03
Wed, Mar

Top Stories

Grid List

Advokat Pembela Islam (API)

Hot Issue

TIBYAN.ID - Advokat Pembela Islam (API) mengajukan penangguhan penahanan terhadap Imam Besar Habib Riziq Sihab ke Kapolri.

Surat pengajuan penangguhan ini disampaikan Tim lawyer yang tergabung dalam API pada 21 Desember 2020 kemarin kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis.

Surat bernomor 02/SK/API/ XII/ 2020 pada intinya mengajukan permohonan penangguhan penahanan badan. Dan semua anggota Tim siap menjadi penjamin terhadap imam besar Habib Rizieq Shihab (HRS).

Kepada Tibyan. Id, Koordinator API H. Abdul Chalim Soebri, SH mengatakan, bahwa dijelaskan dalam pasal 31 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) atas permintaan tersangka atau terdakwa, penyidik atau penuntut umum atau hakim sesuai dengan kewenangannya masing-masing dapat menangguhkan penahanan dengan atau tanpa jaminan uang atau orang berdasarkan syarat yang ditentukan.

“Kami (API) mengajukan permohonan penangguhan penahanan badan dan siap menjadi penjamin terhadap Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS) . Surat tersebut ditujukan kepada Kapolri,” tegas pria yang bertempat tinggal di bilangan Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi kepada satuarah.co, Selasa (22/12/20).(*)

Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020).ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.

Hot Issue

TIBYAN.ID - Imam Besar Habib Rizieq Sihab telah kembali. Manusia biasa yang hanya sedikit pengikutnya ini telah “menampar” muka Menkopolhukam Mahfud MD. Mahfud lah yang saat ini perlu menjelaskan, apa benar IB HRS orang biasa dengan sedikit pengikut ?

Faktanya fenomena penyambutan HRS mencengangkan. Tanpa menunggu lama, Habib langsung membeberkan penjelasan betapa para bajingan telah gagal menggagalkan kepulangan Habib. Dan kesimpulan Habib enteng saja; yang baik kita ucapkan terimakasih yang tidak baik ya tidak kita ucapkan terimakasih.

Kepulangan Habib menjadi darah segar oposisi di negeri ini. Dan itu hanya satu, PKS. Suka atau tidak, PKS lah yang bakal mendulang berkat. PAN dan Demokrat masih jaga jarak. Gerindra, meski awalnya ada dalam satu bahtera bersama HRS, kini memilih membisu.

Kalau begini terus posisinya, maka barisan massa pengikut habib dipastikan akan mengalir di kanal oposisi. Dan itu PKS. Kecuali kalau PAN dan Demokrat buru-buru masuk dalam barisan.

Sebelum kepulangan ini, posisi politik pemerintahan Jokowi memang sedang ada di puncaknya. Lihatlah, semua gerakan aksi massa kempes di tengah jalan. Aksi 212, Aksi HIP dan terakhir aksi Omni Bus Law mati tanpa ada kuburannya.

Dan dengan pedenya Presiden Joko juga melenggang kangkung. Semua undang-undang meski dapat penolakan keras massa tak mempengaruhi keputusannya. Cuwek aja, lenggang aja, jalan aja. Beberapa aksi demo dibiarkan saja. Bahkan bisa jadi didengar pun tidak aspirasinya.

Akankah kedigjayaan itu terusik. Jelas ya. Dari pernyataan Mahfud yang pertama, yang dengan sinis akan “menyikat” kalau penjemputan habib macem-macem menunjukkan rejim ini sedang ketakutan, panik.

Sementara habib kini masuknya dengan gerakan moral, Revolusi Akhlak. Nah, ini rivalitas besar bari pemerintahan Jokowi. Di tengah minimnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah, kepulangan Habib bisa menjadi api di tengah rencekan kering. Gerakan akhlak selalu lebih tinggi derajatnya dibanding gerakan politik praktis.

Revolusi akhlak akan menyasar masalah korupsi, nepotisme, penzholiman terhadap rakyat, kebijakan, ketidakadilan, penyimpangan undang-undang dan sebagainya. Dan itu semua rakyat sudah muak. 

Kalau Habib konsisten pada pilihannya menjadi penggerak revolusi akhlak, maka hari-hari kedepan rakyat akan terlibat dalam penulisan masa depan bangsa ini dengan tinta emas. Kecuali kalau IB HRS nya kebembat masuk ke ranah politik praktis, atau termakan iming-iming duniawi. Wallohu a’lam.(abu bagus)

Habib Rizieq Shihab (Fronttv)

Hot Issue

TIBYAN.ID - Habib Rizieq Syihab mengungkapkan cerita soal dirinya yang disebutnya dihalang-halangi sesaat sebelum terbang ke Indonesia. Habib Rizieq menyebut pihak yang menghalanginya ini sebagai bajingan.

"Ternyata, upaya mereka menggagalkan saya pulang, Saudara, nggak berhenti sampai di situ," kata Habib Rizieq seperti yang disiarkan YouTube Front TV, Selasa (10/11/2020).

Menurut Habib Rizieq, beragam cara dipakai musuhnya agar dia tak jadi pulang ke RI. Pertama, kata Rizieq, ada orang yang membuat email atas nama dirinya.

"Ada yang menarik, saya sudah beli tiket sudah pesan penerbangan tanggal 9 tiba-tiba dari Indonesia ini ada yang membuat email atas nama saya. Namanya Habib Muhammad Rizieq Syihab, pakai foto saya. Email ini dikirim ke travel tempat saya memesan tiket," sebut Rizieq.

"Apa isi pesannya? Bahwa kami tidak jadi berangkat, mohon dibatalkan. Kami punya jadwal. Jadi ada upaya begitu. Ini bukan... jadi ada yang bilang, 'Ah, ini kan cuma pura-pura jadi korban, pura-pura playing victim'. Enggak. Memang benar mau dibatalkan," sebut Habib Rizieq.

Habib Rizieq mengatasi gangguan pertama yang diceritakannya dengan cara mengklarifikasi langsung kepada pihak travel ketika ditelepon langsung. Habib Rizieq mengatakan kepada travelnya bahwa itu email palsu.

Imam Besar FPI ini lanjut menceritakan gangguan kedua yang dialaminya sebelum terbang ke RI. Gangguan ini masih berbentuk email.

"Tapi nggak puas sampai di situ. Malah, Ahad yang lalu pada saat saya ke Riyadh, ada gerakan lagi. Mereka membuat email atas nama travel, travel tempat saya membeli tiket. Nah, travel ini kan ngambil tiketnya ke bagian marketing. Saudia. Ternyata, kursi Saudia itu sudah diborong oleh marketing di Turki, di Istanbul. Jadi dibuatlah email atas nama travel dikirim ke Istanbul, minta supaya jadwal saya, istri dan 2 putri saya dibatalkan dan dibatalkan," sebut Rizieq.

"Jadi malam Ahad itu sudah batal. Saya punya jadwal. Tapi saya katakan kepada teman-teman pengurus FPI di Mekah jangan diumumkan. Diam. Kalau diumumkan, ikhwan, padahal kita kan masih punya peluang untuk memperbarui, kita masih punya peluang untuk beli tiket lain, maka itu kita diam tidak kita umumkan. Kalau yang pertama kita umumkan. Pembatalan yang pertama kita umumkan. Yang kedua tidak kita umumkan," jelas Rizieq.

Rizieq mengaku punya tujuan memilih tidak menceritakan gangguan kedua yang dialaminya. Rizieq ingin melihat pihak yang disebutnya bajingan-bajingan itu tertawa padahal dia dan keluarga tetap berhasil mendapatkan tiket.

