07
Tue, Apr

Virus Corona Koreksi Kesombongan Manusia

Foto : Negara Negara yang terkonfirmasi warganya terkena virus corona/nbcnews

Hot Issue
Typography
TIBYAN.ID - Virus Corona mengguncang dunia. Banyak Negara yang penduduknya bermukim di China, atau Negara Negara yang dikunjungi warganegara China, sejak 25 Januari lalu kelabakan. Tafsir pun merebak liar dengan mengatakan ini awal perang dunia model baru, ada juga yang menyebut wujud dari ramalan buku the Next 100 Years karya George Friedman atau dalam Novel Fiksi Ghost Fleet yang memprediksi akan adanya kekacauan dunia, atau awal dari apa yang dikatakannya perang dunia ke 3. 
 
----------    
 
Wuhan, kota terbesar di Provinsi Hubei, China, bak kota zombie. Di sana sini hanya ada ketakutan, kecemasan dan pandangan kosong. Hampir semua penduduknya “nyompot” di kamar kamar apartemen mereka yang tidak juga luas. Makan, mandi, tidur, ngobrol, nonton tv, buang air kecil dan besar, semua dilakukan di dalam apartemen. Dan mereka tidak keluar sejak kota itu mulai diisolasi.
 
Satu dari hampir 11 juta penduduk Wuhan yang di isolasi adalah Peggy. Ia dan keluarganya terperangkap di apartemennya. Pemerintah melarangnya keluar rumah atau bahkan keluar dari Wuhan. “Hi, Aming, thanks for your attentions,” begitu kata Peggy, translater yang bersama keluarganya masih tetap apartemennya sejak 27 Januri 2020, sehari lepas perayaan tahun baru Imlek. 
 
Selain Peggy ada juga Ding Zetang, pria paruh baya yang bekerja di Airport Baiyun. Ia berasal dari Provinsi Hubei. Isteri, ibu, anak anaknya dan saudara-saudaranya masih di sana. Di Guangzhou ia hanya tinggal bersama seorang anaknya yang juga bekerja di Guangzhou.
 
Ia tidak berhasil pulang ke Hubei menjemput keluarganya karena kota itu ditutup. Tapi dari komunikasi Ding, mereka baik baik saja. Tidak apa apa, nanti normal lagi. Dan semua keluarganya masih dalam posisi aman. Namun Ding memang tidak bisa mengevakuasi mereka keluar dari Hubei.
 
Ada juga Ibu Wang Hanzi, wanita pengusaha yang sering bolakbalik Jakarta, juga tak terdeteksi keberadaannya. Dia tinggal di Wuhan tapi sejak merebak virus itu, ia dan keluarganya tidak bisa dihubungi. Dari obrolannya di akun WeChat miliknya tampak aman aman saja. 
 
Namun, inilah warga China yang tak akan pernah mampu bicara berbeda dengan pemerintahnya. Meski begitu, diam diam banyak juga yang beranggapan bahwa apa yang terjadi di Wuhan China jauh lebih mengerikan dari apa yang resmi diumumkan pemerintah.
 
Dan Wuhan, kota yang pertama diketahui menebar virus Corona ini sampai hari ini memang masih seperti kota mati. Ribuan pasien berada dalam perawatan, sementara ratusan sudah meninggal dan sebagian lagi diumumkan pemerintah sudah banyak yang pulang karena dianggap sudah sembuh total.
 
PANIK DUNIA KARENA BELUM ADA TREATMEN SELAIN ISOLASI
 
Kini dunia masih dalam keadaan panik. China, Canada, Amerika Serikat, Jepang, Korea, Inggris, Italia, Belanda German, India, terus sampai Philipina, Malaysia, Singapore, Australia dan Indonesia, semuanya panic.
 
Bagaimana mereka menyelamatkan warganegaranya yang ada di Wuhan, Mulai dari Amerika dan Jepang, semuanya kini mengevakuasi. Warga Negara Australia ditampung di Chrismas Islam, sementara WNI dikonsentrasikan di Kepulauan Natuna. 
 
Proses evakuasi di Wuhan memang sedikit mendebarkan. Karena salah salah, dari perpindahan ini terjadi penyebaran. Sehingga mulai dari dalam pesawat sampai ketika masuk di negaranya mereka berada dalam proteksi tingkat tinggi. Tujuannya agar mereka tidak menjadai penyebar virus.
 
Namanya juga susfect virus, baik di Chrismas Island maupun di Natura, penduduk setempat menolak kedatangan saudaranya yang dari China ini. Mereka tak ingin jadi tumbal penyebaran virus. Sementara Warga Amerika justeru dimasukkan ke rumah sakit yang ada di camp tentara, sama dengan di Jepang. Virus takut tentara kali ya.
 
Persoalan tidak sampai disitu. Kecemasan semakin menjadi ketika dari observasi yang diumumkan di Jepang, seorang penduduknya yang sudah terpapar virus ini tidak menunjukkan gejala apa apa, namun sebenarnya dia sudah menularkan virusnya ke dua orang yang lain.
 
Jadi meski jumlah yang meninggal karena virus tak sebanyak kasus kasus serangan virus SARS atau MERS namun virus Corona generasi ke 7 ini sangat agresif penyebarannya. Virus ini bisa menyebar melalui udara tanpa perlu interaksi langsung. Bahaya kan?
 
