07
Tue, Apr

Top Stories

Grid List

TIBYAN.ID - Anggota Komisi IX DPR RI Anas Thahir meminta agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dapat segera menjalankan keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait pembatalan kenaikan iuran.

Hal tersebut disampaikan oleh Anas seperti dikutif dari Kedaipena.com saat menanggapi belum turunnya iuran BPJS Kesehatan pasca keputusan MA.

Hingga awal April ini, iuran tersebut belum mengalami perubahan sesuai dengan besaran yang sudah ditetapkan per 1 Januari 2020.

“Semua pihak harus patuh pada putusan MA. Termasuk BPJS sebagai penyelenggara jaminan sosial masyarakat,” kata Anas kepada wartawan, Kamis,(2/4/2020).

Anas meminta ketika faktualnya saat ini masyarakat masih membayar iuran tarif lama makan BPJS harus mengembalikan hak peserta sesuai putusan MA.

“Kelebihan iuran yang sudah terlanjur dibayarkan tetap menjadi hak peserta BPJS. Ini prinsipnya,” tegas Anas.

Anas melanjutkan soal teknis pengembaliannya bisa segera dirumuskan sebaik mungkin sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Oleh sebab itu sudah pasti kita akan panggil BPJS untuk kordinasi masalah ini. Insya-Allah dalam waktu dekat,” tandas Anas.

Sebelumnya, Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (KORNAS MP BPJS) Hery Susanto mengungkapkan bahwa hingga 1 April 2020 pemerintah masih belum merevisi.

Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, tentang Jaminan Kesehatan.

Hal ini menyebabkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih menggunakan kenaikan iuran 100%. Kelas III Rp 42 ribu, kelas II Rp 110 ribu dan kelas I Rp 160 ribu.

Padahal telah diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) tentang pembatalan kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan yang naik 100% diberlakukan pada 1 Januari 2020 menjadi tidak berlaku kedepannya. Dari laporan Muh Hafid pada Pena

TIBYAN.ID– Virus Corona menjadi wabah yang mengguncang dunia. Di tengah guncangan itu, ada dua pandangan umat manusia dalam menyikapinya. Pertama ketakutan, cemas, panik sampai melakukan hal hal yang melebihi batas. Seakan tiada lagi kekuatan absolut di atas kepalanya yang menjadi tempat perlindungannya.
 
Bahkan saking paniknya dia mengganggap tuhan tidak adil, atau tuhan telah mati, atau tuhan tidak ada. Buktinya, kalau ada mengapa dia membiarkan virus ini menguncang mahluk bumi dan membuat mereka panik dan menderita sejadi jadinya.
 
Di sisi lain ada lagi mereka yang nyantai, meremehkan dan bahkan cuwek dan samasekali tidak merasa terancam.
 
Dengan meyakini semua penyakit datang dari Tuhan, tidak ada suatu kejadian di luar kehendaknya. Mati, sakit, sehat, sembuh, semua datang dari Allah. Dengan keyakinan bahwa virus corona ini ciptaan Allah, dia enteng saja berpasrah diri.
 
Dia tidak mau diisolasi, tidak mau berhenti cari makan, tidak mau mengurung diri.  Mati karena terpapar corona saat cari makan lebih mulia disi Alloh daripada mati kelaparan sekeluarga karena tidak makan. Orang ini tidak takut mati. 
 
Atau seperti yang disampaikan KH Naji Maimun, pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang yang menolak langkah langkah pencegahan yang sampai tidak membolehkan sholat jumat atau sholat rawatib berjamaah, pengajian dan berbagai ritual jama’ie lainnya. 
 
Apalagi sampai menutup jamaah yang umroh atau bahkan kemungkinannya menutup pelaksanaan haji. KH Najih menganggap Covid-19 ini belum jadi wabah. Dan ini adalah kehendak Alloh, mengapa kita harus mau dijauhkan dari Allah. Ini argumentasinya. 
 
Dengan dalil dalil Quran, memang ditemukan banyak pembenaran sikap ini. Intinya mau mati ya mati, mau sakit ya sakit. Asal di akhirat kelak bisa masuk sorga. Padahal beragama tidak hanya menggunakan pendekatan teologis alias tauhid. Masih perlu pendekatan lain, seperti fikh dan lain sebagainya.
 
Seperti pada kisah Sayyidina Umar saat mau hijrah, di daerah tujuannya sedang terjadi thoun. Dan Umar memilih kembali pulang. Argumentasinya jelas, bukan takut sama takdir Alloh tapi memilih takdir yang satu demi kemashalatan dan menghindari takdir Allah yang lainnya. Di dalamnya ada ikhtiar.
 
Covid-19 Dalam Perspektif Tauhid
 
 
Corona Virus bisa menjadi akses kajian dalam banyak dimensi. Orang bisa menjadikan entri point untuk menelaah perekonomian, social, bisnis, politik dan bahkan teologis alias tauhid. Dunia seakan sedang mereposisi diri, siapa siapa yang bisa bertahan, negara negara mana yang bisa tegar dan kuat menghadapi, pemimpin mana yang mampu mengantisipasi masalah. Atau sebaliknya, muka muka buruk mana yang berselimut sutera akan terbuka keburukannya oleh wabah ini.
 
Dalam perspektif tauhid misalnya, Dr M Abid Marzuki menyodorkan sisi lain menanggapi Covid-19 ini. Ia mengajak umat muslim membaca Covid-19 ini dari perspektif ilmu hikmah atau membahasnya dalam pendekatan tauhid. Dalam diskusi terbatas di kantor KBIHU Islamic Centre, wakil ketua Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie ini menyayangkan ketika semua pemikiran terbelenggu pada bahasan dalam dimensi matrialistik. Sebatas kajian kasat.
 
Sesungguhnya virus ini bisa dilihat dari dimensi hikmat. Menurut Abid Marzuki, perspektif hikmah ini bersumber pada suatu keyakinan bahwa setiap sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak Alloh. Tapi kadangkala kita yang sudah merasa pinter, merasa hebat hingga hanya mengukurnya dari sisi pandangan mata yang terbatas atau dengan kekuatan akal yang sempit. 
 
Coba lihat bagaimana Nabi Musa saat bertemu dan meminta diangkat menjadi muridnya Nabi Khidir. Nabi Musa yang hanya mengandalkan kekuatan pandangan mata dan ilmu logikanya tidak mampu memahami langkah Nabi Khidir yang berbasis hikmat. Perahu yang dibocorkan dan bisa menenggelamkan penumpangnya, pemuda yang tak bersalah tiba tiba dibunuhnya, atau disakiti tapi malah menolongnya. 
 
Nabi Musa tidak bisa memahami dimensi hikmah bahwa apa yang tampak salah, tampak tidak manusiawi, atau tidak masuk akal, sesungguhnya ada hikmah di balik itu. 
 
Maka, Corona kalau dipahami dari perspektif hikmah pasti memiliki pembelajaran yang luar biasa dari sang pencipta. Umat manusia di dunia ini sedang dikuliahi oleh wabah covid-19. Tinggal masalahnya apakah dunia mau memposisikan dirinya untuk belajar?
 
Lihatlah Amerika, Eropa dan beberapa negara industri maju seperti Korea, terseok seok menghadapi wabah ini. Kedigdayaan AS dan kesombongan presidennya seakan sirna, sampai sampai ia mengemis kepada Korea minta dibantu alat test cepat, Covid-19 rapid test. Kalau Korea bisa ngomong; “enak aja ente main minta begitu, emang ini dibikinnya pake (maaf) kentut.” Malu kan?
 
Atau lihat di Italia, bagaimana presidennya menangis karena merasa terlambat mengantisipasi. Sedang di Singapore, Thailand, Turkey, Malaysia, Philipina, para pemimpinnya begitu cerdas sigap dan tanggap sehingga wabah bisa diblok dengan baik. Kisah sukses mereka bisa jadi karena para pemimpin ini arif, tegas dan jelas dalam memutuskan sebuah kebijakan. 
 
Bagaimana pula di Indonesia. Presiden Jokowi bukan hanya terlambat mengantisipasi, tapi keliru mengambil kebijakan. Ketika orang lain menutup pintu perbatasannya dia malah membuka lebar dan memberi insentif untuk penerbangan yang membawa masuk wisatawan. 
 
Wabah yang bersumber dari Wuhan China tapi oleh Indonesia justeru orang China diberikan  kesempatan masuk dan diberikan ijin tinggal ribuan penduduk China di Indonesia, atau bahkan secara manipulative dibiarkan orang orang dari Cina melintasi perbatasan dan dibela oleh kekuasan. 
 
