15
Wed, Jul

Badeng Saputra Targetkan Tiap Kecamatan Ada SIMART

Aktual
Typography
TIBYAN.ID - Sebuah SI-Mart kini menjadi simbol kebanggaan anggota Sarekat Islam, ormas islam tertua di negeri ini. Konsisten dengan misinya dakwah melalui jalur ekonomi, SI Kota Bekasi menjadi satu satunya Cabang SI yang sudah punya bisnis ritel.
 
“Mohon doanya, kelak kami akan fokus untuk mengambil jalur ekonomi ini sebagai medan dakwah, seperti genetik dasarnya organisasi ini,” kata Ketua SI Kota Bekasi, KH Badeng Saputra, dalam perbincangan dengan Tibyan.id.
 
Sarikat Islam tergolong organisasi Islam tertua di negeri ini. Pertama berdiri namanya Sarekat Dagang Indonesia tahun 1905, kemudian bermetamorfosis menjadi Sarekat Islam (SI). Gerakan dakwah yang diusungnya adalah dakwah melalui ekonomi. SI bisa dibilang sebagai kumpulannya para saudagar yang bergiat di jalur dakwah.
 
“Sesuai dengan trahnya sebagai organisasi dakwah yang bergiat di bidang ekonomi, kini SI Kota Bekasi menjadi satu satunya organisasi dakwah dilingkungan SI yang telah menjalankankan bisnis ritel,” kata Badeng Saputra lagi menjelaskan. 
 
Sarekat Dagang Islam yang dimaksud Badeng adalah SDI, sebagai organisasi pergerakan pertama di Indonesia. Pendirinya Ki Samanhudi, kemudian dilanjutkan oleh HOS Cokroaminoto. Sejak itu berkembang meniadi Sarekat Islam, sebagai pergerakan pertama sebelum Budi Utomo, Muhammadiyah, NU dll.
 
Ihwal SI yang ada di Kota Bekasi, Badeng menjelaskan bahwa lahirnya SI tidak lepas dari peran besar para ulama di masa itu. Ada nama KH Muchtar Tabrani, KH Noer Alie, KH Asmawi dan beberapa tokoh lainnya di Bekasi saat itu.  
 
Sepulang dari belajar di tanah Mekkah Al Mukarromah, KH Muchtar Tabrani pendiri ponpes Annur di Kaliabang Nangka bersama KH Asmawi di Bulak Sentul dan KH Noer Alie pendiri Pesantren Attaqwa yang koni telah menyandang penghargaan pahlawan nasional, mendirikan NU di Bekasi. Salah satu orang yang ada di ring dua pendirian NU itu adalah Muhammad Niri alias Neri. Beliau adalah orang yang menyiapkan keperluan keperluan teknis.
 
“Istilahnya orang yang disuruh suruh oleh KH Noer Alie pada saat itu,” kata Ustad Badeng menjelaskan. Neri yang diumaksud Badeng adalah orang Kampung Penggilingan Baru. Beliau adalah ayahnya dari Ustad Badeng.
 
Setelah KH Muchtar Tabrani wafat, KH Noer Alie pun membutuhkan kader-kader lagi di PPP. Maka bersama Ahmad Jojo (ibunda Hj Nunung Sahudiah), ayah saya aktif di PPP. Sejak saat itu, peran dakwah di SI dan politik di PPP berjalan seirama.
 
“Singkat cerita, ketika bapak Ustad H Tumadi ketua SI sakit, saya diminta oleh sesepuh SI untuk aktif di SI. Saya bilang saya aktif di NU. Namun para sesepuh menjelaskan dakwah di mana saja bisa dilakukan. Baik di NU atau pun di SI sama saja. Kalau di SI dakwahnya fokus melalui bidang ekonomi,” katanya menjelaskan secara rinci.
 
“Karena itulah, sekarang ini saya dan Bu hj Nunung Suhudiah bersama beberapa pengurus dan anggota lainnya mendirikan SIMART. Ini adalah brand ritel milik jamaah SI sebagai sarana dakwah, “ kata ustad Badeng lagi.
 
Dalam perbincangan santai, Badeng menjelaskan fokusnya di bidang ekonomi akan terus diperkuat dan dimantapkan. Ia bertekad, setiap Pengurus Anak Cabang di tiap kecamatan kota Bekasi akan diusahakan bisa berdiri sati SIMart. Ini pekerjaan besar yang bisa menjadi ringan jika tanggungjawab ini dipikul bersama sama. “Insya Alloh,” katanya meyakinkan. (*)