20
Sun, Oct

Chairoman Janji Dalami Persoalan Terhambatnya Pembangunan Islamic Centre Bekasi

Hot Issue
Typography

TIBYAN.ID - KETUA DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro mengaku merasa bertanggungjawab terkait dengan nasib pembangunan masjid Islamic Center yang ada di pusat Kota Bekasi. Karenanya, dia pun mencoba akan mendalami persoalan apa yang mendera panitia pembangunan masjid hingga sudah 26 tahun belum ada kejelasan.

“Jazaakumullah khairan jazaa, terimakasih atas masukannya. Jujur, ini merupakan satu masalah yang terpinggirkan dari kisah masjid yang ada di tengah Kota Bekasi. Saya merasa ikut bertanggungjawab terkait dengan terhambatnya pembangunan masjid Islamic Center yang sudah cukup lama. Saya akan mencoba mendalami peluangnya ,” ujar Choiruman ketika ditanya Koran Bekasi terkait terkatung-katungnya pembangunan masjid Islamic Center.

Choiruman pun mengaku akan ‘mampir’ untuk lebih dekat dengan persoaan yang membelit pembangunan masjid Islamic Centre. “Saya belum mendapat laporan lebih detail mengenai pembangunan masjid di Islamic Center. Nanti saya akan coba diskusikan dengan fraksi saya (PKS),” tegasnya.

Adalah tokoh Bekasi yang juga seorang kiyai yang menggagas ide pembangunan masjid Islamic Center, KH Noer Alie dan menyodorkan gagasan itu kepada bupati Suko Martono. Sinergi dua kekuatan inilah yang melahirkan Islamic Centre Bekasi.

“Kita belum punya sesuatu yang seperti Islamic Centre. Mumpung saudara masih jadi Bupati, coba pikirkan bagaimana mendirikannya,” kata KH Noer Alie ketika itu.

Sang kiyai khatismatik itu juga menyampaikan idenya kepada M Rusmin yang saat itu menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bekasi. “Mumpung ente masih menjabat, ente musti punya kenang-kenangan buat umat Islam Bekasi. Tolong bangun Islamic Centre, mudah mudahan bila ana meninggal nanti mata ana bisa merem,” tegasnya.

Kini, 26 tahun sudah berlalu. Nyatanya, rencana pembangunan masjid Islamic Center itu masih terkatung-katung tanpa ada kepastian. Kepedulian jajaran Pemkot Bekasi dan legislatif, dinanti seluruh warga Kota Bekasi. (zas).

 

Sumber : Koranbekasi