Atau kini disaat Menteri Keuangannya kelabakan tidak punya anggaran untuk mengantisipasi Covid-19 - terbukti dengan dilakukannya penggalangan dana masyarakat - pemerintah Jokowi malah terus mendorong pembangunan ibukota Baru yang menelan anggaran ribuan trilyun. Untuk menyelamatkan rakyat tidak ada dana tapi untuk memenuhi ambisi dengan ibukota baru yang belum tentu bermanfaat terus dilakukan dan bahkan dipamerkan. Duit dari mana coba?  Gila.  
 
Dengan menggunakan pendekatan hikmat, covid 19 sesungguhnya sedang mengajarkan rakyat Indonesia mengenali pemimpinnya, apakah mereka punya pemimpin cerdas atau pemimpin yang sradagsrudug. Inilah yang dimaksud Dr. Abid Marzuki yang juga Ketua STAI Attqwa, hikmah di balik Covid-19. Tidak semua orang memahami ini, bahkan Nabi Musa sekalipun gagal menjadi murid hikmahnya Nabi Khidir.
 
Apa yang terjangkau oleh akal manusia, yang dirasakan dan yang dilihat adalah fenomena keilmuan. Kajian dalam perspektif ini tidak mampu membawa seseorang ke dalam dimensi tauhid yang utuh. Tapi pahamilah dengan pendekatan hikmah, semua musibah, malapetaka, kesulitan, penyakit bahkan kematian tidak akan membuat seseorang menjadi putus asa dan menyalahkian Tuhan. Apalagi kalau sampai membawa pada kesimpulan tuhan tidak adil atau tuhan telah mati. Nauzubillah. (abubagus).

Maklumat MUI Kota Bekasi terkait shalat jumat di tengah wabah virus corona. Foto/Dakta

Hot Issue

TIBYAN .ID – Maklumat Majelis Ulama Indoneis (MUI) Kota Bekasi menuai banyak protes. Dari Sembilan poin isi maklumat tersebut, terselip satu doa yang dianggap menjurus pada perbuatan syirik, yakni ajakan untuk berdoa selain hanya kepada Alloh swt.

Maklumat yang dimaksud adalah yang dikeluarkan MUI Kota Bekasi No.10/MUI-Bks/III/2020 yang berisi tentang simpangsiurnya wacana mengenai sholat jumat apakah dilaksanakan di masjid atau dilaksanakan di rumah masing masing, yakni menggantinya dengan sholat zuhur.

Ada Sembilan point isi maklumat ini. Satu diantaranya pada poin ke tujuh, dianjurkan kepada seluruh umat islam untuk bertaubat taubatan nashuha, bertaqorrub kepada Alloh dengan banyak baca Alquran, berzikir, baca sholawat, khususnya sholawat tibbil qulub, membaca doa tholak bala ; lii khomsatun uthfi biha harol wabail hatimah, almusthofa wal murtadho wabnahuma wal fathimah.

Maklumat itu ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kota Bekasi KH Mir’an Syamsuri dan sekretarisnya Ust. H Hasnul Kholid, P. SE, MM. Surat Maklumat itu memang tidak mencantumkan tanggal, tapi lengkap dibubuhi stempel dan tandatangan ketua dan sekretarisnya.

Kalau benar surat maklumat ini memang MUI Kota Bekasi yang mengeluarkan, DR KH Abid Marzuki mengatakan, MUI Kota Bekasi kecolongan. Ada anasir - anasir syiah yang masuk dan menyusup untuk memengaruhi kebijakan di dalam MUI Kota Bekasi.

Menurut Abid, doa ini jelas jelas menjurus pada syirik. Karena mengajarkan sebuah doa yang hanya sampai kepada Muhammad, Sayyidina Ali, Hasan Husein lalu Fathimah. Ini memang orang orang mulia, manusia pilihan. Tapi di atas itu ada sebuah ayat yang menjelaskan bahwa berdoalah hanya Ku (Alloh), niscaya akan Aku (Alloh) kabulkan (ud,unii istajib lakum)

Menurut Abid, begitu banyak doa doa yang ada di dalam Alquran dan hadits nabi tentang tolak bala. Dalam kondisi segawat apapun misalnya, Rasululloh sudah mengajarkan doa yang diriwayatkan Abu Daud ; Bismillahi ladzi la yadhurruhu ma’a ismihi saiun … dst

Kalau benar ini produk MUI Kota Bekasi, ini artinya juga MUI Kota Bekasi kurang mempertimbangkan aspek aspek sosial keagamaan yang ada. Ini menuai dugaan memang diselipkan oleh kepentingan dakwahnya syiah melalui institusi MUI Kota Bekasi. Ini berbahaya.

Dalam penelusuran Tibyan, doa ini memang sangat popular bukan hanya di kalangan syiah. Di Minangkabau, doa ini telah dijadikan shalawatan yang dikumandangkan dengan alunan lazimnya sebuah shalawat.

Bahkan dalam artikel @abisyakir.worldpres.com juga diungkap pengalamannya naik bus antar kota yang secara resmi perusahaan itu menempelkan doa ini di kendaraan di posisi dekat duduk pengemudinya. Menurut tulisan itu, stiker doa lii khomsatun itu memang resmi dikeluarkan oleh perusahaan.

Dari @santri.online, juga dituliskan dengan jelas doa ini pernah di Ijazahkan oleh KH Hasyim Asy'ari dalam menghadapi pagebluk penyakit. Suatu ketika terjadi pagebluk yang bila pagi ada orang sakit, maka sorenya meninggal. Lalu KH. Hasyim Asy’ari mengijazahkan doa tersebut kepada KH. Romli Rejoso, KH. Wahab Chasbullah Tambakberas, KH. Bisri Denanyar, dan pondok Semelo Perak.

Mengenai maklumat MUI Kota Bekasi ini, DR KH Abid Marzuki mengingatkan agar ulama dan para asatiz berhati hati dengan berbagai hal yang menjurus pada syirik. Derdoa selain atas nama Alloh, itu jelas syirik. Dan Rasululloh Muhammad saw pun tidak menghendakinya itu. (AB)

TIBYAN.ID - PT PLN (Persero) telah menyiapkan mekanisme atau cara mendapatkan pembebasan biaya tarif listrik bagi konsumen rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) dan pemberian keringanan tagihan 50% kepada konsumen rumah tangga bersubidi 900 VA.

Untuk pelanggan rumah tangga 450 VA pascabayar akan langsung dibebaskan tagihannya pada bulan April, Mei dan Juni.

Sementara untuk pelanggan pra bayar dapat memperolehnya dengan mengirimkan nomor ID Pelanggan ke WA dengan nomor 08122-123-123 atau melalui situs resmi PLN. Dengan ID tersebut, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Sedangkan diskon tarif untuk pelanggan subsidi 900 VA bagi pelanggan pascabayar, rekening yang harus dibayarkan pada tiap bulannya akan dikurangi 50%.

Sementara bagi pelanggan prabayar, token listrik gratis sebesar 50% akan diberikan kepada pelanggan, dihitung dari pemakaian bulanan tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Berikut mekanisme pengambilan token gratis untuk pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan diskon 50% untuk Pelanggan Rumah Tangga daya 900 VA bersubsidi seperti dilansir keterangan resmi PLN, Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Mekanisme website dengan cara:

1. Buka Alamat www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19

2. Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter. Kemudian Token Gratis akan ditampilkan di Layar.

3. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Atau anda juga bisa mengakses melalui WA ke nomor 08122-123-123. Dengan cara :

1. Buka Aplikasi WhatsApp

2. Chat WhatsApp ke 08122-123-123 , ikuti petunjuk, salah salah satunya masukkan ID Pelanggan.

3. Token gratis akan muncul.

4. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Dengan ID Pelanggan tersebut, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Saat ini ada sekitar 24 juta data pelanggan rumah tangga 450 VA, ditambah 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang harus dimasukkan ke dalam sistem.

