26
Sun, Sep

Jadikan Momentum HUT RI Kali Ini Untuk Atasi Krisis

Foto: Dr. KH. Zamakhsyari Abdul Majid, MA

Aktual
Typography

TIBYAN.ID  - Fenomena masyarakat yang terdampak dari pandemi covid 19 menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam mengatasi krisis sosial yang dihadapi. Momentum peringatan HUT RI hendaknya bisa menjadi inspirasi bagi untuk menjadi pahlawan dalam memberantas penjajah virus Covid - 19 dari Indonesia.

Demikian Dr. KH. Zamakhsyari Abdul Majid, MA ketua Ketua Majelis Mudzakarah Ulama Bekasi Raya menjelaskan pada Media tentang Peringatan HUT RI di masa pandemi.

Menurutnya, literasi kemerdekaan perlu dibangun secara utuh dan menyeluruh termasuk bagaimana meningkatkan ekspresi hijrah dalam membangun hubungan berbangsa dimasa sulit seperti saat ini. Hal ini memberikan pelajaran yang berharga bahwa esensi kemanusiaan dan kesatuan bangsa menjadi garda terdepan yang penting dari kepentingan sepihak.

Kepentingan sepihak yang dapat merugikan orang lain merupakan tindakan yang jauh dari Rahmat Allah SWT, bahkan akan membawa keburukan di masa yang akan datang. Salah satu sikap yang paling penting bagi Bangsa Indonesia dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI adalah mensyukuri nikmat Allah yang agung dan luhur, berupa kemerdekaan.

Nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada manusia amat luas, seperti nikmat iman, kesehatan, rezeki dan berbagai nikmat lain yang tidak mungkin  dapat dihitung secara matematis.

Mensyukuri nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kita, merupakan aktifitas yang sangat terpuji. Mereka yang bersyukur itu akan dapat memahami nikmat yang kita peroleh, sehingga dapat diarahkan pada yang lebih baik da terpuji.

Manusia atau bangsa yang pandai bersyukur terhadap karunia Tuhan, akan memperoleh nikmat-Nya dengan karunia yang berlipat ganda. Sebaliknya bila kelompok umat manusia atau suatu bangsa tidak pandai mensyukuri nikmat Tuhan, akan menderita kerugian dan kerusakan.

Menurut Zamakhsyari, kemerdekaan dan kebebasan yang telah kita rasakan selama tujuh puluh enam tahun, hendaknya kita pahami dengan baik misi dari perjuangan para pahlawan terdahulu.

Misi perjuangan mereka harus terus hidup dalam jiwa generasi baru Indonesia, sehingga mereka bisa memahami dengan baik hakikat kemerdekaan. Kemerdekaan itu telah diperjuangkan Bangsa Indonesia menuju tegaknya hak-hak asasi manusia, persamaan hak, dan perdamaian dunia. 

Kaum Muslimin patut bangga memiliki ajaran yang begitu memuliakan manusia. Islam lahir dari latar sejarah bangsa Arab yang melanggar moralitas perikemanusiaan: fanatisme kesukuan yang parah, pelecehan terhadap perempuan, perang saudara, perampasan hak milik orang lain, perjudian, dan lain sebagainya. (zid)