"Tujuan saya kedua untuk tidak diumumkan apa, supaya musuh-musuh, penjahat-penjahat, bajingan-bajingan yang membuat itu sudah merasa menang. Dia merasa menang, ketawa-ketawa, 'Ahahaha, udah batal lo! Besok kalo lo ke airport begitu masuk ke counter nama sudah tidak ada'. Biar aja dia senang, nggak apa-apa. Jadi sengaja kita biarkan," kata Rizieq.

"Kemudian kita hubungi travel yang ada, kita minta untuk ganti kode booking. Ada tambahan biaya kita tambah biaya. Tetap kita minta tanggal itu untuk kita dapat kursi dan kita dapat. Kita diam. Kita tidak umumkan kalau kita punya tiket baru. Ini kita tidak umumkan. Lancar semua," sebut Rizieq.

Menurut Rizieq, informasi dia mendapatkan tiket baru pulang ke RI jebol juga. Gangguan pun, katanya, dialaminya lagi.

"Saya berangkat jam 7. Dari jam 11 siang saya sudah kirim orang untuk check in. Jam 2 kita sudah full semua kita sudah dapat, barang sudah masuk. Tiba-tiba jam 4 sore di airport dapat panggilan, saya punya putri yang satu tiketnya batal. Ini permainan-permainan gila-gilaan ini. Nah kita tanya kita konfirmasi, 'Ini begimana bisa batal ini?' Alasannya katanya ada ATM palsu lah, ada orang mengaku bahwa ATM-nya dipakai lah, duitnya dicuri lah dan sebagainya," tutur Rizieq.

Menurut Rizieq, tujuan orang yang disebutnya mengerjainya ini ingin dia batal berangkat ke RI karena peraturan di Saudi tak mengizinkan putri dan istri ditinggal kafilnya. Namun, kata Rizieq, masalah ini terpecahkan karena pihak Arab Saudi membantunya.

"Jam 4 sore itu kita berkutat. Tapi alhamdulillah otoritas Saudi membantu kita. Mereka juga kaget. 'Ini ada apa kok pembatalan bisa begini', mereka nggak pernah alami," kata Rizieq.

"Akhirnya jam 5 sore semua bisa teratasi. Jam 6 sore kita sudah bisa masuk ke ruang tunggu dan jam 7 kita sudah bisa berangkat. Alhamdulillah. Kalau Allah sudah menentukan kita pulang, mau kekuatan apapun yang mencoba untuk menghalangi tidak akan pernah mampu melawan kehendak Allah," sebut Rizieq.*/(Gelora)

TIBYAN.ID, Bekasi - Kondisi terkini banjir di perumahan Bumi Bekasi Baru kec. Rawalumbu, air terus merambat naik. Sedikitnya 3000 rumah terendam. 
 
Di jl. siaga 3 Imran Nasution melaporkan,  ketinggian air sdh di atas 100 Cm, dan sudah susah dilalui kendaraan roda empat. 
 
Sedangkan di Jalan Raya Tri Setiya, ketinggian sudah mencapai 1 meter. Praktis jl. Tri Setita yang menjadi urat nadi yang menghubungkan sejumlah perumahan di Rawalumbu, tak lagi bisa dilalui. 
 
Sampai sekarang pukul 7.05 hujan masih terus turun. Aktifitas warga praktis terhenti. 
 
Seperti dilaporkan Imran Nasution,  masalah baru muncul karena banjir membawa sampah, maka menyulitkan warga untuk membersihkan rumah dan lingkungannya jika air sudah surut. 
 
Dari depan Giant, Erwin memposting gambar video singkat. Di pintu tol Bekasi Barat, jalan juga tergenang sekitar 20 cm sampai 30 cm.  Akibatnya kendaraan yang akan melintas hanya bisa menggunakan satu jalur di aisi barat. 
 
Di perumahan Kartini yang menjadi langganan Banjir kali ini masih aman.  Seperti disampai Reza,  tiga pompa sudah hidup semua.  Insya Alloh air tidak lagi maauk ke perumahan kartini. 
 
Di beberapa lokasi di Utara,  seperti biasa beberapa titik banjir maaih terjadi.  Di kav PGRI di Harapan Indah,  di beberapa ruang jalan di Kaliabang Tengah beberapa ruas jalan tergenang.  
 
Namun karena hujannya tak kunjung reda maka masih tampak genangan itu.  Sumbernya karena saluran air di sisi kiri kanan jalannya tidak berfungsi dengan baik. (imran/Tibyan)
 
 
 
 
 
### Imran NasutioNasut

Foto: SINDOnews/Abdullah M Surjaya

Aktual

TIBYAN.ID, BEKASI - Laboratorium Biomolekuler berstandar biosafety laboratorium level dua plus (BSL 2+) standar WHO hadir di Kota Bekasi. Laboratorium yang masih satu manajemen dengan RS Bhakti Kartini tersebut berada di Islamic Center, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, kehadiran laboratorium itu menjadi pertama di Jawa Barat demi mempercepat upaya pelacakan atau tracing Covid-19. ”Kami mengapresiasi kehadiran laboratorium tersebut yang seusai standar WHO maupun Kementerian Kesehatan,” ujarnya, Selasa (9/2/2021).

Dia mengharapkan agar kehadiran laboratorium kapasitasnya cukup besar itu mampu melakukan pengetesan 1.200 per hari sehingga laboratorium tersebut dapat memberikan tindakan preventif, yakni testing, tracing, dan treatment. Bukan hanya dalam persoalan pandemi Covid-19, namun dapat memberikan equivalent potensi ancaman virus lainnya.

Latar belakang pendirian lab tersebut adalah kerja sama yang baik antara Pemkot Bekasi, RS Bhakti Kartini dan Pemprov Jabar dalam penanggulangan pandemi. "Semoga dengan sosialisasi ini mampu memberikan, mengarahkan masyarakat, walaupun di sini dikenakan tarif tapi terendah," ucapnya.

Owner RS Bhakti Kartini Muhammad Ikhsan Nurdjamil mengatakan, saat ini memiliki sumber daya manusia (SDM) dan dua alat polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi Covid-19. “Ditingkatkan kerja sama ini, kami hadirkan Laboratorium Biomolekuler berstandar biosafety laboratorium level dua plus (BSL 2+) WHO," jelasnya.

Laboratorium ini bukan hanya untuk pemeriksaan virus seperti Covid-19 saja, tapi juga bisa berkembang untuk pemeriksaan biomolekuler yang lain, misalnya penanda tumor, kanker, meningitis, Mars, HIV, Hepatitis, TBC, dan lain-lain.

Dia berharap ke depan lab ini bisa menjadi biomolekuler center yang akan mendukung pemeriksaan biomolekuler diagnostic dan riset-riset lainnya di bidang biomolekuler. 

Lab ini juga mampu memberikan pelayanan diagnosis yang cepat akurat. Jangan sampai pasien Covid-19 ditunda di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sampai 3 hari. Pihaknya juga membuka layanan drive thru untuk swab antigen dan PCR test.

"Semoga laboratorium ini bisa menjadi tempat pengembangan capacity building sumber daya manusia di Bekasi," kata Ikhsan.

Dengan dibukanya lab berstandar WHO ini, dia berharap akan terjadi percepatan tracing atau penelusuran dari penyebaran Covid-19 di Jawa Barat khususnya Kota Bekasi.

Setiap satu alat PCR di lab ini mampu memeriksa per sampel maksimal 6 jam dengan jumlah alat dua mesin sehingga bila dioperasikan secara full 24 jam bisa dilakukan tiga sesi pemeriksaan. “Jadi sekitar 1.200 per sampel yang bisa diperiksa dalam 24 jam melalui tahapan pemeriksaan standar WHO dan Kemenkes,” ujarnya.

