15
Sun, Dec

Top Stories

Grid List

(KOMPAS.com/Cynthia Lova)

Hot Issue

TIBYAN.ID - Lutfi Alfian, seorang remaja yang fotonya viral karena membawa bendera Merah Putih di tengah kerusuhan di sekitar Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 25 September lalu, didakwa pasal berlapis.

Hal tersebut, lantaran Lutfi disebut berniat membuat keonaran saat demo itu. Lutfi didakwa Pasal 212 KUHP juncto Pasal 214 KUHP atau Pasal 170 ayat 1 KUHP atau Pasal 218 KUHP.

Dakwaan pertama, Lutfi disebut melawan seorang pejabat (aparat) yang menjalankan tugas yang sah atau melanggar pasal 212 juncto pasal 214 KUHP.

Menurut Jaksa Penuntut Umum, Lutfi pada aksi pelajar pada 25 September, ia dan pelajar lainnya telah diminta berkali-kali untuk membubarkan diri oleh aparat.

5d8e277b66271.jpg

Namun, saat itu, ia dan massa lainnya tetap bertahan berada di kawasan DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Lutfi dan massa lainnya, malah menghiraukan peringatan aparat, bahkan merusuh dengan melemparkan batu ke arah polisi.

Ia juga didakwa merusak fasilitas umum dan melakukan kekerasan terhadap aparat polisi atau melanggar 170 KUHP. Hal ini, lantaran menerus melemparkan batu, petasan, botol air mineral, bambu, dan kembang api ke arah pot bunga, pembatas jalan, sehingga tidak dapat digunakan.

“Perbuatan terdakwa menyebabkan fasilitas umum rusak dan mengganggu ketertiban umum,” ujar Jaksa

Selain itu, ia didakwa pasal 218 KUHP, lantaran tidak pergi dari kawasan DPR, meski aparat Kepolisian telah meminta untuk pergi sebanyak tiga kali. Lutfi malah bertahan dan terus membuat kerusuhan.

Atas dakwaan tersebut, pengacara Lutfi, Sutra Dewi mengatakan, pihaknya tak mengajukan eksepsi atau nota keberatan. Tim pengacara akan langsung melakukan pembuktian dalam persidangan.

“Iya (tidak mengajukan eksepsi). Langsung pembuktian saja,” kata Dewi ketika dikonfirmasi. (end)

 

 

Sumber : eramuslim

Foto:Kemenag/Sugito

Hot Issue

TIBYAN.ID - Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi mengaku bahwa dirinya yang mendorong agar ormas Front Pembela Islam (FPI) diberikan izin kembali.

Hal itu ia akui saat menjadi pembicara pada Dialog Tokoh/Pimpinan Ormas Islam tingkat Nasional di Jakarta.

Mantan Wakil Panglima TNI ini menilai bahwa ormas-ormas Islam yang ikut dalam memajukan bangsa ini harus terus didukung keberadaan dan eksistensinya.

“Saya berpendapat tidak boleh satu ormas Islam apapun yang ikut dalam memajukan bangsa ini dihentikan. Saya yang mendorong FPI untuk diberikan izin lagi,” ujarnya, Rabu (27/11/2019) kutip website resmi Kementerian Agama.

Menag menjelaskan, setiap paguyuban atau apapun namanya, semua mempunyai hak yang sama untuk berserikat dan berkumpul, menyampaikan pendapat, apalagi itu dengan damai.

“Islam itu luar biasa damainya. Kami terbuka kepada semua untuk membangun bangsa Indonesia,” ujarnya diikuti aplaus peserta dialog tokoh.

Menag mengatakan, saat ini FPI telah membuat surat pernyataan setia kepada Pancasila-NKRI. Hal ini katanya harus didukung, proses pengurusan surat keterangan terdaftar (SKT) FPI juga sudah mengalami kemajuan.

“Sekarang mereka, tidak akan menggugat Pancasila dan akan terus mempertahankan NKRI. Ini kita dukung,” sebutnya.

Menag mengatakan, pernyataan kesetiaan terhadap Pancasila dan NKRI sudah dibuat FPI di atas meterai dan selanjutnya Kemenag akan mendalami pernyataan itu terlebih dahulu.

Mengenai moderasi beragama, Menag menilai, agama itu moderat, yang perlu dimoderasi adalah kehidupan beragamanya.*

 

Sumber : Hidayatullah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj menyampaikan aspirasi kiai NU soal pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Menurut dia, jika menimbang dan melihat mudarat dan manfaatnya, pemilihan presiden secara langsung berbiaya tinggi.

"Terutama biaya sosial, ada konflik yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam," ujar Ketua Umum PBNU itu, saat menerima silaturahim pimpinan mpr ke Kantor PBNU Jakarta, Rabu (27/11).

Dia mencontohkan peristiwa pada pemilihan presiden 2019 lalu. "Keadaan kita ini mendidih, panas, sangat-sangat mengkhawatirkan. Apakah setiap lima tahun harus seperti itu?" ujar Said Aqil.

Said mengatakan, saat musyawarah nasional (munas) di Pondok Pesantren Kempek Cirebon tahun 2012, para kiai dan ulama berpikir mengusulkan pemilihan presiden kembali kepada MPR. Hal itu demi kuatnya solidaritas persa tuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Namun, Said menegaskan itu suara kiai dan para alim ulama, bukan suara Pengurus Tanfiziah (Dewan Pelaksana) PBNU. "Itu suara kiai-kiai, bukan tanfiziah.

Kalau tanfiziah, namanya konferensi besar (konbes) di bawah muktamar. Di NU begitu," kata Said. Said juga mengaku sama sekali tidak ada dorongan politik saat memutuskan hasil munas itu. Hal itu murni para kiai dan ulama yang memikirkan rakyat bangsa Indonesia.

TIBYAN.ID - Menanggapi itu, Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mengatakan, tidak ada politik praktis soal usulan presiden kembali dipilih MPR itu. Menurut dia, PBNU menyerahkan sepenuhnya soal amendemen UUD 1945 terbatas atau menyeluruh dipilih sendiri oleh MPR. Tapi menurut dia, amendemen tersebut memang sebuah keharusan.

Hidayat mengaku akan menampung setiap aspirasi yang disebutkan oleh Kiai Said. "Iya itu usulan dari PBNU, dan beliau mengatakan tadi bahwa itu hanya hasil Munas NU pada tahun 2012 di Pesantren Kempek," ujar Hidayat.

MPR, kata dia, masih akan mengumpulkan, mendengarkan, mengkaji aspirasi agar akhirnya dapat dijadikan bahan mempertimbangkan keinginan rakyat Indonesia. "Sehingga alhamdulillah, anggota MPR dengan jumlah memadai kemudian mengusulkan perubahan terhadap UUD tersebut," kata dia.

Selain Hidayat, dalam kunjungan untuk membahas amandemen Undang- Undang Dasar 1945 itu, hadir juga Ketua MPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, dan Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah. Staf khusus Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Robikin Emhas juga terlihat hadir.

"Kedatangan kami hari ini pak Kiai, ingin mendengar masukan alim ulama karena ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait rekomendasi dari Keputusan MPR periode sebelumnya," kata Bambang Soesatyo. Diskusi yang diselenggarakan tertutup itu mulai sekitar pukul 14.10 WIB.

