid tersebut menjadi salah satu komoditas wisata negeri yang kental nuansa Katholiknya ini. Brasil memang piawai mengelola pariwisata.

 

(Sumber : Republika)

Foto : pinbisnisnet.weebly.com

Rihlah

TIBYAN.ID - Jumlah visa umrah yang telah dikeluarkan Arab Saudi pada musim umrah tahun ini (sejak September 2018) mencapai 2.785.790 visa. Menurut data Kementerian Haji dan Umrah Saudi, sebanyak 2.346.429 jamaah umrah telah tiba di Kerajaan Saudi.  

Dari data tersebut dilaporkan, masih ada 345.114 jamaah yang berada di wilayah Kerajaan Saudi. Dilansir dari Arab News, Ahad (13/1), angka itu termasuk sebanyak 233.910 jamaah di Makkah dan 111.204 di Madinah. 

Sebagian besar jamaah, yakni sebanyak 2.122.424, datang ke Kerajaan melalui jalur transportasi udara. Sementara sebanyak 213.121 jamaah masuk ke negara itu melalui jalur darat dan 10.884 jamaah tiba melalui jalur laut. 

Jumlah jamaah terbesar berasal dari Pakistan, yakni sebanyak 637.745. Angka jamaah terbesar kemudian diikuti oleh Indonesia (420.410).

Pemerintah Saudi memang memiliki rencana reformasi Visi 2030. Saudi memiliki tujuan untuk menarik lebih dari 30 juta jamaah umrah. Di samping itu, Saudi juga bertekad menyediakan layanan yang sangat baik dan pengalaman yang luar biasa saat berziarah bagi para jamaah.  

Tahun lalu, kementerian tersebut meluncurkan indikator pekanan di mana pihak berwenang dapat melacak jumlah jamaah yang datang ke Kerajaan. Sehingga nantinya, memperkaya pengalaman mereka dengan menyediakan layanan berkualitas tinggi. 

Berikut ini delapan negara penyumbang jamaah umrah terbesar lima bulan terakhir: 

    No        Negara                                          Jumlah 

  1. Pakistan                                            637.745 jamaah 
  2. Indonesia                                          420.410 jamaah 
  3. India                                                 292.607 jamaah  
  4. Malaysia                                            135.895 jamaah  
  5. Yaman                                               128.618 jamaah 
  6. Mesir                                                   73.179 jamaah  
  7. Turki                                                    65.970 jamaah  
  8. Uni Emirat Arab                                    59.855 jamaah  
  9. Bangladesh                                          57.701 jamaah  

 

(Sumber : Ihram.Republika)

Follow Us

Advertisement

Top Stories

Grid List

TIBYAN.ID - Ketua Yayasan Islamic Center KH Noer Alie Bekasi, H Paray Said, berbagi ilmu tentang bagaimana cara belajar sabar dalam Sholat. Baginya, sabar dalam sholat tidak mudah sehingga perlu mempelajarinya secara bertahap.

“Saat guru-guru saya mengajarkan tentang kesabaran, beliau mengajari saya agar memulai belajar sabar saat sholat,” kata H Paray dalam akun Youtube Islamic Center KH Noer Alie Bekasi.

Dalam tausiyahnya, H Paray mengungkap kebiasaan masyarakat untuk terburu-buru dalam sholat. Menurut Paray, terburu-buru dalam shalat merupakan bukti bahwa kurangnya kesabaran dalam diri seseorang.

“Di awal-awal, saat belum diajarkan untuk sabar dalam sholat, saya selalu terburu-buru dalam sholat. Semua bacaan dalam sholat saya baca wasol (tersambung), tidak tuma’ninah dan tidak tartil,”

“Alhamdulillah, saat saya mulai belajar sabar dalam shalat, bacan shalat saya mulai rapi.
Saya pernah diajarkan guru-guru saya yang khususnya yang berkaitan dengan sabar. Belajar sabar dianjurkan dari sholat,”

Lebih lanjut, Paray mengatakan jika sabar memiliki nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, kedisiplinan dan amanah. Tidak hanya itu, sikap sabar juga mengajarkan manusia untuk takut kepada Allah swt seraya tidak melanggar hal-hal yang dilarang oleh-Nya.