 

Sumber: Sindonews

TIBYAN.ID - Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Al-Baqau lillah wahdah..Kabar duku kembali menyelimuti umat Islam Tanah Air. Pendakwah Syekh Ali Jaber dikabarkan meninggal dunia. 

Kabar ini dibenarkan Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Al-Habsyi, secara singkat kepada Republika.co.id, Kamis (14/1). "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, telah wafat Syekh Ali Jaber, saya sedang menuju RS Yarsi Jakarta Pusat," ujar dia. Secara detail beliau belum menjabarkan meninggalnya dai asal Madinah, Arab Saudi itu.

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber dilaporkan semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Selama dirawat intensif karena Covid-19 sejak Selasa (29/12/2020) lalu, kesehatan dai kelahiran Madinah ini terus memperlihatkan perkembangan baik setiap harinya. 

"Alhamdulillah wa syukurillah, berdasarkan laporan observasi medis harian, keadaan Syekh Ali Jaber hari ini selasa 5 januari 2021 menunjukkan erkembangan yng amat baik," jelas Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Al-Habsyi, Selasa (5/1).

Melalui unggahan di akun Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman mengatakan para dokter menyebut Syekh Ali tidak dalam kondisi kritis. Walaupun hingga kini pendakwah kondang ini masih memerlukan perawatan di Rumah Sakit.

"Dokter mengabarkan apa adanya, bahwa tidak ada keterangan dokter yang menyatakan kondisi kritis. Sedari awal dilakukan tindakan medis pun dalam kondisi yang terkontrol dan terukur," tuturnya.

Abdurrahman meminta kesediaan masyarakat untuk mendoakan kesembuhan Syekh Ali agar bisa kembali berdakwah. "Di hari yang baik ini, mari kita terus doakan dibantu washilah amal saleh, semoga pemulihan kesehatan Syekh Ali Jaber bisa lebih cepat lagi," terangnya.

Sementara Asisten pribadi Syekh Ali, Abu Aras juga sebelumnya sempat menampik informasi soal kondisi Syekh Ali yang sedang kritis di media sosial. Ia menjelaskan, keluarga sangat menyayangkan beredarnya foto Syekh Ali saat perawatan yang diunggah oleh salah seorang perawat.

"Terkait foto Syekh Ali Jaber beredar berantai, foto tersebut dari salah satu perawat yang melanggar etika  dan privasi pasien dan keluarga. Menyayangkan dan sudah komplain dan menegur pihak rumah sakit," katanya. 

 

Sumber: Republika

Foto : DR KH Aiz Muhajirin(TIBYAN/Yazid)

Wawancara

TIBYAN.ID - DR KH Aiz Muhajirin, putra bungsu KH Muhajirin, kini menjadi pemegang tampuk masa depan pesantren An Nida Al Islamiy yang dibangun KH Muhajirin ayahnya. Bersama Uminya yang sudah sepuh, Aiz kini menjadi orangtua ratusan santri yang mukim. Kepada tibyan.id Aiz hanya berujar singkat; “saya mendapat amanat meneruskan tanggungjawab dari orangtua dan keluarga,” begitu katanya.

tibyan.id : Sebagai pesantren yang ada di tengah kota, An Nida Al Islamiy tampaknya menjadi semakin terhimput oleh pertumbuhan kota. Baik dari sisi bangunan fisik maupun dari sisi kehidupan. Bagaimana An Nida akan bisa terus bertahan di masa yang akan datang?

Aiz Muhajirin: Tidak mudah memang mengelola dan mengurusi santri di tengah tengah kota. Selalu ada saja gemerlap kota yang terdengar dan terlihat sampai ke dalam pondok. Karena itu secara opersonal Pondok menertibkan struktur pengelolaannya. Ada lurah pondok. Dia yang sehari hari berinteraksi dan mengurusi persoalan santri pondok. Dibawah lurah ada ketua ketua asrama. Mereka saling berkordinasi mengenai keberadaan siswa satu persatu. Detail dan harus tegas.

Lalu lalang siswa, keluar masuk asrama, bagaimana bisa diawasinya?

Ya. Perizinan santri itu diberikan oleh pengurus asrama. Security mengizinkan keluar atau tidak tergantung perizinannya itu. Security kita siap siaga selama 24 jam. Namun, baik security maupun petugas asrama, semua memakai pendekatan kependidikan.

Ada istilah lama, pondok itu ibaratnya penjara suci

Saya dan pengurus terus mengevaluasi pendekatan yang kita pakai. Kita gak bisa lagi menerapkan aturan secara kaku. Kita pertinggi pendekatan kemanusiaannya. Ini seninya. Bagaimana disiplin tetap berjalan tapi pendekatannya tetap humanis. Ini tantangannya.

Pesantren di tengah kota seringkali terancam oleh godaan mall yang menjamur disekitarnya. Bioskop. Atau aneka gemerlap kota. Sulit juga mengendalikan santri yang umumnya anak anak remaja yang sedang seneng senengnya bermain.

Mall dan bioskop sudah bukan lagi tantangan apalagi ancaman. Anak anak sudah tidak lagi seneng bermain di mall. Tapi gadget, permainan games atau warnet. Ini justru yang menjadi ancaman. Kalau kurang hati hati kita bisa ditinggal anak anak. Tapi terlalu keras melarangnya anak anak juga bisa kabur. Jadi itu, bagaimana pengelola asrama menjadi petugas yang memang mereka butuhkan. Ini gak gampang memang.

Di Annida, pondokan santri dengan sekolah formalnya agak jauh. Dari Jalan Juanda ke Kampung Mede. Dalam perjalanan apa tidak terjadi distorsi?

Ini memang unik. Kalau pagi, siswa fokus ke sekolah. Dari Asrama biasanya terus segera ke sekolahnya. Karena mereka takut terlambat. Jadi perginya aman aman saja. Pulangnya ini ada juga terjadi gangguan. Ya gangguan kecil. Kadang mampir dulu, ada saja kebutuhan. Entah beli makanan untuk kebutuhan buka puasa. Ada beli kebutuhan harian di asrama. Namun tetap pihak asrama dan security memonitornya. Karena menjelang ashar mereka sudah diabsen lagi. Saat itu semua harus sudah siap sholat ashar di masjid.

Annida itu dulu dikenal sebagai pesantren salaf. Bisa jadi itu karena kiyainya yang banyak menulis hadits bahkan buku tasawuf. Sekarang apa masih di jalur itu kiyai?

Kami mengembangkan pendidikan sesuai dengan perkembangan jaman. Ada sekolah umum, yakni Tsanawiyah dan Aliyah. Itu di kampus 2 yang di Kampung Mede. Di kampus 3 insya Alloh akan difokuskan pada sekolah kejuruan. Ini adalah sekolah sekolah yang didirikan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Lalu bagaimana dengan ciri khasnya sebagai pesantren, mereka yang sekolah bisa mondok di sini, yakni di kampus I di Jl Juanda. Mereka mondok disini dengan mengikuti program pesantren khusus. Berbagai kitab agama dibahas di sini.

Perimbangannya lebih banyak yang mana antara siswa yang mondok dengan yang tidak?

Ya, jelas yang mondok lebih sedikit. Tapi mereka disini mengikuti program pondok dengan membaca kitab kitab kuning, termasuk kitab kitab yang ditulis Syeikh Muhajirin.

Kalau dominan pada sekolah sekolah umum dan kejuruan, bisa jadi lama lama Annida akan meninggalkan tradisi pesantren?

