07
Tue, Apr

Jokowi Resmikan Wisma Atlet Menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta Utara yang disulap menjadi rumah sakit darurat covid-19. Foto/Antara

Aktual
Typography

TIBYAN.ID - Presiden Joko Widodo akhirnya meresmikan penggunaan Wisma Atlet Kemayoran Jakarta sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19. Ada 15 ribu kamar di wisma itu dan semuanya di dijadikan ruang isolasi pasien positif corona.

Ada dua tower yang akan digunakan untuk isolasi pasien, yakni di Tower 6 dan Tower 7. Masing-masing kapasitasnya hingga ribuan pasien. Wisma itu juga nanti akan menjadi Posko Gugus Penanganan Covid-19 dan mess para perawat yang khusus menangani pasien covid-19.

Peresmian itu bersamaan dengan peninjauan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin 23 Maret 2020. Presiden tiba pukul 09.00 WIB disambut sejumlah menteri seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo. 

Menggunakan kemeja putih, Jokowi langsung meninjau di salah satu gedung di Tower 7 yang akan dijadikan RS Darurat Covid-19. Di sini, nanti juga ada laboratorium radiologi hingga ICU, untuk mendukung proses penanggulangan covid-19 ini. Jokowi mendapatkan penjelasan dari Tim Kesehatan TNI, menyangkut fungsi ruangan dan peralatannya.

Persiapan untuk Wisma Atlet menjadi RS Darurat Covid-19 sudah dilakukan semenjak beberapa hari ini. Setelah ada pernyataan resmi dari Kepala Negara yang meminta tempat para atlet Asian Games 2018 digunakan sementara untuk pasien positif Covid-19.

RS Darurat ini juga akan mulai difungsikan saat ini juga sehingga bisa meringankan beban dari RS Rujukan yang harus menampung banyak pasien positif Covid-19 maupun yang Pasien dalam Pemantauan (PDP), sementara tempat isolasi terbatas.

Presiden Joko Widodo, dalam rapat kabinet terbatas mengenai laporan tim Gugus Tugas Covid-19, meminta rencana kontigensi untuk rumah sakit karena lonjakan jumlah orang yang positif corona hingga mencapai lebih dari 200 orang.

Kepala Negara mengatakan, rumah sakit rujukan maupun yang dimiliki BUMN hingga TNI dan Polri, harus siap untuk rencana kontigensi itu.

 

Sumber:Vivanews