Proses ini akan tuntas dalam sepekan ke depan, sehingga seluruh pelanggan yang digratiskan dan mendapatkan diskon sudah dapat terlayani seluruhnya.(dni)

 

 

Sumber: Okezone

View this post on Instagram

Hai Electrizen, Mimin mau kasih tau kalau Token Gratis dari PLN untuk Pelanggan Rumah Tangga Prabayar 450 VA dan 900 VA Subsidi SUDAH DAPAT DIAKSES LOHH! Electrizen dapat memperolehnya dengan mengirimkan nomor ID Pelanggan ke WA dengan nomor 08122-123-123 atau melalui website PLN www.pln.co.id Dengan ID tersebut, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir untuk Pelanggan 450 VA dan sebesar 50% akan diberikan kepada pelanggan 900VA bersubsidi, dihitung dari pemakaian bulanan tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Mekanisme website dengan cara: 1. Buka Alamat www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19 2. Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter. Kemudian Token Gratis akan ditampilkan di Layar. 3. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan. Atau anda juga bisa mengakses melalui WA ke nomor 08122-123-123. Dengan cara : 1. Buka Aplikasi WhatsApp 2. Chat WhatsApp ke 08122-123-123 , ikuti petunjuk, salah salah satunya masukkan ID Pelanggan. 3. Token gratis akan muncul 4. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan. Saat ini ada sekitar 24 juta data pelanggan rumah tangga 450 VA, ditambah 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang harus dimasukkan ke dalam sistem. Proses ini akan tuntas dalam sepekan ke depan, atau paling lambat tanggal 11 April seluruh pelanggan yang digratiskan sudah dapat terlayani seluruhnya. #PLNatasiCorona #PLNTerbaik #PLNBerbakti

A post shared by PLN (@pln_id) on

TIBYAN.ID - Habib Rizieq Shihab kembali mengeluarkan seruannya berkenaan dengan adanya penolakan warga atas pemakaman jenazah pasien COVID-19 di sejumlah daerah. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu menyerukan umat muslim tetap harus memakamkan jenazah pasien positif corona sesuai dengan syariat Islam.

“Kepada segenap umat Islam Indonesia diingatkan bahwa jenazah muslim covid-19 harus diurus secara syariat terkait mandi, kafan, salat jenazah, dan pemakaman,” serunya.

Selain diurus dan dimakamkan dengan prosesi sesuai syariat, jenazah juga tetap harus arus ditangani sesuai petunjuk medis yang benar.

Seperti proses sterilisasi saat dimandikan, dikafankan, pembungkusan dengan plastik, penggunaan peti, dan pemakaman dengan segera.

“Semuanya harus diurus oleh petugas medis resmi yang memakai alat pelindung diri (APD),” sambungnya.

Menurutnya, dengan menjalankan petunjuk itu, maka terjamin secara syariat dan medis bahwa jenazah itu tidak akan menularkan lagi virus yang dalam jasadnya.

“Apalagi, virus corona tidak bisa menyebar dalam plastik, peti, dan tanah,” jelasnya.

Habib Rizieq juga menegaskan bahwa menolak petugas medis yang hendak melakukan proses pemakaman jenazah pasien COVID-19, hukumnya adalah haram. 

“Haram diganggu, ditolak, diusir. Apalagi sampai dibongkar makamnya,” tegas dia.

Sosok yang kini masih berada di Arab Saudi itu meyakin, saat umat Islam menjalankan syariat dalam proses penguburan terhadap jenazah sesama muslim, Allah akan menurunkan rahmat bagi warga Indonesia.

“Ini menjadi penyebab turunnya rahmat dan berkah, sehingga Allah segera mengangkat wabah corona dari Indonesia dan seluruh dunia,” tambahnya.

Dikonfirmasi, Sekretaris Umum FPI, Munarman pun membenarkan bahwa seruan itu adalah benar dari Habib Rizieq.

“Benar pesan dari beliau,” singkat Munarman.

 

Sumber:Pojoksatu.id

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp

Aktual

TIBYAN.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi gerak cepat pemerintah daerah di seluruh Indonesia dalam menangani COVID-19 di daerahnya. Jokowi meminta perangkat daerah mempertahankan itu.

"Kemudian di hilir pengawasan dan pengendalian di level di daerah, utamanya di kelurahan level desa, saya lihat sudah mulai digerakkan daerah dan mulai bergerak," ujar Jokowi dalam ratas yang disiarkan live di YouTube Setpres, Kamis (2/4/2020).

Jokowi meminta seluruh perangkat desa, dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan, berpartisipasi dan terus bergerak mengamankan daerahnya dari COVID-19. "Saya ingin dorong ada partisipasi tingkat komunitas baik itu RW ataupun RT," katanya.

Dia juga meminta seluruh perangkat daerah memperhatikan warga perantauan dari Jabodetabek yang masuk ke daerahnya. Jokowi mengatakan pemudik dari Jabodetabek harus ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dan diwajibkan melakukan isolasi mandiri di kampung halaman.

"Pemudik yang pulang dari Jabodetabek bisa dilakukan sebagai orang dalam pemantauan, sehingga harus menjalankan isolasi mandiri," kata Jokowi.

 

Sumber: Detik.com

Foto : DR KH Aiz Muhajirin(TIBYAN/Yazid)

Wawancara

TIBYAN.ID - DR KH Aiz Muhajirin, putra bungsu KH Muhajirin, kini menjadi pemegang tampuk masa depan pesantren An Nida Al Islamiy yang dibangun KH Muhajirin ayahnya. Bersama Uminya yang sudah sepuh, Aiz kini menjadi orangtua ratusan santri yang mukim. Kepada tibyan.id Aiz hanya berujar singkat; “saya mendapat amanat meneruskan tanggungjawab dari orangtua dan keluarga,” begitu katanya.

tibyan.id : Sebagai pesantren yang ada di tengah kota, An Nida Al Islamiy tampaknya menjadi semakin terhimput oleh pertumbuhan kota. Baik dari sisi bangunan fisik maupun dari sisi kehidupan. Bagaimana An Nida akan bisa terus bertahan di masa yang akan datang?

Aiz Muhajirin: Tidak mudah memang mengelola dan mengurusi santri di tengah tengah kota. Selalu ada saja gemerlap kota yang terdengar dan terlihat sampai ke dalam pondok. Karena itu secara opersonal Pondok menertibkan struktur pengelolaannya. Ada lurah pondok. Dia yang sehari hari berinteraksi dan mengurusi persoalan santri pondok. Dibawah lurah ada ketua ketua asrama. Mereka saling berkordinasi mengenai keberadaan siswa satu persatu. Detail dan harus tegas.

Lalu lalang siswa, keluar masuk asrama, bagaimana bisa diawasinya?

Ya. Perizinan santri itu diberikan oleh pengurus asrama. Security mengizinkan keluar atau tidak tergantung perizinannya itu. Security kita siap siaga selama 24 jam. Namun, baik security maupun petugas asrama, semua memakai pendekatan kependidikan.

Ada istilah lama, pondok itu ibaratnya penjara suci

Saya dan pengurus terus mengevaluasi pendekatan yang kita pakai. Kita gak bisa lagi menerapkan aturan secara kaku. Kita pertinggi pendekatan kemanusiaannya. Ini seninya. Bagaimana disiplin tetap berjalan tapi pendekatannya tetap humanis. Ini tantangannya.

Pesantren di tengah kota seringkali terancam oleh godaan mall yang menjamur disekitarnya. Bioskop. Atau aneka gemerlap kota. Sulit juga mengendalikan santri yang umumnya anak anak remaja yang sedang seneng senengnya bermain.

Mall dan bioskop sudah bukan lagi tantangan apalagi ancaman. Anak anak sudah tidak lagi seneng bermain di mall. Tapi gadget, permainan games atau warnet. Ini justru yang menjadi ancaman. Kalau kurang hati hati kita bisa ditinggal anak anak. Tapi terlalu keras melarangnya anak anak juga bisa kabur. Jadi itu, bagaimana pengelola asrama menjadi petugas yang memang mereka butuhkan. Ini gak gampang memang.

Di Annida, pondokan santri dengan sekolah formalnya agak jauh. Dari Jalan Juanda ke Kampung Mede. Dalam perjalanan apa tidak terjadi distorsi?

Ini memang unik. Kalau pagi, siswa fokus ke sekolah. Dari Asrama biasanya terus segera ke sekolahnya. Karena mereka takut terlambat. Jadi perginya aman aman saja. Pulangnya ini ada juga terjadi gangguan. Ya gangguan kecil. Kadang mampir dulu, ada saja kebutuhan. Entah beli makanan untuk kebutuhan buka puasa. Ada beli kebutuhan harian di asrama. Namun tetap pihak asrama dan security memonitornya. Karena menjelang ashar mereka sudah diabsen lagi. Saat itu semua harus sudah siap sholat ashar di masjid.

Annida itu dulu dikenal sebagai pesantren salaf. Bisa jadi itu karena kiyainya yang banyak menulis hadits bahkan buku tasawuf. Sekarang apa masih di jalur itu kiyai?

Kami mengembangkan pendidikan sesuai dengan perkembangan jaman. Ada sekolah umum, yakni Tsanawiyah dan Aliyah. Itu di kampus 2 yang di Kampung Mede. Di kampus 3 insya Alloh akan difokuskan pada sekolah kejuruan. Ini adalah sekolah sekolah yang didirikan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Lalu bagaimana dengan ciri khasnya sebagai pesantren, mereka yang sekolah bisa mondok di sini, yakni di kampus I di Jl Juanda. Mereka mondok disini dengan mengikuti program pesantren khusus. Berbagai kitab agama dibahas di sini.

Perimbangannya lebih banyak yang mana antara siswa yang mondok dengan yang tidak?