Bukan begitu. Sebuah sekolah membina sesuai dengan bakat dan minat santrinya. Tidak semua siswa bisa dekati sebagai calon kiyai yang belajar kitab kuning dan ilmu ilmu agama. Karena tidak semua punya kapasitas menjadi kiyai. Tapi tentunya ada yang mampu, punya kapasitas dan memang berminat jadi kiyai. Dan mereka inilah yang diberikan haknya, tinggal di pondok, usai melakukan kegiatan sekolah mereka mendalami kitab kitab khusus. Untuk siswa yang jenjang Tsanawiyah dan Aliyah, kitab kitab mereka fokus pada satu mazhab fiqh, yakni Syafiiyah.

Saat ini lebih dari 300 siswa yang mengikuti program pondok ini. Untuk yang lanjutan, yakni yang sudah tingkat sekolah tinggi, mereka mendalami 4 mazhab fikh. Ini kajian yang lebih mendalam. Mereka inilah yang akan menjadi ulama dan kiyai. Mengapa Annida juga lebih banyak pada sekolah umum seperti Tsanawiyah dan Aliyah dan akan dibangun kejuruan, karena kebutuhan real. Mereka butuh lanjutan untuk kuliah dibidang yang sesuai kebutuhan jaman. Atau mereka butuh segera bisa akses ke lapangan kerja.

Program khusus Marhalah Al Ulya sudat jadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ?

Betul. Inilah yang saya maksud penyesuaian dengan tuntutan zaman. Ketika kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan, maka kita perlu berkorban. Kita mengikuti ketentuan legal untuk sebuah sekolah tinggi. Namun, sebagai program takhassus kajian empat mazhab dan kitab kuningnya terus. Yakni buat mereka yang mondok dan tidak pada mahasiswa yang tidak mondok. (abubagus)

TIBYAN. ID – Satu dari sedikit orang yang pertama mendampingi Arifin Ilham mengadakan zikir jama,ie adalah H Khotib Kholil, ketua ikatan warga Mampang Indah 2. Saat itu tahun 1997 dari beberapa lokasi terbatas, mereka berzikir berpindah pindah sesuai jadwal. Selain Khotib ada juga nama Aminulloh Thoyyib Nafis ketua Masjid Amru Bittaqwa dan ada juga Ust Abdul Syukur. Bahkan ustad Abdul Syukurlah yang mensosialisasikan jadwal zikir itu ke republika dengan mengantarnya sendiri. 
 
Khotib Kholil memang telah dipersiapkan matang oleh Arifin Ilham. Sejak sebelum “kepergiannya”, Khotib telah diangkat menjadi Ketua Yayasan Azzikra. Seakan melakukan kaderisasi, Arifin Ilham terus menuangkan ide, gagasan, rencana dan bahkan mimpi mimpinya tentang Azzikra kepada Khotib. Dan Khotib pun menjadi tak banyak kesulitan dalam menjalani tugasnya sebagai ketua Yayasan. 
 
Kini sepeninggal Murobbi (panggilan buat Almarhum Arifin Ilham), Khotib merasa terguncang. Tugas ini terlalu besar, bebannya pun teramat berat. Kalau kemarin bisa berbagi, misalnya yang mikir adalah Arifin Ilham yang mengeksekusi Khotib. Kini Khotib mengaku harus kerja ekstra. 
 
Pekan silam, Amin Idris dari Tibyan.id sempat bersilaturrahmi ke Azzikra, diterima ketua Yayasan Azzikro, H Khotib Kholil yang didampingi HM Jais S.Sy,M.E Kabag Marketing Yayasan. Berikut petikan perbincangan;
 
Delapan bulan sudah kepergian KH Arifin Ilham. Suasana duka dan luka hati karena kehilangan sudah mulai terobati tampaknya?
 
H Khotib Kholil: Meski besar cinta kami kepada Murobbi, ya kami harus bisa merelakannya. Namun yang terasa sebagai amanat, sebagai wasiat, sebagai tugas adalah meneruskan peninggalan yang telah dirintisnya. Azzikra adalah warisan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Azzikra harus berkembang meski telah ditinggal pendirinya. 
 
Ukuran paling sederhana adalah jamaah. Bagaimana dengan jamaah Zikir Akbar, ritual bulanan yang biasanya dihadiri ribuan jamaah dan sampai menutup parkiran ke depan Bellanova? Apa yang kami lihat saat ini sih tak sebanyak dulu lagi?
 
Sejujurnya, Zikir Akbar memang berkurang jamaahnya. Penurunannya hamper sekitar 30 atau 40 persen. Itu hal yang wajar karena selama ini mereka datang dan berzikir bersama sang Murobbi. Dari berbagai penjuru negeri, dari kota kota yang jauh mereka mencari berkah zikir bersama Arifin Ilham. Kini ketika beliau telah tiada, maka jamaah dari luar kota memang yang paling banyak mengalami penurunan.
 
Tapi, Zikir Akbar itu tetap dilaksanakan rutin setiap bulan ?
 
Oh ya tentunya. Jadwal rutin tidak berubah, terus dilakukan tidak terputus. 
 
Adakah perbedaan pelaksanaannya setelah Murobbi tiada?
 
Zikir Akbar saat ini dipimpin duet Ustad Abdul Syukur dengan putra beliau, yakni Ustad Alfin dan Ustad Amer kakak beradik putra Arifin Ilham. Seringkali mereka bertiga yang menggelar zikir. 
 
Kharismanya tentu tidak sama dengan saat dibimbing Murobbi?
 
Ya pastinya begitu. Bagi Azzikra ini adalah tadribat untuk Alfin dan Amer. Namun dengan pendampingan Ustad Abdul Syukur, insya Alloh kharisma zikirnya masih dapat. Karena Ustad Abdul Syukur memang orang yang dikader sejak pertama. Beliau mendapingi sejak hari pertama zikir jama’ie KH Arifin Ilham.
 
Untuk penyesuaian, Azzikra pun mengubah formasi Zikir itu. Yakni setiap bulan kami mendatangkan tokoh tokoh besar. Misalnya Aa Gym, KH Didin Hafiduddin, Ustad Adhi Hidayat, KH Abdul Shomad dan berbagai tokoh besar lainnya. Mereka kami undang, tentunya bersama pencinta beliau yang akan ikut hadir. Jadi, kalau selama ini Zikir Akbar itu mengandalkan kharisma Murobbi, kini kita membawa kharisma ulama, kiyai atau tokoh yang kami undang sambil membangun dan melatih kharisma kader yang sedang dipersiapkan.
 
Di sisi lain, perubahan tampak juga di segmentasi jamaah. Kalau sebelumnya, bersama Murobbi jamaahnya serentak, seusia, dengan seragam putih putih semerbak, kebanyakan adalah orang tua, kini kebanyakan generasi millennial, anak anak muda, dengan penampilan yang sedikit berbeda dengan generasi awal jamaah Zikir Akbar. Itualh sebuah proses perubahan yang sedang terjadi.
 
Selain Zikir Akbar peninggalan Murobbi yang masih dilestarikan ?
 
Kultur yang dibangun di Sentul ini adalah peradaban. Lihat saja, tradisi itu masih terus pertahankan bahkan dikembangkan. Misalnya Kampung Sunnah, tradisi memanah, berkuda, cara berpakaian dan sebagainya.  Itu Alhamdulillah masih tetap lestari. Bahkan sedikit banyak terus ditingkatkan. Misalnya, ada mobil yang terus berkeliling di kawasan Kampung Sunnah untuk antar jemput penghuninya yang akan bolak balik ke masjid. Ada berbagai tradisi lain yang unik bila dipilah satu persatu. Misalnya, tradisi buka puasa sunnah bersama setiap Senin Kamis di masjid. Ada juga Halaqoh Subuh yang diadakan setiap pagi. Ada sarapan pagi setiap Rabu. Kalau hari Jumat ada istilahnya jumat berkah, yakni ada makan siang gratis. Dan setiap Malam menjelang Zikir Akbar, semua kamar penginapan masih tetap full book. Bahkan lihatlah, beberapa masih ada yang terus membangun penambahan kamar sewaan mereka. Itu pertanda optimis, Azzikra masih akan terus berkembang.
 
