14
Wed, Apr

KH. Zamakhsyari : Gemerlap Hari Ibu Pertanda Masih Kuatnya Moralitas Bangsa

*Ilustrasi (KH. Zamakhsyari Abdul Majid/Nubekasi)

Oase Iman
Typography

TIBYAN.ID - Gegap gempita media sosial mengangkat status tentang ibu cukup marak. Menurut Dr. KH Zamakhsyari Abdul Majid, MA hal itu menandakan bahwa begitu kuatnya apresiasi bangsa ini terhadap peran ibu yang begitu besar jasanya terhadap kehidupannya.

Dalam perbincangan dengan Tibyan.id, Zamakhsyari menyebut apresiasi ini merupakan isyarat bahwa bangsa Indonesia masih memiliki nilai moral yang kuat. Karena itu, semua pihak, tokoh masyarakat, umaro dan para stakeholder keummatan hendaknya melihat ini sebagai sesuatu yang harus dijaga dan dipelihara.

“Ini jangan sampai rusak hanya oleh kepentingan-kepentingan kecil, seperti perbedaan politik, perbedaan sudut pandang keyakinan dan sebagainya,”kata Zamakhsyari yang juga ketua Majelis Muzakaroh (Majmu) di Kota Bekasi.

Lebih jauh tokoh kharismatik Kota Bekasi ini menjelaskan kata Ibu dalam bahasa Arab di sebut dengan Umm (ام) yang artinya induk yang melahirkan banyak anak, disebut juga dengan Aulad (اولاد). Orang yang melahirkan cucu disebut dengan Ahfad (احغاد), dan yang melahirkan anak keturunan disebut dengan dzurriyyah (ذرية).

Semua tingkatan kelahiran itu induknya adalah Ibu (ام) sebagaimana surat al fatihah disebut dengan Ummul Qur,an (ام القرآن) karena al fatihah merupakan surah yg membawahi dan memuat isi 30 juz Al-Qur’an sehingga dia dsebut sebagai induk Al-Qur’an. Ini merupakan indikator kemuliaan seorang Ibu sebagai makhluq Allah dimuka bumi ini yang melahirkan manusia secara turun temurun yang dianugerahi kemampuan mengelola kehidupan penduduk bumi dengan segala sistem dan aturan yang dibuatnya berdasarkan musyawarah untuk menentukan dasar dan model negara apa yg disepakatinya.        

Jadi memperingati hari Ibu secara nasional adalah sebuah keniscayaan sebagai bentuk apresiasi atas jasa - jasa seorang Ibu yang mempunyai peran besar yang telah melahirkan putera puteri bangsa sebagai pejuang baik pra maupun pasca kemerdekaan Indonesia dan sebagai pendidik yang tidak mengenal lelah baik pra maupun pasca melahirkan dengan espektasi mewujudkan generasi yang shalih dan shalihah sebagai harapan Agama, Bangsa dan Negara.                    

Menurut Zamakhsyari, ada 3 peran besar Ibu yang harus selalu diingat oleh putera puteri bangsa untuk terus mengasihi, menyayangi dan berbakti kepadanya sepanjang hidup. Pertama mengandung (hamil) selama 9 bulan dengn segala suka dukanya. Kedua, melahirkan (Wiladah) dengan segala perjuangan antara hidup dan mati. Dan yang ketiga adalah merawat anak, menyusui dan mendidiknya dari sejak bayi dengan segala perhatian dan penuh kasih sayang.                   

Akhirnya, tokoh NU ini mengajak untku memohon anugerah Allah agar diberikan kekuatan untuk selalu mencintai dan menyayangi kedua orang tua kita sebagaimana kedua orang tua menyayangi kita sejak kecil.(*)