07
Tue, Apr

Walikota Bekasi: Penanganan Banjir Harus Terintegrasi

Hot Issue
Typography

TIBYAN.ID, Bekasi - Pengendalian banjir di Bekasi tidak bisa diatasi sendiri oleh kota Bekasi, tapi harus terintegrasi dengan daerah lain seperti Bogor dan DKI Jakarta.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan hal itu saat pada sidang Paripurna DPRD Kota Bekasi yang dipimpin ketuanya. Chairoman J. Putro, di gedung DPRD, jl. Chairil  Anwar, kota Bekasi, Selasa (13/3).

Rakhmat Effendi merespon semua keluhan warga kota Bekasi. Katanya, dalam 3 bulan terakhir ini Kota Bekasi sudah 2 kali dilanda banjir yang luas. Banjir pertama terjadi 1 Januari 2020, dan banjir kedua di akhir Pebruari.

Menurut walikota, banjir di  Bekasi bukan semata mata buruknya saluran air dilingkungan pemukiman dan saluran pembuang, tapi juga karena intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Apalagi secara geografi posisi Kota Bekasi berada dibawah Puncak, Bogor dan Jakarta. Sungai yang berada di Puncak, Bogor, dan Jakarta bermuara di Bekasi.

Jadi kata Rahmat Efendi penanganan banjir di kota Bekasi harus terintegrasi dengan penanganan banjir di Puncak, Bogor, Jakarta, dan Bekasi.

Selain masalah banjir, walikota juga menyingung peresmian dua proyek fly over di Sepanjang Jaya, dan fly over Cipendawa.

Rapat paripurna istimewa dalam rangka hut kota Bekasi ke 23, juga di hadiri, H. Ahmad Syaikhu utusan dari DPR-RI, maupun yang mewakili DPRD Jawa Barat. Dan tidak ketinggalan para pejabat, di lingkungan Pemkot dan Parpol serta Ormas. (Imran Nasution)