Lalu apa yang paling urgen bagi pengurus dalam mengemban amanah ini?
 
Ini amanah yang tidak ringan. Tanggungjawab ini baru bisa ringan jika dipikul bersama. Karena itu, prioritas bagi strategi pengembangan adalah merajut kembali networking yang selama ini telah dibangun. Baik di dalam negeri maupun di luar. Kata Murabbi, mari kita rajut terus benang tasbih yang sudah terbentuk. Networking yang harus diperkuat.
 
Saya melihat dinding depan masjid sudah diperindah, di sudut sudut tertentu ada beberapa perubahan dan perbaikan. Terasa ada progress positif?
 
Tahapan shock karena ditinggal sudah harus kami lewati. Kemudian bersama keluarga, kami juga telah menyelesaikan fase posisioning. Alhamdulillah, itu berjalan dengan sangat baik. Kini kami sedang merampungkan system yang sesuai dengan ide ide besar Murobbi. Karena itu, beberapa bagian yang kecil kecil, seperti keindahan masjid, transportasi internal, jalan jalan terus mengalami perbaikan kecil kecilan.
 
Adakah perubahan yang ekstrem ?
 
Tidak perlu lah. Kita sudah terbekali dengan visi dan misi yang jelas. Perubahan yang dilakukan agar visi dan misi itu bisa terwujud lebih sempurna dan daya jangkau lebih optimal agar dakwah bisa lebih syiar lagi. Di bidang media, kami sudah punya tv kerjasama dengan tv Al Bahjah. Bahkan kami juga sedang membangun mini studio yang menampilkan semua kenangan tentang Murobbi, termasuk catatan dan rekaman beliau. Kelak ini akan menjadi media centre tempat memancarkan dakwah secara lebih luas lagi. Intinya, kami sedang menuju ke sebuah cita cita menjadikan Azzikra sebagai destinasi wisata religi yang tidak layak untuk dilewatkan. (aminidris)
 
 

Ade Ardiansyah (kanan) bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi(kiri)

Wawancara

TIBYAN.ID - Ade Ardiansyah, notaris yang dikenal public sebagai pihak yang memberi perhatian serius pada koperasi, khususnya di Kota Bekasi. Menurutnya di era sekarang, saatnya kita membangun perekonomian berbasis koperasi. Dan yang paling kongkret, membangun koperasi berbasis masjid. Kepada Gubernur Jawa Barat dan kepada Jusuf Kalla saat masih menjabat Wakil Presiden, Ade banyak mendiskusikan upaya membangun perekonomian umat berbasis koperasi masjid.

Berikut perbincangan Tibyan.id kepada Ade Ardiansyah sebagai ketua Pembangunan Masjid Nurul Islam Islamic Centre Bekasi dan juga ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) Kota Bekasi.

SatuUmat : Anda dikenal sebagai notaris yang specialized pada persoalan koperasi?

Ade Ardiansyah : Notaris itu tidak spesialis. Kalau kemudian orang menganggap saya ekspert dalam hal legalitas koperasi dan sejenisnya bisa jadi karena memang saya memberi perhatian khusus pada masalah koperasi.

Apa yang paling menarik dari koperasi?

Koperasi itu karakter eknonomi bangsa kita. Bung Hatta telah menanamkan ini dan bahkan mencantumkan legalitas di dalam UUD45. Seharusnya, koperasi lah yang menjadi panglima pembangunan perekonomian bangsa Indonesia. Koperasi seharusnya menjadi lembaga ekonomi yang membanggakan. Selain punya landasan hukum yang kuat, koperasi sangat cocok dengan kehendak dan upaya mensejahterakan masyarakat.

Apa yang paling membanggakan itu? Bukankah selama ini koperasi masih ditempatkan sebagai lembaga perekononian kelas rendahan. Sulit untuk membawa kemajuan yang bisa menggerakkan capital besar.

Koperasi lembaga ekonomi yang bisa mensejahterakan orang banyak. Kapitalisasi koperasi ada di tangan anggotanya. Kalau koperasi maju berarti yang kaya dan sejahtera adalah anggotanya. Ini beda dengan badan hukum lain, misalnya Perseroan Terbatas (PT), itu adalah lembaga dengan kepemilikan personal. Sehingga kalau PT itu tumbuh besar maka yang kaya ya pemilik modalnya saja. Itulah saya katakan koperasi adalah model pererkonomian yang membanggakan.

Kalau saya mau sebutkan sudah begitu banyak model bisnis sejenis koperasi yang maju dan besar di berbagai dunia. Tapi di Indonesia, koperasi memang masih diletakkan di level rendah, masih dianggap hanya bisnis kecil kecilan.

Dimana sih kendalanya sampai saat ini Koperasi masih menjadi lembaga bisnis yang ada di lini belakang?

Image masa silam masih terbawa bawa. Namun saya yakin, dalam kurun beberapa tahun kedepan koperasi akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita yang paling realistis. Lihat saja, semangat pemerintah untuk memajukan ini tidak setengah - setengah. Berbagai regulasi terus dibangun untuk menjadikan koperasi digjaya. Permodalan juga diberi berbagai saluran yang memihak pada koperasi. Di Kota Bekasi saja, dana bantuan modal dari BPR Patriot hanya dibebani margin 4 persen. Ini artinya, kalau mau maju saat inilah eranya koperasi.

Terus kalau masih dianggap sebagai pemain lini belakang, silahkan saja orang menganggap itu. Karena mungkin saja para kapitalis tidak akan suka dengan gerakan ini. Biarin. Itu hak mereka. Tapi orang orang koperasi jangan terpengaruh dengan image itu. Memajukan koperasi hanya ada ditangan para pelaku koperasi.

Kendala permodalan tampaknya masih belum ada solusi nyata. Gembar gembor permodalan berbunga rendah yang digelontorkan pemerintah seringkali tersalurkan secara tidak proporsional. Istilahnya hanya proyek pencitraan saja. Bagaimana menurut Anda?

Ada arus teknologi yang sedang terjadi dalam mendorong persoalan permodalan ini. Kalau dari sumber dana bantuan pemerintah itu sulit diakses, tidak masalah. Banyak jalur lain yang tersedia. Misalnya, saat ini banyak sekali perusahaan start-up yang tampil untuk menjadi “pahlawan” permodalan untuk koperasi. Sebuah koperasi bisa listing proposal programnya di perusahaan digital seperti ini dan menyerap dana dari para investor. Dengan modal proposal yang rasional dan akuntabel sebuah projek koperasi bisa dicariin permodalan di sini. Inilah yang disebut sebagai pasar dana koperasi. So, tidak masalah. Saya yakin, pasar dana untuk koperasi termasuk yang berbasis syariah akan semakin banyak muncul. Ini kan peluang bagus sekali buat koperasi.

Bagiamana dengan pengetahuan masyarakat soal ini?

Ini memang yang perlu disosislisasikan. Tidak semua orang harus pinter tentang koperasi. Tidak semua orang harus paham regulasi koperasi. Setidaknya kalau kita ingin membangun koperasi syariah yang berbasis masjid, setidak pengurus pengurus masjidnya yang perlu ditatar dan dikenalkan lebih dalam tentang regulasi koperasi, tentang peluang bisnis melalui koperasi, tentang menghidupkan ekonomi masjid, tentang pentingnya memakmurkanmasjid dan mensejahterakan jamaah. Ketika ini telah menjadi gerakan maka tidak ada lagi kekuatan yang bisa menghalanginya. (abubagus)

Drs. H Paray Said membuka acara pelatihan broadcasting remaja Masjid Se Kota Bekasi

Rihlah

TIBYAN.ID - Baznas Kota Bekasi kerjasama dengan MJATV menggelar Pelatihan Broadcasting bagi remaja masjid se Kota Bekasi pada Jum'at 27 November sampai Sabtu 28 November di Jatiluhur, Purwakarta.

