26
Sun, Sep

Buku Pelangi Guru Literasi Diterbitkan, Berharap Ada Perhatian Pemkot

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dr. H. Inayatulloh dalam peluncuran buku Pelangi Guru Literasi di Literacy Coffee.

Wawasan
Typography

TIBYAN.ID - Sebuah buku diluncurkan. Penulisnya guru SD, judulnya Pelangi Guru Literasi. Meriah acara peluncurannya karena dihadiri Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dr. H. Inayatulloh beserta beberapa kepala SD dan guru-guru.

Sebagai penerbit, Yayasan Mitra Insani sengaja memberi perhatian pada penerbitan buku-buku yang ditulis oleh guru, siswa atau para kepala sekolah. Selain sebagai rangsangan, kegiatan literasi ini memiliki peran strategis untuk menumbuhkan minat baca dan belajar siswa.

Karena itu pula, Dr. Inayatulloh menyatakan akan mendukung, mensupport dan memberi perhatian penuh kepada para guru yang memiliki kapasitas untuk menulis.

WhatsApp Image 2021-03-25 at 09.09.12.jpeg

Suasana pada peluncuran buku di Literacy Coffee

Usai serimonial, beberapa wartawan senior yang hadir sempat mendiskusikan beberapa gagasan dan pemikiran Kadisdik. Bang Zul, wartawan senior pendiri sekaligus owner Koran Bekasi dan Majalah Harapan Indah merasa perlu menindaklanjuti gagasan Kadisdik dengan memberikan pelatihan dan bimbingan penulisan.

Bang Zul sepakat, kegiatan literasi perlu terus dihidupkan dan digalakkan. Tapi tentunya ini tidak bisa optimal berjalannya tanpa dukungan nyata dari pemerintah.

Guru mikir dua kali mengeluarkan uang Rp 10 jt untuk keperluan menerbitkan bukunya kalau bukunya itu hanya numlul di rak buku. Di sini peran pemerintah diperlukan. Misalnya membeli buku itu untuk mengisi perpustaan sekolah.

Sebagai penulis, Nurmani mengaku bangga bisa melahirkan sebuah karya tulis dalam bentuk buku. Ini buku solo pertama, dan beberapa buku lainnya sudah diterbitkan dalam bentuk ontologi.

Dalam peluncuran bukunya ini Nurmani mendapat suport dari penerbit yang memberikan buku gratis dari sponsor. Ada 40 buku yang diinfakkan dari donatur. Namun Nurmani mengakui kalau masih banyak lagi buku yang dicetaknya tapi belum tahu akan disalurkan ke mana.

Karena itu ia berharap pemerintah bisa mengambil peran di sini. Agar teman-teman guru pegiat literasi tidak ragu menerbitkan karyanya.

Buku Pelangi Guru Literasi memang baru sedikit buku karya guru. Menurut Kadisdik ini baru buku keempat se kota Bekasi yang terbit dari karya guru. Tentunya penerbitan yang baik adalah yang sesuai standar diknas, misalnya ada ISBN nya dan sebagainya.

Buku buku seperti itulah yang bisa diusulkan sebagai buku yang bisa mengisi perpustakaan sekolah.