23
Fri, Aug

Top Stories

Grid List

Pembacaan Rekomendasi Hasil Ijtima Ulama IV. Foto: Ferry Fadlurrahman/kumparan

Hot Issue

 Musyawarah yang dilakukan di dalam acara Ijtimak Ulama IV menghasilkan delapan keputusan. Beberapa poin yang dihasilkan antara lain, penolakan terhadap kekuasaan yang berdiri atas kecurangan dan pemulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi.

Poin putusan itu dibacakan langsung penanggung jawab acara Ijtimak Ulama dan Tokoh IV, Yusuf Martak di Hotel Lorin, Sentul, Jawa Barat, Senin (5/8).

“Menolak kekuasaan yang berdiri atas dasar kecurangan dan kezaliman, serta mengambil jarak dengan kekuasaan tersebut,” kata Yusuf Martak saat membacakan poin putusan pertama, Senin.

Khusus keinginan pemulangan Habib Rizieq, muncul di dalam putusan Ijtimak Ulama dan Tokoh IV pada poin ketiga di nomor enam.

Dalam putusannya, Ijtimak Ulama dan Tokoh IV mengajak seluruh ulama dan umat untuk terus memperjuangkan pemulangan Habib Rizieq.

“Menghentikan agenda pembubaran ormas Islam serta setop kriminalisasi ulama maupun persekusi serta membebaskan semua ulama dan aktivis 212 beserta simpatisan yang ditahan dan dipenjara pascaaksi 212 tahun 2016 hingga kini, dari segala tuntutan. Kemudian memulangkan Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq bin Husain Shihab ke Indonesia tanpa syarat apa pun,” ungkap Yusuf Martak.

Berikut poin lengkap putusan Ijtimak Ulama dan Tokoh IV yang dihelat di Hotel Lorin, Sentul, Jawa Barat, Senin ini.

1. Menolak kekuasaan yang berdiri atas dasar kecurangan dan kezaliman serta mengambil jarak dengan kekuasaan tersebut.

2. Menolak segala putusan hukum yang tidak memenuhi prinsip keadilan.

3. Mengajak seluruh ulama dan umat untuk terus berjuang dan memperjuangkan:

3.1. Penegakan hukum terhadap penodaan agama apa pun oleh siapa pun sesuai amanat Undang-undang Anti Penodaan Agama dan tertuang dalam Tap MPRS nomor 1 tahun 1966 juncto UU Nomor 5 Tahun 1999 juncto Pasal 156a. 

3.2. Mencegah bangkitnya ideologi Marxisme, Leninisme, Komunisme, dan Maoisme, dalam bentuk apa pun dan cara apa pun sesuai amanat TAP MPRS Nomor 28 Tahun 1996 UU Nomor 27 Tahun 1999 juncto KUHP Pasal 1,107a, 107b, 107c, 107d, dan 107e. 

3.3. menolak segala bentuk perwujudan tatanan ekonomi kapitalisne dan liberalisme di segala bidang termasuk penjualan aset negara kepada asing maupun aseng. Memberikan kesempatan pada semua pribumi tanpa memandang suku maupun agama untuk menjadi tuan di negeri sendiri. 

3.4. Pembentukan tim investigasi dan advokasi untuk mengusut tuntas tragedi 2019 yang terkait kematian lebih dari 500 petugas pemilu tanpa autopsi dan lebih dari 11 ribu petugas pemilu yang jatuh sakit serta ratusan rakyat yang terluka, ditangkap, dan disiksa. Bahkan, sepuluh orang dibunuh secara keji dan empat di antaranya adalah anak-anak. 

3.5. Menghentikan agenda pembubaran ormas Islam serta setop kriminalisasi ulama maupun persekusi serta membebaskan semua ulama dan aktivis 212 beserta simpatisan yang ditahan dan dipenjara pascaaksi 212 tahun 2016 hingga kini, dari segala tuntutan. Kemudian memulangkan Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq bin Husain Shihab ke Indonesia tanpa syarat apa pun. 

3.6. Mewujudkan NKRI Syariat yang berdasarkan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh UU 1945 dengan prinsip ayat suci di atas-ayat konstitusi agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

4. Perlunya Ijtimak Ulama dilembagakan sebagai wadah musyawarah antara habib dan ulama serta tokoh istikamah untuk terus menjaga kemaslahatan agama bangsa dan negara. 

5. Perlunya dibangun kerja sama dari pusat hingga daerah antarormas Islam dan parpol yang selama ini istikamah berjuang bersama habib dan ulama serta umat Islam dalam membela agama bangsa dan negara. 

6. Menyerukan kepada umat Islam untuk mengkonversi simpanan dalam bentuk logam mulia. 

7. Membangun sistem kaderisasi yang sistematis dan terencana sebagai upaya melahirkan generasi Islam yang tangguh dan berkualitas. 

8. Memberikan perhatian secara khusus terhadap isu dan masalah substansial tentang perempuan anak dan keluarga melalui berbagai kebijakan dan regulasi yang tidak bertentangan dengan agama dan budaya. Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir. [jn]

 

Sumber : Eramuslim

TIBYAN.ID, Jakarta - Emak emak belum bisa menerima rekonsiliasi karena kedaulatan mereka dicurangi.  Belum saatnya rekonsiliasi dirajut. Kesan itu yang terasa saat berlangsung Muhasabah dan Munajat Emak Emak di lantai 8, gedung Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia ( DDII) Jl. Kramat Raya, 45, Jakarta, Sabtu (20/7) lalu.

Ratusan Emak emak yang menghadiri acara itu tak terlalu berselera saat Prof. Amin Rais, politisi gaek itu menceritakan tentang seputar rekonsiliasi yang dibangun berbagai pihak, terutama pasca pertemuan di MRT Lebak Bulus Jakarta antara  Prabowo Subianto dengan Jokowi.

Acara yang dipandu  mantan wartawan SCTV Dian Islamiati menghadirkan sejumlah nara sumber selain Amin Rais, juga hadir Taufiq Ismail, Indradjit penulis buku yang sangat produktif.

Menurut  Amir Rais, beberapa saat setelah terjadi pertemuan di MRT yang kontroversial itu  Prabowo kata Amin sempat mengirim surat kepadanya meminta masukan terhadap rekonsiliasi yang sedang berlangsung.

“Setelah saya baca surat itu dan saya paham maksudnya, sayapun memberikan masukan. Agar rekonsiliasasi  tidak sekedar menyerahkan legitimasi terhadap hasil Pilpres, tapi  rekonsiliasi harus memberikan arahan yang jelas bagi pembangunan Indonesia ke depan.”

Namun Amin tak mengemukakan secara rinci  masukan yang diberikan kepada Prabowo. 

Ketika  Amin memaparkan cerita tentang rekonsiliasi terlihat reaksi emak emak  dingin dingin saja. Bahkan  Emak emak  masih menolak rekonsiliasi yang kontroversial itu. Berbeda saat materi tentang  proyek OBOR yang disampaikan Indradjit. Mereka sangat antusias.***

TIBYAN.ID, Jakarta - DPP Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) menolak untuk menerima keterlibatan dua unicorn di Indonesia, Traveloka dan Tokopedia dalam bagian apapun pada bisnis penyelenggaraan ibadah umroh.

