15
Sun, Dec

Allah Akan Dikunjungi Tamu Tunanetra di Rumah-Nya

Oase Iman
Typography
TIBYAN.ID – Allah SWT akan kedatangan tamu special dari Indonesia. Sebanyak 35 orang tunanetra sedang bersiap siap untuk berkunjung ke rumah Allah di tanah suci Makkah Al Mukarromah.
 
Mereka didampingi oleh 15 pendamping. Agar proses kunjungannya ke rumah Allah bisa tertib dan sempurna, Ustadz Ismail Ibrahim, akan membimbing perjalanan ibadah mereka.
 
Pembimbing ibadah mereka ini telah mulai memberikan bimbingan manasik, Ahad 24 Nop 2019 di Islamic Centre KH Noer Alie Bekasi.
 
Di Islamic Centre KH Noer Alie para tunanetra ini diajarkan teori dan praktek ibadah umroh. “Pada umunya mereka memang sudah punya pengetahuan yang cukup, mulai dari niat, pemahaman tentang miqot, doa berpakaian ihrom sampai pelaksanaan thawaf dan sa'i serta tahalulnya,” kata Ustad Ismail ditengah kesibukannya memberikan bimbingan teori.
 
Misalnya, mereka tetap diajarkan bacaan dan doa ketika pertama melihat kabah. Bagaimana ketika para tunanetra ini sesungguhnya tidak bisa melihat. 
 
Ustadz Ismail tetap akan membimbingnya untuk membaca doa itu. Dia yakin, meski mata tak dapat melihat, pasti hatinya melihat. Penglihatan bathin jauh lebih tajam dari penglihatan mata.
Karena itu, para tunanetra ini tetap diajarkan bacaan doa saat melihat kabah. Dan nyatanya, mereka memang sudah punya pengetahuan yang cukup baik, sebagian besar sudah bisa menghafalnya. 
 
Artinya, meski mereka sadar matanya tak melihat, tapi mereka tetap menghafal doa saat pertama kali melihat kabah. Subhanalloh.
 
35 calon tamu Alloh tunanetra ini dengan 15 pendampingnya memang sangat special. Mereka diberangkatkan oleh aktivis pemuda DPP partai golkar, Nofal Saleh Hilabi. Sebagai seorang pengusaha, dia memiliki tradisi mendatangi kaum dhuafa dengan caranya. Salah satu kegiatan rutinnya memberangkatkan kaum difable ini berumroh. 
 
“Di DKI sudah setiap tahun, kali ini di Bekasi. Sama, diberangkatkan juga sebanyak 50 orang,” kata Ibu Indri Diano, pengurus DPD Golkar Kota Bekasi.
 
Indri menepis ini projek pencitraan. Ini menurutnya juga tidak ada kaitannya dengan elektabilitas pak Nofal. Bahkan lihat saja, jamaah sama sekali tidak memakai atribut yang berkaitan dengan golkar atau nama pak Nofal. “Ini murni kegiatan kemanusiaan dan ibadah,” kata Indri.
 
Keberangkatan mereka menggunajan Travel Sabika Group tanggal  Desember dan kembali pada tgl 10 desember 2019. (abu)