15
Wed, Jul

Pengunjuk Rasa Tuntut Pemakzulan Presiden Jokowi

Hot Issue
Typography

TIBYAN.ID, Jakarta - Tuntutan pemakzulan Presiden Joko Widodo, terdengar lantang dari mobil komando pada aksi demo tolak Rancangan Undang Undang (RUU) Haluan Idiologi Pancasila ( HIP) di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu ( 24/6).

Selain menuntut pemakzulan Presiden Joko Widodo, masa pendemo juga meminta pembubaran PDIP, karena dinilai berada dibalik munculnya RUU HIP yang memanaskan suhu politik di Indonesia.

Dari mobil komando terdengar yel yel tolak RUU HIP, ganyang PKI, bubarkan PDIP, seret inisiator RUU HIP ke pangadilan, makzulkan Jokowi.

Aksi demo yang berlangsung sejak pukul 13.00, dihadiri ratusan ribu orang dan mereka terus bertahan hingga juru runding dari pendemo keluar dari gedung DPR. Juru runding itu diantaranya Yusuf Martak, KH. Sobri Lubis, Slamet Maarif, Buchori Muslim, Bernard Abdul Jabbar dan sejumlah ulama, Habaib, tokoh dan pimpinan organisasi.

Para juru runding itu baru masuk ke gedung DPR sekira pukul 14.30 dan baru keluar sekira pukul 16.00.

Selama dalam perundingan, di mobil komando orator dari Ulama, Habaib, tokoh dan pimpinan organisasi sempat berorasi secara bergantian.

Orasi yang disambut dengan yel yel, ganyang PKI, bubarkan PDIP, tolak RUUHIP, makzulkan Jokowi. Tangkap dan penjarakan inisiator RUU HIPHIP, terus menggema.

Ketika masuk waktu shalat Asar, peserta aksi melaksanakan shalat Asar berjamaah di depan mobil komando. Ketika pada sujud rokaat pertama, hujan turun hingga mambasahi para peserta aksi. Meski hujan turun, peserta aksi tetap bertahan walau baju sudah basah kuyup. Orasi berlanjut setelah shalat asar hingga pukul 18. Kemudian membubarkan diri dengan tertib. Sampah sampah yang berserakan di lokasi aksi langsung dibersihkan oleh petugas bersih besih dari tim aksi. * Imran