Dengan terlaksanannya “Indonesia-Arab Saudi Teken MoU Ekonomi Digital” pada 5 Juli 2019 tentang Memorandum of Understanding (MOU) antara Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) R.I. Rudiantara, dengan Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, Abdullah Alshawa.

“Maka dengan ini SAPUHI sepakat menolak menolak untuk menerima 2 Unicorn sebagai bagian dalam penyelenggaraan Ibadah Umroh dan Haji di Indonesia,” kata Drs. H. Syam Resfiadi, Ketua Umum SAPUHI, di Jakarta, Rabu (17/7).

Adapun beberapa alasan penolakan sebagai berikut:

– Peluang Kapitalisasi Bisnis Umroh : Traveloka dan Tokopedia bisa diindikasikan akan melakukan Kapitalisasi Bisnis Penyelenggaraan Ibadah Umroh dan akan merugikan Jama’ah Indonesia di kemudian hari dengan pola kapitalisasi yang ada.

– Umroh adalah Bisnis Menggiurkan : Jama’ah Umroh adalah Captive Market yang besar dan pasti dilirik oleh banyak pihak, dari sekitar 1 juta Jama’ah yang berangkat Umroh setiap tahun nya, atau setara perputaran Dana sekitar 20 Triliun setiap tahun nya jika dihitung prorate per jama’ah 20 juta rupiah.

“Maka tentu ini menjadi bisnis yang diincar oleh banyak pihak, dan tentunya bisnis perjalanan Umroh merupakan bisnis yang diatur secara ketat oleh Peraturan Perundang-undangan di Indonesia,” ujar Syam.

– Menjadi Ancaman untuk Travel dan Agen Perjalanan Wisata :
Dari Perputaran Bisnis Umroh tersebut, tentu perputaran nya sudah membantu menghidupi sekitar 1016 Perusahaan yang sudah mempunyai izin Umroh yang ada di Indonesia, jika kita hitung setiap perusahaan memiliki 10 Karyawan, dan atau 100 agen maka bisa dipastikan ratusan ribu orang karyawan Perusahaan terancam terdisrupsi jika bisnis Umroh dibuka terhadap Traveloka dan Tokopedia. “Tentu Pemerintah harus bisa melindungi dan mendukung Travel-travel PPIU yang sudah berhasil mendapatkan izin dengan skema Persyaratan perizinan dan Prosedur Controling yang ketat yang diatur oleh Kemenag RI,” tukas Syam.

Yang seharusnya digandeng Pemerintah adalah 1016 PPIU dan Asosiasi Penyelenggara Ibadah Umroh dan Haji. Sebagai pelaksana yang sudah berpengalaman, dan juga sebagai pelaku yang selalu mengembangkan ide dan Inovasi dalam pelayanan Pelaksanaan ibadah Umroh, maka Pemerintah seharusnya menggandeng Asosiasi-asosiasi Penyelenggara Ibadah Umroh yang membawahi 1016 PPIU se-Indonesia,” kata Syam.

Selama ini, lanjutnya, perjalanan bisnis Umroh senantiasa terus dikembangkan dan dimutakhirkan sesuai perkembangan teknologi dan Informasi.

“Misalnya, SAPUHI sudah mempunyai System yang sudah dipakai oleh anggota nya, untuk transaksi B To B, serta B To C, atau misalnya Amphuri yang sudah mempunyai AISYAH nya,” ujar Syam.

Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa travel umroh adalah satu-satunya bisnis yang diatur hanya boleh dimiliki dan dikelola oleh WNI beragama Islam sebagaimana diatur Pada pasal 89 UU No. 8 Tahun 2019 di mana “Untuk
mendapatkan izin menjadi PPIU, biro perjalanan wisata harus memenuhi persyaratan: dimiliki dan dikelola oleh warga negara Indonesia beragama Islam.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Unicorn-unicorn dimiliki oleh banyak orang yang notabene bukan WNI dan juga bukan beragama Islam, Pasal ini dengan tegas mengatur bahwa penyelenggaraan Umroh wajib dimiliki dan dikelola oleh WNI beragama Islam,” ungkap Syam.

“Ini adalah bentuk perlindungan negara terhadap hak beribadah umat Islam untuk dipastikan pelayanan nya dikelola dan dimiliki oleh WNI beragama islam. Umroh dari Umat Islam, Oleh Umat Islam dan Untuk Umat Islam,” pungkasnya. (kl/swa)

 

Sumber : Era Muslim

TIBYAN.ID, Bekasi - Pimpinan Yayasan Attaqwa,  Ujungharapan,  Bekasi, KH M Amin Noer Mengatakan,  ziarah kubur yg mulanya dilarang oleh Nabi Muhammad,  lalu dibolehkan karena melihat banyak hal yang baik di dalamnya. 
 
Kiyai Amin mengatakan hal itu dalam sambutannya menerima keluarga besar Yayasan Nurul Islam saat berziarah ke Makam KH noer Alie. 
 
Ziarah kubur adalah sunnah, katanya. Dari kegiatan berziarah,  kita bisa mengenang perjuangan almarhum,  bisa menjadikan spirit dan pengorbanannya sebagai pijakan bagi langkah perjuanagn selanjutnya. 
 
Namun,  putra KH noer Alie ini menyayangkan,  saat ini umat Islam hanya banyak membangga banggakan perjuangan dan kesuksesan para pejuangnya tapi sedikit yang mengimplementasikan perjuangannya.
 
Misalnya,  kebanggaan terhadap kiayi Noer Alie selaku pahlawan nasional,  pendiri perguruan Attaqwa dan juga pendiri Islamic Centre Bekasi telah ditunjukkan oleh masyarakat bekasi dengan banyak cara. 
 
Di antaranya ada jalan raya yang menyematkan namanya,  ada islamic centre yang menggunakan namanya,  fly over dll. "Ini sebagai pengikat untuk mengenang perjuangannya," kata Kiyai Amin Noer. 
 
Karena itu kiyai merasa perlu mengucapkan terimakasih kepada jajaran pembina,  pengawas dan pengurus serta staf Islamic yang pagi ini,  Selasa 13/8 mengadakan ziarah ke makam KH Noer Alie. 
 
Dalam sambutannya,  Ketua pengurus Yayasan Nurul Islam Drs H Paray Said, MM MBA mengatakan rangkaian ziarah ini merupakan mata acara peringatan Milad Yayasan Nurul Islam yang ke 26.
 
Menurut Paray,  ziarah ini dilakukan mengingat ke seluruh pendiri yayasan memang trlah tiada.  Islamic centre yang mereka bangun merasakan perlunya untuk membangun ikatan yang terus kepada para pendirinya.  
 
Kami merasakan,  ada semacam ma'unah dan karomah yang dirasakan dalam proses perjalanan ziarah ini.  "Kami merasakan nuansa spiritualitas itu saat sedang berdoa di depan makam KH Noer Alie," katanya. 
 