Bamsoet mengatakan, silaturahim seperti itu akan terus digiatkan karena pihaknya tidak mau terburu-buru mengambil keputusan dalam mengamen demen UUD 1945. Ia juga ingin mendengar semua masukan tokoh masyarakat, ketua umum partai politik, dan pimpinan organisasi masyarakat. Pekerjaan itu ditargetkan selesai dalam lima tahun ke depan.

"Saya kira wacana berkembang di tengah masyarakat (ada) beragam pendapat. Dan bapak sekalian sudah mendengar itu," kata Bamsoet.

Bamsoet mengatakan, ada enam usulan pokok yang berkembang di masyarakat seputar UUD 45. Pertama, kembali ke UUD asli lalu kemudian disempurnakan. Kedua, kembali ke UUD asli.

"Titik di itu saja. Ketiga, aman demen terbatas bentuknya haluan negara berdasarkan rekomendasi. Keempat, melakukan penyempurnaan. Kelima, perubahan menyeluruh mulai dari pembukaan, batang tubuh diulangi. Terakhir, tidak perlu amandemen karena masih memadai," Bamsoet menjelaskan. (antara ed:ilham tirta)

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama

Aktual

TIBYAN.ID - Acara reuni alumni Aksi 212 di lapangan Monas, Jakarta Pusat, yang dimulai sejak Senin (12/02/2019) dihihari telah berakhir pada pagi ini sekitar pukul 08.24 WIB.

Panitia Reuni 212 menyatakan bahwa dengan berakhirnya acara pada Senin pagi, maka kondisi lalu lintas Jakarta diharapkan tidak terganggu, mengingat Senin merupakan hari pertama masuk kerja para karyawan dan pegawai negeri setelah libur akhir pekan.

Panitia mengajak bersiap untuk menyongsong Reuni 212 pada tahun berikutnya.

“Kita bertemu (tahun) 2020 bulan Desember yang akan datang,” ujar salah seorang pemandu acara dari atas panggung Reuni 212 di Monas.

Reuni 212 yang ketiga ini dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, anggota DPR RI dari Partai Gerindra Fadli Zon,  para ustadz, habaib, dan ratusan ribu jamaah.

Gubernur Anies dalam sambutannya mengatakan, ratusan ribu massa datang insya Allah membawa pesan perdamaian.

“Hari ini semua berjalan dengan tenang dan damai,” ujarnya.

“Jutaan jumlah (massa)nya ya? Jutaan tuh katanya,” tambah Anies saat diberi tahu pihak panitia soal jumlah massa Reuni 212.

Reuni Akbar 212 yang digelar Ahad (02/12/2018) adalah gerakan simpatik atas aksi yang dilakukan tujuh juta warga Indonesia pada 2 Desember 2016 yang menuntut keadilan atas penistaan terhadap ayat suci Al-Qur’an oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ahok akhirnya diputuskan bersalah dengan vonis 2 tahun penjara oleh hakim atas kasus penodaan agama pada Mei 2017. Setelah ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Ahok pun bebas dan kini Ahok diangkat menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) secara resmi sejak Senin (25/11/2019) lalu.* (SKR)

 

Sumber : Hidayatullah

KH Abid Marzuki (kiri)

Aktual

TIBYAN. ID, Bekasi - Di usianya yang ke 25 tahun Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attaqwa yang berlokasi di Jalan KH Noer Ali Ujung Harapan Bahagia Kabupaten Bekasi masih terus membangun mimpi, sebuah mimpi besar STAI Attaqwa yang setara dengan kampus Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir.

Mimpi disini tentu bukan sekedar berharap, tetapi mimpi itu terus dikembangkan terkait empat komponen penilaian, yaitu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kualitas kelembagaan, kualitas kegiatan kemahasiswaan serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Menurut Ketua STAI Attaqwa Dr KH M Abid Marzuki, M. Ed, usia 25 tahun ini merupakan perjalanan panjang bagi sebuah lembaga pendidikan tinggi. Momen 25 tahun inilah yang harus dijadikan tonggak untuk mengevaluasi hasil capaian.

“Kalau alat ukur evaluasinya adalah awal berdirinya STAI Attaqwa pada 1994, yang tujuannya hanya untuk memenuhi kebutuhan guru sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Attaqwa, maka capaian yang ada saat ini boleh dibilang berhasil,” tegas Abid Marzuki dalam percakapan dengan possore.commenjelang malam doa bersama peringatan 25 tahun di Kampus Pahlawan Nasional KH Noer Alie, Sabtu (16/11) lalu.

Menurut alumnus Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa timur itu, tujuan awal pendirian STAI Attaqwa adalah untuk memenuhi kebutuhan SDM karena berdasarkan penelitian, mayoritas guru di lingkungan Attaqwa awalnya hanya berpendidikan aliyah.

Para senior Attaqwa yang merasa prihatin dengan kondisi saat itu, lalu mendorong berdirinya STAI Attaqwa dengan program studi D2 dan D3 Pendidikan. Belum ada Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) maupun Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) seperti hari ini.

“Sekarang Alhamdulillah sudah 100 persen guru-guru yang mengajar di madrasah tsanawiyah dan aliyah serta unit lain di lingkungan Attaqwa yang jumlahnya ada 171 unit ini sudah berpendidikan S1, dan umumnya mereka adalah alumni STAI Attaqwa,” tegas Abid Marzuki.

Kedepan tutur Abid Marzuki, sekolah tinggi ini harus terus melakukan reorientasi atau tepatnya menyegarkan visi kedepan, yang semula hanya untuk memenuhi kebuhan guru ke peningkatan kualitas SDM. Hal ini tentu dimaksudkan agar SDM yang dimiliki Attaqwa benar-benar teruji.

Gedung baru Kampus Pahlawan Nasional KH Noer Alie akan menambah 28 lokal ruang belajar

Setelah pemenuhan kebutuhan guru dianggap cukup, Abid Marzuki sebagai Ketua STAI Attaqwa harus kembali masuk ke tahapan Rencana Induk Pengembangan (RIP) kampus yang sudah disusun sebelumnya. Target 5 tahun kedepan ini adalah STAI menjadi Institut Agama Islam Attaqwa dan 10 tahun kedepannya lagi STAI sudah harus menjadi Universitas Attaqwa.

“Pada momentum 25 tahun ini sebetulnya kita ingin mendekleir satu pernyataan bahwa lembaga ini saatnya menjadi milik bersama. Kalau lembaga ini hanya ada di atas kertas maka teman-teman termasuk komunitas pendidikan Attaqwa kurang ikut merasa memiliki. Selama ini yang merasa memiliki lembaga pendidikan ini baru kalangan internal saja karena itu di usia 25 tahun ini kita nyatakan bahwa STAI Attaqwa menjadi milik bersama,” tutur Abid Marzuki.

Dikatakan, kalau melihat rangkaian acara milad yang diawali dari 14 November kemarin, kemudian diteruskan dengan acara-acara lomba yang pesertanya adalah anak-anak SMA seperti marawis, akuistik, baca puisi dan lain sebagainya, tujuannya tak lain adalah untuk menyosialisasikan perguruan tinggi ini ke sekolah-sekolah SMA di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.

Tapi yang tak kalah penting dari itu adalah bagaimana STAI Attaqwa yang dia pimpin juga mampu menumbuhkembangkan potensi-potensi yang ada dari internal kampus hingga mampu bersaing keluar.

