15
Wed, Jul

Demokrat : Reshuffle Lebih Utama Ketimbang RUU HIP

Foto: Wasekjen Partai Demokrat, Irwan Facho

Hot Issue
Typography

TIBYAN.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan siap merombak kabinet jika para menterinya tidak bekerja ekstra dalam menangani pandemi virus Corona (COVID-19)Partai Demokrat (PD) menilai pernyataan Jokowi itu sebagai bukti bahwa penanganan dampak Corona lebih penting daripada masalah RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

"Reshuffle lebih menarik daripada HIP. Ini (pernyataan Jokowi) menandakan persoalan dampak pandemi lebih utama ketimbang masalah RUU HIP," kata Wasekjen PD Irwan kepada wartawan, Senin (28/6/2020).

Irwan melihat sikap Jokowi tersebut itu menyiratkan adanya situasi yang kritis. Karena itu, dia meminta pemerintah berfokus menangani dampak pandemi Corona dan benar-benar meminta DPR menghentikan pembahasan RUU HIP.

"Jadi, (pembahasan RUU HIP) harus dihentikan, bukan ditunda," ujar Irwan.

"Harusnya pemerintah dan semua elemen warga bangsa terfokus pada penanganan dampak pandemi COVID-19," imbuhnya.

Selain berbicara soal reshuffle kabinet, Jokowi juga berbicara pembubaran lembaga. Menurut Irwan, salah satu lembaga yang bisa dibubarkan, yakni Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Pidato Jokowi itu pesannya ke partai koalisi dan para pembantunya. Jika Jokowi menyampaikan akan lakukan apa saja untuk rakyat, termasuk membubarkan lembaga, tentu apa pun lembaga itu punya potensi dibubarkan oleh presiden, termasuk BPIP," sebut Irwan.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi memerintahkan jajaran kabinet untuk melakukan kerja ekstra dalam menangani pandemi virus Corona. Tak tanggung-tanggung, Jokowi juga akan melakukan perombakan kabinet jika diperlukan.

"Sekali lagi, langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah ke pemerintahan. Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna pada 18 Juni 2020.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut dia juga akan melakukan perombakan kabinet jika diperlukan. Jokowi menegaskan akan mengambil langkah penting untuk memerangi virus Corona.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak-ibu tidak merasakan itu sudah," katanya.

 

Sumber: Detik.com