20
Mon, Jan

Usai Banjir Baznas Kota Bekasi Layani Kesehatan Gratis Untuk Warga Terdampak

Isteri Wakil Walikota Bekasi, ibu Wiwik Hargono, turun ke lokasi mendampingi Baznas Kota Bekasi dalam bakti kesehatan.

Aktual
Typography

TIBYAN.ID - Meski banjir telah berlalu tapi dampak dari musibah ini masih banyak tersisa. Sampah masih membekas belum terangkut semua.

Lumpur juga masih ditemukan di beberapa pemukiman warga. Meski telah kerja keras tapi sisa sisa banjir masih membekas.

Dan yang paling membutuhkan perhatian adalah dampak kesehatan yang muncul akibat banjir. Misalnya gatal gatal, eksim dan penyakit kulit lainnya.

Karena itulah BAZNAS Kota Bekasi masih terus bahu membahu mendatangi titik lingkungan yang terdampak banjir.

"Ini adalah respon kebencanaan dari BAZNAS Kota Bekasi," kata Drs H Paray Said MM MBA menjelaskan tentang kesibukan Baznas di Kota Bekasi.

Sebanyak 517 pasien korban banjir di tujuh lokasi diberikan pelayanan pengobatan gratis oleh BAZNAS Kota Bekasi bekerjasama dengan RS Ananda.

Tujuh lokasi tersebut adalah:

(1) Kemang Ifi Graha blok F3M No 8 RT 12 RW 07 Kel. Jatirasa, Kec. Jatiasih pada Minggu, 5 Januari 2020,

(2) Rumah No 44 RT 02 RW 04 Kel. Kalibaru, Kec. Medan Satria dan Rumah No 1 RT 01 RW 05 Kel. Kalibaru, Kec. Medan Satria pada Selasa, 7 Januari 2020,

(3) Perum PGP C2/7 RT 05 RW 08 Kel. Jatirasa, Kec. Jatiasih dan Perum Bumi Nasio Indah RT 03 RW 16 Kel. Jatimekar, Kec. Jatiasih pada Rabu, 8 Januari 2020,

(4) Rumah No 05 RT 11 RW 06 Kel. Kaliabang Tengah, Kec. Bekasi Utara dan Kp Lebak RT 07 RW 02 Kel. Teluk Pucung, Kec. Bekasi Utara pada Kamis, 9 Januari 2020.

H. Paray Said menyampaikan bahwa kegiatan pengobatan gratis di sejumlah titik banjir merupakan respons kebencanaan yang dilakukan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Bekasi.

Sebelumnya, pada pekan pertama banjir di awal tahun 2020 BAZNAS Kota Bekasi juga turun ke lokasi bencana.

Mayoritas warga terdampak banjir mengeluhkan sakit infeksi kulit, kelelahan, terkena benda tajam seperti paku dan pecahan kaca, demam, diare, dan infeksi saluran pernapasan akut.

Munculnya penyakit tersebut biasanya karena tumpukan sampah yang membusuk, pengungsian yang kurang higienis, dan stres kehilangan harta benda.

Di ketujuh lokasi tersebut ketinggian banjir variatif, mulai dari setengah hingga dua meter. Di antara lokasi paling parah adalah Kemang Ifi Graha, Perum PGP, dan Teluk Pucung, di mana ketinggian air melebihi atap rumah. Di lokasi-lokasi tersebut tidak terlalu banyak pasien sebab warga masih sibuk bebersih rumah.

Istri Wakil Wali Kota Bekasi Wiwiek Hargono turut hadir di sejumlah lokasi pengobatan gratis BAZNAS Kota Bekasi; di Kali Baru dan Teluk Pucung. Ia bersama rombongan berkorespondensi dengan pasien, memberi mereka semangat supaya kembali sehat, serta memastikan pelaksanaan pengobatan gratis berjalan lancar.(red/sul)