“Rencanyanya akhir November ini kita juga menggelar seminar nasional terkait pendidikan. Beberapa pembicara yang dihubungi panitia sudah menyatakan kesiapannya untuk datang. Kita harapkan dari rangkaian kegiatan Milad 25 Tahun STAI Attaqwa, komunitas Attaqwa ini bukan saja mahasiswa, dosen dan pimpinan STAI, tetapi komunitas lain juga diharapkan keterlibatannya.

Abid Marzuki sendiri mengaku bersyukur kepada Allah SWT karena Ketua Umum Yayasan Attaqwa, KH Amien Noer sudah secara terbuka menyatakan, termasuk di acara Maulid Nabi pekan lalu yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa pendiri Attaqwa KH Noer Alie ingin agar STAI Attaqwa menjadi seperti Al-Azhar Kairo, hingga pihak yayasan sudah siap memberikan dukungan.

“Kalau di cermati pernyataan KH Amien Noer itu, berarti STAI Attaqwa kedepan lembaganya harus menjadi besar, dan wakaf yang dimiliki STAI Attaqwa pun harus besar. Ya karena yang besar dari Al-Azhar Kairo di Mesir itu adalah lembaga universitasnya dan badan wakafnya,” katanya.

Kalau dukungan dan tekad bulat dari yayasan sudah seperti itu, insyaAllah peningkatan status STAI menjadi Universitas Attaqwa bukan lah sebuah mimpi dalam tidur biasa, tetapi mimpi yang segera akan terwujud. Apalagi Ketua Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta, Prof Dr Ahmad Tib Raya, MA dalam acara Wisuda Sarjana ke-19 kampus ini beberapa waktu lalu sempat menjanjikan untuk membantu percepatannya.

Menurut Abid Marzuki, yang ada di depan mata saat ini adalah percepatan pembangunan kampus yang sudah dimulai tahun lalu. Targetnya 2-3 tahun kedepan kampus baru Pahlawan Nasional KH Noer Alie ini sudah jadi. “Kalau jadi beararti ada tambahan 28 lokal baru yang bisa dijadikan sebagai ruang kuliah, perpustakaan, ruang dosen juga auditorium mini di gedung baru tersebut,” katanya. (aryo)

 

Sumber : Possore

dok.istimewa

Aktual

TIBYAN.ID, Medan - Ledakan bom terjadi di Markas Polrestabes Medan, Rabu, 13 November 2019. Pelaku yang diduga pengebom bunuh diri itu menggunakan jaket ojek online.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Informasi dari kepolisian, ledakan itu dilakukan dua orang menggunakan atribut ojek online.

"Saat ini sedang dilaksanakan olah tempat kejadian perkara oleh Densus 88 dan Polda Sumatera Utara," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dihubungi, Rabu, 13 November 2019.

Dedi mengatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut lantaran invesgitasi masih dilakukan. "Tunggu hasil investigasi," kata dia

Polisi telah mengamankan lokasi dan memasang garis pembatas. Diduga pelaku bom bunuh diri tewas dalam kejadian itu.

 

Sumber : Tempo

TIBYAN -- Makin dekatnya masa akhir pendaftaran calon walikota dan wakil walikota Bekasi, suhu politik local kota Bekasi makin terus menggeliat. Beberapa calon makin intens melakukan loby loby politik, khususnya dalam merancang pendekatan koalisi dan calon wakil yang akan menjadi satu paket pasangan.

Setidaknya sudah ada tiga kandidat besar yang muncul ke permukaan. Pertama, petahana Rahmat Efendy, calon dari Golkar. Kedua Muchtar Muhammad dari PDIP dan ketiga Netty Heryawan dari PKS. Ini pun kemungkinan masih bisa berubah. Kemampuan partai dan para calon dalam menentukan calon wakilnya sangat berpengaruh terhadap elektabilitas mereka.

Untuk menyoroti perkembangan itu, Amin Idris dari Tibyan.id mewawancarai Heri Suko Martono, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Putra almarhum Suko Martono, mantan Bupati Bekasi yang juga pendiri Islamic Centre Kota Bekasi, ini menilai peningkatan suhu politik adalah sebuah hal yang wajar yang terjadi di masyarakat dalam setiap menjelang pemilihan umum.

“Orang Indonesia, khususnya orang kota Bekasi sudah cukup dewasa menghadapi setiap peristiwa politik. Biasa lah itu, kenaikan suhu dalam batas - batas wajar,” kata Hery Suko dalam perbincangan di kantornya, Islamic centre.

Tibyan : Sebagai sekretaris partai Golkar di Kota Bekasi, bagaimana anda melihat situasi sosial politik masyarakat Bekasi menjelang pemilukada kota Bekasi?

Heri Suko Martono : Biasa lah ini mah. Ini bukan sesuatu yang baru dalam demokrasi. Di Bekasi, atau dalam skala nasional, atau bahkan di luar negeri pun setiap menjelang pemilihan umum selalu saja suhu politik masyarakat akan naik. Itu biasa. Kita kan sedang berdemokrasi, dimana setiap orang punya hak dan kewajibannya untuk menyalurkan aspirasinya.

 

Tibyan : Dalam kontestasi calon walikota, bagaimana posisi petahana Rahmat Effendi yang pecah kongsi dengan PKS dan tidak jadi berpasangan dengan Sutriono?

Heri Suko Martono : Bang Pepen sebagai kader yang dicaonkan partai Golkar sejauh ini telah mendapat banyak kepercayaan. Saya sebagai pengurus Golkar tentunya berterimakasih dengan kemajuan ini semua. Dari berbagai survey, elektabilitas calon Golkar ini terus cenderung makin naik. Alhamdulillah. Sedangkan mengenai pecah kongsi dengan Sutriono, ini juga didasarkan pada realitas politik yang berkembang. Kan pasangan ini terus di evaluasi, seberapa tinggi daya terima masyarakat. Hasil evaluasi kami ya seperti ini.

 

Tibyan : Lalu dengan siapa pasangannya?

Heri Suko Martono : Ini sedang dimatangkan terus. Tidak hanya di tingkat Bekasi, juga dibahas dalam level Jawa Barat dan DPP (Pusat). Bagaimana kalau berpasangannya dengan kalangan birokrat, bagaimana kalau dengan akademisi, atau bagaimana kalau dengan internal, bagaimana pula kalau dengan tokoh umat. Sebagai partai besar, golkar tidak kering kader.

 

Tibyan : Kesimpulannya dengan siapa Mas? Kapan diumumkan? 

Heri Suko Martono : Sabaaar. Ini masih berproses terus. Secepatnya akan diumumkan.

 

Tibyan : Bagi Golkar, apa sesungguhnya yang akan menjadi perhatian lima tahun ke depan dalam pembangunan di Kota Bekasi jika kadernya yang terpilih kembali?

Heri Suko Martono : Banyak hal. Diantaranya, bagaimana kita memberikan perhatian pada proses pembangunan sosial kemasyarakatan agar lebih kondusif lagi.  Rasa persatuan dan kebersamaan, toleransi, saling menghormati sesama, harmonisasi antara kaum minoritas dan mayoritas. Kualitas sosial kemasyarakatan inilah akan menjadi bagian penting dalam pembangunan ke depan. Karena tahun - tahun berikut setelah 2018 adalah tahun dimana potensi gesekan sosial begitu banyak.

