03
Tue, Aug

38 Tahun Pengabdian KH Nurul Anwar di Pesantren Attaqwa

Wawasan
Typography

TIBYAN.ID - Kyai Nurul Anwar bin Kyai Haji Noer Alie. Begitu nama lengkap tokoh yang telah mengabdikan diri selama 38 di Pondok Pesantren Attaqwa, Ujung Harapan, Kecamatan Babelan, Labupaten Bekasi.

"Kyai Nurul Anwar yang lazim dipanggil guru Nur oleh murid - muridnya, adalah tokoh yang selama hayatnya hanya mengabdi di Attaqwa" tulis Dr. H. Abid Marzuki, M. Pd.

Memang pernah beliau mengajar di Universitas Ibnu Chaldun Bogor, dan di PTDI. Namun tak lama. Ia lebih fokus mengabdi di Attaqwa.

Kepergiannya untuk menghadap Ilahi, mengagetkan keluarga Attaqwa dan masyarakat Bekasi. Sebab baru tiga hari istri tercintai beliau dipanggil Allah, lalu ia menyusul. Yang membuat kesedihan mendalam terutama keluarga dan murid - muridnya adalah saat istrinya meninggal, guru Nur sedang di ICU rumah sakit. Sampai akhir hayat beliau, ia tidak tahu kalau istri tercintanya telah meninggal dunia, mendahuluinya.

Untuk menguak seperti apa kiprah guru Nur, akan dilakukan bedah buku " Memorial KH. Nurul Anwar, 38 Tahun Jejak Pengabdian" Yang ditulis oleh Amin Idris, murid beliau, Ahad Februari di Literasy Coffee, Kaliabang Tengah Bekasi Utara.

aa.jpg

(Buku In Memoriam KH. Nurul Anwar)

" Bang Im, kita jadi bedah buku 38 Tahun Jejak Pengabdian KH. Nurul Anwar. Jangan sampai terlambat pesan tempat duduk" Pesan bang Amin ke saya lewat WA.

"Tempat duduk terbatas. Sebaik dipesan lebih dulu. Sehingga panitia bedah buku, bisa menyediakan tempat duduk".

Literacy coffee telah menjadi tempat favorit di Bekasi untuk bedah buku dan diskusi. Tentu dengan hidangan coffee yang nikmat dan mengasikan.

Aku sudah pesan tempat duduk dan transfer untuk pembelian buku, sekalian snack.

Aku ingin tahu lebih dalam kiprah KH. Nurul Anwar selama 30 tahun di Attaqwa. Penasaran? Hadiri bedah buku KH. Nurul Anwar Ahad 7 Pebruari di Literasy coffee. Jangan terlambat pedan tempat duduk. ## Imran Nasution