20
Wed, Nov

Ketua STAI Attaqwa Bekasi: Sukses Diawali Dari Moralitas dan Kejujuran

Foto : StaiAttaqwa

Aktual
Typography

TIBYAN.ID, Bekasi - Orang sukses tidak selalu karena kecerdasan, atau berlatarbelakang pendidikan yang bergengsi. Sukses ternyata bersumber dari moralitas dan kejujuran yang tinggi. Demikian disampaikan Ketua STAI Attaqwa Bekasi, KH M Abid Marzuki M.Ed dalam acara kuliah perdana STAI Attaqwa di Ujung Harapan, Babelan Bekasi, Selasa.

Abid Marzuki membantah pendapat yang mengatakan bahwa orang-orang sukses bersumber dari kecerdasan dan pendidikan di sekolah bergengsi. Faktanya tidak demikian. Orang sukses demikian Abid mengutip pendapat Thomas J Stanley adalah mereka yang telah membekali diri dengan tradisi kejujuran dan kehidupan moralitasnya yang baik.

Abid Marzuki menyampaikan hal itu di dalan Acara pembukaan kuliah perdana STAI Attaqwa yang diikuti 500 mahasiswa STAI Attaqwa. Hadir dalam kesempatan itu Waket I Bidang Akademik, Dr H Saiful Bahri Maih, MPd, Waket II Bidang Administrasi dan Keuangan, Drs Zaenal Abidin, M.Pd, Waket III Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kemahasiswaan, H. Kholilullah Ahmas, Lc, M.PdI, Kaprodi KPI, Ibu Hj. Miftahussa’adah Wardi, MA., Kaprodi KPI, Ibu Hj. Hunaidah, M.Pd dan para Dosen STAI Attaqwa Bekasi.

“Penelitian dari Thomas J. Stanley, Ph.D mungkin akan mengubah apa yang selama ini orang percayai. Ternyata dari 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan IQ hanya berada di urutan ke 21, bersekolah di sekolah bergengsi di urutan ke 23, dan lulus dengan nilai terbaik atau hampir terbaik hanya ada di urutan ke 30” ungkapnya.

Abid Marzuki menjelaskan ada sepuluh faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, berdasarkan Penelitian dari Thomas J. Stanley, Ph.D. antara lain: kejujuran, (Integritas), kedisiplinan, pergaulan (good interpersonal skill), serta dukungan dari pasangan hidup. Sebab menurut Abid Marzuki dibalik sukses seorang suami dan istri, terdapat adanya dukungan keluarga (istri atau suami beserta anak-anak) yang harmonis.

Selanjutnya, kata Abid bekerja lebih keras dan cerdas dari yang lain (Work smart and work hard), mencintai apa yang dikerjakan (Work heart), kepemimpian yang baik dan kuat atau good and strong leadership, memiliki semangat dan berkepribadian kompetitif, pengelolaan kehidupan yang baik (good life management), dan terakhir kemampuan menjual gagasan dan produktif (Ability to sell idea and product).

“Dari 10 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang hasil penelitian Thomas J. Stanley, Ph.D. menemukan bukti bahwa kejujuran ternyata menempati tempat teratas dalam menunjang kesuksesan seseorang” ujarnya.

Kejujuran, menurut Abid merupakan salah satu aspek dari moralitas yang baik, kejujuran terbukti menjadi faktor penentu sukses tidaknya seseorang. “Karena orang yang jujur akan mampu masuk atau diterima dengan mulus ke berbagai lini kehidupan” katanya.

Abid mengungkapkan Rosulullah SAW adalah bukti manusia tersukses di dunia ini. Betapa tidak, Beliau yang terlahir yatim tanpa memiliki warisan apapun dari Sang Ayah, karena faktor kejujurannya, sehingga beliau diberi gelar al-amiin (orang yang terpercaya) saat melamar Siti Khadijah RA beliau memberikan mahar sebanyak 25 ekor unta.

“Sungguh sebuah mahar yang tidak sedikit, mahar yang hanya dapat diberikan oleh mereka-mereka yang tergolong orang yang sukses. Itu Nabi peroleh dari hasil berniaga dengan prinsip kejujuran yang melekat pada dirinya.” ungkap Ketua STAI Attaqwa Bekasi.