“Terkadang dalam kehidupan kita, orang sabar dianggap orang yang kalah. Orang sabar selalu dianggap orang bodoh. Karenanya, tidak jarang orang jujur dianggap orang bodoh dan orang yang kalah,”

“Padahal, nilai-nilai kejujuran patut kita kedepankan dalam segala hal,” pungkas pria yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Baznas Kota Bekasi tersebut.

TIBYAN.ID - Ibadah haji tahun 1441H/2020 dilaksanakan di tengah pandemi Coronavirus atau COVID-19. Karena itu pula, Kerajaan memutuskan penyelenggaraan dengan jumlah jemaah yang sangat terbatas, tidak lebih dari 10.000 orang dan hanya untuk jemaah domestik.

Tentunya kondisi kesehatan yang baik menjadi syarat utama bisa berhaji tahun ini. Hanya mereka yang berusia antara 20 dan 50 tahun dan yang tidak menderita penyakit kronis apa pun yang boleh mendaftar haji tahun ini.

Nantinya, jemaah yang sudah terdaftar dan diizinkan menunaikan ibadah haji oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, akan diberikan kartu pintar yang memuat semua perincian berkenaan dengan operasi dan manajemen perjalanan haji, dan akan dikeluarkan untuk setiap jemaah.

Kemudian, jemaah haji akan diberikan sebuah tas berisi sajadah, pembersih, masker, dan alat pencegahan lain yang diperlukan. Mereka juga akan diberikan paket-paket Zamzam di setiap titik ziarah.

Sumber yang dilansir SaudiGazette, Senin, 13 Juli 2020, mengungkap detil tentang regulasi ibadah haji di tengah pandemi COVID-19. Antara lain, disiapkan jalur khusus yang telah disterilkan untuk para jemaah haji di area Mataf (jalur Tawaf di di sekitar Kabah) dan Mas'a (area untuk ibadah Sai antara Safa dan Marwah). Masing-masing jemaah yang Tawaf dan Sai akan diberi jarak dua meter.

Akomodasi akan dibuat terpisah untuk setiap jemaah dan mendapat ruangan tidak kurang dari sembilan meter di Mina, Muzdalifah dan Arafah. Gedung Mina Tower telah ditunjuk untuk akomodasi para jemaah haji di masa pandemi ini.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan proses penyortiran aplikasi yang diajukan secara elektronik oleh jamaah haji domestik berasal dari 160 negara untuk ibadah haji tahun ini telah selesai.

Proses seleksi dilakukan sesuai dengan standar kesehatan dan organisasi yang akurat dengan mekanisme yang sangat mudah untuk memastikan keselamatan para tamu Allah.

Kementerian sebelumnya telah menetapkan periode lima hari untuk pendaftaran ekspatriat yang ingin melakukan haji tahun ini melalui situs resminya dengan batas waktu pendaftaran ditetapkan untuk Jumat, 10 Juli 2020.

Arab Saudi telah memutuskan jumlah jemaah haji terbatas tahun ini tidak lebih dari 10.000 orang. Dari total 10.000 peziarah, 70 persen adalah warga negara asing alias non-Saudi yang tinggal di wilayah Kerajaan, sementara 30 persen sisanya adalah warga negara Saudi. (ase)

 

Sumber: Viva

dr Handoko melawan corona di usia 80 tahun. (Foto: Tangkapan layar Facebook)

Health

TIBYAN.ID - Viral cerita dokter bernama Handoko Gunawan yang turut menangani wabah virus corona COVID-19 di Jakarta. Di usia yang disebut hampir menyentuh 80 tahun, ia masih aktif bekerja hingga pagi membantu para pasien.