Hadir dalam ziarah kepada para pendiri ini adalah Ustazah Hj Atifah Hasan,  H Wikanda Darmawijaya,  KH Zamahsyari Abdul Majid,  Marhaban Sigalingging Ketua ICMI Bekasi, para pengurus,  staf dan sumpatisan. 
 
Usai berziarah di Makam KH Noer Alie,  rombongan melanjutkan ziarah kr Makam KH Masturo di Bekasi,  makam Bapak Rusmin dan terus ke makan H Suko Martono.
 
Di Makam Suko Martono, di Alazhar Memorial Garden,  Karawang,  rombongan Islamic disambut isteri Almarhum didampingi anaknya,  Heri Suko Martono, yang dikenal sebagai Bendahara Islamic Centre. 
 
Rangkaian ziarah ini adalah tradisi baru yang digagas Islamic Centre yang dimulai dari momentum peringatan Milad ke 26.
 
Hans Muntahar selaku ketua panitia milad menjelaskan bahwa berziarah ke makam pendiri Islamic Centre ini semata mata untuk merekatkan nilai nilai dan semangat para pendiri Islamic bagi pengurus.  (ab)

TIBYAN.ID, Bekasi - Tujuannya sih memang jalan jalan di Indonesia.  Liburan lah.  Namanya Hirohito, pemuda asal Jepang mengaku tertarik dengan prosesi pemotongan hewan kurban di Islamic Centre KH Noer Alie.

Pengalaman langka yang menurutnya tidak ditemukan di Jepang.  Indonesia memang unik dan pemotongan hewan kurban salah satunya.  Saya menemukan kebersamaan,  saya jumpai nuansa tolong menolong, saling membantu dan berbagi.

Kalau di Jepang saya tidak menemukan prosesi pemotongan kurban seperti ini.  Kurban pasti ada.  Karena di Jepang juga ada umat muslimnya. Tapi mereka berkurban tidak seperti di Indonesia ini, entah bagaimana saya tak tau.  Kata Hirohito dalam perbincangan di Islamic Centre.

Siapa saja yg bisa menikmati daging hewan ini?  Saya katakan semua orang bisa.  Tidak hanya umat muslim,  seluruh umat manusia bisa dan boleh menikmatinya.

Andai Hirohito mau daging kurban juga boleh,  kataku.  Tapi Hiro menggeleng,  dia tidak mungkin memasaknya. Dia tidak bisa masak dan tidak punya fasilitas memasak. 

Sebagai turis,  Hiro memang tidak bisa melakukannya.  Namun dia menaruh apresiasi yang luar biasa terhadap kegiatan pemotongan hewan kurban ini.

Bagi Hirohito,  kunjungannya ke Indonesia ini adalah yang kedua kalinya.  Sebelumnya ia beberapa tinggal di Bali,  bisnis ikan tuna.  Kemudian kembali ke Jepang.  Dan kini dia sekedar jalan - jalan saja.

Hiro mengaku bukan muslim.  Namun kunjungannya kali ini ia sangat terkesan dengan kegiatan umat muslim.  Karena berbarengan dengan hari raya iedul adha dan pemotongan hewan.

PENGALAMAN LANGKA

Seperti dilaporkan Detik Travel, umat muslim di Jepang biasanya hanya bisa melaksanakan sholat iedul adha tanpa ada pemotongan hewan kurban.

Jangankan Hirohito yang non muslim,  yang umat Islam saja tidak bisa. Memang tidak dibolehkan untuk menyembelih kurbah di area publik.

Populasi muslim di Jepang diperkirakan sekitar 120 ribu orang atau kurang dari 1 persen. Mayoritasnya merupakan pelajar maupun pekerja dari Indonesia, Pakistan, Mesir, Turki, Bangladesh, Srilanka, Afghanistan, Malaysia, Guinea dan tentu saja Jepang.

Perbedaan latar belakang dan budaya tersebut sangat terasa tatkala Idul Adha. Masing-masing tampil dengan pakaian asal negaranya. Tatkala bertemu dari negara yang sama, bahasa 'ibu' mereka pun digunakan. Namun bila bertemu jamaah yang berbeda negara, maka bahasa Jepang menjadi pilihan.

Satu di antara lokasi yang menyelenggarakan ibadah salat Idul Adha ada di Masjid Mie yang ada di Prefektur Mie, Jepang.

Bila pelaksanaan salat Idul Adha di Indonesia dimulai pukul 07.00 atau 08.00 pagi, di Masjid Mie yang baru digelar pukul 09.00 waktu Jepang. Hal ini dimaksudkan agar jamaah yang bermukim cukup jauh dari masjid bisa ikut salat bersama.

Bahkan, panitia sempat menambahkan waktu 15 menit dari jadwal semula atau pukul 09.15 demi mengakomodir kedatangan jamaah hingga sekitar 150 orang.

Meski tanpa pemotongan hewan kurban usai salat, tak mengurangi makna dan keindahan suasana. Setiap jamaah salat dijamu hidangan berupa nasi basmati plus daging kare.

Tidak ketinggalan buah, kue, minuman kaleng, jus dan bubur. Bedanya, jamaah laki-laki dijamu di luar ruangan, sedangkan jamaah perempuan dalam ruangan di lantai dua.

Tak lama, satu persatu jamaah mulai meninggalkan masjid untuk beraktivitas seperti hari biasanya. Mengingat momentum Idul Adha belum diakomodir sebagai hari libur nasional di negeri matahari terbit.(*)

 

TIBYAN.ID -  KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen meninggal dunia sebelum salat subuh pada Selasa, 6 Agustus 2019 di Mekah, Arab Saudi. Hal itu dibenarkan oleh Sekjen PPP Arsul Sani.

"Beliau meninggal sebelum Subuh waktu Mekah," kata Arsul kepada VIVAnews.

"Sekarang keluarga sedang berembuk apa Beliau dimakamkan di sana atau di pulangkan ke Tanah Air," katanya.

Mbah Moen merupakan salah satu pendiri PPP dan ulama kharismatik. Di usia sepuhnya, Mbah Moen masih kerap menyumbangkan pemikiran dan perhatian kepada PPP dan umat.

Mbah Moen wafat pada usia 90 tahun. Dia lahir pada 28 Oktober 1928..

 

Sumber : Viva.co.id

TIBYAN -- Makin dekatnya masa akhir pendaftaran calon walikota dan wakil walikota Bekasi, suhu politik local kota Bekasi makin terus menggeliat. Beberapa calon makin intens melakukan loby loby politik, khususnya dalam merancang pendekatan koalisi dan calon wakil yang akan menjadi satu paket pasangan.

Setidaknya sudah ada tiga kandidat besar yang muncul ke permukaan. Pertama, petahana Rahmat Efendy, calon dari Golkar. Kedua Muchtar Muhammad dari PDIP dan ketiga Netty Heryawan dari PKS. Ini pun kemungkinan masih bisa berubah. Kemampuan partai dan para calon dalam menentukan calon wakilnya sangat berpengaruh terhadap elektabilitas mereka.

