03
Tue, Aug

Kelas Unggulan SMPIT Attaqwa Pusat Bukan Membangun Kelas Elit

Aktual
Typography

TIBYAN.ID -- Setelah setahun tiarap karena pandemic covid-19, pekan silam alhamdulillah saya bisa memenuhi undangan Guru Abdul Ghofur, kepala SMP IT Attaqwa Pusat. Acaranya keren, English Camp. Pesertanya sebanyak 40 siswa. Mereka adalah kelas unggulan yang sedang diupgrade pengetahuan kemandiriannya dengan bahasa pengantarnya English.

Tempatnya di Bukit Indah, Ciloto, Cianjur. “Bukan mau gagah-gagahan, ini untuk mengimbangi semangat anak-anak di tengah pandemi. Kalau di hotel kan meski kegiatannya padat anak-anak bisa tetap semangat, karena fasilitasnya mendukung,” kata Ust H Abdul Ghofur M.Pd.

Di lingkungan sekolah Attaqwa, mungkin inilah kelas unggulan yang paling keren. Adanya di lingkungan masyarakat urban, di sektor 5 PUP. Siswanya kebanyakan bukan genetic santri Attaqwa yang pada umumnya karena nurun dari Bapak atau ibunya. Ini siswa yang sama sekali masuk sekolah Attaqwa karena pertimbangan rasional bukan emosional.

Dari beberapa rombel yang ada, kelas ini adalah kelas unggulan. Mereka unggul dari sisi prestasi. Juga didukung oleh kemampuan finansial orang tuanya. Guru Abdul Ghofur menjelaskan, meski disebut unggulan tapi biaya SPP mereka sama dengan yang regular.

Perbedaan ada pada biaya kegiatan. Yang unggulan ini kegiatannya berbeda, antara lain seperti English camp ini. Bahasa pengantarnya juga bahasa Inggris. Punya guru yang native speaker. Perbedaan biaya kegiatan itu karena memang mereka lebih banyak dan lebih khusus.

Jadi kelas unggulan seperti kata Guru Abdul Ghofur bukan membentuk kelas elitis. Tapi dengan kelebihan mereka, baik kelebihan intelektualitas dan bakat serta kemampuan finansial orangtuanya, mereka diharapkan menjadi siswa-siwa pilihan yang bisa bersaing dengan siswa dari sekolah-sekolah unggul lain.

Malam itu, saat baru sampai, saya sedikit kaget Ketika panitia memberi tahu bahwa acaranya english camp. Guru Abdul Ghofur memberitahukannya hanya upgrading saja, isi aja ceramah motivasi yang bisa menggenjot kesadaran anak-anak terhadap masa depan. Malam itu, guru dan siswanya berbahasa Inggris. Untung saja, meski agak sedikit karatan, masih bisa jugalah spik-spik dan alhamdulillah nyambung. Dua jempol buat kelas unggulan SMP IT Attaqwa Pusat.(abu bagus)