Ya, jelas yang mondok lebih sedikit. Tapi mereka disini mengikuti program pondok dengan membaca kitab kitab kuning, termasuk kitab kitab yang ditulis Syeikh Muhajirin.

Kalau dominan pada sekolah sekolah umum dan kejuruan, bisa jadi lama lama Annida akan meninggalkan tradisi pesantren?

Bukan begitu. Sebuah sekolah membina sesuai dengan bakat dan minat santrinya. Tidak semua siswa bisa dekati sebagai calon kiyai yang belajar kitab kuning dan ilmu ilmu agama. Karena tidak semua punya kapasitas menjadi kiyai. Tapi tentunya ada yang mampu, punya kapasitas dan memang berminat jadi kiyai. Dan mereka inilah yang diberikan haknya, tinggal di pondok, usai melakukan kegiatan sekolah mereka mendalami kitab kitab khusus. Untuk siswa yang jenjang Tsanawiyah dan Aliyah, kitab kitab mereka fokus pada satu mazhab fiqh, yakni Syafiiyah.

Saat ini lebih dari 300 siswa yang mengikuti program pondok ini. Untuk yang lanjutan, yakni yang sudah tingkat sekolah tinggi, mereka mendalami 4 mazhab fikh. Ini kajian yang lebih mendalam. Mereka inilah yang akan menjadi ulama dan kiyai. Mengapa Annida juga lebih banyak pada sekolah umum seperti Tsanawiyah dan Aliyah dan akan dibangun kejuruan, karena kebutuhan real. Mereka butuh lanjutan untuk kuliah dibidang yang sesuai kebutuhan jaman. Atau mereka butuh segera bisa akses ke lapangan kerja.

Program khusus Marhalah Al Ulya sudat jadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ?

Betul. Inilah yang saya maksud penyesuaian dengan tuntutan zaman. Ketika kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan, maka kita perlu berkorban. Kita mengikuti ketentuan legal untuk sebuah sekolah tinggi. Namun, sebagai program takhassus kajian empat mazhab dan kitab kuningnya terus. Yakni buat mereka yang mondok dan tidak pada mahasiswa yang tidak mondok. (abubagus)

TIBYAN. ID – Satu dari sedikit orang yang pertama mendampingi Arifin Ilham mengadakan zikir jama,ie adalah H Khotib Kholil, ketua ikatan warga Mampang Indah 2. Saat itu tahun 1997 dari beberapa lokasi terbatas, mereka berzikir berpindah pindah sesuai jadwal. Selain Khotib ada juga nama Aminulloh Thoyyib Nafis ketua Masjid Amru Bittaqwa dan ada juga Ust Abdul Syukur. Bahkan ustad Abdul Syukurlah yang mensosialisasikan jadwal zikir itu ke republika dengan mengantarnya sendiri. 
 
Khotib Kholil memang telah dipersiapkan matang oleh Arifin Ilham. Sejak sebelum “kepergiannya”, Khotib telah diangkat menjadi Ketua Yayasan Azzikra. Seakan melakukan kaderisasi, Arifin Ilham terus menuangkan ide, gagasan, rencana dan bahkan mimpi mimpinya tentang Azzikra kepada Khotib. Dan Khotib pun menjadi tak banyak kesulitan dalam menjalani tugasnya sebagai ketua Yayasan. 
 
Kini sepeninggal Murobbi (panggilan buat Almarhum Arifin Ilham), Khotib merasa terguncang. Tugas ini terlalu besar, bebannya pun teramat berat. Kalau kemarin bisa berbagi, misalnya yang mikir adalah Arifin Ilham yang mengeksekusi Khotib. Kini Khotib mengaku harus kerja ekstra. 
 
Pekan silam, Amin Idris dari Tibyan.id sempat bersilaturrahmi ke Azzikra, diterima ketua Yayasan Azzikro, H Khotib Kholil yang didampingi HM Jais S.Sy,M.E Kabag Marketing Yayasan. Berikut petikan perbincangan;
 
Delapan bulan sudah kepergian KH Arifin Ilham. Suasana duka dan luka hati karena kehilangan sudah mulai terobati tampaknya?
 
H Khotib Kholil: Meski besar cinta kami kepada Murobbi, ya kami harus bisa merelakannya. Namun yang terasa sebagai amanat, sebagai wasiat, sebagai tugas adalah meneruskan peninggalan yang telah dirintisnya. Azzikra adalah warisan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Azzikra harus berkembang meski telah ditinggal pendirinya. 
 
Ukuran paling sederhana adalah jamaah. Bagaimana dengan jamaah Zikir Akbar, ritual bulanan yang biasanya dihadiri ribuan jamaah dan sampai menutup parkiran ke depan Bellanova? Apa yang kami lihat saat ini sih tak sebanyak dulu lagi?
 
Sejujurnya, Zikir Akbar memang berkurang jamaahnya. Penurunannya hamper sekitar 30 atau 40 persen. Itu hal yang wajar karena selama ini mereka datang dan berzikir bersama sang Murobbi. Dari berbagai penjuru negeri, dari kota kota yang jauh mereka mencari berkah zikir bersama Arifin Ilham. Kini ketika beliau telah tiada, maka jamaah dari luar kota memang yang paling banyak mengalami penurunan.
 
Tapi, Zikir Akbar itu tetap dilaksanakan rutin setiap bulan ?
 
Oh ya tentunya. Jadwal rutin tidak berubah, terus dilakukan tidak terputus. 
 
Adakah perbedaan pelaksanaannya setelah Murobbi tiada?
 
Zikir Akbar saat ini dipimpin duet Ustad Abdul Syukur dengan putra beliau, yakni Ustad Alfin dan Ustad Amer kakak beradik putra Arifin Ilham. Seringkali mereka bertiga yang menggelar zikir. 
 
Kharismanya tentu tidak sama dengan saat dibimbing Murobbi?
 
Ya pastinya begitu. Bagi Azzikra ini adalah tadribat untuk Alfin dan Amer. Namun dengan pendampingan Ustad Abdul Syukur, insya Alloh kharisma zikirnya masih dapat. Karena Ustad Abdul Syukur memang orang yang dikader sejak pertama. Beliau mendapingi sejak hari pertama zikir jama’ie KH Arifin Ilham.
 
Untuk penyesuaian, Azzikra pun mengubah formasi Zikir itu. Yakni setiap bulan kami mendatangkan tokoh tokoh besar. Misalnya Aa Gym, KH Didin Hafiduddin, Ustad Adhi Hidayat, KH Abdul Shomad dan berbagai tokoh besar lainnya. Mereka kami undang, tentunya bersama pencinta beliau yang akan ikut hadir. Jadi, kalau selama ini Zikir Akbar itu mengandalkan kharisma Murobbi, kini kita membawa kharisma ulama, kiyai atau tokoh yang kami undang sambil membangun dan melatih kharisma kader yang sedang dipersiapkan.
 
Di sisi lain, perubahan tampak juga di segmentasi jamaah. Kalau sebelumnya, bersama Murobbi jamaahnya serentak, seusia, dengan seragam putih putih semerbak, kebanyakan adalah orang tua, kini kebanyakan generasi millennial, anak anak muda, dengan penampilan yang sedikit berbeda dengan generasi awal jamaah Zikir Akbar. Itualh sebuah proses perubahan yang sedang terjadi.
 
Selain Zikir Akbar peninggalan Murobbi yang masih dilestarikan ?
 
Kultur yang dibangun di Sentul ini adalah peradaban. Lihat saja, tradisi itu masih terus pertahankan bahkan dikembangkan. Misalnya Kampung Sunnah, tradisi memanah, berkuda, cara berpakaian dan sebagainya.  Itu Alhamdulillah masih tetap lestari. Bahkan sedikit banyak terus ditingkatkan. Misalnya, ada mobil yang terus berkeliling di kawasan Kampung Sunnah untuk antar jemput penghuninya yang akan bolak balik ke masjid. Ada berbagai tradisi lain yang unik bila dipilah satu persatu. Misalnya, tradisi buka puasa sunnah bersama setiap Senin Kamis di masjid. Ada juga Halaqoh Subuh yang diadakan setiap pagi. Ada sarapan pagi setiap Rabu. Kalau hari Jumat ada istilahnya jumat berkah, yakni ada makan siang gratis. Dan setiap Malam menjelang Zikir Akbar, semua kamar penginapan masih tetap full book. Bahkan lihatlah, beberapa masih ada yang terus membangun penambahan kamar sewaan mereka. Itu pertanda optimis, Azzikra masih akan terus berkembang.
 
Lalu apa yang paling urgen bagi pengurus dalam mengemban amanah ini?
 