 

Tibyan : Banyak umat Islam yang kecewa dengan Rahmat Efendy terkait berbagai statemennya seputar kasus Santa Clara?

Heri Suko Martono: Saya melihat ini menyangkut komunikasi. Di luar substansinya, saya mengakui komunikasi tentang pembangunan Gereja ini tidak ditangani dengan sebaik baiknya. Sehingga beberapa pihak merasa benar sendiri. Masyarakat tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Pihak birokrat juga ke-PR-annya tidak dihandle dengan baik. Sehingga, menurut saya pribadi ya, pak walikota saat itu harus berfikir sendiri dan menjawab sendiri.

 

Tibyan : Apa yang akan dibenahi dari sisi komunikasi ini ?

Heri Suko Martono : Bisa saja misalnya, nanti untuk setiap persoalan penting dan punya bobot politis yang besar, walikota mendapat asistensi yang lengkap. Baik dari sisi subtansi masalahnya maupun sisi - sisi lainnya, seperti pertimbangan - pertimbangan komunikasinya. Sehingga, jangankan dalam bentuk jawaban, ekspresi dan mimik wajah pun harus diberi masukan.

 

Tibyan : Kembali ke soal pencalonan, kalau dari internal partai yang diminta untuk mendampingi Rachmat Efendi, berarti sekretais DPC adalah orang yang paling memungkinkan?

Heri Suko Martono : Hahahaha … saya ini kader partai. Saat ini saya sedang fokus pada tugas saya sebagai sekretaris. Cukup, Itu sudah menyita banyak energi saya. Saya gak mau energi saya terkuras untuk bicara mengandai andai. Apalagi sebagai pengurus di Islamic Centre Bekasi, saya juga setiap hari harus mengurusi banyak persoalan. Okay, clear.

 

Heri Suko Martono alias Heri Budhi Susetyo adalah tokoh muda Bekasi, putra H Suko Martono, yang semasa menjabat sebagai Bupati Bekasi mendirikan Islamic Centre bersama KH Noer Alie. Islamic centre itu pun menggunakan nama KH Noer Alie. Kini Heri menjadi pengurus inti Yayasan, sementara KH Noer Alie diwakili putranya KH Amien Noer dan KH Nurul Anwar juga menjadi tulang punggung Islamic Centre. (*)

Menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 Nopember, Profesor  KH H Didin Hafidhuddin mengajak umat Islam untuk menumbuhkan kebersamaan, menghidupkan jiwa kepahlawanan, semangat berkorban dan sebagainya. Bakal calon presiden yang pernah diusung Partai Keadilan ini mengaku aneh melihat prilaku pemimpin negeri ini.  “Negerinya makin kacau, rakyatnya makin sulit, ko pemimpin masih asik asik saja membangun pencitraan. Sudahlah hentikan berbagai bentuk pencitraan itu, rakyat menanti karya nyata Anda yang cepat dan akurat untuk membenahi morat maritnya negeri ini,” katanya. Berikut perbincangan Pimpinan Redaksi Tibyan, Amin Idris, dengan Prof Didin Hafidhuddin ;

 

Tibyan; Setiap tanggal 10 Nopember diperingati sebagai hari untuk mengenang jasa jasa pahlawan kita. KomentarAnda ?

Prof Didin Hafidhuddin; Iya, bangsa Indonesia telah menetapkan tanggal 10 Nopember sebagai momentum untuk mengenang para pahlawan kita. Ini bagus. Ini bisa menjadi pelajaran untuk bangsa kita, bahwa para pahlawan inilah orang orang yang telah berkorban untuk bangsanya. Ini adalah tradisi yang baik saya kira.

 

Apa yang terpenting untuk kita jadikan pelajaran dari peristiwa peringatan hari pahlawan kali ini?

Setidaknya kita mengenalkan kepada generasi bangsa ini bahwa segala capaian yang diraih hari ini oleh bangsa Indonesia adalah buah dari kerja keras, perjuangan bahkan pengorbanan jiwa, harta dan nyawa mereka yang kini disebut pahlawan. Saya kira ini pentingnya kita memperingati hari pahlawan itu.

 

Memperingati hari pahlawan hanya mengenang masa lalu, membanggakan keberhasilan para tokoh yang tiada, sementara apa yang dilakukan saat ini sama sekali tidak mencerminkan nilai nilai kepahlawanan?

Ini bagian dari semangat itu. Semangat kepahlawanan itu memang harus dibumikan, dan terus menerus digelorakan dalam kehidupan sehari hari. Pahlawan itu kan pengorbanan. Pahlawan itu kan rela memberi yang terbaik untuk kepentingan yang lebih besar. Pahlawan itu kan berbuat kebaikan dan menegakkan kebenaran tanpa takut risiko. Dia bisa melakukannya meski risikonya hartanya habis, jiwa terancam, bahkan nyawa melayang. Nilai nilai ini memang semakin langka saat ini.Mereka yang kita kenal saat in isebagai pahlawan adalah orang yang telah terbukti merelakan semuanya, termasuk nyawanya, untuk rakyatnya.

 

Membumikan semangat kepahlawanan yang prof. maksud?

Saat ini kan bangsa kita sedang menghadapi banyak persoalan. Sudahlah, yang jadipejabat, jadi pemimpin, tampillah sebagai pemimpin yang berjiwa pahlawan. Para pahlawanitukanmenjadipahlawankarenasemasahidupmerekaberbuatjujur, berbuatbanyakuntukbangsa. Makanyamerekadinobatkansebagaipahlawan. Karenaitu, para pemimpinsaatinihendaknyamelakukanhalsamakalauingindikenangsebagaipahlawanbangsa. Peluangituada.

 

Apa yang prof lihat tentang para pemimpin bangsa kita saat ini?

Sudahlah hentikan semua pencitraan. Saya hanya heran saja, dalam keadaan negeri ini semakin sulit, pemimpinnya masih saja sibuk membangun pencitraan. Sudah hentikanlah. Lakukan yang dibutuhkan rakyat.

 

Semangat kepahlawanan rasanya sudah jauh dari kehidupan bangsa kita. Hampir di semua lapisan social tampaknya sudah semakin pragmatis berfikirnya, dan matrialistik cara hidupnya. Semangat berkorban dan nilai nilai kebersamaan makin terasa langka?

Ini menjadi tugas kita semua. Kalau perlu momentum hari pahlawan selalu dijadikan semacam gerakan untuk membangun kembali semangat kepahlawanan itu. Ini yang harus dijadikan fokus memperingati haripahlawan. Serimonial boleh saja tapi fokusnya semacam dibikin gerakan semangat kepahlawanan. Di sekolah, di rumah, di masjid, di kantor kantor …

 

Kalau Islam bagaimana memandang kepahlawanan itu Prof?

Islam itu justeru yang paling banyak mengajarkan nilai nilai kepahlawanan. Kebersamaan, semangat memberi, saling membantu dan sebagainya. Nabi Ibrahim adalah symbol kepahlawananitu. Lihatlah, bagaimana dia berkorban. Lihat juga Nabi Muhammad  dan para sahabat, adalah pemimpin yang hidup bersahaja tapi berhambur untuk mensejahterakan rakyat yang dipimpinnya. Bagaimana Abu Bakar menyerahkan semua hartanya untuk umat. Bagaimana Abdurrahman bin Auf dan seterusnya. Mereka juga tidak segan segan turun ke masyarakat, mendengar langsung keluhan mereka dan memberinya solusi.