Yang membuat dunia semakin panik, hingga saat ini masih belum ditemukan treatment yang spesifik selain isolasi. So,”masyarakat harus waspada karena gejala 2019-ncov dapat muncul hanya dalam satu atau selama empat belas hari setelah terpapar virus. Hal ini didasarkan pada apa yang telah diamati pada penyebaran virus sebelumnya sebagai masa inkubasi MERS-Cov.," kata Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga, Prof. Dr. Soewarno.
 
PALING MUDAH BERMUTASI DAN PALING BERBAHAYA
 
Virus corona termasuk jenis baru. Jika diamati dalam mikroskop, virus ini memiliki karakteristik seperti mahkota yang ditandai dengan spike protein atau protein s di sekeliling permukaan virus. Jenis protein itulah yang berperan sebagai reseptor serta mempengaruhi proses infeksi pada manusia.
 
Menurut sejarahnya virus corona pertama kali diidentifikasi sebagai penyebab flu biasa pada 1960. Hingga 2002, virus itu belum dianggap fatal. Tetapi, pasca adanya Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-Cov) di China, para pakar mulai berfokus pada penyebab dan menemukan hasil apabila wabah ini diakibatkan oleh bentuk baru corona.
 
Kemudian, pada 2012 juga terjadi wabah yang mirip yakni Middle East Respiratory Syndrome (MERS-Cov) di Timur Tengah. Dari kedua peristiwa itu, diketahui corona bukan virus yang stabil serta mampu berdaptasi menjadi lebih ganas, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Sejak itulah, penelitian terhadap corona semakin berkembang. 
 
Prof. Dr. Soewarno pun mengatakan virus corona sudah ditemukan sejak lama, baik pada manusia maupun hewan seperti unggas, kalkun, babi, tikus, kucing, dan anjing, termasuk juga manusia. Menurutnya ada tujuh jenis virus corona yang ditemukan sejak tahun 1960 hingga tahun 2019 dengan nama novel corona virus.
 
Dari jenis genusnya, virus corona terbagi menjadi empat, yakni alpha coronavirus, beta corona virus, gamma coronavirus, serta delta coronavirus. Sedangkan virus corona yang seringkali menyerang manusia hanya berasal dari genus alpha dan genus bet. Dan ini yang paling berbahaya. Sementara virus corona yang menyerang hewan adalah genus delta serta genus gamma.
 
Tujuh jenis virus corona yang menulari manusia adalah HCoV-229E (alpha coronavirus), HCoV-NL63 (alpha coronavirus), HCoV-OC43 (beta coronavirus), serta HCoV-HKU1 (beta coronavirus). Tiga lainnya merupakan genus beta yang bisa menginfeksi hewan sekaligus manusia pasca evolusi dalam bentuk baru, yakni SARS-Cov, MERS-Cov, dan 2019-ncov. 
 
"Secara struktur, ketiga virus corona jenis baru itu, memiliki persamaan dari segi struktur maupun morfologi. Tetapi berbeda secara genetik dan host. Selain itu, karena mampu menginfeksi manusia, maka virus ini dikategorikan sebagai zoonosis,” ujar Soewarno.
 
Jadi menurut Suwarno, kalau dulu virus corona ini tergolong host-spesific alias hanya bisa menginfeksi antar binatang atau antar manusia saja, tetapi dengan adanya proses mutasi ini memungkinkan untuk menginfeksi makhluk hidup lain, termasuk manusia,” katanya.
 
ANEKA SPEKULASI DIBALIK CORONA VIRUS
 
Ini menyangkut ramalan hitam masa depan dunia. Dalam buku fiksi Ghost Fleet yang dikutif  Prabowo Subianto saat berkampanye, negara negara di dunia ini sedang membentuk formasi baru. Ada reposisi kekuatan negara yang selama ini dikenal adidaya dengan negara negara baru yang muncul sebagai kekuatan baru. China, India, Korea, Jepang, Turki adalah bayang bayang kekuatan baru yang mengusik Amerika. Sementara Rusia terus “ngerecokin” dalam jalan keangkuhan Paman Sam. 
 
Masih dalam kategori ramalan yang berbasis data data intelejen politik, George Friedman menyebut, dimulai dari tahun 2030 dunia akan mengalami guncangan guncangan dahsyat. Ada perang fasifik yang melibatkan beberapa negara. Diantara yang terlibat adalah America, China, Eropa, Rusia. 
 
Konflk dan peperangan mereka sampai ke kawasan Asia seperti Jepang, Korea dan kawasan perbatasannya. Meski tidak terlibat langsung, Indonesia juga mengalami gejolak yang dahsyat, tapi bersumber dari perang saudara.
 
Dari tafsir ini, maka wajar kalau ada sebagian pengamat menyebut tersebarnya virus Corona yang mengguncang dunia ini adalah bagian dari proses awal tersulutnya perang itu. Selama ini Amerika memang cemburu dibayang bayangi China yang sudah begitu siap merebut mahligai Negara Adidaya, maka kepanikan dunia yang bersumber dari virus ini dianggap sebagai bab pembukaannya. 
 
Namun dari perspektif keimanan, inilah rekayasa Allah dalam menguji manusia. Begitu banyak fakta sejarah, sebuah Negara besar yang kuat bisa dengan mudah dan dalam sekejap dihancurkan. Silahkan kalian berbuat makar pada Kuasanya, maka dalam sekejap kalian pun bisa dihancurkan. Allah memuliakan dan Alloh pula dengan mudah bisa membinasakan. Makanya jangan sombong jadi manusia, karena virus sekecil molekul angin saja bisa menggemparkan. (aminidris)