Ini amanah yang tidak ringan. Tanggungjawab ini baru bisa ringan jika dipikul bersama. Karena itu, prioritas bagi strategi pengembangan adalah merajut kembali networking yang selama ini telah dibangun. Baik di dalam negeri maupun di luar. Kata Murabbi, mari kita rajut terus benang tasbih yang sudah terbentuk. Networking yang harus diperkuat.
 
Saya melihat dinding depan masjid sudah diperindah, di sudut sudut tertentu ada beberapa perubahan dan perbaikan. Terasa ada progress positif?
 
Tahapan shock karena ditinggal sudah harus kami lewati. Kemudian bersama keluarga, kami juga telah menyelesaikan fase posisioning. Alhamdulillah, itu berjalan dengan sangat baik. Kini kami sedang merampungkan system yang sesuai dengan ide ide besar Murobbi. Karena itu, beberapa bagian yang kecil kecil, seperti keindahan masjid, transportasi internal, jalan jalan terus mengalami perbaikan kecil kecilan.
 
Adakah perubahan yang ekstrem ?
 
Tidak perlu lah. Kita sudah terbekali dengan visi dan misi yang jelas. Perubahan yang dilakukan agar visi dan misi itu bisa terwujud lebih sempurna dan daya jangkau lebih optimal agar dakwah bisa lebih syiar lagi. Di bidang media, kami sudah punya tv kerjasama dengan tv Al Bahjah. Bahkan kami juga sedang membangun mini studio yang menampilkan semua kenangan tentang Murobbi, termasuk catatan dan rekaman beliau. Kelak ini akan menjadi media centre tempat memancarkan dakwah secara lebih luas lagi. Intinya, kami sedang menuju ke sebuah cita cita menjadikan Azzikra sebagai destinasi wisata religi yang tidak layak untuk dilewatkan. (aminidris)
 
 

Ade Ardiansyah (kanan) bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi(kiri)

Wawancara

TIBYAN.ID - Ade Ardiansyah, notaris yang dikenal public sebagai pihak yang memberi perhatian serius pada koperasi, khususnya di Kota Bekasi. Menurutnya di era sekarang, saatnya kita membangun perekonomian berbasis koperasi. Dan yang paling kongkret, membangun koperasi berbasis masjid. Kepada Gubernur Jawa Barat dan kepada Jusuf Kalla saat masih menjabat Wakil Presiden, Ade banyak mendiskusikan upaya membangun perekonomian umat berbasis koperasi masjid.

Berikut perbincangan Tibyan.id kepada Ade Ardiansyah sebagai ketua Pembangunan Masjid Nurul Islam Islamic Centre Bekasi dan juga ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) Kota Bekasi.

SatuUmat : Anda dikenal sebagai notaris yang specialized pada persoalan koperasi?

Ade Ardiansyah : Notaris itu tidak spesialis. Kalau kemudian orang menganggap saya ekspert dalam hal legalitas koperasi dan sejenisnya bisa jadi karena memang saya memberi perhatian khusus pada masalah koperasi.

Apa yang paling menarik dari koperasi?

Koperasi itu karakter eknonomi bangsa kita. Bung Hatta telah menanamkan ini dan bahkan mencantumkan legalitas di dalam UUD45. Seharusnya, koperasi lah yang menjadi panglima pembangunan perekonomian bangsa Indonesia. Koperasi seharusnya menjadi lembaga ekonomi yang membanggakan. Selain punya landasan hukum yang kuat, koperasi sangat cocok dengan kehendak dan upaya mensejahterakan masyarakat.

Apa yang paling membanggakan itu? Bukankah selama ini koperasi masih ditempatkan sebagai lembaga perekononian kelas rendahan. Sulit untuk membawa kemajuan yang bisa menggerakkan capital besar.

Koperasi lembaga ekonomi yang bisa mensejahterakan orang banyak. Kapitalisasi koperasi ada di tangan anggotanya. Kalau koperasi maju berarti yang kaya dan sejahtera adalah anggotanya. Ini beda dengan badan hukum lain, misalnya Perseroan Terbatas (PT), itu adalah lembaga dengan kepemilikan personal. Sehingga kalau PT itu tumbuh besar maka yang kaya ya pemilik modalnya saja. Itulah saya katakan koperasi adalah model pererkonomian yang membanggakan.

Kalau saya mau sebutkan sudah begitu banyak model bisnis sejenis koperasi yang maju dan besar di berbagai dunia. Tapi di Indonesia, koperasi memang masih diletakkan di level rendah, masih dianggap hanya bisnis kecil kecilan.

Dimana sih kendalanya sampai saat ini Koperasi masih menjadi lembaga bisnis yang ada di lini belakang?

Image masa silam masih terbawa bawa. Namun saya yakin, dalam kurun beberapa tahun kedepan koperasi akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita yang paling realistis. Lihat saja, semangat pemerintah untuk memajukan ini tidak setengah - setengah. Berbagai regulasi terus dibangun untuk menjadikan koperasi digjaya. Permodalan juga diberi berbagai saluran yang memihak pada koperasi. Di Kota Bekasi saja, dana bantuan modal dari BPR Patriot hanya dibebani margin 4 persen. Ini artinya, kalau mau maju saat inilah eranya koperasi.

Terus kalau masih dianggap sebagai pemain lini belakang, silahkan saja orang menganggap itu. Karena mungkin saja para kapitalis tidak akan suka dengan gerakan ini. Biarin. Itu hak mereka. Tapi orang orang koperasi jangan terpengaruh dengan image itu. Memajukan koperasi hanya ada ditangan para pelaku koperasi.

Kendala permodalan tampaknya masih belum ada solusi nyata. Gembar gembor permodalan berbunga rendah yang digelontorkan pemerintah seringkali tersalurkan secara tidak proporsional. Istilahnya hanya proyek pencitraan saja. Bagaimana menurut Anda?

Ada arus teknologi yang sedang terjadi dalam mendorong persoalan permodalan ini. Kalau dari sumber dana bantuan pemerintah itu sulit diakses, tidak masalah. Banyak jalur lain yang tersedia. Misalnya, saat ini banyak sekali perusahaan start-up yang tampil untuk menjadi “pahlawan” permodalan untuk koperasi. Sebuah koperasi bisa listing proposal programnya di perusahaan digital seperti ini dan menyerap dana dari para investor. Dengan modal proposal yang rasional dan akuntabel sebuah projek koperasi bisa dicariin permodalan di sini. Inilah yang disebut sebagai pasar dana koperasi. So, tidak masalah. Saya yakin, pasar dana untuk koperasi termasuk yang berbasis syariah akan semakin banyak muncul. Ini kan peluang bagus sekali buat koperasi.

Bagiamana dengan pengetahuan masyarakat soal ini?

Ini memang yang perlu disosislisasikan. Tidak semua orang harus pinter tentang koperasi. Tidak semua orang harus paham regulasi koperasi. Setidaknya kalau kita ingin membangun koperasi syariah yang berbasis masjid, setidak pengurus pengurus masjidnya yang perlu ditatar dan dikenalkan lebih dalam tentang regulasi koperasi, tentang peluang bisnis melalui koperasi, tentang menghidupkan ekonomi masjid, tentang pentingnya memakmurkanmasjid dan mensejahterakan jamaah. Ketika ini telah menjadi gerakan maka tidak ada lagi kekuatan yang bisa menghalanginya. (abubagus)

Foto : Ilustrasi/aos4ventos.com.br

Rihlah

TIBYAN.ID - Claudio Muhammad Baker, Juru Bicara Muslim Association of Santos (MAS), wisatawan Muslim yang datang biasanya memberikan pandangan dan masukan agar MAS bisa menjalankan kegiatannya dengan lebih baik. MAS juga seringkali menyarankan tempat wisata yang perlu dikunjungi.

Baker mengatakan MAS biasanya merekomendasikan Santos, Sao Paulo, Goianida, Curitiba, Brasilia, dan Florianopolis untuk dikunjungi wisatawan Muslim. ''Tempat itu memiliki komunitas Muslim yang besar dan warganya memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Islam,'' katanya.

Menurut Baker masyarakat di tempat-tempat itu juga menghormati tradisi dan kultur Muslim. Di samping tempat itu memang memiliki pemandangan, pantai, dan kehidupan yang indah. Dengan demikian wisatawan Muslim bisa menikmati wisatanya dengan baik.

Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pada 2001, ada 27.239 Muslim di Brasil. Meski Islamic Brasilian Federation (IBF) menyatakan ada sekitar 1.5 juta Muslim di sana. Sebagian besar Muslim di Brasil berasal dari Suriah, Palestina, dan Lebanon.

Mereka sampai di Brasil pada abad ke-19 selama Perang Dunai I dan pada 1970-an. Sejumlah warga Irak juga ada di Brasil, mereka tiba di sana sejak dimulainya invasi yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap Irak pada 2003.