Untuk menyoroti perkembangan itu, Amin Idris dari Tibyan.id mewawancarai Heri Suko Martono, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Putra almarhum Suko Martono, mantan Bupati Bekasi yang juga pendiri Islamic Centre Kota Bekasi, ini menilai peningkatan suhu politik adalah sebuah hal yang wajar yang terjadi di masyarakat dalam setiap menjelang pemilihan umum.

“Orang Indonesia, khususnya orang kota Bekasi sudah cukup dewasa menghadapi setiap peristiwa politik. Biasa lah itu, kenaikan suhu dalam batas - batas wajar,” kata Hery Suko dalam perbincangan di kantornya, Islamic centre.

Tibyan : Sebagai sekretaris partai Golkar di Kota Bekasi, bagaimana anda melihat situasi sosial politik masyarakat Bekasi menjelang pemilukada kota Bekasi?

Heri Suko Martono : Biasa lah ini mah. Ini bukan sesuatu yang baru dalam demokrasi. Di Bekasi, atau dalam skala nasional, atau bahkan di luar negeri pun setiap menjelang pemilihan umum selalu saja suhu politik masyarakat akan naik. Itu biasa. Kita kan sedang berdemokrasi, dimana setiap orang punya hak dan kewajibannya untuk menyalurkan aspirasinya.

 

Tibyan : Dalam kontestasi calon walikota, bagaimana posisi petahana Rahmat Effendi yang pecah kongsi dengan PKS dan tidak jadi berpasangan dengan Sutriono?

Heri Suko Martono : Bang Pepen sebagai kader yang dicaonkan partai Golkar sejauh ini telah mendapat banyak kepercayaan. Saya sebagai pengurus Golkar tentunya berterimakasih dengan kemajuan ini semua. Dari berbagai survey, elektabilitas calon Golkar ini terus cenderung makin naik. Alhamdulillah. Sedangkan mengenai pecah kongsi dengan Sutriono, ini juga didasarkan pada realitas politik yang berkembang. Kan pasangan ini terus di evaluasi, seberapa tinggi daya terima masyarakat. Hasil evaluasi kami ya seperti ini.

 

Tibyan : Lalu dengan siapa pasangannya?

Heri Suko Martono : Ini sedang dimatangkan terus. Tidak hanya di tingkat Bekasi, juga dibahas dalam level Jawa Barat dan DPP (Pusat). Bagaimana kalau berpasangannya dengan kalangan birokrat, bagaimana kalau dengan akademisi, atau bagaimana kalau dengan internal, bagaimana pula kalau dengan tokoh umat. Sebagai partai besar, golkar tidak kering kader.

 

Tibyan : Kesimpulannya dengan siapa Mas? Kapan diumumkan? 

Heri Suko Martono : Sabaaar. Ini masih berproses terus. Secepatnya akan diumumkan.

 

Tibyan : Bagi Golkar, apa sesungguhnya yang akan menjadi perhatian lima tahun ke depan dalam pembangunan di Kota Bekasi jika kadernya yang terpilih kembali?

Heri Suko Martono : Banyak hal. Diantaranya, bagaimana kita memberikan perhatian pada proses pembangunan sosial kemasyarakatan agar lebih kondusif lagi.  Rasa persatuan dan kebersamaan, toleransi, saling menghormati sesama, harmonisasi antara kaum minoritas dan mayoritas. Kualitas sosial kemasyarakatan inilah akan menjadi bagian penting dalam pembangunan ke depan. Karena tahun - tahun berikut setelah 2018 adalah tahun dimana potensi gesekan sosial begitu banyak.

 

Tibyan : Banyak umat Islam yang kecewa dengan Rahmat Efendy terkait berbagai statemennya seputar kasus Santa Clara?

Heri Suko Martono: Saya melihat ini menyangkut komunikasi. Di luar substansinya, saya mengakui komunikasi tentang pembangunan Gereja ini tidak ditangani dengan sebaik baiknya. Sehingga beberapa pihak merasa benar sendiri. Masyarakat tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Pihak birokrat juga ke-PR-annya tidak dihandle dengan baik. Sehingga, menurut saya pribadi ya, pak walikota saat itu harus berfikir sendiri dan menjawab sendiri.

 

Tibyan : Apa yang akan dibenahi dari sisi komunikasi ini ?

Heri Suko Martono : Bisa saja misalnya, nanti untuk setiap persoalan penting dan punya bobot politis yang besar, walikota mendapat asistensi yang lengkap. Baik dari sisi subtansi masalahnya maupun sisi - sisi lainnya, seperti pertimbangan - pertimbangan komunikasinya. Sehingga, jangankan dalam bentuk jawaban, ekspresi dan mimik wajah pun harus diberi masukan.

 

Tibyan : Kembali ke soal pencalonan, kalau dari internal partai yang diminta untuk mendampingi Rachmat Efendi, berarti sekretais DPC adalah orang yang paling memungkinkan?

Heri Suko Martono : Hahahaha … saya ini kader partai. Saat ini saya sedang fokus pada tugas saya sebagai sekretaris. Cukup, Itu sudah menyita banyak energi saya. Saya gak mau energi saya terkuras untuk bicara mengandai andai. Apalagi sebagai pengurus di Islamic Centre Bekasi, saya juga setiap hari harus mengurusi banyak persoalan. Okay, clear.

 

Heri Suko Martono alias Heri Budhi Susetyo adalah tokoh muda Bekasi, putra H Suko Martono, yang semasa menjabat sebagai Bupati Bekasi mendirikan Islamic Centre bersama KH Noer Alie. Islamic centre itu pun menggunakan nama KH Noer Alie. Kini Heri menjadi pengurus inti Yayasan, sementara KH Noer Alie diwakili putranya KH Amien Noer dan KH Nurul Anwar juga menjadi tulang punggung Islamic Centre. (*)

Menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 Nopember, Profesor  KH H Didin Hafidhuddin mengajak umat Islam untuk menumbuhkan kebersamaan, menghidupkan jiwa kepahlawanan, semangat berkorban dan sebagainya. Bakal calon presiden yang pernah diusung Partai Keadilan ini mengaku aneh melihat prilaku pemimpin negeri ini.  “Negerinya makin kacau, rakyatnya makin sulit, ko pemimpin masih asik asik saja membangun pencitraan. Sudahlah hentikan berbagai bentuk pencitraan itu, rakyat menanti karya nyata Anda yang cepat dan akurat untuk membenahi morat maritnya negeri ini,” katanya. Berikut perbincangan Pimpinan Redaksi Tibyan, Amin Idris, dengan Prof Didin Hafidhuddin ;

 

Tibyan; Setiap tanggal 10 Nopember diperingati sebagai hari untuk mengenang jasa jasa pahlawan kita. KomentarAnda ?

Prof Didin Hafidhuddin; Iya, bangsa Indonesia telah menetapkan tanggal 10 Nopember sebagai momentum untuk mengenang para pahlawan kita. Ini bagus. Ini bisa menjadi pelajaran untuk bangsa kita, bahwa para pahlawan inilah orang orang yang telah berkorban untuk bangsanya. Ini adalah tradisi yang baik saya kira.