Satu cerita tentang dr Handoko di Facebook yang diunggah pada Selasa (17/3/2020) lalu mendapat banyak perhatian netizen dan sudah dibagikan ulang lebih dari 6.000 kali.

"Boleh tolong bantu juga doakan salah satu dokter yg handle covid dokter Gunawan ahli paru di Graha Kedoya usia sdh mendekati 80. Saat ini beliau terus kerja sampai jam 3 pagi. Anak anaknya udah saranin jgn ikut terjun krn sudah tua tp katanya kalau dia mati jg gpp," tulis sang pengunggah.

Beredar juga foto yang diduga dr Handoko tampak sedang memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

Sebagian besar netizen memberikan apreasiasinya dan menuliskan kalimat doa untuk keselamatan dr Handoko. Diketahui virus corona bisa berdampak lebih fatal bagi orang-orang di usia lanjut, tak terkecuali mereka yang berprofesi sebagai dokter.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR, FISR, membenarkan cerita tentang dr Handoko. Ia berpraktik di Rumah Sakit (RS) Grha Kedoya dan RS Pantai Indah Kapuk.

"Iya dokter paru. Anggota PDPI Jakarta," kata dr Agus pada detikcom, Rabu (18/3/2020).

"Setiap dokter paru di RS, walaupun bukan RS rujukan, menjadi garda terdepan untuk menerima pasien suspek di RS-nya. Sebelum pasien dirujuk ke RS rujukan," pungkas dr Agus.

 

Sumber: Detik.com

*Ilustrasi

Wawasan

Oleh : Amin Idris

TIBYAN.ID - Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) membuat marah umat Islam. Dan juga tokoh nasionalis dan cendikiawan yang setia pada Pancasila ikut meradang dan menganggap RUU ini berpotensi merendahkan status Pancasila serta memberi peluang Komunisme untuk hidup lagi di tanah air.

Dua organisasi besar umat muslim di Indonesia, yakni Muhammadiyah dan NU bahkan MUI senada meminta DPR RI untuk menghentikan pembicaraan dan pembahasan RUU ini. Melalui pernyataan sikap PBNU yang ditandatangani Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA. (Ketua Umum) dan DR. Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini (Sekretaris Jenderal) dikatakan tidak ada urgensinya undang undang HIP ini.

Pancasila dalam pandangan PBNU sudah menjadi kesepakatan final. Ia tidak membutuhkan penafsiran lebih luas atau lebih sempit. Penjabaran yang sudah dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 beserta situasi batin yang menyertai rumusan finalnya pada 18 Agustus 1945 sudah cukup jelas, kuat dan mengikat.

Karena itu, diajukannya RUU HIP sama artinya mengungkit kembali konsensus. Ini dapat membangun kembali konflik ideologi yang bisa mengarah kepada krisis politik. Anyaman kebangsaan yang sudah dengan susah payah dirajut oleh founding fathers bisa koyak kembali dengan rumusan-rumusan pasal RUU HIP yang polemis.

Karena itu PB NU mengingatkan agar proses legislasi RUU HIP dihentikan saja dan seluruh komponen bangsa memusatkan energinya untuk berusaha keras bisa keluar dari pandemi dan berjuang memulihkan perekonomian nasional.

Sebelum pernyataan PBNU, Persyarikatan Muhammadiyah justeru lebih awal memberi tanggapan. Dengan sangat tegas, PP Muhammadiyah meminta agar pembahasan legislasi dihentikan. Tidak hanya itu, PP Muhammadiyah pun membentuk tim ahli yang kemudian memberi kontribusi pemikiran ke Panja DPR.

Dalam pernyataan PP Muhammadiyah yang ditandatangani Prof Dr Chaidar Nasir dan sekretarisnya mengingatkan para penguasa agar tidak menafsirkan pancasila secara monolitik berdasarkan kepentingan kekuasaannya saja.