Sebagian besar Muslim hidup di negara bagian Parana, Goias, Rio de Janeiro, dan Sao Paulo. Meski demikian ada juga komunitas Muslim dalam jumlah yang cukup banyak di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. Di Sao Paulo, terdapat sekitar 10 masjid.

Salah satu masjid yang terbesar dan termegah adalah Mosque Brasil yang berada di pusat kota. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Amerika Latin. Proses pembangunan masjid tersebut dimulai pada 1929. Dan kini, masjid tersebut menjadi salah satu komoditas wisata negeri yang kental nuansa Katholiknya ini. Brasil memang piawai mengelola pariwisata.

 

(Sumber : Republika)

Foto : pinbisnisnet.weebly.com

Rihlah

TIBYAN.ID - Jumlah visa umrah yang telah dikeluarkan Arab Saudi pada musim umrah tahun ini (sejak September 2018) mencapai 2.785.790 visa. Menurut data Kementerian Haji dan Umrah Saudi, sebanyak 2.346.429 jamaah umrah telah tiba di Kerajaan Saudi.  

Dari data tersebut dilaporkan, masih ada 345.114 jamaah yang berada di wilayah Kerajaan Saudi. Dilansir dari Arab News, Ahad (13/1), angka itu termasuk sebanyak 233.910 jamaah di Makkah dan 111.204 di Madinah. 

Sebagian besar jamaah, yakni sebanyak 2.122.424, datang ke Kerajaan melalui jalur transportasi udara. Sementara sebanyak 213.121 jamaah masuk ke negara itu melalui jalur darat dan 10.884 jamaah tiba melalui jalur laut. 

Jumlah jamaah terbesar berasal dari Pakistan, yakni sebanyak 637.745. Angka jamaah terbesar kemudian diikuti oleh Indonesia (420.410).

Pemerintah Saudi memang memiliki rencana reformasi Visi 2030. Saudi memiliki tujuan untuk menarik lebih dari 30 juta jamaah umrah. Di samping itu, Saudi juga bertekad menyediakan layanan yang sangat baik dan pengalaman yang luar biasa saat berziarah bagi para jamaah.  

Tahun lalu, kementerian tersebut meluncurkan indikator pekanan di mana pihak berwenang dapat melacak jumlah jamaah yang datang ke Kerajaan. Sehingga nantinya, memperkaya pengalaman mereka dengan menyediakan layanan berkualitas tinggi. 

Berikut ini delapan negara penyumbang jamaah umrah terbesar lima bulan terakhir: 

    No        Negara                                          Jumlah 

  1. Pakistan                                            637.745 jamaah 
  2. Indonesia                                          420.410 jamaah 
  3. India                                                 292.607 jamaah  
  4. Malaysia                                            135.895 jamaah  
  5. Yaman                                               128.618 jamaah 
  6. Mesir                                                   73.179 jamaah  
  7. Turki                                                    65.970 jamaah  
  8. Uni Emirat Arab                                    59.855 jamaah  
  9. Bangladesh                                          57.701 jamaah  

 

(Sumber : Ihram.Republika)

Foto : google

Rihlah

Oleh: Ahmad Agus Fitriawan

Pelaksanaan ibadah haji tidak bisa dilepaskan dari dimensi perjalanan kemanusiaan pada aspek spiritual dan sosial untuk bisa dijadikan pelajaran dan tun tun an dalam menghadapi persoalan kehidupan. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang sarat dengan pengamalan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Ka'bah merupakan simbol persatuan dan kesatuan umat, juga mengandung makna eksistensi kemanusiaan. Misalnya, di dalam Ka'bah terdapat Hijr Ismail, putra Nabi Ibrahim AS pernah hidup dalam suka dan duka bersama ibunda Siti Hajar pada saat ditinggal ayahandanya. Siti Hajar adalah sosok ibu yang penuh kasih sayang terhadap anaknya, sertsa memiliki keimanan kokoh, ketenangan batin, dan keluhuran budi.

Ia adalah wanita kulit hitam, miskin, bahkan budak. Namun demikian, budak wanita ini ditempatkan Allah SWT di sana untuk menjadi pelajaran bahwa Allah memberikan kedudukan kepada seseorang bukan karena keturunan atau status sosialnya, melainkan karena ketakwaan kepada Allah SWT dan usaha untuk hijrah dari kejahatan menuju ke baik an, dari keterbelakangan menuju peradaban.

Makna ibadah haji sungguh-sungguh memberikan pelajar an luar biasa atas perjalanan spiritualitas kemanusiaan hamba Allah dalam mengharap ridha Allah SWT dan meraih cin ta-Nya. Pertama, sikap totalitas dalam beribadah lillaah ta'ala. Setiap ibadah menuntut adanya totalitas kepasrahan dan kepatuhan.

Inilah yang disebut ibadah ikhlas dan pasrah yang jauh dari riya (agar dilihat orang lain), sum'ah (agar didengar orang lain), sehingga bukan hanya lillaah ta'ala melainkan juga billaah ta'ala. Tidak ada seorang ulama pun tidak bersepakat bahwa apa yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar terhadap Ismail merupakan bukti penyerahan diri sepenuhnya terhadap perintah Allah SWT.

Kedua, sikap selalu ingin dekat dengan Allah SWT. Inti ibadah adalah menguji kesabaran dan sejauh mana segala pola pikir dan pola tindak manusia benar-benar sejalan dengan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan- Nya. Karakter manusia yang dekat dengan Allah SWT ada lah manusia yang sanggup melaksanakan segala pe rin tah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan ketulusan hati untuk melaksanakan ibadah itu tanpa ragu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

Ketiga, sikap keberanian menanggung risiko yang berat sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT, melebihi ke cintaan kepada yang lainnya. Harta, takhta, dan jabatan atau kedudukan, bahkan jiwa ini sekalipun, tidak ada artinya jika mahabbah atau rasa cinta abadi kepada Allah hadir di relung hati manusia.

Keempat, sikap melepaskan dan memerdekakan diri dari sifat dan sikap buruk manusia. Ibadah kurban me ngan dung makna agar umat Islam dalam kehidupannya selalu membuang jauh-jauh atau membunuh sifat-sifat binatang yang bersarang dalam dirinya. Karakter dominan dari binatang adalah tidak memiliki rasa kebersamaan atau per satuan dan kesatuan, hanya mementingkan isi perut (kenyang), serta tidak mengenal aturan, norma, dan etika. Berkurban berarti menahan diri dan berjuang melawan godaan egoisme. Walahu'alam.

 

(Sumber : Republika.co.id)

Follow Us

Advertisement

Top Stories

Grid List

TIBYAN.ID - Majelis Ulama Indonesia atau MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa selama ada virus corona atau COVID-19, Sholat Jumat bisa diganti dengan sholat Zuhur di rumah. Lalu bagaimana jika tidak sholat Jumat 3 kali berturut-turut karena ada wabah?

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan, ada tiga jenis orang yang tidak melaksanakan sholat Jumat. Pertama, orang yang tidak shalat Jumat karena inkar akan kewajiban Jumat, maka dia dihukumi sebagai kafir. Berikutnya, orang Islam yang tidak sholat Jumat karena malas.

"Dia meyakini kewajiban Jumat tapi dia tidak sholat Jumat karena kemalasan dan tanpa adanya uzur syar'i, maka dia berdosa, atau 'ashin. Jika tidak Jumatan tiga kali berturut tanpa uzur maka Allah mengunci mati hatinya," kata Asrorun saat berbincang dengan Tim Hikmah detikcom, Kamis, 2 April 2020.

Ketiga adalah orang Islam yang tidak Jumatan karena ada uzur syar'i, maka ini dibolehkan. Menurut pandangan para ulama fikih, uzur syar'i tidak sholat Jumat antara lain sakit. Ketika sakitnya lebih dari 3 kali Jumat, dia tidak sholat Jumat tiga kali berturut-turut pun tidak berdosa.

Uzur syar'i berikutnya adalah kekhawatiran terjadinya sakit. "Nah, dalam kondisi ketika berkumpul dan berkerumun itu diduga kuat akan terkena wabah atau menularkan penyakit, maka ini menjadi uzur untuk tidak Jumatan (sholat Jumat)," papar Asrorun.

Dia kemudian mengutip kitab Asna al-Mathalib yang berbunyi:

وَقَدْ نَقَلَ الْقَاضِي عِيَاضٌ عَن الْعُلَمَاءِ أَنَّ الْمَجْذُومَ وَالْأَبْرَصَ يُمْنَعَانِ مِنْ الْمَسْجِدِ وَمِنْ صَلَاةِ الْجُمُعَةِ، وَمِنْ اخْتِلَاطِهِمَا بِالنَّاسِ

Pengertian kalimat tersebut adalah, orang yang terjangkit penyakit menular dicegah untuk ke masjid dan sholat Jumat, juga bercampur dengan orang-orang (yang sehat).

