07
Tue, Apr

Maklumat MUI Kota Bekasi Dinilai Terpapar Propaganda Syiah

Maklumat MUI Kota Bekasi terkait shalat jumat di tengah wabah virus corona. Foto/Dakta

Hot Issue
Typography

TIBYAN .ID – Maklumat Majelis Ulama Indoneis (MUI) Kota Bekasi menuai banyak protes. Dari Sembilan poin isi maklumat tersebut, terselip satu doa yang dianggap menjurus pada perbuatan syirik, yakni ajakan untuk berdoa selain hanya kepada Alloh swt.

Maklumat yang dimaksud adalah yang dikeluarkan MUI Kota Bekasi No.10/MUI-Bks/III/2020 yang berisi tentang simpangsiurnya wacana mengenai sholat jumat apakah dilaksanakan di masjid atau dilaksanakan di rumah masing masing, yakni menggantinya dengan sholat zuhur.

Ada Sembilan point isi maklumat ini. Satu diantaranya pada poin ke tujuh, dianjurkan kepada seluruh umat islam untuk bertaubat taubatan nashuha, bertaqorrub kepada Alloh dengan banyak baca Alquran, berzikir, baca sholawat, khususnya sholawat tibbil qulub, membaca doa tholak bala ; lii khomsatun uthfi biha harol wabail hatimah, almusthofa wal murtadho wabnahuma wal fathimah.

Maklumat itu ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kota Bekasi KH Mir’an Syamsuri dan sekretarisnya Ust. H Hasnul Kholid, P. SE, MM. Surat Maklumat itu memang tidak mencantumkan tanggal, tapi lengkap dibubuhi stempel dan tandatangan ketua dan sekretarisnya.

Kalau benar surat maklumat ini memang MUI Kota Bekasi yang mengeluarkan, DR KH Abid Marzuki mengatakan, MUI Kota Bekasi kecolongan. Ada anasir - anasir syiah yang masuk dan menyusup untuk memengaruhi kebijakan di dalam MUI Kota Bekasi.

Menurut Abid, doa ini jelas jelas menjurus pada syirik. Karena mengajarkan sebuah doa yang hanya sampai kepada Muhammad, Sayyidina Ali, Hasan Husein lalu Fathimah. Ini memang orang orang mulia, manusia pilihan. Tapi di atas itu ada sebuah ayat yang menjelaskan bahwa berdoalah hanya Ku (Alloh), niscaya akan Aku (Alloh) kabulkan (ud,unii istajib lakum)

Menurut Abid, begitu banyak doa doa yang ada di dalam Alquran dan hadits nabi tentang tolak bala. Dalam kondisi segawat apapun misalnya, Rasululloh sudah mengajarkan doa yang diriwayatkan Abu Daud ; Bismillahi ladzi la yadhurruhu ma’a ismihi saiun … dst

Kalau benar ini produk MUI Kota Bekasi, ini artinya juga MUI Kota Bekasi kurang mempertimbangkan aspek aspek sosial keagamaan yang ada. Ini menuai dugaan memang diselipkan oleh kepentingan dakwahnya syiah melalui institusi MUI Kota Bekasi. Ini berbahaya.

Dalam penelusuran Tibyan, doa ini memang sangat popular bukan hanya di kalangan syiah. Di Minangkabau, doa ini telah dijadikan shalawatan yang dikumandangkan dengan alunan lazimnya sebuah shalawat.

Bahkan dalam artikel @abisyakir.worldpres.com juga diungkap pengalamannya naik bus antar kota yang secara resmi perusahaan itu menempelkan doa ini di kendaraan di posisi dekat duduk pengemudinya. Menurut tulisan itu, stiker doa lii khomsatun itu memang resmi dikeluarkan oleh perusahaan.

Dari @santri.online, juga dituliskan dengan jelas doa ini pernah di Ijazahkan oleh KH Hasyim Asy'ari dalam menghadapi pagebluk penyakit. Suatu ketika terjadi pagebluk yang bila pagi ada orang sakit, maka sorenya meninggal. Lalu KH. Hasyim Asy’ari mengijazahkan doa tersebut kepada KH. Romli Rejoso, KH. Wahab Chasbullah Tambakberas, KH. Bisri Denanyar, dan pondok Semelo Perak.

Mengenai maklumat MUI Kota Bekasi ini, DR KH Abid Marzuki mengingatkan agar ulama dan para asatiz berhati hati dengan berbagai hal yang menjurus pada syirik. Derdoa selain atas nama Alloh, itu jelas syirik. Dan Rasululloh Muhammad saw pun tidak menghendakinya itu. (AB)