Sementara MUI dalam suratnya yang beredar, menyatakan umat Islam wajib menolak RUU HIP. Sudah dikaji, dianalisa dan diteliti secara intensif oleh MUI. "menyetujui RUU HIP menjadi undang undang sama artinya dengan persetujuan terhadap pengkhianatan bangsa," kata Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2020.

Tiga kompunen umat Islam, NU, Muhammadiyah dan MUI sudah berbicara. Maka hampir di semua daerah pernyataan sejenis menggema; tolak legislasi RUU HIP. Karena membahasanya sama dengan menyulut konflik. Bola pun ada di Senayan.

Dengan penolakkan yang massif di kalangan akar rumput, banyak pihak bertanya, ini usulan siapa. Megawati, ketua BPIP menyatakan partainya difitnah, disangkanya PDIP yang punya gawa usulan ini.

Mahfud MD Menkopolhukam dan Fadli Zon politikus Gerindra di DPR saling menyalahkan di akun twiter masing masing. Menurut Mahfud, RUU ini pengutan terhadap Pancasila.

Kultwit ini direspons Fadli Zon dengan menyindir Mahfud. Saat kondisi negara seperti ini masih sempat bicara RUU HIP. Sindiran itu ditullis dan dikutip sejumlah media online yang kemudian di-posting Fadli di akun Twitter-nya. 

Mahfud pun tak tinggal diam. Ia menyampaikan, sebagai Anggota DPR mestinya Fadli paham. Sebab, yang mengusulkan RUU HIP itu adalah DPR termasuk Gerindra, bukan pemerintah.

"Kalau Anda keberatan hari gini msh bcr haluan ideologi, seharusnya Anda yang ada di DPR menolak RUU itu disahkan utk dijadikan usul inisiatif DPR. Selamat idul fitri ya," tulis Mahfud di akun Twitternya, @mohmahfudmd yang dikutip pada Senin, 1 Juni 2020.

"Bukan soal usulan dr mana, pasti bukan dr sy atau Gerindra. Itu proses politik lembaga. Tp usulan dr manapun kalau tak ada surat Presiden tak akan jalan. Dua belah pihak. Perdebatannya soal knp TAP MPRS XXV/66 tak dijadikan konsideran. Itu yg buat sebagian masy resah,” demikian kata Fadli.

Tapi, perdebatan Mahfud dan Fadli ini banyak menuai cibiran. Karena sesungguhnya, lahirnya RUU ini sudah melewati rapat rapat panjang di DPR. RUU HIP masuk dalam 50 RUU Program Legislasi Nasional atau Prolegnas yang jadi prioritas di tahun 2020. RUU tersebut usulan Badan Legislasi (Baleg) DPR yang sudah dibahas dalam panitia kerja atau panja. 

Prosesnya RUU ini selesai dibahas di tingkat Panja Baleg. Status RUU ini menjadi inisiatif DPR. Mencuatnya RUU HIP ini sempat diprotes sejumlah fraksi di DPR seperti PKS dan PAN. Artinya, selain PKS dan PAN yang sempat protes, semua fraksi di DPR sudah memuluskannya dalam proses pembahasan. Masih percaya DPR ?

Alhasil, RUU ini lahir dari kecemburuan dan ketakukan banyak elit di negeri ini terhadap Islam. Sebaliknya kedunguan mereka justeru dimanfaatkan untuk memberi celah lahirnya ideologi komunis.

Padahal bangsa Indonesia sudah memiliki komitmen kuat bahwa Indonesia bukan negara Islam. Dan pancasila juga bukan ideologi yang menggantikan posisi Islam.

Padahal, kalau syariat Islam diterapkan, bukan hanya kesatuan dan persatuan Indonesia yang kuat, tetapi kemanusiaan yang adil dan beradab, keadilan sosial bagi seluruh rakyat, serta hikmah dan kebijaksanaan dalam permusyaratan atau perwakilan juga diterapkan.

Advertisement

Upcoming Events