02
Wed, Dec

Boikot Produk Politiknya

*Ilustrasi

Hot Issue
Typography

TIBYAN.ID - Tidak ada hukuman lain buat penghina Rasululloh selain mati. Tapi ketika Presiden Prancis melakukannya, tidak ada otoritas politik manapun di dunia ini yang melakukan penghukuman itu. Hanya Presiden Turki yang head-to-head menyerang secara verbal.

Aksi demo turun ke jalan, langkah boikot produk, atau seruan mengecam Presiden Marcon itu adalah gerakan massa. Itu penghukuman reaktif dari kekesalan umat Islam, tapi siapa yang bisa menggulirkan sebuah proses untuk menghukum mati Mister Macron ini ? Tidak ada.

Mahkamah internasional tentu bukan urusannya. Interpol juga mana peduli dia. PBB atau apapun, pasti bilang. That is not my bussines. Kebesaran umat Islam terhenti di level akar rumput.

Hanya Erdogan yang menyebut Prancis sedang memancing umat Islam untuk memicu perang salib. Nah, kalau ini benar dan bisa dipertanggungjawabkan, maka bisa jadi inilah awal sebuah perang yang diramalkan banyak orang.

Kalau bener seperti dikatakan Erdogan, maka bisa jadi perang Armenia dan Ajerbaijan punya benang merah dengan kesongongan Macron di Perancis.

Memboikot produk, oke lah. Sedikitnya bisa menggoyang ekonomi Perancis. Tapi akar masalah yang sebenarnya ada pada ideologi. Perancis dan negara negara barat memang sedang merasa terancam oleh perkembangan Islam. Sekali lagi, merasa terancam.

Karena ideologi sekularisme yang mereka kembangkan semakin tertantang dan tersudut oleh daya nalar dan akseptabilitas manusia terhadap Islam.

Jadi selain memboikot produk Perancis harus ada yang bisa memboikot produk politik Perancis wa akhwatuha, yakni politik sekolar. Siapa bisa ? Ini sudah bukan kapasitas akar rumput lagi. Ini politik struktural. Para pemimpin negara yang masih mengaku muslim.

Sekularisme kan menjauhkan agama dari kehidupan. Sementara Islam justeru mendekatkan Islam dalam kehidupan. Dan ini semakin logis, semakin memberi harapan dan kedamaian. Maka, kaum sekularis ini bereaksi. Perang Armenia dengan Ajerbaijan dan bacot kotor Marcon bisa jadi letupan - letupan awal dari ketegangan mendatang yang lebih besar.

Ya Alloh, lindungi kami anak-anak dan isteri kami, keluarga kami dan bangsa kami dari bencana. Salam.