02
Wed, Dec

Islamic Centre KH Noer Alie Peringati Tahun Baru Hijriyah Dengan Khotaman Al-Qur'an

Oase Iman
Typography
TIBYAN.ID, Bekasi - Ada cara unik di Masjid Nurul Islam Islamic Centre Kota Bekasi dalam memperingati tahun baru Hijriyah yang jatuh pada Rabu malam19 Agustus 2020. Tidak dengan pawai obor dan karnaval di jalan, tapi dengan mengadakan khotaman Quran yang diawali dengan pembacaan doa akhir tahun dan doa awal tahun.
 
“Penyambutan tahun baru hijriyah memang harus berbeda dengan cara penyambutan tahun baru masehi yang berciri hura hura dan pesta meriah,” kata Dr. KH Zamakhsyari Abdul Majid. 
 
Di masjid Islamic Centre ini, menyambut tahun baru dengan cara membacakan doa akhir tahun bakda sholat ashar kemudian membacakan doa awal tahun bakda sholat magrib. Kemudian setelah sholat isya berjamaah, semua hadirin mengadakan khotmil quran. 
 
Acara ini hasil kerjasama DKM Nurul Islam dengan Majelis Muzakaroh (Majmu), Jam’iyatul Quro wal Huffaz (JQH), Ikatan Da’I Muda Indonesia (IDMI). Dalam tausiyahnya, Zamahsyari membedah pengertian hijrah dan latar belakang sejarahnya sampai ditetapkannya menjadi perhitungan tahun bagi umat islam.
 
Muharram menjadi perhitungan tahun merupakan hasil ijtihad. Abu Musa al-Asy'ari, gubernur wilayah Basrah, Iraq, pernah kesulitan memahami surat-menyurat Umar bin Khattab, amirul mukminin ketika itu.
 
Maksudnya, surat mana yang lebih dulu dan mana yang datang belakangan, sebab tidak ada tanggal suratnya. Lalu, Abu Musa Al-Asya'ri mengusulkan kepada Umar bin Khattab agar dibuat kalendar. 
 
Setelah berdiskusi dengan para sahabat Nabi yang lain, diputuskanlah tahun hijrah Nabi dari Mekkah ke Madinah sebagai titik awal kalendar Islam. 
 
Zamakhsari menegaskan, Nabi berhijrahnya pada bulan Robiul awal, tapi tahun perhitungan itu menggunakan bulan muharom sebagai perhitungan awalnya.
 
Pemilihan bulan Muharram sebagai awal tahun atas usul sahabat Nabi, yaitu Utsman bin Affan dengan merujuk pada tradisi masyarakat Arab masa lalu. Artinya, sejak lama, nama-nama bulan sudah dikenal masyarakat Arab walaupun belum ada penyebutan tahunnya. 
 
Al-Qur'an sendiri tidak menyebutkan Muharram sebagai awal tahun, namun Al-Qur'an menegaskan bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas, dan empat di antaranya sebagai bulan haram (suci). Maksudnya, diharamkan di empat bulan tersebut melakukan inisiasi peperangan dan pertumpahan darah lainnya. 
 
Zamakhsyari berharap, umat Islam hendaknya terus mengembangkan tradisi memperingati tahun baru hijriyah ini dengan cara cara yang khas dalam Islam. Salah satunya dengan membaca doa penutup tahun dan pembuka tahun serta diikuti khotaman Quran. (abubagus)