 

Apa yang terpenting untuk kita jadikan pelajaran dari peristiwa peringatan hari pahlawan kali ini?

Setidaknya kita mengenalkan kepada generasi bangsa ini bahwa segala capaian yang diraih hari ini oleh bangsa Indonesia adalah buah dari kerja keras, perjuangan bahkan pengorbanan jiwa, harta dan nyawa mereka yang kini disebut pahlawan. Saya kira ini pentingnya kita memperingati hari pahlawan itu.

 

Memperingati hari pahlawan hanya mengenang masa lalu, membanggakan keberhasilan para tokoh yang tiada, sementara apa yang dilakukan saat ini sama sekali tidak mencerminkan nilai nilai kepahlawanan?

Ini bagian dari semangat itu. Semangat kepahlawanan itu memang harus dibumikan, dan terus menerus digelorakan dalam kehidupan sehari hari. Pahlawan itu kan pengorbanan. Pahlawan itu kan rela memberi yang terbaik untuk kepentingan yang lebih besar. Pahlawan itu kan berbuat kebaikan dan menegakkan kebenaran tanpa takut risiko. Dia bisa melakukannya meski risikonya hartanya habis, jiwa terancam, bahkan nyawa melayang. Nilai nilai ini memang semakin langka saat ini.Mereka yang kita kenal saat in isebagai pahlawan adalah orang yang telah terbukti merelakan semuanya, termasuk nyawanya, untuk rakyatnya.

 

Membumikan semangat kepahlawanan yang prof. maksud?

Saat ini kan bangsa kita sedang menghadapi banyak persoalan. Sudahlah, yang jadipejabat, jadi pemimpin, tampillah sebagai pemimpin yang berjiwa pahlawan. Para pahlawanitukanmenjadipahlawankarenasemasahidupmerekaberbuatjujur, berbuatbanyakuntukbangsa. Makanyamerekadinobatkansebagaipahlawan. Karenaitu, para pemimpinsaatinihendaknyamelakukanhalsamakalauingindikenangsebagaipahlawanbangsa. Peluangituada.

 

Apa yang prof lihat tentang para pemimpin bangsa kita saat ini?

Sudahlah hentikan semua pencitraan. Saya hanya heran saja, dalam keadaan negeri ini semakin sulit, pemimpinnya masih saja sibuk membangun pencitraan. Sudah hentikanlah. Lakukan yang dibutuhkan rakyat.

 

Semangat kepahlawanan rasanya sudah jauh dari kehidupan bangsa kita. Hampir di semua lapisan social tampaknya sudah semakin pragmatis berfikirnya, dan matrialistik cara hidupnya. Semangat berkorban dan nilai nilai kebersamaan makin terasa langka?

Ini menjadi tugas kita semua. Kalau perlu momentum hari pahlawan selalu dijadikan semacam gerakan untuk membangun kembali semangat kepahlawanan itu. Ini yang harus dijadikan fokus memperingati haripahlawan. Serimonial boleh saja tapi fokusnya semacam dibikin gerakan semangat kepahlawanan. Di sekolah, di rumah, di masjid, di kantor kantor …

 

Kalau Islam bagaimana memandang kepahlawanan itu Prof?

Islam itu justeru yang paling banyak mengajarkan nilai nilai kepahlawanan. Kebersamaan, semangat memberi, saling membantu dan sebagainya. Nabi Ibrahim adalah symbol kepahlawananitu. Lihatlah, bagaimana dia berkorban. Lihat juga Nabi Muhammad  dan para sahabat, adalah pemimpin yang hidup bersahaja tapi berhambur untuk mensejahterakan rakyat yang dipimpinnya. Bagaimana Abu Bakar menyerahkan semua hartanya untuk umat. Bagaimana Abdurrahman bin Auf dan seterusnya. Mereka juga tidak segan segan turun ke masyarakat, mendengar langsung keluhan mereka dan memberinya solusi.

 

Tapi pemimpin saat ini hampir tiap hari ada yang tertangkap tangan oleh KPK?

Saya kira itu karena keringnya semangat kepahlawanan. Maka saya piker perlu juga sentiment keislaman ini dipakai untuk menyetop korupsi. Misalnya, anda pemimpin, anda muslim. Kalau masih mengaku muslim, ayo hentikan korupsi. Ini menjadi tugas bersama, dalam seluruh lapisan masyarakat bisa dihidupkan semangat itu, muslim menolak korupsi. Muslim membela kepantingan umat dan rakyat. Ulama dan kaum cenrdik pandainya bisa terus saling mengingatkan, saling menjaga dalam lingkar komunitas muslim itu. (*)

TIBYAN -- Dalam kesempatan peringatan HUT Islamic Centre yang ke 24, Pimred Tibyan  Amin Idris, sempat bincang bincang dengan KH Amin Noer, ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie Islamic Centre Bekasi di ruang Dewan Pembina. Berikut sebagian petikan perbicangannya;

Tibyan : Apa yang terpenting bagi Islamic Centre pada usianya yang ke 24 ini?

KH Amin Noer : Islamic Centre sebagai lembaga dakwah makin dihimpit oleh pertumbuhan budaya masyarakatnya. Ketika awalnya para pendiri membangun Islamic Centre, saat itu masyarakat disekitarnya masih sangat berbeda dengan masyarakat jaman ini. Karena itu, perjuangan dakwah terletak pada bagaimana upaya menyesuaikan strategi sesuai dengan tantangan yang dihadapinya. Berbeda tantangan berbeda pula strategi yang dipakai untuk mengantisipasi tantangan itu. Jadi pada usia 24 tahun ini diperlukan kemampuan untuk membaca tantangan tantangan itu.

Tibyan : Masalahnya, pertumbuhan dan tantangan social itu selalu lebih cepat dan lebih dinamis?

KH Amin Noer : Kunci utamanya ada di pengurusnya, tentunya. Pengurusnya dulu harus kompak. Baru kemudian akan bisa melahirkan gagasan gagasan brilian untuk menjawab tantangan itu.

Tibyan: Apakah pak kiyai melihat pada usia 24 tahun ini Islamic telah memberi sinyal sinyal kuat sebagai pusat peradaban yang diimpikan pada pendirinya dulu?

Kiyai Amin Noer: Saat Islamic berdiri, bekasi masih belum apa apa. Tapi saat itu, Kiyai Noer Alie telah melihat gambaran masa depan yang seperti apa akan terjadi di Bekasi. Heterogenitas, pertumbuhan ekonomi, pergeseran nilai dan sebagainya. Karenanya kiyai melontarkan untuk mendirikan Islamic Centre. Dan Bupati Suko Martono pun cepat tanggap. Bersama Pak Rusmin, gagasan Islamic Centre pun segera diwujudkan. Trio inilah yang meletakkan dasar dasar pemikiran tentang Islamic Centre. Setelah 24 tahun problematikanya pun pasti berbeda, tapi essensinya tetap sama, yakni bagaimana memberi pendampingan pada umat untuk hidup lebih baik dan lebih beradab.