Muhamad Yazid melaporkan dari ruang pelatihan, bahwa semua peserta tampak antusias mengikuti pelatihan ini. Hampir semua tema yang disodorkan panitia terasa sebagai sesuatu yang sangat mereka butuhkan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Baznas Kota Bekasi Drs. H Paray Said, MM, MBA sekaligus sebagai Keynote Speaker.

Peserta sebanyak 40 orang, terdiri dari 18 mahasiswa binaan Baznas Kota Bekasi, 12 remaja masjid raya se Kecamatan Kota Bekasi, 10 Unsur Masjid Besar dan ormas Islam yang ada di Kota Bekasi.

Dalam sambutannya, H. Ismail selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan kegiatan ini sebagai langkah awal remaja masjid untuk mandiri, kreatif, dan inisiatif dalam menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah.

Sementara H Paray Said dalam arahannya menekankan agar aktivis islam jangan menjadi sekadar penikmat informasi. "Jadilah pembuat konten yang kreatif dan sadar diri, menjadikan media sosial sebagai sarana untuk aktivitas yang positif, " katanya.

Banyak hal positif bisa dibangun dari media sosial. Bisa juga dikembangkan berbagai kreatifitas dari media sosial.

H.Paray Said mengucapkan selamat berlatih, semoga remaja Islam selangkah memiliki kemajuan dalam pengembangan informasi melalui media sosial. (yazid)

Monument Adipura

Rihlah

TIBYAN.ID - Kapan terakhir Anda ke Sukabumi? Pasti kenangan manis tentang keindahan kotanya, kulinernya yang aneka ragam dan enak-enak, udaranya yang sejuk serta alamnya yang mempesona tak mudah untuk dilupakan. Tapi kemarin, saya menyaksikan kenangan indah itu koyak.

Lihatlah Monument Adipura yang berada ditengah--tengah bundaran kota yang tampak begitu megah, kokoh dan jadi kebanggaan masyarakat serta Pemerintah Kota Sukabumi, kini kemegahan dan kekokohannya itu ternyata masalah yang perlu diseĺesaikan.

Monumen itu kini menyisakan kesemrautan, kumuh dan tidak terawat. Hmmm

Siang itu, saya coba menelusuri sudut sudut kota. Kota yang semakin padat memberi kesan semraut. Di kawasan komersil misalnya, tampaknya setiap sudut telah dikuasai oleh petugas keamanan tidak resmi. Bisa juga disebut sebagai preman kota.

Akibatnya Retribusi yang dikenakan kepada para pedagang memberatkan. Dan lebih celaka lagi situasi demikian dimamfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk ikut menarik retribusi liar.

Mereka mengaku-ngaku sebagai penjaga keamanan diwilayah tersebut bahkan preman-preman juga saling menguasainya. Setiap pagi dan sore melakukan pungutan liar. Para pedagang tidak bisa berbuat banyak. Mereka pasrah saja meskipun setiap hari dikenakan pungutan lebih dari 10 ribu.

Kojang (35) salah seorang pedagang sayuran mengeluh; "saya mengharap agar ada penertiban terhadap oknum- oknum pemungut liar itu, setiap hari saya harus bayar lapak ini 15 Ribu kalau ga bayar diusir, mau dagang dimana lagi, di tempat lain juga sama harus bayar kepada mereka." ucapnya memelas.

Sementara petugas dari UPTD Pasar sendiri terutama petugas penarik retribusi hanya jadi penonton saja. Mereka juga mengharap adanya perubahan dan ketegasan dari Walikota.

Sementara itu Kadis Koperasi Perdagangan dan Industri Kota Sukabumi, Ai Jumiat yang paling berkompeten dalam persoalan ini sulit dihubungi wartawan selalu tidak ada ditempat. Sementara Sekdis Asep Saefullah walau agak terbatas memberikan keterangan kepada wartawan ia menjelaskan bahwa para petugas UPTD Pasar khususnya yang ditugaskan melakukan pungutan uang retribusi sebetulnya tetap melaksanakan tugasnya berkeliling melakukan pungutan namun tidak ke semua pedagang diareal 2 Km persegi itu.

Pihaknya hanya memungut kepada para pedagang yang berada disekitar Pasar Gudang (Ramayana), Pasar Gledog dan Pasar Degung. Jumlahnya hanya beberapa ratus pedagang saja, tidak mencapai 1000, sedangkan kepada pedagang kaki lima (PKL) memang tidak dikenakan retribusi pasar, apa lagi para PKL yang berdagang diatas Trotoar demikian pula kepada para pedagang yang berada di areal penampungan Ex Pasar Pelita dan yang membaur di jalan-jalan raya dengan para PKL, semuanya tidak ditarik uang retribusi.

Walikota Sukabumi, Fahmi, sebagai pemimpin kota Sukabumi diharapkan bisa menjadi solusi atas ketidaknyamanan ini. Jangan berpangku tangan atau melaksanakan rutinitas, sementara di lapangan tidak tertib padahal dia tahu bahwa warga Sukabumi pernah berhasil beberapa kali meraih tanda penghargaan ADIPURA salah satunya tertib lingkungan. Apakah ini yang menjadi alasan, monument Adipura menjadi tidak terurus dengan baik. (ismail/amh)

TIBYAN.ID - Akhir pekan dalam suasana jenuh terkurung di rumah, saya sempatkan menghibur diri ngeluyur menelusuri Kota Bekasi. Pas Azan zuhur berkumandang, posisi saya di Jalan Chairil Anwar. Pilihan ada di sebuah masjid, di kawasan gedung DPRD Kota Bekasi.

Baru sadar, rupanya masjid ini baru saja direnovasi. Tepatnya dibangun baru. Dari hiasan interior saya dapatkan nama masjid ini, Masjid Al Khairot.

Yang menarik saya mampir di sini sebetulnya satu hal, halaman parkirnya luas dan aman. Karena di gate masuk ada security yang standby. Dan saat keluar, mereka memandu mengamankan.

Ya namanya juga masjid baru, tempat wudhunya baru. Keran kerannya juga baru. Lantainya baru. Dan ornamen dinding kaca dari tempat wudhu menuju lantai 2 tempat sholat lumayan indah. Setidaknya pencahayaannya maksimal.

Dari sayap kanan, justeru lebih enak masuk ke masjid ini. Karena kalau dari sayap kiri tangganya memang agak curam.

Saya sholat zuhur di situ. Suasana memang hari libur, jadi agak sepi. Tapi kebetulan ada ketua DKM nya saat itu, Ustad Rofiuddin. Menurutnya masjid ini memang masih baru, bahkan belum proses serah terima dari developernya.

Usai sholat saya sempat kongkow dengan ketua DKM. Rupanya, maskipun di dalam kawasan kantor masjid ini tetap buka untuk sholat berjamaah tiap waktu. Jamaahnya adalah jamaah transit, yakni orang orang lewat seperti saya.

Tapi banyak juga jamaah dari lingkungan penduduk di sekitar gedung dewan sebagai jamaah tetap. “Ada, nih di belakang sini perkampungan, sholatnya ke sini. Dari Rawa Semut juga sholat ke sini,” kata Rofiuddin menjelaskan.

Menurut Rofi, layaknya sebuah masjid. Setiap sholat rowatib, ada jamaah di masjid ini. Dan setiap pekan diadakan sholat jumat, untuk yang tahunan ada sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha.