Ada juga dalam kitab al-Inshaf yang menyebutkan:

وَيُعْذَرُ فِي تَرْكِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ الْمَرِيضُ بِلَا نِزَاعٍ، وَيُعْذَرُ أَيْضًا فِي تَرْكِهِمَا لِخَوْفِ حُدُوثِ الْمَرَض

"Uzur yang dibolehkan meninggalkan shalat Jumat dan jamaah adalah orang yang sakit tanpa ada perbedaan di kalangan Ulama. Termasuk udzur juga yang dibolehkan meninggalkan sholat Jumat dan jamaah adalah karena takut terjadinya sakit," terang Asrorun.

Terkait hadits soal meninggalkan sholat Jumat 3 kali berturut-turut dikategorikan kafir, kata Asrorun, adalah yang meninggalkannya tanpa uzur. "atau dalam redaksi hadis yang lain, meninggalkan Jumat dengan menggampangkan atau malas," kata dia.

Penyebaran virus corona atau COVID-19 akan kian meluas tatkala terjadi kerumunan manusia dan salah satunya adalah ketika sholat Jumat. Kekhawatiran terjadinya sakit atau tertular virus corona menjadi uzur untuk tidak sholat JUmat dan menggantinya dengan sholat Zuhur.

 

Sumber: Detik.com

Foto: Instagram @Haramain_info

Dunia Islam

TIBYAN.ID, RIYADH - Arab Saudi memberlakukan jam malam 24 jam di kota-kota suci Muslim, Makkah dan Madinah mulai Kamis (2/4). Aturan ini diperluas sebagai langkah untuk memerangi virus Covid-19 baru.

Sementara itu, negara-negara Teluk Arab lainnya mengunci daerah-daerah yang memiliki populasi pekerja migran besar. Kementerian Dalam Negeri Saudi menetapkan pengecualian, untuk pekerjaan penting dan penduduk yang ingin membeli makanan dan mengakses perawatan medis, mulai pukul 06.00 hingga 15.00 waktu setempat. Jika harus menggunakan mobil, hanya dapat membawa satu penumpang sehingga maksimal hanya dua orang dalam satu mobil.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi Kolonel Talal Al-Shalhoub mengatakan keputusan tersebut untuk melindungi kesehatan penduduk di dua kota itu. Jam malam tidak berlaku bagi pekerja di sektor swasta dan kepemerintahan yang sebelumnya dikecualikan.

"Mekanisme akan diberitahu kemudian mengenai cara menggunakan layanan bank dan ATM," katanya, dilansir Arab News, Jumat (3/4).

Kegiatan perdagangan dihentikan sementara di kedua kota tersebut, kecuali apotek, supermarket, pom bensin, dan layanan bank. Al-Shalhoub mendorong warga menggunakan aplikasi untuk memesan makanan dan bahan makanan. Kementerian Dalam Negeri tidak menoleransi siapa pun warga yang melanggar jam malam dan menunjukkannya di media sosial.

Aab Saudi mencatat ada 1.885 kasus positif corona dan 21 kematian. Angka ini terbanyak di antara anggota Dewan Kerja Sama Teluk yang beranggotakan enam orang (GCC). Saudi juga telah menghentikan penerbangan internasional, menghentikan umrah sepanjang tahun, menutup sebagian besar tempat-tempat umum, dan sangat membatasi pergerakan internal.

Di TV pemerintah, Selasa (31/3) lalu, Menteri Haji dan Umrah, Mohammed Saleh Benten, meminta umat Islam menunda persiapan untuk ibadah haji tahunan yang dijadwalkan pada akhir Juli. Sekitar 2,5 juta jamaah haji dari seluruh dunia biasanya berduyun-duyun ke kota-kota Makkah dan Madinah untuk menjalankan ibadah elama seminggu. Ibadah umrah dan haji juga merupakan sumber pendapatan yang signifikan bagi Kerajaan Saudi.

Dikutip di Aljazirah, di timur Provinsi penghasil minyak, Qatif, menjadi tempat kasus virus Covid-19 pertama kerajaan dilaporkan. Ia merupakan jamaah umrah Muslim Syiah yang kembali dari Iran. Lokasi ini telah dikunci selama hampir empat pekan.

Akses masuk dan keluar ke Riyadh, Makkah, Madinah, dan Jeddah terbatas. Beberapa lokasi di Makkah dan Madinah sudah dikunci penuh, tetapi di kota-kota lain, jam malam diberlakukan dari pukul 15.00 sampai 06.00.

Di negara-negara Teluk Arab lainnya, penguncian wilayah menargetkan lingkungan dengan jumlah besar pekerja asing berupah rendah. Menteri Kesehatan Kuwait mengatakan pihak berwenang mempertimbangkan menutup beberapa daerah. Pada Rabu malam (1/4), ia mengumumkan memperpanjang penutupan di kawasan industri. Mereka juga menutup Muttrah, rumah bagi salah satu pasar tertua kesultanan.

Dubai di Uni Emirat Arab pada Selasa menutup daerah Al Ras. Daerah yang terkenal dengan emas dan rempah-rempahnya, serta tempat tinggal banyak pekerja migran.

Jutaan pekerja migran, terutama dari negara-negara Asia seperti Nepal, India dan Filipina, termasuk di antara populasi ekspatriat besar di enam negara Teluk. Di mana infeksi yang dipastikan telah meningkat hingga di atas 4.700 dengan 36 kematian.

Kementerian kesehatan Bahrain melaporkan 66 kasus baru pada Kamis (2/4). Semuanya berada di zona industri Salmabad. Arab Saudi mengatakan pada Rabu (1/4), berusaha untuk memungkinkan warga asing kembali ke rumah mereka, bahkan ketika penerbangan penumpang tetap ditangguhkan.

 

Sumber: Ihram.co.id

dr Handoko melawan corona di usia 80 tahun. (Foto: Tangkapan layar Facebook)

Health

TIBYAN.ID - Viral cerita dokter bernama Handoko Gunawan yang turut menangani wabah virus corona COVID-19 di Jakarta. Di usia yang disebut hampir menyentuh 80 tahun, ia masih aktif bekerja hingga pagi membantu para pasien.

Satu cerita tentang dr Handoko di Facebook yang diunggah pada Selasa (17/3/2020) lalu mendapat banyak perhatian netizen dan sudah dibagikan ulang lebih dari 6.000 kali.

"Boleh tolong bantu juga doakan salah satu dokter yg handle covid dokter Gunawan ahli paru di Graha Kedoya usia sdh mendekati 80. Saat ini beliau terus kerja sampai jam 3 pagi. Anak anaknya udah saranin jgn ikut terjun krn sudah tua tp katanya kalau dia mati jg gpp," tulis sang pengunggah.

Beredar juga foto yang diduga dr Handoko tampak sedang memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

Sebagian besar netizen memberikan apreasiasinya dan menuliskan kalimat doa untuk keselamatan dr Handoko. Diketahui virus corona bisa berdampak lebih fatal bagi orang-orang di usia lanjut, tak terkecuali mereka yang berprofesi sebagai dokter.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR, FISR, membenarkan cerita tentang dr Handoko. Ia berpraktik di Rumah Sakit (RS) Grha Kedoya dan RS Pantai Indah Kapuk.

"Iya dokter paru. Anggota PDPI Jakarta," kata dr Agus pada detikcom, Rabu (18/3/2020).

"Setiap dokter paru di RS, walaupun bukan RS rujukan, menjadi garda terdepan untuk menerima pasien suspek di RS-nya. Sebelum pasien dirujuk ke RS rujukan," pungkas dr Agus.

 

Sumber: Detik.com

Oleh : Dhany Wahab Habieby - Praktisi Komunikasi 
 
TIBYAN.ID - Corona virus telah menggemparkan dunia, menyebar luas tanpa mengenal batas teritori negara. Bermuasal dari Kota Wuhan, China merebak tak terbendung melintasi samudera hingga ke berbagai penjuru benua. Ribuan korban kehilangan nyawa dan ratusan ribu orang sedang berjuang untuk melawan infeksinya. Kehidupan nyaris terhenti, jalanan sepi, kota-kota sunyi laksana tak berpenghuni.
 
Ketika Corona menjadi pandemi sudah selayaknya kita selalu waspada dan berhati-hati. Menjaga diri agar aktifitas sehari-hari bisa berlangsung tanpa kendala yang berarti. Setiap orang punya potensi untuk menulari tanpa di sadari. Maka jalan terbaik adalah saling mengingatkan dan saling menyayangi.
 
Dampak penyembaran virus Corona memang menjalar kemana-mana, dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Aktivitas perekonomian terganggu, kegiatan belajar mengajar di sekolah terhenti serta pelayanan publik mesti disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sekarang ini terjadi.
 