Tibyan: Di dalam lingkungan Islamic orang bisa saja khusuk berzikir, bertasbih, beribadah dan melakukan hal hal positif sesuai moralitas Islam. Tapi selangkah saja diluar pagar Islamic kemaksiatan ada dimana mana?

Kiyai Amin Noer : Inilah tantangan dakwah. Hendaknya, Islamic itu tidak sekadar memberi kekhusuan di dalam lingkungannya sendiri. Tapi bagaimana juga menjangkau wilayah di sekitarnya. Jadi tidak sekadar memperkuat basis dalam rumahnya, tapi bisa juga member sinar kedamaian pada lembaga-lemaba, institusi institusi di sekitarnya. Ini memang “pr” yang harus terus diperjuangkan.

Tibyan: Tapi pak Kiyai, heterogenitas umat pun tampaknya menjadi pertimbangan untuk pergerakan Islamic dalam berdakwah.

Kiyai Amin Noer : Memang. Islamic juga hendaknya memperkuat terus komitmennya sebagai lembaga pemersatu. Kita sadar, dilingkungan kita telah berkembang  aneka warna warni pemikiran keberagamaan. Ada yang begini, ada yang begitu. Kesannya berbeda. Tapi sebetulnya tidak.  Karena itu, seharusnya di sisi ini Islamic memberi ruang yang lebih luas lagi, agar semua perbedaan itu bisa cair di sini. Sesuai misinya, Islamic bisa tampil menjadi pemersatu di tengah perbedaan itu.

Tibyan : Apa yang dapat pak Kiyai sampaikan untuk Islamic Centre menyongsong tantangan dakwah yang makin kompleks?

Kiyai Amin Noer : Begini ya. Islamic ini kan sebuah lembaga. Ada organisasi di dalamnya. Ada orang orang yang mengelolanya. Ada aturan dan ketentuan ketentuannya yang ditetapkan sebagai pedoman kerja. Bahkan ada program kerja yang ditetapkan, jangka pendek dan jangka panjang. Selagi hal hal ini diikuti dan dipatuhi, seberat apapun pekerjaan akan menjadi ringan. Apalagi tugas dakwah yang dijalani dengan ikhlas, pasti Allah akan membantu menyempurnakannya. Jadi kuncinya adalah perkuat organisasi dan ikuti ketentuan yang telah ditetapkan.

Tibyan : Saya ingat, Al Magfurlah (KH Noer Alie-red) pernah membriefing kami tentang berorganisasi dakwah. Pertama kekompakan, kedua hidup hidupilah organisiasi tapi jangan cari hidup dari organisasi. Menurut Pak Kiyai masih relevan kah?

Kiyai Amin Noer. Iya,  kompak itu utama. Tentunya dalam bingkai organisasi. Ada struktur. Fungsikan setiap struktur organisasi dengan sebaik banyknya. Dengan cara ini pasti lahir kekompakan yang bisa dipertanggungjawabkan. Juga tidak mengeksploitasi organisasi untuk memperkaya diri secara tidak benar. Ini artinya tidak boleh korupsi dan sejenisnya. Pesan pesan moral itu sesungguhnya masih berlalu, tergantung bagaimana kita menafsirkannya secara luas dan terbuka. (Abu Bagus)

Foto : Ilustrasi/aos4ventos.com.br

Rihlah

TIBYAN.ID - Claudio Muhammad Baker, Juru Bicara Muslim Association of Santos (MAS), wisatawan Muslim yang datang biasanya memberikan pandangan dan masukan agar MAS bisa menjalankan kegiatannya dengan lebih baik. MAS juga seringkali menyarankan tempat wisata yang perlu dikunjungi.

Baker mengatakan MAS biasanya merekomendasikan Santos, Sao Paulo, Goianida, Curitiba, Brasilia, dan Florianopolis untuk dikunjungi wisatawan Muslim. ''Tempat itu memiliki komunitas Muslim yang besar dan warganya memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Islam,'' katanya.

Menurut Baker masyarakat di tempat-tempat itu juga menghormati tradisi dan kultur Muslim. Di samping tempat itu memang memiliki pemandangan, pantai, dan kehidupan yang indah. Dengan demikian wisatawan Muslim bisa menikmati wisatanya dengan baik.

Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pada 2001, ada 27.239 Muslim di Brasil. Meski Islamic Brasilian Federation (IBF) menyatakan ada sekitar 1.5 juta Muslim di sana. Sebagian besar Muslim di Brasil berasal dari Suriah, Palestina, dan Lebanon.

Mereka sampai di Brasil pada abad ke-19 selama Perang Dunai I dan pada 1970-an. Sejumlah warga Irak juga ada di Brasil, mereka tiba di sana sejak dimulainya invasi yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap Irak pada 2003.

Sebagian besar Muslim hidup di negara bagian Parana, Goias, Rio de Janeiro, dan Sao Paulo. Meski demikian ada juga komunitas Muslim dalam jumlah yang cukup banyak di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. Di Sao Paulo, terdapat sekitar 10 masjid.

Salah satu masjid yang terbesar dan termegah adalah Mosque Brasil yang berada di pusat kota. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Amerika Latin. Proses pembangunan masjid tersebut dimulai pada 1929. Dan kini, masjid tersebut menjadi salah satu komoditas wisata negeri yang kental nuansa Katholiknya ini. Brasil memang piawai mengelola pariwisata.

 

(Sumber : Republika)

Foto : pinbisnisnet.weebly.com

Rihlah

TIBYAN.ID - Jumlah visa umrah yang telah dikeluarkan Arab Saudi pada musim umrah tahun ini (sejak September 2018) mencapai 2.785.790 visa. Menurut data Kementerian Haji dan Umrah Saudi, sebanyak 2.346.429 jamaah umrah telah tiba di Kerajaan Saudi.  

Dari data tersebut dilaporkan, masih ada 345.114 jamaah yang berada di wilayah Kerajaan Saudi. Dilansir dari Arab News, Ahad (13/1), angka itu termasuk sebanyak 233.910 jamaah di Makkah dan 111.204 di Madinah. 

Sebagian besar jamaah, yakni sebanyak 2.122.424, datang ke Kerajaan melalui jalur transportasi udara. Sementara sebanyak 213.121 jamaah masuk ke negara itu melalui jalur darat dan 10.884 jamaah tiba melalui jalur laut. 

Jumlah jamaah terbesar berasal dari Pakistan, yakni sebanyak 637.745. Angka jamaah terbesar kemudian diikuti oleh Indonesia (420.410).

Pemerintah Saudi memang memiliki rencana reformasi Visi 2030. Saudi memiliki tujuan untuk menarik lebih dari 30 juta jamaah umrah. Di samping itu, Saudi juga bertekad menyediakan layanan yang sangat baik dan pengalaman yang luar biasa saat berziarah bagi para jamaah.  

Tahun lalu, kementerian tersebut meluncurkan indikator pekanan di mana pihak berwenang dapat melacak jumlah jamaah yang datang ke Kerajaan. Sehingga nantinya, memperkaya pengalaman mereka dengan menyediakan layanan berkualitas tinggi. 