 

Tapi pemimpin saat ini hampir tiap hari ada yang tertangkap tangan oleh KPK?

Saya kira itu karena keringnya semangat kepahlawanan. Maka saya piker perlu juga sentiment keislaman ini dipakai untuk menyetop korupsi. Misalnya, anda pemimpin, anda muslim. Kalau masih mengaku muslim, ayo hentikan korupsi. Ini menjadi tugas bersama, dalam seluruh lapisan masyarakat bisa dihidupkan semangat itu, muslim menolak korupsi. Muslim membela kepantingan umat dan rakyat. Ulama dan kaum cenrdik pandainya bisa terus saling mengingatkan, saling menjaga dalam lingkar komunitas muslim itu. (*)

TIBYAN -- Dalam kesempatan peringatan HUT Islamic Centre yang ke 24, Pimred Tibyan  Amin Idris, sempat bincang bincang dengan KH Amin Noer, ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie Islamic Centre Bekasi di ruang Dewan Pembina. Berikut sebagian petikan perbicangannya;

Tibyan : Apa yang terpenting bagi Islamic Centre pada usianya yang ke 24 ini?

KH Amin Noer : Islamic Centre sebagai lembaga dakwah makin dihimpit oleh pertumbuhan budaya masyarakatnya. Ketika awalnya para pendiri membangun Islamic Centre, saat itu masyarakat disekitarnya masih sangat berbeda dengan masyarakat jaman ini. Karena itu, perjuangan dakwah terletak pada bagaimana upaya menyesuaikan strategi sesuai dengan tantangan yang dihadapinya. Berbeda tantangan berbeda pula strategi yang dipakai untuk mengantisipasi tantangan itu. Jadi pada usia 24 tahun ini diperlukan kemampuan untuk membaca tantangan tantangan itu.

Tibyan : Masalahnya, pertumbuhan dan tantangan social itu selalu lebih cepat dan lebih dinamis?

KH Amin Noer : Kunci utamanya ada di pengurusnya, tentunya. Pengurusnya dulu harus kompak. Baru kemudian akan bisa melahirkan gagasan gagasan brilian untuk menjawab tantangan itu.

Tibyan: Apakah pak kiyai melihat pada usia 24 tahun ini Islamic telah memberi sinyal sinyal kuat sebagai pusat peradaban yang diimpikan pada pendirinya dulu?

Kiyai Amin Noer: Saat Islamic berdiri, bekasi masih belum apa apa. Tapi saat itu, Kiyai Noer Alie telah melihat gambaran masa depan yang seperti apa akan terjadi di Bekasi. Heterogenitas, pertumbuhan ekonomi, pergeseran nilai dan sebagainya. Karenanya kiyai melontarkan untuk mendirikan Islamic Centre. Dan Bupati Suko Martono pun cepat tanggap. Bersama Pak Rusmin, gagasan Islamic Centre pun segera diwujudkan. Trio inilah yang meletakkan dasar dasar pemikiran tentang Islamic Centre. Setelah 24 tahun problematikanya pun pasti berbeda, tapi essensinya tetap sama, yakni bagaimana memberi pendampingan pada umat untuk hidup lebih baik dan lebih beradab.

Tibyan: Di dalam lingkungan Islamic orang bisa saja khusuk berzikir, bertasbih, beribadah dan melakukan hal hal positif sesuai moralitas Islam. Tapi selangkah saja diluar pagar Islamic kemaksiatan ada dimana mana?

Kiyai Amin Noer : Inilah tantangan dakwah. Hendaknya, Islamic itu tidak sekadar memberi kekhusuan di dalam lingkungannya sendiri. Tapi bagaimana juga menjangkau wilayah di sekitarnya. Jadi tidak sekadar memperkuat basis dalam rumahnya, tapi bisa juga member sinar kedamaian pada lembaga-lemaba, institusi institusi di sekitarnya. Ini memang “pr” yang harus terus diperjuangkan.

Tibyan: Tapi pak Kiyai, heterogenitas umat pun tampaknya menjadi pertimbangan untuk pergerakan Islamic dalam berdakwah.

Kiyai Amin Noer : Memang. Islamic juga hendaknya memperkuat terus komitmennya sebagai lembaga pemersatu. Kita sadar, dilingkungan kita telah berkembang  aneka warna warni pemikiran keberagamaan. Ada yang begini, ada yang begitu. Kesannya berbeda. Tapi sebetulnya tidak.  Karena itu, seharusnya di sisi ini Islamic memberi ruang yang lebih luas lagi, agar semua perbedaan itu bisa cair di sini. Sesuai misinya, Islamic bisa tampil menjadi pemersatu di tengah perbedaan itu.

Tibyan : Apa yang dapat pak Kiyai sampaikan untuk Islamic Centre menyongsong tantangan dakwah yang makin kompleks?

Kiyai Amin Noer : Begini ya. Islamic ini kan sebuah lembaga. Ada organisasi di dalamnya. Ada orang orang yang mengelolanya. Ada aturan dan ketentuan ketentuannya yang ditetapkan sebagai pedoman kerja. Bahkan ada program kerja yang ditetapkan, jangka pendek dan jangka panjang. Selagi hal hal ini diikuti dan dipatuhi, seberat apapun pekerjaan akan menjadi ringan. Apalagi tugas dakwah yang dijalani dengan ikhlas, pasti Allah akan membantu menyempurnakannya. Jadi kuncinya adalah perkuat organisasi dan ikuti ketentuan yang telah ditetapkan.

Tibyan : Saya ingat, Al Magfurlah (KH Noer Alie-red) pernah membriefing kami tentang berorganisasi dakwah. Pertama kekompakan, kedua hidup hidupilah organisiasi tapi jangan cari hidup dari organisasi. Menurut Pak Kiyai masih relevan kah?

Kiyai Amin Noer. Iya,  kompak itu utama. Tentunya dalam bingkai organisasi. Ada struktur. Fungsikan setiap struktur organisasi dengan sebaik banyknya. Dengan cara ini pasti lahir kekompakan yang bisa dipertanggungjawabkan. Juga tidak mengeksploitasi organisasi untuk memperkaya diri secara tidak benar. Ini artinya tidak boleh korupsi dan sejenisnya. Pesan pesan moral itu sesungguhnya masih berlalu, tergantung bagaimana kita menafsirkannya secara luas dan terbuka. (Abu Bagus)

Foto : Ilustrasi/aos4ventos.com.br

Rihlah

TIBYAN.ID - Claudio Muhammad Baker, Juru Bicara Muslim Association of Santos (MAS), wisatawan Muslim yang datang biasanya memberikan pandangan dan masukan agar MAS bisa menjalankan kegiatannya dengan lebih baik. MAS juga seringkali menyarankan tempat wisata yang perlu dikunjungi.

Baker mengatakan MAS biasanya merekomendasikan Santos, Sao Paulo, Goianida, Curitiba, Brasilia, dan Florianopolis untuk dikunjungi wisatawan Muslim. ''Tempat itu memiliki komunitas Muslim yang besar dan warganya memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Islam,'' katanya.

Menurut Baker masyarakat di tempat-tempat itu juga menghormati tradisi dan kultur Muslim. Di samping tempat itu memang memiliki pemandangan, pantai, dan kehidupan yang indah. Dengan demikian wisatawan Muslim bisa menikmati wisatanya dengan baik.

Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pada 2001, ada 27.239 Muslim di Brasil. Meski Islamic Brasilian Federation (IBF) menyatakan ada sekitar 1.5 juta Muslim di sana. Sebagian besar Muslim di Brasil berasal dari Suriah, Palestina, dan Lebanon.

Mereka sampai di Brasil pada abad ke-19 selama Perang Dunai I dan pada 1970-an. Sejumlah warga Irak juga ada di Brasil, mereka tiba di sana sejak dimulainya invasi yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap Irak pada 2003.

Sebagian besar Muslim hidup di negara bagian Parana, Goias, Rio de Janeiro, dan Sao Paulo. Meski demikian ada juga komunitas Muslim dalam jumlah yang cukup banyak di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. Di Sao Paulo, terdapat sekitar 10 masjid.

Salah satu masjid yang terbesar dan termegah adalah Mosque Brasil yang berada di pusat kota. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Amerika Latin. Proses pembangunan masjid tersebut dimulai pada 1929. Dan kini, masjid tersebut menjadi salah satu komoditas wisata negeri yang kental nuansa Katholiknya ini. Brasil memang piawai mengelola pariwisata.

 

(Sumber : Republika)

Foto : pinbisnisnet.weebly.com

Rihlah

TIBYAN.ID - Jumlah visa umrah yang telah dikeluarkan Arab Saudi pada musim umrah tahun ini (sejak September 2018) mencapai 2.785.790 visa. Menurut data Kementerian Haji dan Umrah Saudi, sebanyak 2.346.429 jamaah umrah telah tiba di Kerajaan Saudi.  

Dari data tersebut dilaporkan, masih ada 345.114 jamaah yang berada di wilayah Kerajaan Saudi. Dilansir dari Arab News, Ahad (13/1), angka itu termasuk sebanyak 233.910 jamaah di Makkah dan 111.204 di Madinah. 

Sebagian besar jamaah, yakni sebanyak 2.122.424, datang ke Kerajaan melalui jalur transportasi udara. Sementara sebanyak 213.121 jamaah masuk ke negara itu melalui jalur darat dan 10.884 jamaah tiba melalui jalur laut. 

Jumlah jamaah terbesar berasal dari Pakistan, yakni sebanyak 637.745. Angka jamaah terbesar kemudian diikuti oleh Indonesia (420.410).

Pemerintah Saudi memang memiliki rencana reformasi Visi 2030. Saudi memiliki tujuan untuk menarik lebih dari 30 juta jamaah umrah. Di samping itu, Saudi juga bertekad menyediakan layanan yang sangat baik dan pengalaman yang luar biasa saat berziarah bagi para jamaah.  

Tahun lalu, kementerian tersebut meluncurkan indikator pekanan di mana pihak berwenang dapat melacak jumlah jamaah yang datang ke Kerajaan. Sehingga nantinya, memperkaya pengalaman mereka dengan menyediakan layanan berkualitas tinggi. 

Berikut ini delapan negara penyumbang jamaah umrah terbesar lima bulan terakhir: 

    No        Negara                                          Jumlah 

  1. Pakistan                                            637.745 jamaah 
  2. Indonesia                                          420.410 jamaah 
  3. India                                                 292.607 jamaah  
  4. Malaysia                                            135.895 jamaah  
  5. Yaman                                               128.618 jamaah 
  6. Mesir                                                   73.179 jamaah  
  7. Turki                                                    65.970 jamaah  
  8. Uni Emirat Arab                                    59.855 jamaah  
  9. Bangladesh                                          57.701 jamaah  

 

(Sumber : Ihram.Republika)

Foto : google

Rihlah

Oleh: Ahmad Agus Fitriawan

Pelaksanaan ibadah haji tidak bisa dilepaskan dari dimensi perjalanan kemanusiaan pada aspek spiritual dan sosial untuk bisa dijadikan pelajaran dan tun tun an dalam menghadapi persoalan kehidupan. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang sarat dengan pengamalan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Ka'bah merupakan simbol persatuan dan kesatuan umat, juga mengandung makna eksistensi kemanusiaan. Misalnya, di dalam Ka'bah terdapat Hijr Ismail, putra Nabi Ibrahim AS pernah hidup dalam suka dan duka bersama ibunda Siti Hajar pada saat ditinggal ayahandanya. Siti Hajar adalah sosok ibu yang penuh kasih sayang terhadap anaknya, sertsa memiliki keimanan kokoh, ketenangan batin, dan keluhuran budi.

Ia adalah wanita kulit hitam, miskin, bahkan budak. Namun demikian, budak wanita ini ditempatkan Allah SWT di sana untuk menjadi pelajaran bahwa Allah memberikan kedudukan kepada seseorang bukan karena keturunan atau status sosialnya, melainkan karena ketakwaan kepada Allah SWT dan usaha untuk hijrah dari kejahatan menuju ke baik an, dari keterbelakangan menuju peradaban.

Makna ibadah haji sungguh-sungguh memberikan pelajar an luar biasa atas perjalanan spiritualitas kemanusiaan hamba Allah dalam mengharap ridha Allah SWT dan meraih cin ta-Nya. Pertama, sikap totalitas dalam beribadah lillaah ta'ala. Setiap ibadah menuntut adanya totalitas kepasrahan dan kepatuhan.

Inilah yang disebut ibadah ikhlas dan pasrah yang jauh dari riya (agar dilihat orang lain), sum'ah (agar didengar orang lain), sehingga bukan hanya lillaah ta'ala melainkan juga billaah ta'ala. Tidak ada seorang ulama pun tidak bersepakat bahwa apa yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar terhadap Ismail merupakan bukti penyerahan diri sepenuhnya terhadap perintah Allah SWT.

Kedua, sikap selalu ingin dekat dengan Allah SWT. Inti ibadah adalah menguji kesabaran dan sejauh mana segala pola pikir dan pola tindak manusia benar-benar sejalan dengan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan- Nya. Karakter manusia yang dekat dengan Allah SWT ada lah manusia yang sanggup melaksanakan segala pe rin tah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan ketulusan hati untuk melaksanakan ibadah itu tanpa ragu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

Ketiga, sikap keberanian menanggung risiko yang berat sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT, melebihi ke cintaan kepada yang lainnya. Harta, takhta, dan jabatan atau kedudukan, bahkan jiwa ini sekalipun, tidak ada artinya jika mahabbah atau rasa cinta abadi kepada Allah hadir di relung hati manusia.

Keempat, sikap melepaskan dan memerdekakan diri dari sifat dan sikap buruk manusia. Ibadah kurban me ngan dung makna agar umat Islam dalam kehidupannya selalu membuang jauh-jauh atau membunuh sifat-sifat binatang yang bersarang dalam dirinya. Karakter dominan dari binatang adalah tidak memiliki rasa kebersamaan atau per satuan dan kesatuan, hanya mementingkan isi perut (kenyang), serta tidak mengenal aturan, norma, dan etika. Berkurban berarti menahan diri dan berjuang melawan godaan egoisme. Walahu'alam.

 

(Sumber : Republika.co.id)

Follow Us

Advertisement

Top Stories

Grid List

TIBYAN.ID – Allah SWT akan kedatangan tamu special dari Indonesia. Sebanyak 35 orang tunanetra sedang bersiap siap untuk berkunjung ke rumah Allah di tanah suci Makkah Al Mukarromah.
 
