23
Fri, Aug

Pengantar : Berdoalah Dengan Asma Mana Saja Yang Kamu Suka

Kajian Asmaul Husna
Typography

Oleh Muhammad Isa, Lc

TIBYAN.id -- ALLOH SUBHANAHU WA TAALA sudah ada ketika segalanya selain Allah belum ada. Alloh menciptakan makhluk yang Alloh pun tidak membutuhkannya. Alloh mengenalkan nama dan sifat sifatnya yang luhur. Alam semesta pun menjadi tahu dan memberi kesaksian bahwa Allah maha Esa yang maha memelihara alam raya ini dengan segala ekspresi. Alam pun tunduk atas perintahNya baik dengan suka maupun terpaksa. Setiap ciptaanNya menunjukkan adaNya, menerangkan akan kesempurnaan dzat dan sifatNya. Itulah yang maha adil dalam semua tindakanNya.

Allah telah mengkhususkan diriNya dengan asma-asmaNya. Di dalam surat Al-A'raf Allah menyatakan; Dan hanya milik Allah asma al husna. Maka memohonlah kepadaNya dengan menyebut nama namaNya. Juga dalam surat Al-Isra ayat 110 Allah menyatakan, katakanlah dan berdoalah dengan menyeru Allah (Arrahman) dengan nama yang mana saja kamu gunakan untuk memanggil.

Dalam musnadnya, Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa Nabi Muhammad saw bersabda dalam doanya; Ya Allah sesungguhnya aku adalah hambaMu, benar benar hambaMu. Kepalaku ada di tanganMu. Berlaku padaku ketentuanMu. KeputusanMu sangat adil. Aku mohon kepadaMu dengan segala asma yang telah Engkau gunakan untuk menamai diriMu. AsmaMu telah Engkau perkenalkan dalam kitabMu, atau Engkau telah ajarkan kepada seorang hambaMu. Aku mohon jadikanlah qur'an sebagai penghibur dan obat hatiku, penghilang kesedihan dan kesusahanku.

Dari hadits ini dapat dimengerti bahwa Allah mempunyai nama yang banyak . Hanyalah Dia sendiri yang bisa menghitungnya. Namun yang kita kenal adalah sembilan puluh sembilan nama indah. Imam Bukhori dan dan imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasullullah bersabda, sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, barang siapa menghafalnya maka akan masuk syurga.

Maksudnya, tahu asma Allah dengan pemahaman yang baik serta menghayatinya akan menjadi pengantar masuk syurga. Karena pada dasarnya seseorang bisa masuk syurga itu hanya atas rahmat Allah.

Di dalam untaian asmaul husna ini terdapat pancaran spiritual yang hanya bisa dirasa oleh hamba yang memohon dengannya, dan hamba yang hatinya telah larut mendalam. Bagi mereka asmaul husna telah menjadi pedoman, panduan dalam segala ucapan dan tindakan, telah mejadi jalan penghambaan secara keseluruhan, menikmati keislamannya, dan terjauhkan dari kekufuran, ingin selalu berbuat ketaatan bukan kemaksiatan.

Nabi Muhammad bersabda; ya Allah aku minta ridhaMu agar terlindung dari murkaMu, aku minta pemeliharaanMu agar terhindar dari siksaMu, aku berlindung kepadaMu dari kemungkinan aku tidak bisa memujiMu sebagaimana Engkau memuji diriMu sendiri.

Setiap asma Allah mengandung makna dan rasa tersendiri. Tidak ada yang bisa menjelaskan kecuali seseorang yang lisannya selalu sibuk bergumul dengan asmaNya, seseorang yang hatinya telah yakin dengan seyakin yakinnya bahwa Dialah Allah yang tidak diuntungkan oleh ketaatan hamba, dan tidak dirugikan dengan kemaksiatannya. Ya Allah terimakasih karena rahmatMu benar benar melapangkan segala sesuatu.

Allah berfirman yang artinya ;Apakah kamu tidak tahu bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, di matahari, di bulan, di bintang,di gunung,di pohon-pohonan, binatang-binatang dan juga sebagian besar manusia, tapi banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Ingatlah, apapun yang dihinakan Allah tidak akan ada seorangpun yang akan memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

Sepaling buruknya manusia pun dalam benak hati mereka tetap menyadari bahwa Allahlah yang maha gagah dan perkasa dengan kudrahNya. Allah menuturkan tentang hal ini dalam surat az Zukhruf 87; Sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Allah", maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan dari menyembah Allah?

Mereka tidak mengingkari Tuhan melainkan hanya karena kelaliman dan kesombongan belaka, taklid kepada nenek moyang, mengikuti nafsu dan syetan. Sebab buktinya jika datang petaka menimpa mereka, maka tidak ada pilihan mencari jalan selamat kecuali kembali kepada ketauhidan serta bermohon selamat bagi diri dan harta mereka. Mereka sadar hanyalah Allah adalah Penguasa Tunggal.

Singkatnya adalah merasa adanya Allah adalah bukan sesuatu yang dibuat buat manusia, melainkan fakta realita yang tidak bisa disangkal. Sifat ubudiyyah (penghambaan) adalah lazim untuk kita semua, sementara sifat uluhiyyah (penyembahan) tidak boleh sekejap matapun terpisahkan dari kita.

Masih dalam bagian pengantar, saya ingin sedikit menjelaskan tentang Laa ilaha illallah. Lafadz ini disebut lafdzul jalalah, disebut juga Ismul a’dzom. Ini adalah sebutan untuk dzat yang maha mulia, yang semua bermuara ke arahnya, yang didalamnya tercermin tanda tanda kebesaran dan kesempurnaanNya dan seluruh alam semesta ini mendapatkan pancaran dari nurNya. Dia itulah Allah al Wahid al Ahad.

Rasulullah saw bersabda; ucapan saya, juga para nabi lain, yang paling utama adalah Laa ilaha illallah. Kalimat itu adalah pokok atau inti dakwah para nabi dan rasul. Tidak ada nabi dan rasul melainkan mengatakan atau menyeru; sembahlah Allah, tidak ada bagimu tuhan melainkan Allah. Dengan Kalimat Laa ilaha illallah, Allah telah bersaksi untuk dirinya sendiri sebagai tuhan. Para malaikat dan orang orang berilmu juga memberi kesaksiannya. Itulah kesaksian terbesar di bumi dan di langit, yang menjadi kemuliaan orang orang beriman di dunia dan di akhirat.

Barang siapa bersaksi tidak ada tuhan kecuali Allah maka kesaksiannya sesuai dengan kesaksian Allah dan para malaikat. Dan dia termasuk golongan yang disebut orang yang mempunyai ilmu. Sebab pernyataan ketauhidan ini adalah tidak dibangun kecuali atas dasar ilmu dan buah pengetahuannya pun diperoleh dengan ilmu.

Bagaimana mungkin membuat kesaksian akan ketauhidanNya tanpa ilmu. SifatNya adalah segala kesempurnaan, suci dari segala sifat kurang, tidak ada sesuatu yang menyerupaiNya, Maha Esa dalam sifat dan tindakanNya. Makna laa ilaha illallah adalah ikrar yang mencabut semua ketuhanan dari selainNya, sekaligus menetapkan ketuhanan hanya baginya.***