Di masa Pandemi ini memang ada sampai tujuh pekan masjid ini tidak mengadakan Jumatan. Tapi Iedul Fitri alhamdulillah bisa terlaksana, dan mulai jumat kemarin sudah bisa bikin jumatan lagi. “Biasanya, untuk dua sholat ied, kami laksanakan di halaman,” kata Rofiudin lagi.

Meski adanya di dalam lingkungan DPRD Kota Bekasi, DKM sengaja melibatkan masyarakat kampung sekitar untuk memfungsikan masjid ini sehari hari. Misalnya dalam perayaan hari besar Islam, seperti peringatan maulid, isro mikroj, atau tarawih dan sebagainya, orang kampung sekitar banyak terlibat.

Contoh lain, khotib sholat jumat yang kami jadwalkan adalah ustad ustad dari luar, yakni dari lingkungan kampung. Kalau berhalangan baru kami cari badalnya dari kalangan anggota dewan yang sudah terbiasa khutbah.

“Ada kebanggaan mereka bisa khutbah di masjid DPRD,” kata Rofi menjelaskan.

Kalau sholatnya menggunakan bangunan lantai dua, di lantai satunya akan dijadikan perpustakaan. Tujuannya, memberi keseimbangan antara aspek spiritual dan aspek pengetahuan. Cuma perpustakaannya belum dipungsikan. Karena memang masjidnya pun belum tuntas 100 persen alias belum diserahkan oleh developer.

Usai ngobrol ngobrol saya selonjoran. Dilantainya yang juga masih baru dan bersih, saya sempet tidur tidur ayam, ngelenggut, atawa ngelayap beberapa saat. Sayang, DKM belum kepikir punya coffee corner gratis. Nanti-nanti kali … (amin idris)

Follow Us

Advertisement

Top Stories

Grid List

*Ilustrasi Pesta Kembang Api Tahun Baru, Photo : ANTARA/Wahyu Putro

Oase Iman

Oleh : Dr. KH. Zamakhsyari Abdul Majid, MA
Ketua Umum Majelis Mudzakarah Ulama Bekasi Raya
(MAJMU BEKAS RAYA)

TIBYAN.ID - Perayaan malam pergantian tahun dewasa ini bisa dikatakan sebagai sebuah tradisi global yang dipraktekkan oleh hampir semua kalangan dari seluruh penjuru dunia. Semua lapisan masyarakat lintas segmentasi geografis dan strata sosial larut dalam sukacita menghabiskan waktu semalam penuh dengan berbagai aktifitas yang menghibur dan suasana kebersamaan. Namun, di balik semua hingar bingar perayaan tersebut tak jarang pula mengundang kegundahan berupa benturan konsepsional, normative bahkan ideologis. Budaya perayaan tahun baru yang nota bene berasal dari Barat dan secara historis lekat dengan tradisi yang sedikit banyaknya menimbulkan pertanyaan seputar “kepantasan” merayakannya di benak masyarakat yang berada di luar batas kedua tradisi tersebut.

 

Di Indonesia khususnya, malam pergantian tahun dirayakan dengan berbagai kegiatan yang mafsadh-nya jauh lebih besar daripada manfaatnya dan tidak sedikit ditemukan praktek penyimpangan-penyimpangan yang dilarang Agama. Sebagai contoh, perayaan tersebut dilakukan dengan meniupkan terompet secara bangga dan suka cita, membakar kembang api yang memiliki kesan indah dan modern, bahkan yang lebih parah lagi moment ini dilakukan dengan perbuatan-perbuatan maksiat (minum-minuman, seks bebas, menggunakan narkoba) yang jelas dilarang oleh syariat agama Islam. Terlebih di tahun ini merupakan tahun wabah yang keberadaan virus Covid-19 yang melanda negara kita, jika perayaan ini tetap dilakukan, maka kecenderungan untuk berkumpul dan berkerumun akan sulit dihindari.

 

Pergantian malam tahun baru memang merupakan peristiwa yang biasa dan akan terus terjadi. Tetapi bagi sebagian masyarakat mungkin malam pergantian tahun merupakan saat yang dinanti-nanti karena akan sangat menyenangkan dan membahagiakan, namun tidak semua masyarakat beranggapan seperti itu masih ada sebagian masyarakat yang memikirkan bagiamana kondisi pada tahun depan. Karena mereka sadar bahwa sesuatu pasti akan berakhir maka lebih baik menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya daripada menghabiskan waktu dengan terbawa euforia hanya untuk menyambut tahun baru.

 

Sebagai bangsa yang majemuk, ummat muslim tidak melarang bagi warga negara yang ingin merayakan dengan suka cita sesuai dengan ajaran dan keyakinanya. Namun para prinsipnya, agama Islam memiliki nilai dan ajaran yang dengan jelas melarang perayaan tersebut terlebih perayaan yang jauh dari nilai-nilai ketuhanan. Sehingga moment ini perlu juga memerlukan kesadaran bagi seluruh warga negara khususnya bagi umat beragama untuk saling menghormati dan menghargai ajaran dan nilai-nilai Islam yang terkandung didalamnya.

 

Fenomena sosial pada perayaan malam tahun baru masehi bukan sesuatu hal yang baru, karena sejatinya perayaan ini memiliki kecenderungan yang merugikan. Sebaiknya perayaan yang hanya bersifat seremonial ini kita perbaiki dan berubah menjadi perayaan teological. Fenomena dan tantangan ini sesungguhnya bukan hanya terkait dengan Muslim tetapi juga terkait dengan ajaran agama lain. Menjadi tugas para ulama dan pemimpin masyarakat agar perayaan tahun baru tersebut berjalan secara positif dan Indonesia sebagai masyarakat yang mayoritas Muslim tentu harus memasukkan nilai-nilai keIslaman dalam peringatan tersebut.

 

Ada hal positif lain yang dapat dilakukan yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT yaitu seperti berdoa, berzikir, dan bertahlil serta bermuhasabah, mengkhatamkan Al-Quran dan memanjatkan doa agar Indonesia dijauhkan dari musibah, bencana, perpecahan konflik yang disebabkan karena segmentasi politik, peningkatan kemiskinan disebabkan karena resesi ekonomi, dan kita sama-sama berdoa kepada Allah agar memberikan kekuatan secara total untuk bangsa Indonesia untuk dapat keluar dari wabah Covid-19. Hal ini sangat positif karena kita akan merasakan kebersamaan bersama keluarga, kerabat, dan teman dan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai renungan bahwa hidup didunia hanyalah sementara.

 

Secara alamiah proses nilai-nilai Islam dan agama umumnya tersebut sudah mulai berjalan. Di luar hiruk-pikuk bunyi petasan dan kembang api, kini mulai tumbuh tradisi baru dengan berdzikir di berbagai masjid yang diikuti dengan pemberian wejangan oleh para dai sampai dengan tengah malam. Tradisi baru inilah yang harus didorong agar semakin cepat berkembang untuk mengarahkan energi masyarakat dalam memperingati tahun baru secara positif.