Mereka didampingi oleh 15 pendamping. Agar proses kunjungannya ke rumah Allah bisa tertib dan sempurna, Ustadz Ismail Ibrahim, akan membimbing perjalanan ibadah mereka.
 
Pembimbing ibadah mereka ini telah mulai memberikan bimbingan manasik, Ahad 24 Nop 2019 di Islamic Centre KH Noer Alie Bekasi.
 
Di Islamic Centre KH Noer Alie para tunanetra ini diajarkan teori dan praktek ibadah umroh. “Pada umunya mereka memang sudah punya pengetahuan yang cukup, mulai dari niat, pemahaman tentang miqot, doa berpakaian ihrom sampai pelaksanaan thawaf dan sa'i serta tahalulnya,” kata Ustad Ismail ditengah kesibukannya memberikan bimbingan teori.
 
Misalnya, mereka tetap diajarkan bacaan dan doa ketika pertama melihat kabah. Bagaimana ketika para tunanetra ini sesungguhnya tidak bisa melihat. 
 
Ustadz Ismail tetap akan membimbingnya untuk membaca doa itu. Dia yakin, meski mata tak dapat melihat, pasti hatinya melihat. Penglihatan bathin jauh lebih tajam dari penglihatan mata.
Karena itu, para tunanetra ini tetap diajarkan bacaan doa saat melihat kabah. Dan nyatanya, mereka memang sudah punya pengetahuan yang cukup baik, sebagian besar sudah bisa menghafalnya. 
 
Artinya, meski mereka sadar matanya tak melihat, tapi mereka tetap menghafal doa saat pertama kali melihat kabah. Subhanalloh.
 
35 calon tamu Alloh tunanetra ini dengan 15 pendampingnya memang sangat special. Mereka diberangkatkan oleh aktivis pemuda DPP partai golkar, Nofal Saleh Hilabi. Sebagai seorang pengusaha, dia memiliki tradisi mendatangi kaum dhuafa dengan caranya. Salah satu kegiatan rutinnya memberangkatkan kaum difable ini berumroh. 
 
“Di DKI sudah setiap tahun, kali ini di Bekasi. Sama, diberangkatkan juga sebanyak 50 orang,” kata Ibu Indri Diano, pengurus DPD Golkar Kota Bekasi.
 
Indri menepis ini projek pencitraan. Ini menurutnya juga tidak ada kaitannya dengan elektabilitas pak Nofal. Bahkan lihat saja, jamaah sama sekali tidak memakai atribut yang berkaitan dengan golkar atau nama pak Nofal. “Ini murni kegiatan kemanusiaan dan ibadah,” kata Indri.
 
Keberangkatan mereka menggunajan Travel Sabika Group tanggal  Desember dan kembali pada tgl 10 desember 2019. (abu)

Ilustrasi Ibadah Haji

Dunia Islam

TIBYAN.ID - Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan usulan rata-rata biaya haji tahun depan senilai Rp Rp 35.235.602. Usulan ini disampaikan ke Komisi VIII DPR, kemarin. Jumlah tersebut tak mengalami kenaikan dibandingkan rata-rata biaya haji pada 2019.

"Pemerintah mengusulkan rata-rata besaran BPIH (biaya penyelenggara ibadah haji) 1441 H sebesar Rp 35.235.602," kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam rapat dengar Komisi VIII, Kamis (28/11).

Ia menuturkan, biaya tersebut tidak jauh berbeda dengan biaya haji tahun ini. Lebih lanjut, ia menjelaskan, besaran biaya tersebut meliputi beberapa komponen.

Menurut Menteri Agama, sebenarnya biaya penerbangan ke Saudi tahun depan lebih murah dari tahun ini, yakni sekitar Rp 28 juta dibandingkan sekitar Rp 29 juta pada tahun lalu. Sedangkan biaya hidup alias living cost tak berubah, senilai Rp 5.680.005 juta.

Jika hanya menghitung biaya tersebut, sedianya biaya haji bisa mengalami penurunan. Kendati demikan, menurut Menag, ada tambahan biaya visa tahun ini. “Untuk visa ini tambahan baru sebesar Rp 1.136.000, tapi kita masih nego dengan Pemerintah Arab Saudi," ujar Menag.

Fachrul Razi mengatakan, jika nantinya dalam proses negosiasi berhasil, kemungkinan biaya visa akan lebih murah, bahkan bisa hilang. Dengan begitu, BPIH 2020 bisa lebih murah dibandingkan tahun 2019.

"Kemungkinan tahun depan ini Pemerintah Saudi akan mengenakan ongkos untuk membuat visa. Tapi, saat Kunjungan dubes (Arab Saudi) ke tempat saya, kita akan mencoba membujuk beliau supaya itu (biaya visa) dihilangkan saja, kelihatannya beliau juga mencoba menghilangkan," kata Fachrul. "Itu saja (persoalan) yang paling utama."

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed al-Thaqafi memang mengadakan pertemuan dengan Fachrul Razi di kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (26/11). Dalam pertemuan tersebut, Essam membahas masalah peningkatan layanan untuk jamaah haji Indonesia.

"Pertemuan ini membahas sejumlah agenda, di antarannya peningkatan layanan untuk jamaah haji Indonesia di musim haji tahun depan serta konferensi Islam kedua yang akan digelar di Jakarta pada Januari 2020," ujar Essam di kantor Kemenag, Selasa.

Menag Fachrul Razi mengapresiasi rencana Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang telah menghapus biaya visa bagi jamaah haji Indonesia.

"Kami juga mengusulkan agar layanan fast track ada di sejumlah embarkasi di Indonesia, sepeti di Solo, Surabaya, Medan, dan Makassar. Musim haji tahun 2019, layanan fast track hanya ada di Bandara Soekarno-Hatta. Kami berharap layanan ini dapat ditingkatkan lagi di sejumlah embarkasi," kata Fachrul dalam pertemuan itu.

Fachrul juga menyampaikan rencananya untuk bertolak ke Arab Saudi pada Desember mendatang, dalam rangka menjalin MoU terkait persiapan haji 1441 H/2020 M. Essam menyatakan, pihak Kementerian Haji Arab Saudi akan senantiasa membuka pintu untuk Kementerian Agama Indonesia dalam upaya perbaikan pelaksanaan ibadah haji.

Jelaskan masyarakat

Dalam rapat dengar pendapat kemarin, Komisi VIII sepakat untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) BPIH 2020. Komisi VIII berharap DPR dan pemerintah bisa segera memulai pembahasan ibadah haji dalam rapat panja.

Panja tersebut diketuai oleh politikus PKB Marwan Dasopang. "Dari kami sebanyak 26 orang dan kami sudah sepakat di rapat pimpinan untuk ketua panja biaya penyelenggaran biaya haji 1441 H yaitu bapak Marwan Dasopang sebagai ketua panja," kata Ketua Komisi VIII Yandri Susanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (28/11).

Dalam rapat yang digelar Kamis siang, disepakati sejumlah kesimpulan. Pertama, Komisi VIII telah mendapatkan penjelasan dari menteri agama mengenai kebijakan pelaksaan haji dan usulan biaya ibadah haji tahun 1441 H sebagai bahan awal untuk pembahasan lebih lanjut dalam rapat-rapat panja biaya ibadah haji.