Berikut ini delapan negara penyumbang jamaah umrah terbesar lima bulan terakhir: 

    No        Negara                                          Jumlah 

  1. Pakistan                                            637.745 jamaah 
  2. Indonesia                                          420.410 jamaah 
  3. India                                                 292.607 jamaah  
  4. Malaysia                                            135.895 jamaah  
  5. Yaman                                               128.618 jamaah 
  6. Mesir                                                   73.179 jamaah  
  7. Turki                                                    65.970 jamaah  
  8. Uni Emirat Arab                                    59.855 jamaah  
  9. Bangladesh                                          57.701 jamaah  

 

(Sumber : Ihram.Republika)

Foto : google

Rihlah

Oleh: Ahmad Agus Fitriawan

Pelaksanaan ibadah haji tidak bisa dilepaskan dari dimensi perjalanan kemanusiaan pada aspek spiritual dan sosial untuk bisa dijadikan pelajaran dan tun tun an dalam menghadapi persoalan kehidupan. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang sarat dengan pengamalan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Ka'bah merupakan simbol persatuan dan kesatuan umat, juga mengandung makna eksistensi kemanusiaan. Misalnya, di dalam Ka'bah terdapat Hijr Ismail, putra Nabi Ibrahim AS pernah hidup dalam suka dan duka bersama ibunda Siti Hajar pada saat ditinggal ayahandanya. Siti Hajar adalah sosok ibu yang penuh kasih sayang terhadap anaknya, sertsa memiliki keimanan kokoh, ketenangan batin, dan keluhuran budi.

Ia adalah wanita kulit hitam, miskin, bahkan budak. Namun demikian, budak wanita ini ditempatkan Allah SWT di sana untuk menjadi pelajaran bahwa Allah memberikan kedudukan kepada seseorang bukan karena keturunan atau status sosialnya, melainkan karena ketakwaan kepada Allah SWT dan usaha untuk hijrah dari kejahatan menuju ke baik an, dari keterbelakangan menuju peradaban.

Makna ibadah haji sungguh-sungguh memberikan pelajar an luar biasa atas perjalanan spiritualitas kemanusiaan hamba Allah dalam mengharap ridha Allah SWT dan meraih cin ta-Nya. Pertama, sikap totalitas dalam beribadah lillaah ta'ala. Setiap ibadah menuntut adanya totalitas kepasrahan dan kepatuhan.

Inilah yang disebut ibadah ikhlas dan pasrah yang jauh dari riya (agar dilihat orang lain), sum'ah (agar didengar orang lain), sehingga bukan hanya lillaah ta'ala melainkan juga billaah ta'ala. Tidak ada seorang ulama pun tidak bersepakat bahwa apa yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar terhadap Ismail merupakan bukti penyerahan diri sepenuhnya terhadap perintah Allah SWT.

Kedua, sikap selalu ingin dekat dengan Allah SWT. Inti ibadah adalah menguji kesabaran dan sejauh mana segala pola pikir dan pola tindak manusia benar-benar sejalan dengan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan- Nya. Karakter manusia yang dekat dengan Allah SWT ada lah manusia yang sanggup melaksanakan segala pe rin tah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan ketulusan hati untuk melaksanakan ibadah itu tanpa ragu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

Ketiga, sikap keberanian menanggung risiko yang berat sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT, melebihi ke cintaan kepada yang lainnya. Harta, takhta, dan jabatan atau kedudukan, bahkan jiwa ini sekalipun, tidak ada artinya jika mahabbah atau rasa cinta abadi kepada Allah hadir di relung hati manusia.

Keempat, sikap melepaskan dan memerdekakan diri dari sifat dan sikap buruk manusia. Ibadah kurban me ngan dung makna agar umat Islam dalam kehidupannya selalu membuang jauh-jauh atau membunuh sifat-sifat binatang yang bersarang dalam dirinya. Karakter dominan dari binatang adalah tidak memiliki rasa kebersamaan atau per satuan dan kesatuan, hanya mementingkan isi perut (kenyang), serta tidak mengenal aturan, norma, dan etika. Berkurban berarti menahan diri dan berjuang melawan godaan egoisme. Walahu'alam.

 

(Sumber : Republika.co.id)

Follow Us

Advertisement

Top Stories

Grid List

Foto : Syeikh DR Tobroni alias Wisoth Binlateh (Peci Putih)

Oase Iman

TIBYAN.ID, Jakarta - Pekan ini beberapa ulama Thailand berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Mereka menjadi tamu kehormatan Majlis Ulama Indonesia (MUI).

Salah satu kegiatan kunjungan muhibbah mereka adalah mengunjungi Islamic Center Jakarta di Koja Jakarta Utara. Selain mengucapkan kekaguman mereka, pimpinan delegasi pun mendapat kehormatan dari pimpinan Jakarta Islamic Centre untuk menyampaikan kisah bagaimana masyarakat Thailand berislam.Selasa(23/07)

Syeikh DR Tobroni alias Wisoth Binlateh dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa apa yang terjadi mengenai Islam Phobia di Indonesia juga terjadi di Thailand.

IslamPhobia katanya menjadi problema ketakutan masyarakat terhadap Islam yang mengada ada. Misalnya di Thailand, mereka melakukan tuntutan agar dihapuskannya label halal terhadap produk yang dijual di kedai - kedai.

"Mereka tidak suka ada label halal. Mereka phobia terhadap Islam," katanya. Juga dalam banyak hal mereka mencemaskan atas sesuatu yang sesungguhnya tak perlu dicemaskan.

Lalu apa yang perlu dilakukan bagi umat Islam untuk menjawab hal hal seperti itu? Untuk hal itulah delegasi ulama itu berkunjung ke Indonesia dalam rangka membangun satu ukhuwah dan jalinan kerjasama yang baik dan produktif terhadap sesama umat Islam.

Tobroni mengakui mendapatkan gelar S3 nya dari Malaysia. Dari negeri jiran inilah dia belajar mengenal bahasa melayu. Sehari hari di daerahnya, Thailand selatan, dia berbahasa Thai. "jadi saya mohon ampun tak begitu cakap berbahasa melayu," katanya.

ILMU DAN PERSATUAN

Menurut DR Tobroni, kemajuan suatu masyarakat tak bisa lain diperlukan syarat pendukung utamanya, yakni ilmu pengetahuan.

Berislam dengan baik juga memerlukan ilmu, untuk menjawab berbagai tantangan keduniaan juga dengan ilmu. Untuk itu menurutnya memajukan suatu bangsa tak bisa lain dengan memajukan ilmu lebih dahulu dan lebih utama.

"Tanpa ilmu, sulit bagi suatu bangsa untuk meraih kemajuan. Karena itu juga umat Islam baik di Indonesia maupun di Thailand ingin maju hendaknya dimulai dari menguasai ilmu pengetahuan.

Selain ilmu, faktor keduanya adalah persatuan. Berpegang teguhlah pada tali Allah dan jangan kalian berpecah belah.

Orang lain berusaha merusak umat Islam dengan memecah belah persatuan dan kesatuannya.

