04
Tue, Aug

Dr. KH Zamakhsyari AM : Sholat Jumat Tetap Wajib Meski di Hari Ied

*Ilustrasi Sholat Jum'at

Oase Iman
Typography

TIBYAN.ID - Ketika Sholat Ied dan Jumat bertemu dalam satu hari, tidak diperbolehkan untuk melepaskan kewajiban shalat Jumat. Begitu dikatakan Dr. KH Zamahsyari Abdul Madjid, mengutip pendapat ulama ahli Fikh Sudan, Prof. Abdullah Al Zubair.

Dari sekian banyak perspektif ulama madzhab tentang kewajiban mendirikan shalat jum,at bila Iedil terjadi pada hari jum,at, dengan mengambil qoul rajih (kuat) yaitu pendapat Jumhur Ulama (mayoritas ulama) bahwa kewajiban mendirikan shalat jum,at tidak gugur meski adanya shalat Iedil Adha dipagi hari Jum,at. Tetap dirikan Shalat Jumat.

Menurut Ketua Dr Zamakhsari, setidaknya ada enam pandangan dalam masalah ini:

Pertama: Perintah salat Jumat terhapuskan dengan adanya shalat Iedl di hari yang sama. Jadi itu berlaku untuk setiap orang. Pandangan ini diantaranya disampaikan Al-Shawkani.

Kedua: Shalat Jumat dikalahkan oleh shalat Ied kecuali untuk imam. Jadi, seorang imam masjid tetap menghadiri masjid. Jika di Masjid diselenggarakan salat Jumat, ia tetap memimpinnya dan berdoa bersama mereka. Ini merupakan pandangan Hambali.

Ketiga: Shalat Jumat dihapuskan dengan sholat Ied kecuali untuk imam dan tiga jamaah. Artinya, seorang imam masjid harus mendirikan shalat jumat Ketika ada jamaah, meskipun hanya tiga orang jamaah. Ini merupakan hadits Hadawiyah.

Keempat: Sholat Jumat tidak dikalahkan dengan sholat Ied kecuali untuk orang-orang tinggalnya jauh dari masjid, misalnya penduduk desa dan lembah. Ini merupakan pandangan Shafi'i.

Kelima: Shalat Jumat tidak dikalahkan oleh shalat Ied, bukan karena alasan dia orang-orang desa dan tinggal jauh di daerah lembah, atau dari orang-orang di negara yang wajib melakukan salat Jumat.  Ini pendangan sebagian besar ulama, seperti dikatakan Ibn Qudamah dalam kitanya Al-Mughni.

Keenam: Sholat Jum'at dikalahklan dengan sholat Iduli. Sebaliknya sholat Ied menggugurkan kewajiban sholat Jum'at dan juga shalat Zuhr. Sehingga, tidak ada sholat setelah sholat Ied. Ada satu ulama dan bukan yang lain. Al-Hafiz Ibn Abd Al-Barr menjelaskan bahwa pernyataan ini banyak ditolak oleh para ahli hukum.

Kesimpulannya, kata Dr.Zamakhsyari lagi, yang paling benar dari banyak pandangan ini adalah bahwa sholat Jum'at tidak dikalahkan alias tidak gugur kewajibannya karena ada sholat Ied, baik untuk jamaah maupun untuk imam, baik untuk orang-orang di negara maupun untuk orang-orang di desa jika hari Jumat adalah wajib untuk mereka. (*)