Kedua, Komisi VIII dan kemenag bersepakat membantuk panja ibadah haji 1441 H serta secepatnya dapat memulai pembahasan asumsi dasar dan perincian biaya haji. Ketiga, Komisi VIII meminta Kemenang untuk menyampaikan data-data yang lebih perinci dan menyusun sandingan komponen dengan perbandingan tahun sebelumnya untuk keperluan pembahasan dalam rapat-rapat panja BPIH.

"Jadi, kalau ada geseran turun naik tambahan itu kita buat matriks saja, sehingga kita bisa membandingkan," ujar politikus PAN tersebut. Sementara itu, dari pemerintah sendiri menyetor 30 nama sebagai anggota panja BPIH. Sedangkan Fachrul Razi bertindak sebagai pengarah. \"Insya Allah kita bisa bekerja sama lebih lanjut tentang pembahasan anggaran," ucap dia.

Pengamat haji dan umrah Indonesia, Ade Marfuddin, menilai, biaya yang diusulkan Kemenag kemarin sudah cukup bagus karena tidak terlalu mahal atau murah. Ade mengatakan, untuk biaya perjalanan ibadah haji, Indonesia sudah punya ketetapan biaya. Sehingga, setiap tahun, biayanya tidak mengalami kenaikan signifikan, walaupun ada perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan riyal Saudi.

Jadi, menurut dia, pembahasan biaya haji oleh Kemenag di DPR RI tidak perlu dilakukan setiap tahun. "Karena setiap tahun yang dibahas sama dan komponen-komponen hajinya sudah diketahui, tidak ada yang beda, hanya mungkin beda pada fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar," kata Ade kepada Republika, Kamis (28/11).

Semisal Kemenag menggunakan standar akomodasi seperti tahun ini untuk tahun 2020, menurut dia, itu sudah cukup nyaman untuk jamaah haji. Hanya saja, kata dia, masyarakat harus tahu biaya haji sesungguhnya.

Karena biaya sebesar Rp 35.235.602 yang dibayar oleh jamaah hanya sebagian kecil dari total biaya haji yang mencapai sekitar Rp 70 juta. "Sehingga (jamaah haji) mendapat rumah yang dekat dan bagus itu perlu tahu itu disubsidi, tentu tidak cukup dengan biaya hanya Rp 35 juta, jangan mimpi dengan uang Rp 35 juta bisa dapat tempat yang nyaman saat berhaji," ujarnya.

Ia menekankan, BPKH harus menjelaskan kepada masyarakat tentang manfaat dari uang yang dititipkan calon jamaah haji ke BPKH. Uang calon jamaah haji yang mengendap dikelola dan diinvestasikan oleh BPKH, manfaatnya untuk jamaah haji yang berangkat tahun ini.

"Jadi, ini uang jamaah yang belum berangkat haji, maka minta ridha dan keikhlasan ke orang yang belum berangkat haji karena dananya dipakai oleh jamaah haji yang berangkat tahun ini, ini yang perlu dibuka ke publik," kata dia.

 

Sumber : Ihram

Foto : Netralnews

Health

TIBYAN.ID, Jakarta - Bagi jemaah haji, bertandang ke Tanah Suci bisa jadi satu kesempatan untuk bertemu unta, hewan berpunuk yang berasal dari Timur Tengah. Namun, jamaah masih dihimbau untuk menjauhi binatang tersebut karena unta berpotensi membawa virus MERS-CoV atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus.

"Berkaitan dengan potensi penyakit, (yang harus diwaspadai-red) itu MERS-CoV jadi jangan dekat-dekat dengan unta karena memiliki potensi penularan," sebut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr Eka Jusup Singka, kepada detikHealth, Selasa (2/7/2019).

dr Eka menambahkan, hal ini tidak hanya berlaku pada unta saja tetapi juga binatang lain yang hidup di lingkungan yang sama. Selalu batasi diri dan jaga jarak aman.

"Tapi kalau daging untanya sih nggak masalah kan sudah dimasak," candanya.

Pada kesempatan lain, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk melakukan antisipasi penularan MERS-CoV.

"Kami sudah berbicara dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan mereka mengerti hal itu. Jadi selama nanti pelaksanaan haji mereka akan memperhatikannya," kata Menkes.

"Nah dari kita saya mengimbau jangan dekat-dekat unta, nggak usah foto-foto sama unta," tutupnya.

 

Sumber : detikHealth

foto : KVUE.com

Wawasan

TIBYAN.ID - Oleh : Pundra Rengga Andhita, Pengajar di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. 

Nicole and I thought this was a great opportunity to organically introduce an LGBTQ couple in the series, and we asked Hasbro and they approved it.’’ (Michael Vogel).

Itulah pernyataan yang diungkapkan penulis dan produser, Michael Vogel menjelang beredarnya episode The Last Crusade dari film kartun My Little Pony: Friendship is Magic.

Sebuah film yang mengisahkan pertemanan enam karakter perempuan, produksi Hasbro Studios Amerika Serikat. Seperti dilansir situs daring People, episode ini memperkenalkan Aunt Holiday and Auntie Lofty sebagai pasangan lesbian yang merawat karakter Scootaloo.

Popularitas telah mendorong distribusi film ini menjadi semakin meluas di berbagai pasar internasional. Seiring perkembangan internet, My Little Pony dapat ditonton tidak hanya melalui layar televisi, tetapi juga situs daring, seperti Youtubedan lainnya.

Di Indonesia, film ini sudah mulai tayang sejak tahun 2016 melalui salah satu televisi nasional. Tampilan visual yang didominasi warna pastel berhasil melahirkan interaksi intens antara anak-anak dan tayangan ini.

Film kartun memang telah menjadi bagian panjang dari perjalanan sinematografi. Pada era modern, film kartun kerap menjadi pilihan orang tua untuk ditontonkan ke anak, baik itu batita, balita, maupun usia lanjutnya.

Tidak sedikit orang tua yang memberikan akses televisi atau gawai untuk anak guna mengakses film kartun. Niatnya mungkin baik, hendak memberikan hiburan atau sekadar pengalih perhatian bagi anaknya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ghilzai, Alam, Ahmad, Shaukat, dan Noor (2017), ada tiga hal yang didapatkan anak-anak dengan menonton film kartun, yakni kesenangan (41 persen), tindakan (23 persen), dan belajar (17 persen).

Ya, film kartun memang tidak hanya menyajikan fungsi hiburan, tetapi juga informasi dan edukasi. Film kartun bisa menjadi salah satu medium pembelajaran sosial yang efektif bagi anak.

Namun, yang menjadi persoalan adalah muatan pesan apa yang terdapat dalam film tersebut. Ini penting karena anak merupakan plagiator yang baik.

Pesan yang disampaikan melalui film kartun bisa dengan mudah diterima oleh anak tanpa mempertimbangkan layak dan tidaknya. Semakin tinggi intensitas menonton maka semakin besar peluang mereka untuk mengingat pesan dalam film tersebut.

Nantinya, ingatan ini tidak mengendap sementara. Ingatan akan melekat seiring perkembangan usia dan menjadi acuan mereka untuk melihat kehidupan nyata seperti apa yang ada dalam film. Ini yang perlu menjadi perhatian.

Film bukan hanya menyajikan unsur sinematik melainkan juga unsur naratif yang memuat pesan tertentu. Muatan pesan sering kali terkait dengan kepentingan yang ingin disampaikan pembuatnya.

Advertisement

Upcoming Events