Karena tidak mungkin ada lagi kekuatan kalau umat islam tercerai berai. Jadi, kuasai ilmu dan perkuat persatuan.

Dari kunjungan ini delegasi Thailand berharap kelak umat Islam Indonesia bisa memegang tangan umat Islam Thailand kemudian melangkah ke masa depan yang lebih maju.

Bagi umat Islam kedua negara sesungguhnya hubungan keilmuan sudah lama terjalin. Salah seorang ulama palembang, syeikh Abdus Shomad Al-palembani, adalah ulama yang sangat terkenal dan kitab kitabnya masih jadi rujukan utama umat Islam Thailand.

Namun memang kehidupan umat Islam di Thailand, khususnya di Thailand selatan sampai saat ini masih menyedihkan.

Kenyamanan dalam beribadah masih seringkali terganggu oleh hal hal yang tidak menyenangkan.

Dari Islamic Centre Jakarta, delegasi ulama Thailand akan terus melakukan berbagai kunjungan ke jalangan umat Muslim di berbagai daerah.

Sebagai tamu resmi MUI indoesia mereka tampak sangat berupaya untuk mencari upaya upaya agar umat Islam Indonesia dan Thailand bisa terjalin hubungan yg lebih kokoh lagi. (tibyan)

 

TIBYAN.ID, SUNGAILIAT - Petugas Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka, Gazali, mengimbau seluruh jamaah calon haji memperbanyak minum karena cuaca di Tanah Suci mencapai 45 derajat Celsius.

"Dari informasi yang kami dapatkan, cuaca di tanah suci Makkah saat ini mencapai 45 derajat Celsius," kata Gazali di Sungailiat, Selasa (9/7).

Tingginya cuaca di Tanah Suci itu dapat menjadi penyebab dehidrasi atau kekurangan cairan air dalam tubuh. Jamaah calon haji asal Kabupaten Bangka yang berjumlah 283 orang akan menempati pemondokan di Raudah atau sektor empat yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari Masjid al-Haram.

"Saya ingatkan jamaah calon haji yang tergabung dalam kelompok terbang tujuh bersama dengan sejumlah jamaah calon haji asal Kabupaten Bangka Tengah, hendaknya mengutamakan kesehatan," katanya.

Kesehatan seluruh jamaah calon haji menjadi penting dilakukan karena selain ibadah ini membutuhkan fisik yang kuat, cuaca di tanah suci Makkah dalam kondisi cukup panas. "Saya sarankan berkoordinasi dengan petugas pendamping haji jika mengalami kendala termasuk masalah kesehatan terutama pada saat puncak pelaksanaan ibadah haji," kata Gazali.

 


Sumber : Ihram

Foto : Netralnews

Health

TIBYAN.ID, Jakarta - Bagi jemaah haji, bertandang ke Tanah Suci bisa jadi satu kesempatan untuk bertemu unta, hewan berpunuk yang berasal dari Timur Tengah. Namun, jamaah masih dihimbau untuk menjauhi binatang tersebut karena unta berpotensi membawa virus MERS-CoV atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus.

"Berkaitan dengan potensi penyakit, (yang harus diwaspadai-red) itu MERS-CoV jadi jangan dekat-dekat dengan unta karena memiliki potensi penularan," sebut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr Eka Jusup Singka, kepada detikHealth, Selasa (2/7/2019).

dr Eka menambahkan, hal ini tidak hanya berlaku pada unta saja tetapi juga binatang lain yang hidup di lingkungan yang sama. Selalu batasi diri dan jaga jarak aman.

"Tapi kalau daging untanya sih nggak masalah kan sudah dimasak," candanya.

Pada kesempatan lain, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk melakukan antisipasi penularan MERS-CoV.

"Kami sudah berbicara dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan mereka mengerti hal itu. Jadi selama nanti pelaksanaan haji mereka akan memperhatikannya," kata Menkes.

"Nah dari kita saya mengimbau jangan dekat-dekat unta, nggak usah foto-foto sama unta," tutupnya.

 

Sumber : detikHealth

foto : KVUE.com

Wawasan

TIBYAN.ID - Oleh : Pundra Rengga Andhita, Pengajar di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. 

Nicole and I thought this was a great opportunity to organically introduce an LGBTQ couple in the series, and we asked Hasbro and they approved it.’’ (Michael Vogel).

Itulah pernyataan yang diungkapkan penulis dan produser, Michael Vogel menjelang beredarnya episode The Last Crusade dari film kartun My Little Pony: Friendship is Magic.

Sebuah film yang mengisahkan pertemanan enam karakter perempuan, produksi Hasbro Studios Amerika Serikat. Seperti dilansir situs daring People, episode ini memperkenalkan Aunt Holiday and Auntie Lofty sebagai pasangan lesbian yang merawat karakter Scootaloo.

Popularitas telah mendorong distribusi film ini menjadi semakin meluas di berbagai pasar internasional. Seiring perkembangan internet, My Little Pony dapat ditonton tidak hanya melalui layar televisi, tetapi juga situs daring, seperti Youtubedan lainnya.

Di Indonesia, film ini sudah mulai tayang sejak tahun 2016 melalui salah satu televisi nasional. Tampilan visual yang didominasi warna pastel berhasil melahirkan interaksi intens antara anak-anak dan tayangan ini.

Film kartun memang telah menjadi bagian panjang dari perjalanan sinematografi. Pada era modern, film kartun kerap menjadi pilihan orang tua untuk ditontonkan ke anak, baik itu batita, balita, maupun usia lanjutnya.

Tidak sedikit orang tua yang memberikan akses televisi atau gawai untuk anak guna mengakses film kartun. Niatnya mungkin baik, hendak memberikan hiburan atau sekadar pengalih perhatian bagi anaknya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ghilzai, Alam, Ahmad, Shaukat, dan Noor (2017), ada tiga hal yang didapatkan anak-anak dengan menonton film kartun, yakni kesenangan (41 persen), tindakan (23 persen), dan belajar (17 persen).

Ya, film kartun memang tidak hanya menyajikan fungsi hiburan, tetapi juga informasi dan edukasi. Film kartun bisa menjadi salah satu medium pembelajaran sosial yang efektif bagi anak.

Namun, yang menjadi persoalan adalah muatan pesan apa yang terdapat dalam film tersebut. Ini penting karena anak merupakan plagiator yang baik.

Pesan yang disampaikan melalui film kartun bisa dengan mudah diterima oleh anak tanpa mempertimbangkan layak dan tidaknya. Semakin tinggi intensitas menonton maka semakin besar peluang mereka untuk mengingat pesan dalam film tersebut.

Nantinya, ingatan ini tidak mengendap sementara. Ingatan akan melekat seiring perkembangan usia dan menjadi acuan mereka untuk melihat kehidupan nyata seperti apa yang ada dalam film. Ini yang perlu menjadi perhatian.

Film bukan hanya menyajikan unsur sinematik melainkan juga unsur naratif yang memuat pesan tertentu. Muatan pesan sering kali terkait dengan kepentingan yang ingin disampaikan pembuatnya.

Advertisement

Upcoming Events