Sepanjang sejarah negeri, setidaknya yang penulis alami – dalam empat puluh tahun terakhir ini – baru sekarang kita menghadapi wabah penyakit yang mengancam seluruh umat manusia. Data WHO menyebutkan hingga 31 Maret 2020, sebanyak 204 negara telah terpapar Covid-19, sejumlah 697 ribu lebih kasus terkonfirmasi dan sudah menelan korban jiwa sebanyak 33.257 orang.
 
Sementara di tanah air, berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kasus positif corona sudah menyebar di 32 propinsi. Kementerian Kesehatan RI menyebutkan sampai tanggal 2 April 2020, sebanyak 1.790 kasus positif, pasien yang sedang dirawat 1.508 orang, sebanyak 170 orang meninggal dunia dan 112 orang dinyatakan sembuh.
 
Beragam usulan disuarakan terkait cara yang mesti dilakukan guna meredam penyebaran pandemi Corona. Akhirnya, Presiden Jokowi pada 31 Maret 2020 mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selain itu juga diterbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat.
 
Dalam peraturan pemerintah tersebut, pasal 4 ayat (1) menjelaskan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar paling sedikit meliputi; (a) peliburan sekolah dan tempat kerja, (b) pembatasan kegiatan keagamaan; dan/atau  (c) pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Sedangkan di ayat berikutnya mengatur ketentuan agar pemberlakukan PSBB harus mempertimbangkan kebutuhan pendidikan, produktivitas kerja dan ibadah penduduk (ayat 2), selain itu harus memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk (ayat 3).
 
Sejumlah Kepala Daerah sebenarnya sudah menerapkan kebijakan tersebut sebelum Presiden Jokowi mengeluarkan beleid PSBB. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberlakukan kebijakan belajar dari rumah bagi seluruh pelajar di Jakarta sejak Senin (16/3). Pada awalnya aturan itu dilakukan selama dua pekan, tapi kemudian diperpanjang sampai 5 April. Pemprov DKI kembali memperpanjang kebijakan tersebut hingga 19 April. Pemerintah kota lain di sekitar Jakarta juga melakukan hal yang sama untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.  
 
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memutuskan seluruh siswa jenjang Paud, TK, SD, SMP, SMA dan SMK untuk bersekolah dari rumah selama 2 (dua) pekan. Konsep belajar di rumah tersebut akan dilakukan melalui handphone. Hal ini disampaikan dalam konferensi media di Gedung Pakuan, Bandung, Minggu (15/3/2020) seperti dilansir Kompas.com. Emil mengatakan, keputusan tersebut diambil karena adanya peningkatan penyebaran virus Corona di Jawa barat.
 
Jika merujuk pada ketentuan yang ada dalam Peraturan Pemerintah tentang PSBB, maka secara substansial langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah sudah tepat. Tapi nyatanya sebaran virus Corona semakin bertambah dan meluas. Lantas, apa sesungguhnya yang mendesak untuk dilaksanakan sekarang ini?
 
Publik berharap ada upaya extra ordinary yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat guna membendung penyebaran virus Corona. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar semestinya dapat dilaksanakan secara tegas, terpadu dan serentak. Sebab jika mengacu pada ketentuan yang ada, prosedur penerapan PSBB harus diusulkan terlebih dulu oleh pemerintah daerah kepada Menteri Kesehatan. Hal tersebut justeru menjadikan upaya penanggulangan Covid-19 menjadi lambat, karena menunggu atensi dan respon masing-masing kepala daerah.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 pasal 6 ayat (1) menegaskan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar diusulkan oleh Gubernur/Bupati/Walikota kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan, selanjutnya ayat (2) Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar dengan memperhatikan pertimbangan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
 
Sulit dibayangkan, penyebaran virus corona yang berlangsung secara cepat dan massif, namun upaya pencegahannya dipagari dengan aturan administratif yang sangat birokratis. Padahal dalam kondisi darurat diperlukan tindakan yang cepat dan tanggap. Sejak awal banyak pihak yang mengusulkan agar Presiden menggunakan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekaratinaan Kesehatan untuk memberlakukan karantina wilayah. Entah apa yang menjadi halangan sehingga Presiden enggan menerapkannya?
 
Ironisnya meski sudah mengeluarkan aturan tentang pembatasan sosial berskala besar, tetapi pemerintah malah menyatakan tidak akan melarang warga yang melakukan mudik ke kampung halaman. Kebijakan ini tentunya bertolak belakang dengan himbauan Social Distancing atau Physical Distancing kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sementara sejumlah kepala daerah meminta warganya yang berada di Jakarta agar tidak mudik karena berpotensi menyebarkan virus Corona ke wilayahnya.
 
Jakarta telah menjadi episentrum penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Sejak pemerintah secara resmi mengumumkan kasus pertama pada 2 Maret 2020, jumlah kasus positif corona di Jakarta mencapai 897 orang pada Kamis (2/4) atau bertambah 80 orang. Jumlah kasus positif corona di Jakarta itu mencapai 50,1% dari totalnya se-Indonesia yang mencapai 1.790 orang. Berdasarkan data Pemprov Jakarta, pasien yang positif tersebut sebanyak 562 menjalani perawatan di rumah sakit dan 181 menjalani isolasi mandiri. Dari kasus tersebut, 52 orang dinyatakan sembuh dan 90 orang meninggal dunia.
 
Dari Jakarta Corana telah menyebar ke berbagai penjuru nusantara, bahkan merebak hingga sampai ke desa-desa. Masyarakat awam dilanda ketakutan dan kecemasan, mereka menolak daerahnya menjadi tempat pemakaman korban virus Corona. Tidak sedikit warga yang berinisiatif melakukan ‘lockdown’ di kampungnya, menutup gerbang masuk ke wilayahnya, sekedar berjaga-jaga agar terhidar dari penyebaran wabah yang tak kasat mata.
 
Di tengah keterbatasan kewenangan, sejumlah kepala daerah, seperti Papua, Tegal, Tasikmalaya, Toli-Toli, Payakumbuh dan Aceh berani mengambil risiko untuk keselamatan warga di atas kepentingan lainnya. Banyak daerah tak siap dengan penanganan medis baik fasilitas rumah sakit, APD (alat perlindungan diri) dan sarana prasarana lainnya. Sementara jumlah pasien meningkat secara drastis. Pemerintah pusat bahkan tergagap dalam menyediakan sarana paling dasar seperti APD bagi dokter dan tenaga medis.
 
Sejak awal muncul virus Corona, Presiden Jokowi menegaskan agar kepala daerah tidak membuat kebijakan sendiri-sendiri tanpa koordinasi. Seluruh kebijakan di daerah harus sesuai dengan peraturan dan berada di dalam koridor undang-undang. Tentu kita sepakat dan mendukung ketegasan Presiden dengan harapan pemerintah pusat segera memutuskan langkah-langkah mitigasi yang konkrit dan luarbiasa. Sejumlah negara memilih untuk menerapkan langkah yang jelas dan tegas, memberlakukan lockdown, pembatasan wilayah atau pelarangan aktivitas perjalanan. Negara yang telah melakukannya antara lain China, Malaysia, Filipina, Arab Saudi dan Italia.
Mengutip pernyataan Presiden Republik Ghana, Nana Akufo Addo ‘Kami tahu cara menghidupkan kembali ekonomi, yang kami tidak tahu adalah cara menghidupkan kembali manusia’ katanya seusai mengumumkan lockdown parsial di Republik Ghana, Jumat (27/3/2020). Kita berharap Presiden Jokowi menegaskan hal serupa untuk mengobarkan semangat, menggugah solidaritas dan melindungi keselamatan anak bangsa melawan pandemi Corona.
Keinginan publik dan sejumlah daerah agar segera dilakukan ‘lockdown’ atau karatina wilayah telah dijawab Presiden dengan PP PSBB. Harapan masyarakat agar memperoleh bantuan sosial telah dibalas dengan pemberian diskon dan gratis bayar listrik bagi pelanggan 450 kwh yang berasal dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Bahkan, Presiden sudah mengabarkan tentang keringanan angsuran kredit bagi warga yang terdampak Corona meski belakangan diralat oleh juru bicara istana. Lantas, adakah semua ini cukup mampu meredam dampak pandemi Corona atau malah makin merajalela?
 
Sembari mengenang suara lantang Presiden Soekarno saat memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia. Kini, kita menunggu keberanian Presiden Jokowi mendeklarasikan ‘karantina wilayah’ terbatas sebagai ikhtiar melindungi rakyatnya dari serangan virus Corona yang sudah terlanjur masuk ke benteng pertahanan ibu kota negara.**
 
Advertisement

Upcoming Events