 

Karena sifatnya yang berulang setiap tahun, maka ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan Majelis Mudzakarah Ulama Bekasi Raya (MAJMU) khususnya yang memiliki jejaring sampai ke level bawah bisa berkoordinasi mengajak umat untuk meramaikan masjid, mushalla, dan tempat-tempat lainnya dengan hal-hal yang positif. Para pemimpin pemerintahan yang berasal dari berbagai latar belakang kelompok keislaman tersebut juga bisa diajak memperingati momentum ini dengan perayaan yang lebih positif yang kini sudah dimulai dilakukan di beberapa tempat dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan.

ilustrasi

Dunia Islam

TIBYAN.ID - Pandemi Covid-19 tidak menghalangi Kementerian Agama untuk melakukan sertifikasi pembimbing manasik haji. Program ini tetap dilaksanakan dengan melakukan penyesuaian dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Direktur Bina Haji Khoirizi mengatakan, penyesuaian pelaksanaan sertifikasi pembimbing manasik haji telah dilakukan antara lain oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat. Prosesnya dilakukan bekerjasama dengan Center for Hajj and Umrah Studies IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dalam penyesuaian ini, proses sertifikasi pembimbing dilakukan dengan pola campuran blended learning, dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring atau tatap muka). 

“Penyesuaian ini dilakukan agar sertifikasi tetap bisa berjalan optimal, tujuannya tercapai, meski dalam kondisi pandemi Covid-19,” terang Khoirizi di Jakarta, Kamis (22/10).

“Pola ini sudah digunakan dalam sertifikasi pembimbing manasik haji angkatan VII reguler yang berlangsung selama 12 hari,  19 sampai 30 Oktober 2020,” sambungnya. 

Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji Arsyad Hidayat menambahkan, inovasi ini menjadi bagian ikhtiar Kementerian Agama meminimalisir risiko penyebaran Covid-19. Karenanya, kolaborasi penggunaan media daring dan luring adalah keniscayaan. Hal itu untuk memastikan pilihan metode ceramah, dialog, brainstorming, problem solving, role playing, pemutaran film, diskusi, demonstrasi, refleksi, dan dinamika kelompok tetap bisa diterapkan. 

“Pendekatan ini memanfaatkan media berupa Zoom, WhatsApp Group, Google Classroom, Youtube, dan aplikasi dalam situs resmi Lembaga Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Akreditasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (LSPMH-AKBIHU) IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” jelas Arsyad.

Terpisah, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Adib mengatakan, inovasi sertifikasi ini penting agar peningkatan kompetensi pembimbing haji ini tetap dapat berjalan, meski pandemi. Kompetensi itu terkait dengan aspek keilmuan haji, regulasi, dan praktiknya. Keberadaan pembimbing manasik yang mumpuni diperlukan untuk mendampingi jemaah haji Jawa Barat yang sangat banyak. 

“Kami juga sedang membangun asrama haji di Indramayu dan pusat pelayanan haji terpadu di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,” tuturnya. 

Direktur Center for Hajj and Umrah Studies IAIN Syekh Nurjati Cirebon Muzaki menambahkan,  pilihan menggunakan metode campuran sebagai respon atas kondisi pandemi. Sertifikasi ini dikemas untuk menyiapkan para pembimbing manasik haji dan umrah yang profesional dan terstandar.

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 100 orang, yaitu perwakilan ASN Kementerian Agama dari setiap kabupaten dan kota serta perwakilan Pimpinan Wilayah Ormas di Jawa Barat.” ungkapnya.

Menurutnya, pada sesi daring, peserta diwajibkan mengikuti semua mata pelatihan melalui aplikasi Webinar Zoom Meeting. Materi bimbingan disediakan dalam portal Center for Hajj and Umrah Studies IAIN Syekh Nurjati Cirebon di www.haji-sejati.or.id.

“Pelatihan secara daring dilaksanakan selama tujuh hari untuk materi yang bersifat teoritik,” ujarnya.

“Sementara sesi luring dilaksanakan selama lima hari untuk materi yang bersifat praktik, seperti praktik manasik haji,” pungkasnya.

 

Sumber: Kemenag

Foto: ANTARA/Zabur Karuru

Health

TIBYAN.ID - Gejala virus Corona COVID-19 biasanya berbeda pada setiap orang. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi hanya memiliki gejala ringan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala COVID-19 yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Pada umumnya, gejala COVID-19 mulai muncul sekitar lima hingga enam hari setelah terjadi pajanan.

"Tetapi, waktu kemunculan gejala ini dapat berkisar 1 hingga 14 hari," ungkap WHO.

Menurut WHO, sekitar 80 persen, orang yang terinfeksi Corona berhasil pulih tanpa perlu perawatan yang khusus. Sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi menderita sakit parah dan kesulitan bernapas.

Orang-orang yang berusia di atas 60 tahun dan memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, penyakit pernapasan, penyakit jantung, atau hipertensi kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius.

"Berisiko lebih besar terkena penyakit parah atau kritis jika terinfeksi virus," kata WHO.

Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut gejala Corona menurut WHO. Apa saja?

Gejala COVID-19 paling umum

  • Demam
  • Batuk kering
  • Kelelahan

Gejala COVID-19 yang jarang dialami pasien lain

  • Rasa sakit dan nyeri
  • Hidung tersumbat
  • Sakit kepala
  • Konjunktivitis
  • Sakit tenggorokan
  • Diare
  • Kehilangan indera rasa dan penciuman
  • Muncul ruam pada kulit
  • Perubahan warna jari tangan atau kaki

Gejala berat COVID-19

  • Kesulitan bernapas dan sesak napas
  • Nyeri dan tekanan dada
  • Kehilangan kemampuan bergerak dan berbicara

 

Sumber: Detik

TIBYAN.ID - Kyai Nurul Anwar bin Kyai Haji Noer Alie. Begitu nama lengkap tokoh yang telah mengabdikan diri selama 38 di Pondok Pesantren Attaqwa, Ujung Harapan, Kecamatan Babelan, Labupaten Bekasi.

"Kyai Nurul Anwar yang lazim dipanggil guru Nur oleh murid - muridnya, adalah tokoh yang selama hayatnya hanya mengabdi di Attaqwa" tulis Dr. H. Abid Marzuki, M. Pd.

Memang pernah beliau mengajar di Universitas Ibnu Chaldun Bogor, dan di PTDI. Namun tak lama. Ia lebih fokus mengabdi di Attaqwa.

Kepergiannya untuk menghadap Ilahi, mengagetkan keluarga Attaqwa dan masyarakat Bekasi. Sebab baru tiga hari istri tercintai beliau dipanggil Allah, lalu ia menyusul. Yang membuat kesedihan mendalam terutama keluarga dan murid - muridnya adalah saat istrinya meninggal, guru Nur sedang di ICU rumah sakit. Sampai akhir hayat beliau, ia tidak tahu kalau istri tercintanya telah meninggal dunia, mendahuluinya.

Untuk menguak seperti apa kiprah guru Nur, akan dilakukan bedah buku " Memorial KH. Nurul Anwar, 38 Tahun Jejak Pengabdian" Yang ditulis oleh Amin Idris, murid beliau, Ahad Februari di Literasy Coffee, Kaliabang Tengah Bekasi Utara.

aa.jpg

(Buku In Memoriam KH. Nurul Anwar)

" Bang Im, kita jadi bedah buku 38 Tahun Jejak Pengabdian KH. Nurul Anwar. Jangan sampai terlambat pesan tempat duduk" Pesan bang Amin ke saya lewat WA.

"Tempat duduk terbatas. Sebaik dipesan lebih dulu. Sehingga panitia bedah buku, bisa menyediakan tempat duduk".

Literacy coffee telah menjadi tempat favorit di Bekasi untuk bedah buku dan diskusi. Tentu dengan hidangan coffee yang nikmat dan mengasikan.

Aku sudah pesan tempat duduk dan transfer untuk pembelian buku, sekalian snack.

Aku ingin tahu lebih dalam kiprah KH. Nurul Anwar selama 30 tahun di Attaqwa. Penasaran? Hadiri bedah buku KH. Nurul Anwar Ahad 7 Pebruari di Literasy coffee. Jangan terlambat pedan tempat duduk. ## Imran Nasution

Advertisement

Upcoming Events