15
Sun, Dec

KH Abid Marzuki: 25 Tahun STAI Attaqwa Momentum Menyegarkan Visi

KH Abid Marzuki (kiri)

Aktual
Typography

TIBYAN. ID, Bekasi - Di usianya yang ke 25 tahun Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attaqwa yang berlokasi di Jalan KH Noer Ali Ujung Harapan Bahagia Kabupaten Bekasi masih terus membangun mimpi, sebuah mimpi besar STAI Attaqwa yang setara dengan kampus Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir.

Mimpi disini tentu bukan sekedar berharap, tetapi mimpi itu terus dikembangkan terkait empat komponen penilaian, yaitu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kualitas kelembagaan, kualitas kegiatan kemahasiswaan serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Menurut Ketua STAI Attaqwa Dr KH M Abid Marzuki, M. Ed, usia 25 tahun ini merupakan perjalanan panjang bagi sebuah lembaga pendidikan tinggi. Momen 25 tahun inilah yang harus dijadikan tonggak untuk mengevaluasi hasil capaian.

“Kalau alat ukur evaluasinya adalah awal berdirinya STAI Attaqwa pada 1994, yang tujuannya hanya untuk memenuhi kebutuhan guru sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Attaqwa, maka capaian yang ada saat ini boleh dibilang berhasil,” tegas Abid Marzuki dalam percakapan dengan possore.commenjelang malam doa bersama peringatan 25 tahun di Kampus Pahlawan Nasional KH Noer Alie, Sabtu (16/11) lalu.

Menurut alumnus Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa timur itu, tujuan awal pendirian STAI Attaqwa adalah untuk memenuhi kebutuhan SDM karena berdasarkan penelitian, mayoritas guru di lingkungan Attaqwa awalnya hanya berpendidikan aliyah.

Para senior Attaqwa yang merasa prihatin dengan kondisi saat itu, lalu mendorong berdirinya STAI Attaqwa dengan program studi D2 dan D3 Pendidikan. Belum ada Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) maupun Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) seperti hari ini.

“Sekarang Alhamdulillah sudah 100 persen guru-guru yang mengajar di madrasah tsanawiyah dan aliyah serta unit lain di lingkungan Attaqwa yang jumlahnya ada 171 unit ini sudah berpendidikan S1, dan umumnya mereka adalah alumni STAI Attaqwa,” tegas Abid Marzuki.

Kedepan tutur Abid Marzuki, sekolah tinggi ini harus terus melakukan reorientasi atau tepatnya menyegarkan visi kedepan, yang semula hanya untuk memenuhi kebuhan guru ke peningkatan kualitas SDM. Hal ini tentu dimaksudkan agar SDM yang dimiliki Attaqwa benar-benar teruji.

Gedung baru Kampus Pahlawan Nasional KH Noer Alie akan menambah 28 lokal ruang belajar

Setelah pemenuhan kebutuhan guru dianggap cukup, Abid Marzuki sebagai Ketua STAI Attaqwa harus kembali masuk ke tahapan Rencana Induk Pengembangan (RIP) kampus yang sudah disusun sebelumnya. Target 5 tahun kedepan ini adalah STAI menjadi Institut Agama Islam Attaqwa dan 10 tahun kedepannya lagi STAI sudah harus menjadi Universitas Attaqwa.

“Pada momentum 25 tahun ini sebetulnya kita ingin mendekleir satu pernyataan bahwa lembaga ini saatnya menjadi milik bersama. Kalau lembaga ini hanya ada di atas kertas maka teman-teman termasuk komunitas pendidikan Attaqwa kurang ikut merasa memiliki. Selama ini yang merasa memiliki lembaga pendidikan ini baru kalangan internal saja karena itu di usia 25 tahun ini kita nyatakan bahwa STAI Attaqwa menjadi milik bersama,” tutur Abid Marzuki.

Dikatakan, kalau melihat rangkaian acara milad yang diawali dari 14 November kemarin, kemudian diteruskan dengan acara-acara lomba yang pesertanya adalah anak-anak SMA seperti marawis, akuistik, baca puisi dan lain sebagainya, tujuannya tak lain adalah untuk menyosialisasikan perguruan tinggi ini ke sekolah-sekolah SMA di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.

Tapi yang tak kalah penting dari itu adalah bagaimana STAI Attaqwa yang dia pimpin juga mampu menumbuhkembangkan potensi-potensi yang ada dari internal kampus hingga mampu bersaing keluar.

“Rencanyanya akhir November ini kita juga menggelar seminar nasional terkait pendidikan. Beberapa pembicara yang dihubungi panitia sudah menyatakan kesiapannya untuk datang. Kita harapkan dari rangkaian kegiatan Milad 25 Tahun STAI Attaqwa, komunitas Attaqwa ini bukan saja mahasiswa, dosen dan pimpinan STAI, tetapi komunitas lain juga diharapkan keterlibatannya.

Abid Marzuki sendiri mengaku bersyukur kepada Allah SWT karena Ketua Umum Yayasan Attaqwa, KH Amien Noer sudah secara terbuka menyatakan, termasuk di acara Maulid Nabi pekan lalu yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa pendiri Attaqwa KH Noer Alie ingin agar STAI Attaqwa menjadi seperti Al-Azhar Kairo, hingga pihak yayasan sudah siap memberikan dukungan.

“Kalau di cermati pernyataan KH Amien Noer itu, berarti STAI Attaqwa kedepan lembaganya harus menjadi besar, dan wakaf yang dimiliki STAI Attaqwa pun harus besar. Ya karena yang besar dari Al-Azhar Kairo di Mesir itu adalah lembaga universitasnya dan badan wakafnya,” katanya.

Kalau dukungan dan tekad bulat dari yayasan sudah seperti itu, insyaAllah peningkatan status STAI menjadi Universitas Attaqwa bukan lah sebuah mimpi dalam tidur biasa, tetapi mimpi yang segera akan terwujud. Apalagi Ketua Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta, Prof Dr Ahmad Tib Raya, MA dalam acara Wisuda Sarjana ke-19 kampus ini beberapa waktu lalu sempat menjanjikan untuk membantu percepatannya.

Menurut Abid Marzuki, yang ada di depan mata saat ini adalah percepatan pembangunan kampus yang sudah dimulai tahun lalu. Targetnya 2-3 tahun kedepan kampus baru Pahlawan Nasional KH Noer Alie ini sudah jadi. “Kalau jadi beararti ada tambahan 28 lokal baru yang bisa dijadikan sebagai ruang kuliah, perpustakaan, ruang dosen juga auditorium mini di gedung baru tersebut,” katanya. (aryo)

 

Sumber : Possore