04
Tue, Aug

KH M Amin Noer Mengajak Ummat Bersatu Melawan Musuh Yang Makin Kuat

Penandatanganan Pernyataan Sikap Menolak RUU HIP di Pondok Pesantren Attaqwa

Hot Issue
Typography
TIBYAN.ID - Pimpinan Yayasan Attaqwa, KH M Amin Noer MA mengajak umat Islam Indonesia untuk mempererat persaudaraan dan menjalin kesatuan dan persatuan. Hanya dengan pesatuan itulah Umat Islam bisa menghadapi berbagai fitnah dan upaya marginalisasi di negerinya sendiri.
 
Pernyataan itu disampaikannya ketika menjawab pertanyaan Tibyan.id mengenai perkembangan situasi sosial kemasyarakatan, khususnya yang berkaitan dengan isu isu keamanan yang tidak mendasar saat ini. 
 
Putra Pahlawan Nasional KH Noer Alie ini menyebutkan saat ini banyak kepentingan yang arahnya berusaha untuk menjauhkan Islam dan umat Islam dari persoalan kebangsaan saat ini.
 
“Dan satu-satunya cara hanya dg persatuan umat Islam,” katanya menegaskan.
 
Tapi diakuinya kalau saat ini mayoritas umat Islam sudah banyak yang “nyebrang” dengan berbagai alasan. Umumnya alasan materi. Mereka kesana gara-gara dibeli dengan jabatan dan uang.
 
Apalagi ada analisa 80% kekayaan indonesia termasuk tanahnya sudah dimiliki oleh Aseng dan Asing. Kalau ini benar, maka pergerakan bangsa kita semakin sempit di negerinya sendiri.
 
Mengenai beberapa video lama yang tiba tiba berseliweran lagi di media sosial, seperti video terorisme di Marawi Philipina, yang membawa nama tokoh pendidikan di Bekasi. Kasus ini sebetulnya sudah selesai, dan pelaknya pun sudah tewas dalam pertempuran Marawi. Tapi aneh, videonya menyebar kembali dengan menyudutkan nama seseorang.
 
Tanpa mau menyimpulkan ini dan itunya beliau hanya mengingatkan umat Islam untuk kritis membaca dan menangkap pemberitaan media sosial, termasuk video video seperti itu. 
 
Contoh kasus yang katanya terorisme Marawi yang dipimpin keluarga Meute, itu terjadi sejak tahun 2012, alias 8 tahun silam. Dan sejak meletus pertempuran dengan tentara Philipina, menewaskan seluruh pimpinan kelompok Meute, di Philipina sendiri kasusnya sudah tuntas. 
 
“Yang dinyatakan ISIS itu adalah suami dari putrinya H Madrais yg kawin di Cairo, bukan H Madraisnya. Dan suaminya itu sudah terbunuh beberapa tahun lalu, serta anaknya menjalani hukuman.” Jadi kasus itu pun sudah selesai. 
 
Apalagi kemudian berkembang ternyata ISIS sudah diketahui umum, bahwa itu hanya sebuah “boneka mainan” Amerika yang dipimpin oleh Albagdadi. Ini nama samaran yang sebetulnya dia itu Yahudi.
 
Dan ISIS pun telah diketahui publik, bukan singkatan Islamic State of Iraq and Suriah. Yang sebenarnya adalah singkatan dari Inteligant Serve of Israel State. 
 
“Kalau ISIS betul betul Iraq dan Suriah kenapa mereka tidak menyerang Israel tapi malah menghancurkan Iraq dan Suriah ? Kita memang kelewat bodoh sehingga gampang terjebak,” katanya lagi.
 
Kelewat Bodoh
Berulang kali Kiyai Amin menjelaskan pentingnya bagi umat Islam untuk bisa memahami substansi dari pengertian ilmu. Banyak umat Islam masih tidak paham pengertian Fardlu Kifayah dan salah memahami pengertian Dunia, tidak bisa membedakan Dunia dengan Alam atau Materi bahkan Ilmu Sains. 
 
Fardlu Kifayah  pengertiannya adalah saling mencukupi sesama muslim melalui penguasaan ilmu secara  Profesional atau keahlian sesuai bidangnya masing2 minimal keterampilan khusus. 
 
Saat ini masih banyak yang menganggap dunia itu wajib dijauhi. Masih ada yang menganggap dunia itu hukumnya haram. Haram memiliki alam, materi dan Ilmu umum atau sains. Sehingga umat Islam di Indonesia yang didominasi oleh pesantren, seringkali memaknai fardu kifayah ini secara sempit, yakni sebatas makna pengurusan janazah. 
 
Ini persoalan yang sangat mendasar yang mengakibatkan umat terus terkeblakang bahkan distigmakan sebagai penghalang kemajuan. 
 
“Kita dengar langsung petinggi sebuah partai mengusulkan Pesantren harus dihapus di indonesia, pelajaran Islam pun hendak buang dari kurikulum dan bahkan sudah dimulai sejak puluhan tahun silam.
 
Bahkan menurut Kiyai Amin yang saat ini memimpin pesantren Attaqwa, saat ini adalah puncaknya. Sampai sampai kata Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pancasiula pun hendak dibuang dalam penafsirannya diganti dengan ketuhanan yang beradab. 
 
Ketika sudah sejauh ini umat Islam baru sadar, ternyata kekuatan mereka yang ingin menjauhkan Islam dan umat Islam dari kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini sudah semakin kuat. Rasanya hampir sulit melawannya.
 
Untuk itulah beliau mengajak umat Islam untuk merakit kembali perjuangan dari awal, yakni dengan membangun persatuan dan kesatuan. Sambil didalam ikatan persatuan itu dibangkitkan kembali nilai nilai Islam yang sebenarnya, yang tidak dirusak oleh kepentingan kepentingan musuh Islam dengan tebar pesonanya melalui kekuatan materi dan janji kekuasaan. (aminidris)