15
Sun, Dec

Ziarah Kubur Untuk Mengukuhkan Semangat Perjuangan

Aktual
Typography
TIBYAN.ID, Bekasi - Pimpinan Yayasan Attaqwa,  Ujungharapan,  Bekasi, KH M Amin Noer Mengatakan,  ziarah kubur yg mulanya dilarang oleh Nabi Muhammad,  lalu dibolehkan karena melihat banyak hal yang baik di dalamnya. 
 
Kiyai Amin mengatakan hal itu dalam sambutannya menerima keluarga besar Yayasan Nurul Islam saat berziarah ke Makam KH noer Alie. 
 
Ziarah kubur adalah sunnah, katanya. Dari kegiatan berziarah,  kita bisa mengenang perjuangan almarhum,  bisa menjadikan spirit dan pengorbanannya sebagai pijakan bagi langkah perjuanagn selanjutnya. 
 
Namun,  putra KH noer Alie ini menyayangkan,  saat ini umat Islam hanya banyak membangga banggakan perjuangan dan kesuksesan para pejuangnya tapi sedikit yang mengimplementasikan perjuangannya.
 
Misalnya,  kebanggaan terhadap kiayi Noer Alie selaku pahlawan nasional,  pendiri perguruan Attaqwa dan juga pendiri Islamic Centre Bekasi telah ditunjukkan oleh masyarakat bekasi dengan banyak cara. 
 
Di antaranya ada jalan raya yang menyematkan namanya,  ada islamic centre yang menggunakan namanya,  fly over dll. "Ini sebagai pengikat untuk mengenang perjuangannya," kata Kiyai Amin Noer. 
 
Karena itu kiyai merasa perlu mengucapkan terimakasih kepada jajaran pembina,  pengawas dan pengurus serta staf Islamic yang pagi ini,  Selasa 13/8 mengadakan ziarah ke makam KH Noer Alie. 
 
Dalam sambutannya,  Ketua pengurus Yayasan Nurul Islam Drs H Paray Said, MM MBA mengatakan rangkaian ziarah ini merupakan mata acara peringatan Milad Yayasan Nurul Islam yang ke 26.
 
Menurut Paray,  ziarah ini dilakukan mengingat ke seluruh pendiri yayasan memang trlah tiada.  Islamic centre yang mereka bangun merasakan perlunya untuk membangun ikatan yang terus kepada para pendirinya.  
 
Kami merasakan,  ada semacam ma'unah dan karomah yang dirasakan dalam proses perjalanan ziarah ini.  "Kami merasakan nuansa spiritualitas itu saat sedang berdoa di depan makam KH Noer Alie," katanya. 
 
Hadir dalam ziarah kepada para pendiri ini adalah Ustazah Hj Atifah Hasan,  H Wikanda Darmawijaya,  KH Zamahsyari Abdul Majid,  Marhaban Sigalingging Ketua ICMI Bekasi, para pengurus,  staf dan sumpatisan. 
 
Usai berziarah di Makam KH Noer Alie,  rombongan melanjutkan ziarah kr Makam KH Masturo di Bekasi,  makam Bapak Rusmin dan terus ke makan H Suko Martono.
 
Di Makam Suko Martono, di Alazhar Memorial Garden,  Karawang,  rombongan Islamic disambut isteri Almarhum didampingi anaknya,  Heri Suko Martono, yang dikenal sebagai Bendahara Islamic Centre. 
 
Rangkaian ziarah ini adalah tradisi baru yang digagas Islamic Centre yang dimulai dari momentum peringatan Milad ke 26.
 
Hans Muntahar selaku ketua panitia milad menjelaskan bahwa berziarah ke makam pendiri Islamic Centre ini semata mata untuk merekatkan nilai nilai dan semangat para pendiri Islamic bagi pengurus.  (ab)